NovelToon NovelToon
Talak Berakhir Penyesalan

Talak Berakhir Penyesalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Dijodohkan Orang Tua / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Melina Khairunisa seorang gadis berusia 19 tahun, yang tumbuh di panti asuhan tanpa tahu siapa orangtua kandungnya. Dirinya harus dipaksa menikah dengan putranya---Ishan Ganendra atas desakan Nyonya rumah bernama Adisti Ganendra, tempatnya bekerja sebagai ART.
Ishan Ganendra sebagai Aktor terkenal berusia 30 tahun, dan sudah memiliki kekasih---Livia Kumara seorang model papan atas. Setelah menikahi Ishan----tak sekalipun Melina di perlakukan selayaknya istri, bahkan seringkali mendapatkan KDRT, sikap kasar, dan ucapan yang menyakitkan hati dari mulut Ishan.
Suatu saat Karena Konspirasi dibuat Livia, membuat Melina masuk penjara dan Ishan meragukan anak di kandungannya.
Hidup selalu adil, di saat terpuruk Melina bertemu orangtua kandungnya seorang Perwira TNI dan Dokter berpengaruh, yang memiliki pengaruh besar sehingga Melina bisa bebas dari penjara. Bagaimana reaksi Ishan setelah tahu Melina tak bersalah dan anak yang dikandung Melina adalah anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Sinar matahari pagi masuk melalui celah jendela kamar, garis-garis cahaya keemasan yang jatuh di atas lantai marmer kamar yang di tempati Melina dan Ihsan.

Di atas kasur yang empuk Melina masih tidur mengenakan gaun satin warna biru tua.

Sementara Ishan sudah bangun lebih awal, nampak pria itu segar setelah jam lima pagi-----tak seperti biasanya Ihsan bangun pagi untuk mandi.

Pria itu nampak mengenakan kaos lengan pendek berwarna biru tua, dipadukan celana pendek kargo hitam.

Tangannya terlihat masih memegang handuk, matanya menatap istrinya.

Terlihat Ihsan sangat bahagia, tak pernah merasakan kepuasan seperti ini.

Kepada para wanita yang pernah di tidurinya, apalagi bersama Livia---kekasih yang sejak awal di agung-agungkan oleh Ishan sendiri.

Ishan duduk di tepi ranjang menatap istrinya yang tidur menyamping.

Deg.

Tangan Ishan memegang dadanya, merasakan getaran aneh di jantungnya---Di tambah juniornya yang sudah berdiri tegak saat menatap jenjang kaki mulus istrinya.

"Ada apa dengan perasaan gua ya...perasaan sama Livia nggak begini banget deh," pikir Ishan.

Lalu tangan kanan Ishan dengan nakal malah meraba kaki jenjang Melina, membuat gadis itu bergerak sedikit dan berusaha melepaskan elusan tangan suaminya.

Sungguh Ihsan merasakan nafsu yang menggelora dari miliknya.

Pria itu menatap jendela yang mengarah ke taman belakang, seolah-olah kejadian semalam antara gairah dan rasa panas hanyalah bagian dari adegannya dengan gadis perawan.

"Pengen minta lagi deh," ucap Ihsan mendekati Melina yang tidur mengesampingkan diri.

Ihsan tak ada lagi gurat rasa amarah dan benci di wajahnya, di gantikan rasa ragu dan perasaan yang menggebu-gebu.

Di atas ranjang Melina masih terbaring, belum sanggup untuk sekedar duduk, apalagi bangun.

Padahal jam 10 pagi nanti dirinya akan ada mata kuliah.

Tubuhnya masih terbalut gaun satin warna biru, karena aktivitas semalam----terlihat gaunnya nampak kusut.

Matanya baru terbuka perlahan menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong, cahaya pagi menerpa wajahnya yang terlihat lesu.

Entah mengapa hari ini Melina merasa asing dengan tubuhnya, dan dunia yang di rasakannya sekarang.

Keintiman yang seharusnya di dasari cinta, terasa seperti sebuah transaksi jual beli rahim.

Hari ini adalah bukti jika sedikit demi sedikit hidupnya sudah di rampas, harga dirinya di mata sang suami tak lebih dari pencetak anak.

Lalu Ishan mendekati tubuhnya, posisi masih membelakanginya.

Tangan Ishan membelai bahu mulus Melina, lalu memberikan kecupan di lengannya.

Melina menoleh ke samping.

"Mas...," ucap Melina dengan lirih.

"Good Morning Baby," ujar Ihsan.

