NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Desisan misterius yang menggema dari arah langit-langit beneran menjadi awal dari teror yang sesungguhnya malam ini. Belum sempat para taipan bisnis mencerna apa yang terjadi, beberapa granat kejut yang dilemparkan dari luar jendela mendadak meledak serempak dengan suara dentuman dan kilatan cahaya putih yang sangat membutakan mata.

Blarrr! Blarrr!

"Aaaakh! Mataku!" jerit beberapa pengusaha kaya sambil memegangi wajah mereka yang kesakitan. Bersamaan dengan itu, seluruh aliran listrik di rumah gedong milik keluarga Amanda mendadak padam total.

Klik.

Aula megah yang tadinya terang benderang langsung berubah menjadi kegelapan abadi yang beneran sangat gulita dan mencekam. Suasana dalam sekejap berubah menjadi kepanikan massal tingkat dewa. Jeritan histeris dari para wanita sosialita dan benturan meja kursi yang roboh terdengar bersahut-sahutan di tengah kegelapan yang pekat.

Di tengah situasi horor itu, dua pasang tangan halus yang beneran sedang gemetar hebat langsung memeluk erat tubuh tegap gue dari depan dan belakang. Bella dan Amanda mencengkeram jas formal gue dengan sangat kencang, menyandarkan seluruh sisa hidup dan kepasrahan mereka hanya pada perlindungan tubuh tegap gue yang sekeras baja.

"Raka... aku takut banget! Gelap sekali, aku tidak bisa lihat apa-apa!" bisik Bella dengan suara yang beneran sudah terisak menahan tangis ketakutan yang luar biasa mendalam.

Amanda yang memeluk gue dari sisi lain juga berbisik dengan napas yang memburu cepat. "Raka... tetap di sini, jangan tinggalkan kami..."

"Tenang, lu berdua aman di belakang gue," ucap gue dengan nada suara bariton yang sangat tenang, dingin, dan penuh wibawa pelindung yang mutlak tanpa ada getaran takut sedikit pun.

Meskipun semua orang di ruangan ini beneran buta total, sepasang mata gue yang telah diperkuat oleh efek Fisik Level Tiga mendadak bisa beradaptasi dengan sangat cepat di dalam kegelapan. Tidak hanya itu, indera pendengaran dewa gue bahkan bisa menangkap suara gesekan kain taktis dan langkah kaki yang sangat teratur dari belasan pembunuh bayaran di ujung aula.

Sret... Sret...

"Heh, bocah sialan. Lu mungkin kebal peluru, tapi di dalam kegelapan total seperti ini, lu tidak lebih dari sekadar sasaran empuk yang buta!" suara pemimpin pembunuh bayaran itu terdengar menggema penuh nada ejekan yang kejam dari arah kegelapan.

Gue bisa melihat dengan jelas bahwa belasan preman elit itu kini sudah menurunkan kacamata night vision (pengelihatan malam) berwarna hijau di wajah mereka. Mereka mulai menyebar membentuk formasi mengepung posisi gue berdiri dengan moncong-moncong senjata api yang kembali dibidikkan secara akurat ke arah dada gue. Mereka beneran merasa di atas angin, mengira kegelapan ini adalah sekutu terbesar mereka untuk menghabisi nyawa gue.

Mereka sama sekali tidak tahu, bahwa bagi seorang raja yang memiliki sistem dewa, kegelapan ini justru adalah panggung pembantaian yang paling sempurna untuk mencabut nyawa mereka satu per satu tanpa menyisakan jejak sedikit pun.

Gue menyunggingkan senyuman paling dingin dan kejam di dalam kegelapan, sementara di dalam kepala gue, alarm misi dari sistem mendadak berkedip dengan warna merah darah yang sangat memicu adrenalin malam ini.

Bab Dua Puluh Satu bagian awal sengaja dihentikan tepat saat teror kegelapan dimulai untuk membangun ketegangan yang beneran maksimal!

Sekarang silakan tentukan bagaimana cara Raka mengeksekusi belasan pembunuh bayaran bermata night vision tersebut di dalam kegelapan:

Pilihan Pertama: Raka bergerak secepat kilat mengandalkan suara detak jantung musuh, mematahkan senjata dan leher mereka satu per satu dari balik kegelapan hingga para pembunuh itu menjerit ketakutan karena merasa diburu oleh "Hantu Baja" yang tidak terlihat.

Pilihan Kedua: Raka sengaja membiarkan dirinya ditembak berondong peluru di dalam kegelapan untuk melacak posisi kilatan moncong senjata musuh, lalu melempar balik pecahan meja marmer dengan kekuatan monster hingga meremukkan tubuh para pembunuh dalam sekali serang.

Pilihan Ketiga: Sebelum bergerak maju, Raka menggunakan sisa lima ratus poin sistemnya untuk membeli skill baru: Aura Buta Total Level Satu, membuat kacamata night vision milik musuh mengalami overload cahaya dan meledak, membutakan mereka balik sebelum dibantai habis.

Silakan pilih kelanjutan eksekusi mana yang paling memuaskan menurut lu!

