kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jatuh sakit
*di tempat lain*
Dan sementara pak sardi bapakku. ia saat itu sedang menyangkul di sawah, tiba tiba saja kepalanya merasa pusing dan dada nya terasa sakit, ia juga batuk batukan, namun ia terus bekerja sambil batuk batukan, lalu ada teman yg sama juga sedang menyangkul, bertanya kepada pak sardi. " Pak sardi kenapa?.." tanya temanya cemas.
" Gak, gak papa, cuma batuk bisa aja.." jawab bapak ku dengan tersenyum, kemudian ia lanjut menyangkul lagi.
Tidak lama kemudian pak sardi batuk batuk lagi, lebih parah sambil menahan rasa sakit di dadanya, dan tiba tiba saja bapak jatuh lemas, dengan panik temanya itu langsung menghampiri bapak, temanya itu membangunkan bapak dan menggandengnya pulang ke rumah ku.
" ya allah bapak kenapa?" ibu ku kaget saat melihat bapak ku sakit di gandeng oleh temanya itu
"gak tau ini tadi pak sardi batuk batukan pas nyangkul di sawah, terus jatuh lemas" jawab teman bapak sambil mengandeng bapaku yg lemas.
lalu bapak ku di bawa masuk ke dalam, ibu ku berterimakasih kepada teman bapakku kerena telah membawa pulang bapakku ke rumah. Dan temanya itu mendoakan agar bapak ku cepat sembuh dan baik baik saja, setelah itu ia pamit pergi.
*Dan sementara aku yg di sekolah*
selepas pulang sekolah, aku melihat elina di jemput oleh papahnya, sesekali ia menengok ke arah ku dengan prasaan bersalah, lalu ia pun masuk ke dalam mobil dan berangkat pulang mobilnya melaju berpapasan dengan ku, dengan geram papahnya menatap ku dari dalam mobil. sementara aku hanya diam pura pura tidak melihatnya, elina terus memandang ku.
Waktu terus berjalan, ke esokan harinya saat aku sedang bersiap siap bergegas berangkat sekolah, aku mendengar bapak ku batuk batukan dari dalam kamar, batuknya terdengar parah, lalu aku menghampiri bapak ku yg sedang sakit itu.
" Pak, bapak kenapa..? Bapak udah minum obat belum..? " Tanya ku dengan panik.
" Udah, bapak udah minum obat tadi, udah kamu jangan terlalu mengkhawatirkan bapak, bapak cuma gak enak badan aja, nanti juga sembuh, udah kamu berangkat sekolah aja, nanti kamu kesiangan.." ucap bapak ku, lalu ia batuk batukan lagi, dan batuknya semakin parah sambil menahan sakit di dada nya, lalu aku berteriak memanggil ibu ku. Dan tak lama kemudian ibu ku datang.
" Ya allah pak, kok bapak makin parah begini sakit nya.." ucap ibuku dengan panik, dan sementara bapak ku terus saja batuk batukan.
" Udah mi kita bawa aja bapak sekarang ke rumah sakit.." ucap ku.
" Udah bapak gak papah nak, nak kamu sekolah yg rajin ya nak, bapak pengen banget liat anak bapak tumbuh dewasa, hidup sukses bahagia dan mempu membanggakan dan membahagiakan bapak sama ibu kamu, jangan kayak bapak cuma se orang petani kecil, maafin bapak ya kalau selama ini bapak belum bisa menjadi yg terbaik buat kamu.." ucap bapak ku.
" Bapak ngomong apa sih pak, jangan gitu pak ah.. udah mi kita bawa bapak sekarang ke rumah sakit.." ajaku maksa. ibu ku malah diam, begitu juga dengan bapak ku saat aku mengajak bapak ku berobat ke rumah sakit.
Ibuku menunduk gelisah sedih." Tapi nak, bapak sama umi udah gak punya uang untuk biaya pengobatan bapak di rumah sakit nanti.."
" Udah mi, pak, jangan dulu mikirin biaya, itu urusan belakangan, yg penting bapak sembuh dulu mi, udah ayo kita bawa bapak sekarang ke rumah sakit mi.." ajakku kekeh. dan hingga akhirnya akudan ibu ku dengan cepat membawa bapak ku ke rumah sakit.
*di RS*
aku dan ibu ku menunggu di luar ruangan bapak ku di rawat.
" nak, kamu berangkat sekolah saja ya, mumpung belum terlambat.." ucap ibu ku.
" Tapi bapak gimana mi..? " Jawab ku dengan cemas.
" Udah gak papa, biar ibu ajah yg jagain bapak, nanti ibu kasih tau kakak mu asep, nanti biar ibu sama asep aja di sini jagain bapak.." ucap ibu ku.
