NovelToon NovelToon
Obsession Of Jayden

Obsession Of Jayden

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:939
Nilai: 5
Nama Author: Alyssa Kim

Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.

​Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.

​Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 : Jejak yang Tertinggal dan Kemarahan Abang

​Matahari pagi baru saja menyembul di sela-sela gedung pencakar langit Jakarta ketika Elleanor terbangun. Ia mengerjapkan matanya, menatap langit-langit kamar bernuansa abu-abu gelap yang terasa asing. Sedetik kemudian, kesadarannya pulih total. Ia mengingat segalanya—balapan semalam, penyekapan gila ini, dan si Muka Tembok bernama Jayden.

​"Sialan, gua beneran dikurung," umpat Elle sambil bangkit dari kasur king size yang kelewat empuk itu.

​Ia melangkah ke arah pintu kayu tebal dan mencoba memutarnya. Nihil. Pintu itu masih terkunci rapat dari luar. Elle menghela napas frustrasi, beralih menuju dinding kaca besar yang menampilkan pemandangan kota. Di bawah sana, ia bisa melihat mobil sport milik Jayden sudah tidak ada di area halaman.

​"Dia ninggalin gua? Bagus, minimal gua gak perlu liat muka temboknya pagi-pagi," gumam Elle lega.

​Namun, rasa leganya tidak bertahan lama. Di atas meja rias, ia menemukan sebuah paper bag mewah berlogo brand terkenal yang berisi satu set seragam sekolah LHS yang masih baru, lengkap dengan dasi dan atributnya, serta sebuah kotak bekal yang masih hangat. Di samping kotak bekal itu, ada secarik kertas dengan tulisan tangan yang rapi namun tegas:

Makan. Seragam lo udah disiapin. Setengah jam lagi Shaka bakal jemput lo buat ke sekolah. Jangan coba-coba bertingkah kalau gak mau gua jemput paksa.

- J

​Elle meremas kertas itu dan melemparkannya ke tempat sampah. "Diktator gila! Dikira gua robot apa yang bisa diatur-atur!" gerutu Elle. Tapi mau tidak mau, perutnya yang keroncongan membuat gadis itu akhirnya membuka kotak bekal tersebut. Nasi goreng dengan telur mata sapi yang tertata rapi. Tanpa pikir panjang, Elle langsung melahapnya sampai habis sebelum bergegas mandi dan bersiap.

​Tepat tiga puluh menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu, diikuti bunyi klik kunci yang terbuka. Arshaka Gio Pratama berdiri di depan pintu dengan seragam LHS yang rapi dan jaket Vultures yang tersampir di pundaknya.

​"Elle, ayo. Mobil udah siap di bawah," ucap Shaka dengan nadanya yang selalu tenang dan sopan, sangat kontras dengan ketuanya yang hobi mengintimidasi.

​Elle berjalan melewati Shaka dengan menghentakkan kakinya kesal. "Ketua lo mana? Kenapa bukan dia yang buka pintu ini?"

​"Jayden ada urusan internal Vultures di distrik selatan sejak subuh tadi. Dia minta gua buat mastiin lo sampai di LHS dengan aman," jawab Shaka sambil berjalan beriringan dengan Elle menuju lift.

​Elle mendengus. "Aman dari siapa? Dari Alka? Asal lo tahu ya, Shaka, yang bikin hidup gua gak aman itu justru ketua lo yang posesifnya mirip psikopat itu!"

​Shaka hanya tersenyum tipis, tidak membantah ucapan Elle. Sebagai sahabat Jayden sejak SMP, Shaka tahu betul bahwa ini pertama kalinya Jayden bertindak sejauh ini untuk seorang perempuan. Jayden yang biasanya tidak peduli pada apa pun, kini mendadak bertingkah seolah seluruh dunianya berputar di sekitar gadis blasteran di sebelahnya ini. Itu bukan lagi sekadar rasa penasaran, melainkan sinyal bahaya dari sebuah obsesi yang mulai tumbuh.

​Sementara itu, suasana di kediaman mewah keluarga Smith sedang berada di titik didih. Di ruang tamu yang luas, Maxim Smith alias Papih Max sedang berjalan mondar-mandir dengan wajah tegang, sementara Mamih Nadira sibuk mencoba menghubungi nomor ponsel Elle yang terus-menerus berada di luar jangkauan.

​Namun, yang paling memancarkan aura membunuh di ruangan itu adalah dua kakak laki-laki Elleanor: Kenzie Billy Smith dan Kenzo Willy Smith. Kedua abang kembar Elle yang terkenal sangat protektif itu berdiri dengan tangan mengepal erat.

