NovelToon NovelToon
Obsession Of Jayden

Obsession Of Jayden

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:996
Nilai: 5
Nama Author: Alyssa Kim

Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.

​Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.

​Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Jeruji Tak Kasat Mata dan Kepasrahan Sementara

​Kecepatan mobil sport hitam milik Jayden melesat jauh di atas rata-rata, membelah jalanan layang Jakarta yang sepi dengan raungan mesin yang memekakkan telinga. Di dalam kabin, atmosfer terasa begitu mencekam hingga oksigen seolah menipis. Sinar lampu jalanan kota yang menembus kaca mobil bergantian menerangi wajah tegas Jayden yang mengeras bagai batu karang. Kedua tangannya mencengkeram setir dengan urat-urat yang menonjol, menahan amuk badai yang bergejolak di dalam dadanya.

​Elleanor duduk meringkuk di sudut kursi penumpang, memeluk lututnya erat-erat. Sifat barbarnya yang biasanya meledak-ledak kali ini mendadak padam, digantikan oleh kewaspadaan tinggi. Ia bisa merasakan bahwa Jayden yang mengemudinya saat ini berada di titik paling berbahaya. Sekali saja ia memercikkan api perlawanan, cowok itu bisa saja bertindak nekat yang membahayakan nyawa mereka berdua di jalanan.

​"Lo mau bawa gua ke mana lagi?" suara Elle akhirnya memecah keheningan, terdengar agak lirih, kehilangan nada menantang yang biasa ia gunakan.

​Jayden tidak menoleh. Tatapannya lurus mengunci aspal di depan. "Ke tempat di mana lo gak bakal bisa lari lagi, Elleanor," jawabnya, suaranya terdengar sangat rendah, parau, dan dingin.

​Mobil itu kembali berbelok memasuki kawasan perumahan elit di Jakarta Selatan, menuju bangunan penthouse pribadi milik Jayden. Begitu mobil berhenti dengan mulus di dalam garasi bawah tanah yang sepi, Jayden mematikan mesin, namun ia tidak langsung membuka kunci pintu. Cowok itu menyandarkan kepalanya pada setir, memejamkan mata sesaat sambil mengatur napasnya yang memburu pelatuk cemburu gila sejak di sirkuit tadi.

​"Kenapa lo nekat banget, El?" tanya Jayden lirih, seolah berbisik pada kegelapan malam. Ia menegakkan tubuhnya, berbalik sepenuhnya menghadap Elle dengan sepasang netra hitam yang menatap gadis itu dengan intensitas yang begitu pekat. "Lo tahu seberapa bahayanya tempat itu buat lo? Ada ratusan cowok berengsek di sana, dan lo dengan santainya nyelonong masuk cuma buat nyari masalah sama gua?"

​Elle mendongak, menatap langsung ke dalam mata gelap Jayden. "Gua kesana karena gua muak, Jayden! Gua muak dikepung di sekolah, gua muak ponsel gua diatur-atur, gua muak lo bersikap seolah lo pemilik hidup gua!"

​"Gua emang pemilik hidup lo sejak lo nginjek kaki di LHS!" potong Jayden cepat, suaranya meninggi satu oktav, membuat Elle tersentak. Jayden maju, mengikis jarak hingga tubuh tegapnya mengurung Elle di sudut jok mobil. Tangan kanannya terangkat, mencengkeram kedua rahang Elle dengan lembut namun sarat akan penekanan yang tak terbantahkan.

​"Lo manggil nama Alka di depan gua, Elle," desis Jayden, matanya menggelap sempurna saat memori di sirkuit itu kembali berputar. "Lo minta tolong sama bajingan itu di depan ratusan anak buah gua. Lo tahu gak apa yang pengen gua lakuin sama lo dan Alka pas denger itu?"

​Elle menahan napas, dadanya naik turun dengan cepat. Kedekatan mereka yang kelewat intim ini membuat aroma parfum maskulin tajam milik Jayden kembali mengunci sistem pernapasannya. "Lo... lo mau ngapain?" Bisik Elle terbata.

​Jayden menundukkan wajahnya, mengusap bibir bawah Elle dengan ibu jarinya secara perlahan, sebuah gerakan penuh kasih sayang yang terasa begitu gila karena dibalut obsesi pekat. "Gua pengen hancurin Wolfangs malam ini juga, dan gua pengen ngunci lo di dalam kamar gua, ngikat tangan lo biar lo gak bisa lari atau meluk cowok lain selain gua."

​Mendengar spektrum gila yang keluar dari bibir tipis Jayden, Elleanor tertegun. Cowok di depannya ini benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya demi ego kepemilikan. Menyadari perlawanan fisik hanya akan memicu sisi gelap Jayden lebih dalam, Elle memilih untuk menurunkan egonya secara taktis. Ia memegang pergelangan tangan Jayden yang ada di rahangnya, menatap cowok itu dengan pandangan yang melunak.

​"Jay... lepasin dulu. Sakit," ucap Elle dengan nada pelan, sengaja memasang wajah agak rapuh—sebuah akting yang terpaksa ia lakukan demi menyelamatkan dirinya sendiri malam ini.

​Mendengar suara lembut Elle dan rengkuhan tangan mungil gadis itu di pergelangan tangannya, amarah Jayden yang tadinya meluap-luap mendadak surut bagai tersiram air es. Kilat matanya yang mematikan perlahan meredup, digantikan oleh tatapan posesif yang sarat akan kerapuhan yang tersembunyi. Jayden perlahan melepaskan cengkeramannya di rahang Elle, lalu menghela napas panjang.

​Klik.

​Sistem penguncian pintu mobil akhirnya dibuka oleh Jayden. "Turun. Masuk ke dalam," perintah Jayden, suaranya kembali datar dan dingin seperti biasa.

​Elle menurut tanpa banyak bicara. Ia turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Jayden menuju lift pribadi yang akan membawa mereka kembali ke lantai teratas penthouse. Kali ini, Jayden menggenggam erat telapak tangan Elle sepanjang jalan, mengunci jari-jari mereka tanpa ada niat untuk melepaskannya, seolah sedang membawa pulang harta paling berharga yang sempat hampir hilang dari genggamannya.

1
Davina Aurora
lanjutt ka ceritanya seruu🤩🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!