NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LAGI DAN LAGI

2 minggu sudah berlalu, hubungan queen dan abdi tidak asa perubahan, semakin jauh setelah momen putus itu, sebaliknya queen dan erfan semakin dekat meskipun belum pacaran, erfan selalu menemani kemana queen pergi, tetapi tidak melarang queen jika wanita itu melakukan sesuatu atau merencanakan berlibur.

Pagi itu queen terlihat sibuk membongkar semua perabotan di kamarnya, dia berencana naik gunung akhir pekan nanti, tapi kamera DSLR miliknya lupa dia letakkan di mana, kamera yang dia dapatkan dari hasil menabung itu, seolah lenyap tanpa jejak.

"Dimana ya aku naruhnya???" gumam queen sendirian.

Queen mencari kamera yang biasa dia simpan di laci, tetapi pagi itu dia mencari tidak ada. Queen mengingat-ingat di mana dia meletakkan, sudah lama sekali dia tidak memakai kamera itu, terakhir dia pakai saat masih bersama abdi.

"Apa kebawa mas abdi ya??, aduuuuh " queen uring-uringan sendirian. Pasalnya di kamera itu juga tersimpan semua dokumen hasil bidikannya.

"Apa aku telp mas abdi ya.... Emmmmm" queen canggung jika harus telp, tapi dia sangat membutuhkan kamera itu untuk mendaki minggu depan.

Tuuut,tuuut,tuuut.... Abdi yang sedang mengerjakan laporan di tempat nya bekerja segera menoleh karena ada getaran di gawai nya. Di melihat siapa yang telp, ternyata queen, wanita yang sangat dia rindukan.

"asalamualaikum dek?" jawab abdi

"waalaikumsalam mas"

"Mas,... apakah kamera ku ke bawa kamu?? , aku cari tidak ada, di sana tersimpan beberapa foto-foto penting. " queen menjelaskan tanpa basa basi

" mas tidak tau, kamu taruh mana? , nanti pukang kerja biar mas cari" jawab abdi

" mas pulang jam berapa?, nanti aku tunggu di depan kos ya mas, mas belum pindahkan??" tanya queen

" aku masih kos di tempat yang dulu, aku pulang malam jam 7 sampai kos, kamu tisak kemalaman? Apa biar aku cari dulu, kalau usah ketemu nanti aku kabari " jawab abdi

" tidak apa-apa mas aku tunggu jam 7 di depan kos ya, kamera mau aku pakai buat naik gunung" kata queen.

"naik gunung?? , kamu naik gunung??, bahaya dek, nanti kamu capek, belum lagi udara di sana sangat dingin, nggak usah berangkat, kasihan ibu bapak kepikiran...." abdi yang menyadari sesuatu dia terdiam.

"maaf aku lupa kita udah putus, ya sudah nanti malam kamu tunggu di depan kos, kalau mau masuk kuncinya ada di tempat biasa" tambah abdi.

Quen tidak menjawab, dia hanya mengangguk seolah-olah abdi melihatnya.klik! queen mematikan sambungan telp nya.

Abdi bersanda di kursi kerjanya, " huffft aku terlalu mengkhawatirkannya"

*****

Cuaca mendung gelap saat queen tiba di kos nya abdi, tepat dia masuk teras, hujan turun di sertai angin, queen yang menunggu di teras bajunya basah dan sedikit kedinginan, karena hujan bertiup ke arah teras kos. Lalu queen ingat bahwa abdi selalu meletakkan kunci di bawah pot, dengan sedikit ragu, queen mengambil kunci itu, lalu membuka pintu kos.

Angin kembali bertiup, queen segera masuk dan menutup pintu agar air tidak ikut masuk ke dalam kamar, sepiiii senyap. aroma wangi dari kamar menyapa hidung queen, abdi selalu menjaga kerapian dan kebersihan kamarnya, tempat tidurnya tidak seperti tempat tidur kebanyakan kamar laki-laki, buku-buku koleksi abdi berjejer rapi, karena setelah amarah kemarin, abdi sudah merapikan kembali barang-barangnya.