Melina hanya tersenyum, dirinya masih merasa canggung dengan Ihsan.

Jujur saja kejadian semalam memang berhubungan badan dengan lembut, namun tetap saja jika berhadapan dengan Ihsan----Melina tetap sangat takut.

"Mas...aku hari ini akan ada kuliah," jawab Melina.

"Kalo begitu aku mau sarapan," kata Ihsan.

"Yaudah sarapan sono, aku mau mandi dulu bantu Bi Nisa," ucap Melina.

Ihsan yang mendengar itu membalikan tubuh istrinya dengan gerakan pelan, kali ini tubuhnya menindih Melina.

"Aku mau makan kamu," sahutnya, hal ini membuat Melina membulatkan matanya.

"Hah? Semalam 'kan udah," ucap Melina dengan nada yang kaget.

Namun, Ihsan mencumbu leher dan bahu Melina dengan menindih tubuh mungil istrinya.

"Mas...," keluh Melina.

Melina merasakan setiap cecapan manis yang di berikan Ihsan pada tubuhnya, tangannya yang kecil membelai tengkuk lalu rambut Ihsan yang keriting.

Ihsan masih mencecap manis leher dan bahu Melina.

Keduanya saling menatap dengan napas tersengal, hal yang membuat Melina tersenyum saat menatap mata suaminya.

"Melina...aku minta maaf belum bisa jadi suami yang baik untukmu," ucapnya.

Melina yang mendengar itu, langsung membulatkan matanya----apa telinganya tak salah dengar jika Ihsan mengatakan hal itu.

"Mas...kamu bukannya cinta ama Mbak Livia?" tanya Melina menatap suaminya.

Nampak kedua tangan Melina menangkup kedua pipi Ihsan yang di tumbuhi jambang tipis.

Deg.

Mendengar itu, Ihsan langsung menyeret tubuh Melina ke atas bantal dan langsung membuktikan akan cintanya.

Ihsan semakin liar menerjang tubuh Melina selayak petualang yang handal.

"AKHHH...Mas!" jerit Melina yang tertawa, saat Ishan pagi ini bercanda padanya di atas kasur.

Ihsan dengan bibirnya mencumbu setiap bagian tubuh Melina, dari leher, bahu hingga ujung gunung milik istrinya.

Pagi ini Ihsan mencecap manis ujung gunung itu, seperti yang di lakukannya semalam.

Dirinya tak akan melakukan hubungan pagi ini, karena tahu Melina akan sangat kesakitan di kampus.

Ihsan hanya ingin memainkan suatu permainan yang membuat keduanya menjadi bahagia.

"Mas...Akhhh...Akhh," jerit Melina meremas rambut keriting milik Ishan.

Keduanya akan melakukan hal-hal menyenangkan pagi ini, mencumbu setiap inci leher dan bahu hingga meninggalkan tanda kepemilikan disana.

"Melina katakan sejujurnya dan tatap aku, apa kamu mencintaiku?" tanya Ihsan.

Deg.

Pertanyaan Ihsan seketika membuat hati Melina bergetar, awalnya dirinya hanya penggemar Ihsan dan tak lebih.

Tapi kenapa Ihsan mengungkapkan isi hatinya, saat dirinya siap untuk bercerai.

"Iya Mas, tapi kalo kita mau bercerai bagaimana?" tanya Melina.

Mendengar kata cerai, bibir Melina langsung di sumpal dengan permainan manis menggunakan bibir.

Lidah Ishan dan bibirnya bermain disana.

"HMMMM."

Keduanya melakukan cecapan manis di pagi hari, hari ini Melina bisa merasakan bagaimana Ihsan mau memperlakukannya dengan lembut.

Namun, Melina tak akan terlena dengan Ihsan.

Karena dirinya tahu, suatu saat Ishan akan menceraikannya.

Siapa dirinya, bahkan Ihsan tak akan sudi mengakuinya ke hadapan media jika dirinya adalah istrinya.

"Kamu adalah istriku, seorang istri tak berhak mengatakan cerai! hanya suami yang berhak."

Ishan mengatakan itu, belum sempat Melina menyanggahnya---Ishan malah mencumbu bibirnya kembali.

Karena dirinya tak mau sang istri banyak bicara, yang mengatakan keduanya akan bercerai.

Untuk Livia----Ihsan akan memutuskan hubungan dengannya, karena entah mengapa sekarang dirinya amat marah jika Melina jalan dengan pria lain.

Ihsan mencecap bibir Melina, lalu beralih ke leher.

Disana Ihsan membuat tanda kepemilikan untuk istrinya.