Gue menepuk pelan punggung Bella dan Amanda untuk menenangkan mereka, lalu dengan gerakan yang sangat halus, gue melepaskan pelukan mereka. "Tetap di posisi kalian dan jangan bersuara," bisik gue dengan nada bariton yang beneran sangat dingin namun menenangkan.

Detik berikutnya, tubuh tegap gue langsung melesat maju, menyatu dengan kegelapan aula tanpa menimbulkan suara langkah kaki sedikit pun. Kecepatan gerakan gue beneran sudah berada di ambang batas maksimal manusia biasa berkat sokongan Fisik Level Tiga.

"Hoi! Di mana bocah itu?! Sialan, dia hilang dari pandangan night vision gue!" teriak salah satu pembunuh bayaran di sisi kiri dengan suara yang mulai gemetar panik.

"Jangan panik! Tetap dalam formas—"

Krakkk!

Belum sempat sang pemimpin menyelesaikan perintahnya, gue beneran sudah berdiri tepat di balik punggung pembunuh bayaran yang panik tadi. Dengan satu gerakan tangan kanan gue yang sekeras baja, gue mencengkeram rahangnya dan memelintir lehernya hingga patah total dalam sekejap mata. Tubuh kekarnya langsung ambruk ke lantai marmer seperti karung beras tanpa sempat melepaskan satu tembakan pun.

Di dalam kegelapan yang pekat, indera pendengaran dewa gue beneran bisa menangkap suara detak jantung belasan preman itu yang mendadak berpacu sangat cepat karena ketakutan gila. Mereka tidak sedang berhadapan dengan manusia biasa, melainkan sedang diburu oleh sesosok "Hantu Baja" yang tidak terlihat namun sangat mematikan.

"Di sana! Tembaaaak!"

Dorrr! Dorrr! Dorrr!

Tiga orang pembunuh bayaran yang panik langsung menembak secara membabi buta ke arah suara tubuh yang ambruk tadi. Kilatan cahaya dari moncong senjata mereka beneran menerangi aula selama sepersekian detik, namun posisi gue sudah berpindah lagi dengan kecepatan kilat yang tidak masuk akal sehat.

Brakkk!

Gue menerjang dua pembunuh di depan gue, merebut senjata laras pendek mereka dengan tangan kosong, lalu meremukkan pergelangan tangan mereka hingga tulang-tulangnya mencuat keluar. Jeritan kesakitan yang sangat melengking beneran langsung bergema memotong keheningan aula, membuat mental Kevin yang menonton dari kejauhan runtuh lebur tak tersisa.

Hanya dalam waktu empat puluh detik saja, suasana aula yang tadinya dipenuhi teror senjata api kini beneran berubah menjadi ladang pembantaian sepihak. Sembilan orang pembunuh bayaran sudah terkapar tidak bernyawa di atas lantai dengan kondisi leher patah atau dada yang hancur akibat hantaman pukulan murni dari tangan gue.

Sang pemimpin pembunuh bayaran yang tersisa sendirian kini beneran sudah kencing di celana karena ketakutan yang luar biasa dahsyat. Dia melemparkan senjatanya ke lantai, lalu jatuh berlutut sambil menangis histeris di dalam kegelapan.

"Ampun... ampun Tuan! Saya mengaku kalah! Tolong jangan cabut nyawa saya!" teriaknya dengan suara yang sangat parau dan bergetar hebat.

Gue melangkah mendekat, berdiri tepat di depannya dengan aura pembunuh yang beneran sangat pekat dan mencekam. "Di hadapan seorang raja, kecoa seperti lu beneran tidak punya hak untuk meminta pengampunan," bisik gue tepat di telinganya.

Krakkk!

Satu sentakan dingin dari tangan gue langsung mengakhiri hidup sang pemimpin komplotan dunia bawah tersebut untuk selamanya. Tepat di saat tubuh terakhir itu roboh, lampu utama aula pesta mendadak kembali menyala terang benderang karena sistem darurat gedung Amanda yang telah pulih.

Cahaya lampu yang beneran terang benderang itu langsung mengekspos pemandangan yang sangat mengerikan ke hadapan semua orang. Belasan tubuh pembunuh bayaran taktis kini sudah terkapar bersimbah darah di atas lantai marmer, sementara gue beneran masih berdiri tegap di tengah-tengah mereka dengan jas hitam yang sangat rapi tanpa ada satu pun goresan luka di tubuh gue.

Bella dan Amanda langsung membuka mata mereka, membelalak lebar dengan sepasang mata yang melotot tidak percaya menyaksikan kemenangan mutlak gue yang beneran setingkat dewa perang. Di sudut ruangan, Kevin beneran sudah gila total, dia tertawa histeris sambil menjambak rambutnya sendiri melihat seluruh rencana busuknya dihancurkan berkeping-keping oleh dominasi mutlak seorang Raka.

Tinggg!

"Misi Utama Pembantaian Dunia Bawah Selesai Sempurna! Selamat, Tuan Rumah berhasil menghabisi seluruh target dalam waktu satu menit sepuluh detik. Poin Sistem bertambah Enam Ratus Poin, Tambahan Saldo Empat Ratus Juta Rupiah telah masuk ke rekening pribadi, dan Fitur Kecepatan Kilat Level Satu resmi dibuka secara mutlak!"

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!