Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Sistim
Restu kini mencoba berdiri untuk bisa pergi dari hutan ini hingga tanpa sadar, langkah kakinya yang masih berat dan menahan rasa sakit mulai goyah apalagi ketika kaki Restu terantuk akar pohon yang besar dan menjalar di tanah.
BYUR!
BRUK!
Restu tersandung dan jatuh tersungkur dengan keras. Kepalanya terbentur keras pada akar pohon yang keras dan berbatu hingga dipastikan rasa sakit yang teramat sakit terjadi pada Restu
"Aduh...sakitnya!"
Rasa perih yang luar biasa langsung menyerang. Tangannya terasa hangat dan basah saat menyentuh pelipisnya. Darah segar mengalir deras membasahi pipi, bercampur dengan air hujan dan tanah lumpur. Pandangannya mulai kabur. Suara hujan dan angin perlahan meredup, menghilang.
Kakinya lemas, badannya berat. Perlahan, kesadaran Restu mulai hilang. Matanya terpejam, dan ia pun pingsan di tengah hutan yang gelap dan sunyi itu.
Di tempat yang asing...tempat apa ini.kenapa rasanya begitu asing buat dirinya
"Dimana ini ya?"
Restu membuka matanya perlahan. Namun ia tidak melihat pepohonan atau tanah berlumpur. Yang ia lihat hanyalah hamparan cahaya putih yang menyilaukan di sekelilingnya. Tidak ada lantai, tidak ada langit-langit, hanya ruang kosong yang penuh cahaya.
"Di... di mana ini?"
Gumam Restu bingung. Ia mencoba bergerak, tubuhnya terasa ringan, tidak ada lagi rasa sakit sama sekali.
Tiba-tiba, tepat di hadapannya muncul sebuah layar besar yang bercahaya, seperti proyeksi hologram teknologi super canggih.
"Cling, slash"
Terlihat tulisan-tulisan berwarna hijau dan biru bergerak-gerak dengan cepat di layar itu, layaknya sistem komputer tingkat tinggi dengan kecanggihan yang bisa dilihat
Dan kemudian, sebuah suara terdengar jelas di kepalanya, bukan dari telinga, tapi langsung masuk ke pikirannya. Suaranya datar, mekanis namun terdengar ramah.
[SELAMAT DATANG, PENGGUNA BARU. NAMA SISTIM ADALAH [SISTEM KEMAKMURAN HIDUP].]
Restu terbelalak, matanya memandang layar hologram itu dengan takjub namun ada rasa takut dalam dirinya bila ini adalah sesuatu hal yang berbahaya bagi dirinya
"Kau... kau apa? Dewa? Atau setan?" tanya Restu gemetar.
[SAYA BUKAN DEWA ATAU SETAN. SAYA ADALAH SISTEM YANG DITUGASKAN UNTUK MEMBANTU MANUSIA YANG BERADA DI BATAS KEPUTUSASAAN. SAYA MELIHAT KETULUSAN DAN PENDERITAANMU, RESTU.]
"Aku... kau tahu namaku?"
[AKU TAHU SEGALANYA TENTANGMU. KAU ORANG BAIK, TAPI DUNIA TIDAK ADIL PADAMU. KAU BUTUH UANG, KAU BUTUH KEKUASAAN, KAU BUTUH PENGHARGAAN.]
Kata-kata itu tepat sekali menusuk hati Restu.
"Ya... aku butuh itu semua. Aku lelah miskin. Aku lelah diremehkan. Aku lelah tidak didengarkan."
[MAKA DENGARKAN TAWARANKU. JIKA KAU BERSEDIA MENJADI PENGGUNA SISTEM INI DAN MENGIKUTI SEMUA MISI YANG KU BERIKAN, MAKA AKU AKAN MEMBERIMU KEBEBASAN FINANSIAL.]
Layar hologram itu berubah, menampilkan gambar tumpukan uang, gedung pencakar langit, mobil-mobil mewah, dan perhiasan berkilau.
[AKU BISA MEMBUATMU MENJADI ORANG TERKAYA DI SELURUH NUSANTARA. KEKAYAAN YANG TAK TERBATAS. ORANG-ORANG YANG DULUNYA MERENDAHKANMU AKAN BERLUTUT DI KAKIMU. ISTRI DAN ANAK-ANAKMU AKAN HIDUP MEBAHAGIAKAN SELAMANYA. TIDAK AKAN ADA LAGI YANG BERANI MENYAKITIMU.]
Jantung Restu berdegup kencang. Bukan karena takut, tapi karena harapan yang tiba-tiba muncul begitu besar.
"Orang terkaya di Nusantara?"
Tangan Restu mengepal dengan sesuatu yang bisa dia rahi
"Kekayaan tak terbatas?"
Itu adalah mimpi terliarnya sekalipun. Tapi di hadapan keajaiban ini, semuanya terdengar nyata.
"Benarkah... kau benar-benar bisa melakukannya?"
tanya Restu tak percaya, air matanya kembali menetes, tapi kali ini air mata harapan buat dirinya
[JANJI SISTEM ADALAH HUKUM. NAMUN ADA SYARATNYA.]
"Apa syaratnya? Apapun akan aku lakukan! Aku siap! Aku siap melakukan apa saja asalkan hidupku dan keluargaku berubah!"
Seru Restu dengan penuh semangat. Ia siap menyambar kesempatan ini, satu-satunya harapan yang tersisa baginya.dan satu satunya cara menunjukan siapa dirinya.
"Aku bukanlah orang yang bisa di hina, di rendahkan.bahkan selalu.di salahkan tapi kini aku akan.punya kuasa"
Ucapan membahana di hati Restu setelah hologram sistim memberi kepastian.pada dirinya hingga dia merasa yakin dan dia yakin bisa lakukan apa syaratnya
tinggalkan jejak sobat ya
makasi