Pagi ini pertama kalinya Ihsan dan Melina tidur bersama dalam satu ranjang, perasaan canggung diantara keduanya sudah terlepas begitu saja.

*

*

*

*

*

*

*

*

1
kinoy
boleh komen kasar g sih..si ishan gobs bgt y..ringan tangan bgt..apa2 maen tampar..masa aktor kyk gt. KLO Ampe Melina msh Nerima ishan bego aj tuh si Mel..mending tinggalin aj biarin ma si Livia aj lah..kesel baca y..KDRT Mulu..ortu asli Melina jg lelet bgt bt ngakuin Melina anaknya bukti dah ada mlh MW tes DNA..keburu msk penjara tuh Melina..
Ma Em
Semoga sebelum Melina dibuang Ihsan Melina secepatnya bertemu dgn kedua orang tuanya , agar Melina ada yg melindungi dan tdk akan dipenjara ,semoga kebenaran nya secepatnya bisa terungkap bahwa yg jahat adalah Livia bkn Melina .
Putri Sabina: amiin kak semoga aja dan ikutin terus ya kak ceritanya😄 ada kejutan loh
total 1 replies
sunaryati jarum
Setelah ini semoga hidupmu bahagia ,Mel Tinggalkan kejam mu, untuk apa bertahan
Putri Sabina: tinggalkan ada waktunya, ishan nanti juga kena kak😄
total 1 replies
Ma Em
Jangan sampai Melina keguguran Thor , biar Melina pisah saja dgn Ihsan daripada di KDRT terus kasihan , semoga Melina bisa cepat bertemu dgn ayah dan ibu kandung nya .
Putri Sabina: ikutin aja kak ceritanya🙏
total 1 replies
kinoy
gemes ..geregetan baca y
Putri Sabina: hahaha, sesuai yang di rencanakan author😚😆
total 1 replies
kinoy
kmh andah ishan ah ..bodo kaga ketulungan..hadeuh..parah ..g sanggup baca y gw
Putri Sabina: kan EMG dasarnya udh nggak suka kak
total 1 replies
kinoy
au ah..kmh ishan Weh lah..tak sanggup AQ mah
Putri Sabina: sabar kak
total 1 replies
kinoy
nah kan..br nyesel
Putri Sabina: nyesel dong, mantunya aja aktor terkenal🤭🤙
total 1 replies
Anonim
ngapain mau diruh nikah cm bet bkin ank aja..kan kuliaj ya ga ush tkut seh..ambil langkah tehas
Putri Sabina: terlalu polos😩
total 1 replies
kinoy
tu dktr PST Ema y melina
Putri Sabina: bisa jadi
total 3 replies
Ma Em
Emang pelakor itu lbh sadis dari istri sahnya .
Putri Sabina: bukan sadis lagi kak playing Victim+NPD
total 1 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Putri Sabina: besok lanjut kakak😉
total 1 replies
Ma Em
Semoga Ihsan segera putuskan hubungan dgn kekasihnya agar Melina bisa bahagia dan tdk diduakan .
Putri Sabina: semoga aja kk🤭
total 1 replies
kinoy
ea..ea..ea..ea
Putri Sabina: hhh🤣🤭
total 1 replies
Ma Em
Melina salah pilihan h suami , aku kira mertua Melina juga baik ternyata cuma pencitraan saja memberi sumbangan ke panti asuhan itu agar nama nya baik Dimata publik , dan Melina cuma dimanfaatkan saja semoga Melina cepat lepas dari Ihsan dan keluarganya .
Putri Sabina: ada waktunya lepas dari keluarga toxic itu kak😉
total 1 replies
kinoy
oh gt y si Adisti sifat y cm pencitraan doang..kirain tulus beda ma si ishan..sama aj ternyata..males ah bnyk tokoh kaga waras y
Putri Sabina: kan satu gen kak, emak Ama anak satu gen loh😉
total 1 replies
kinoy
laki sinting
Putri Sabina: sinting, gila, miring kak🤣 singkatnya SGM🤭
total 1 replies
kinoy
si ishan EMG gogog..maafkan sy KK otor KLO komen kasar. gedek aq
Putri Sabina: keluarkan saja kak🤭
total 1 replies
kinoy
buaya..CPT bgt bilang cinta..kmrn2 msh kdrt kau
Putri Sabina: buaya air tawar kak🤣🤭
total 1 replies
kinoy
bisa g sih ishan jgn kasar gt..kdrt trus..benci aing mah da
Putri Sabina: sabar kak😩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!