Dingin... Hujan lebat masih mengguyur, angin bertiup sangat kencang, hingga pohon mangga di depan bergerak ke kanan dan ke kiri. Queen masih memakai baju dan celananya yang basah, membuat dia kedinginan, queen melepas baju dan meraih jubah abdi yang tergantung di balik pintu, lalu memakainya, dia akan menyetrika celana dan bajunya agar kering, lalu memakainya lagi sebelum abdi pulang.

" mas abdi bilang pulang jam 7, masih cukup lah buat ngeringkan baju celana, sekarang masih jam 6" queen bergumam sendirian.

Queen melepas semua baju dan celana, menyisakan pakaian dalam saja, lalu dengan cepat dia memakai jubah milik abdi, sebelum yang punya datang. Cesss bunyi setrika panas saat menyentuh celana basah itu, asap langsung mengepul, menandakan bahwa air di celana menguap, gerakan queen pelan dan menekan, agar air yang ada di celana segera, menguap dan celana kembali kering.

Saking fokusnya menyetrika, queen tidak menyadari kedatangan abdi yang basah kuyup. Bahkan saat pintu terbuka queen masih membungkuk menyelesaikan setrikanya di meja, abdi tertegun melihat queen memakai jubah putihnya. Lekuk tubuh terlihat jelas, warna hitam dari br× dan c××× yang kontras dengan warna jubah membuat jakun abdi naik turun.

"dek" sapa abdi

Queen kaget, padahal dia udah berusaha cepat tadi. " loh mas, kok udah pulang? Katanya jam 7?"

"iya tadi semua kerjaan sudah selesai, jadi aku putuskan langsung pulang saja, lagian hujan lebat sekali" jawa abdi.

"oh iya, maaf mas jubah kamu aku pakai, celana dan baju ku basah" kata queen.

Abdi tersenyum dan mengusap rambut queen, "tidak apa-apa pakai saja, mas mandi sebentar ya, baru mas cari, kalau bisa minta tolong buatkan teh hangat"

Queen tidak menjawab hanya menganggukkan kepala, queen segera membuatkan teh jahe kesukaan abdi jika sedang kedinginan, agar badan hangat dan terhindar dari flu katanya, setelah itu queen kembali menyetrika celana dan mempercepatnya. Dia sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan abdi, jadi ada rasa canggung.

haaahing!! Abdi mulai bersin-bersin. Queen yang masih setrika seketika menoleh, ada rasa kasihan menjalar di hatinya. Lalu dia berjalan ke kotak obat yang di miliki abdi, dan mengambil tolak angin.

"mas kedinginan, di minum dulu jahenya " ucap queen sambil membuka kemasan tolak angin dan memberikannya pada abdi. Abdi tersenyum dan menerima obat herbal itu.

"terimakasih, aku lupa tidak membawa jas hujan..." DUAAAR!!!! "maaaas!!!" DUAAAR!!!

belum sempat abdi melanjutkan bicaranya, suara petir menggema bersahutan. dan tiba-tiba gelap... Lampu padam. Queen ketakutan, dan memucat.

"tunggu disini sebentar mas ambil emergency" kata abdi

"tidak, aku ikut... Aku takut mas" tangan queen mulai gemetar.

"pegang lengan mas, ikuti mas hati-hati tersandung" jawab abdi

Pelan-pelan abdi meraba tas nya mencari hp, dia nyalakan senter hp lalu berjalan mengambil emergency yang terletak di sudut dapur. Setelah itu mereka kembali dudu di tempat tidur. Emergency menyala dengan redup, karena abdi tidak mengisi daya, tapi meski begitu, kamar sudah remang-remang, tidak gelap gulita seperti tadi. Dan..... DUAAAR!!!! Petir kembali bersuara dengan keras. Queen masih memegang lengan abdi karena takut.

"tidak apa-apa dek, mas di sini, jangan takut" abdi berusaha menenangkan queen. Abdi melihat jendela yang tertutup gorden, di celah kecil terlihat teras gelap gulita, di atap masih terdengar hujan deras, tetapi angin kencang sudah mulai reda. abdi berbalik memeluk queen yang masih takut gelap dan petir, mencoba menenangkannya...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!