​"Pih, ini gak bisa dibiarin. Elle gak balik semalaman setelah pamit mau liat sirkuit. Anak-anak buah Kenzie udah periksa CCTV area Sentul lama. Elle terakhir kali kelihatan masuk ke mobil sport hitam milik Jayden Xeno Frederick, ketua Vultures," ucap Kenzie, suaranya berat dan penuh dengan penekanan amarah.

​Kenzo, sang adik kembar yang biasanya lebih santai, kali ini ikut menggeram. "Gua tahu keluarga Frederick punya pengaruh besar di Jakarta, tapi kalau mereka berani menyentuh seujung kuku Elle, gua sendiri yang bakal hancurin markas Vultures sampai rata tanah."

​"Kenzie, Kenzo, tenang dulu. Jangan gegabah," tegur Papih Max mencoba menenangkan situasi, meski sorot matanya sendiri memancarkan kecemasan yang sama. "Kita pastikan dulu ke sekolahnya hari ini. Kalau Elle ada di sana, Papih sendiri yang bakal minta penjelasan dari anak keluarga Frederick itu."

​Gerbang Loren'z High School baru saja ditutup ketika mobil yang membawa Elle dan Shaka tiba. Begitu turun dari mobil, Elle langsung menjadi pusat perhatian murid-murid yang berada di koridor. Kehadirannya yang turun dari mobil pribadi yang biasa digunakan oleh wakil ketua Vultures langsung memicu gosip baru.

​"Elle!"

​Sebuah panggilan akrab membuat Elle menoleh. Di dekat mading sekolah, Alkana sudah berdiri dengan seragam NIS-nya yang rapi. Cowok itu tampaknya sengaja bolos dari sekolahnya sendiri demi memastikan keadaan Elle setelah kejadian menegangkan semalam. Di samping Alka, ada Nalendra yang menatap sepupunya itu dengan pandangan khawatir.

​Alka langsung melangkah cepat, mencengkeram kedua pundak Elle dan memutar tubuh gadis itu untuk memastikan tidak ada luka. "Lo gak apa-apa, El? Bajingan itu gak ngapa-ngapain lo, kan? Semalam gua cari lo ke markas Vultures tapi tempatnya kosong," cecar Alka dengan guratan cemas yang amat jelas di wajah tampannya.

​"Gua gak apa-apa, Alka. Tenang aja, si Muka Tembok cuma ngurung gua di apartemennya, gak macem-macem," jawab Elle, mencoba menenangkan Alka agar tidak memicu keributan lagi di lingkungan sekolah.

​Shaka yang berdiri di belakang Elle langsung maju, menepis tangan Alka dari pundak Elle dengan gerakan tenang namun tegas. "Adhytama, gua saranin lo balik ke sekolah lo sendiri. Jayden gak bakal suka liat lo ada di sini lagi. Dan lo tahu sendiri apa akibatnya kalau Jayden marha."

​Alka menyeringai sinis, menatap Shaka dengan pandangan menantang. "Gua gak peduli sama ancaman ketua lo. Elle itu sahabat gua, dan gua gak bakal biarin dia jadi bahan obsesi gila Jayden."

​"Sahabat atau lo emang punya perasaan lebih, Alka?" sebuah suara bariton yang dingin dan sarat akan intimidasi tiba-tiba memotong perdebatan mereka.

​Dari ujung koridor, Jayden berjalan mendekat. Jaket Vultures-nya tersampir angkuh di bahu kiri, sementara tatapan matanya begitu pekat menatap Alka. Atmosfer koridor LHS seketika drop ke titik beku. Murid-murid yang berada di sekitar sana langsung mundur teratur, ketakutan melihat sang penguasa sekolah sudah kembali dengan aura membunuhnya.

​Jayden berhenti tepat di samping Elle, lalu dengan gerakan posesif yang sangat natural, ia menarik pinggang Elle mendekat ke arah tubuhnya, mengunci gadis itu dalam kuasanya di depan Alka dan Nalen.

​"Gua udah bilang semalam, Adhytama," desis Jayden, matanya menatap tajam langsung ke netra Alka. "Garis pembatasnya udah gua buat. Sekali lagi lo sentuh apa yang jadi milik gua... gua pastikan Wolfangs bakal kehilangan lebih dari sekadar wilayah barat."

1
Davina Aurora
lanjutt ka ceritanya seruu🤩🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!