" Yaudah mi, kalau gitu satria berangkat sekolah dulu mi.." ucap ku, aku pun pamit dan bersalaman kepada ibu ku, aku langsung pergi berangkat sekolah. sebenarnya aku enggan bersekolah, karena aku takut terjadi apa apa dengan bapak ku.
Lokasi Rumah sakit itu cukup lumayan tidak terlalu jauh dari sekolahan ku, saat itu aku tidak membawa motor, aku berlari menuju sekolahan karena aku takut terlambat, sesampainya di depan gerbang sekolah, rupanya gerbang telah tertutup, dan aku terlambat datang sekolah, lalu aku meminta kepada penjaga sekolahan itu untuk membukakakan gerbang, namun pak penjaga sekolah itu tidak memperdulikan ku, karena ia tetap mengikuti aturan di sekolahan itu.
aku memohon kepada penjaga sekolah untuk membukakan gerbang, namun ia tetap tidak memperdulikan ku, hingga akhirnya aku pasrah, lalu aku duduk di depan gerbang itu, aku terdiam dan melamun memikirkan bagaimana kondisi bapak ku yg di rumah sakit, dan aku juga bingung harus mencari uang kemana untuk biaya pengobatan bapakku di rumah sakit.
Saat aku terdiam memikirkan bapak ku, pak penjaga sekolah itu memperhatikan ku, ia merasa kasihan kepadaku, meskipun dia tau saat itu aku sering bolos sekolah, dan ia berpikir kali ini mungkin aku sunguh sunguh benar ingin bersekolah dengan rajin. Kemudian ia membukakan gerbang untukku.
aku pun langsung berdiri dan mengucapkan terimaksih kepada pak penjaga sekolah itu, aku langsung berlari menuju ruangan kelas ku, saat aku berlari elina saat itu melihat dan memperhatikan ku dari jendala dalam kelas nya, saat itu aku tidak tau elina memperhatiakan ku.
Sesampainya di depan kelas, perlahan aku membuka pintu dengan perasaan malu karena aku terlambat. Pak guru geleng geleng kepala melihat ku terlambat datang sekolah, dan sementara teman teman ku menyoraki ku, namun tidak dengan dony, lalu dengan malu aku berjalan menuju meja ku, dan duduk di sebalah dony. aku langsung membuka tas dan buku ku mengikuti pelajaran dari guruku itu.
*di tempat lain*
Dan sementara asep kaka ku. ia se orang pedagang kaki lima, ia berdagang martabak. saat itu ia sedang sibuk melayani pelanggan nya, tiba tiba hp nya berdering menerima panggilan dari ibu ku, ia tidak mengangkat telponya, karena ia sedang sibuk, namun ibu ku terus menelponya. asep penasaran lalu mengangkat telpon dari ibu ku itu, ibu ku memberi kabar bahwa bapak sakit dan sedang di rawat di rumah sakit, asep pun kaget mendengar kabar itu.
Dan setelah mendengar kabar itu ia meminta maaf kepada pelanggan yg belum sempat ia layani, dan ber alasan ia mau tutup karena ada urusan mendadak penting. setelah itu ia menutup daganganya itu dan berisiap siap pulang mengajak istri dan anak nya untuk menjenguk bapak ku yg kini di rawat di rumah sakit.
Sesampainya di rumah asep pun mengajak istri dan anak nya untuk pergi ke rumah sakit menjenguk bapak, mereka pun pergi berangkat ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, asep melihat ibu ku sedang duduk menunggu di luar ruangan bapak ku di rawat. asep, istri dan anak nya menghampiri ibuku, anaknya asep bernama LAYLA, layla senang bertemu nenek nya yg sudah lama tak bertemu, ia pun berlari menghampiri ibu ku. " nenekkk..." teriak layla berlari menghampiri ibuku, ibu ku menangkapnya dan menggendongnya, ibu mencadainya. kemudian asep dan itrinya bersalaman kepada ibu ku. asep dan istri nya menanyakan bagaimana kabar kodisi bapak ku, namun ibu ku menjawab belum tau, karena dokter belum memberi kabar.
Dan tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan bapak ku di rawat, lalu mereka menanyakan kabar bagaimana kodisi bapak ku. dengan cemas dokter itu memberi kabar kepada mereka bahwa bapak sardi bapak ku mengidap penyakit jantung. mereka kaget saat mendengar kabar itu dari dokter, lalu dokter itu berkata bahwa ia akan seberusaha mungkin menyebuhkan bapak ku, dokter itu menyabarkan keluarga ku, dan menyuruh keluargaku untuk mendoakan keselamatan bapak ku, dan setelah itu dokter mengijinkan mereka masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi bapak ku, kemudian dokter itu pamit pergi untuk menangani pasien lainya.