hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.akhirnya terselamatkan
Nafasnya begitu memburu saat dia menarik tubuhku untuk bangkit dan membelainya hingga membuat seluruh bulu pundukku bergidik,
"ijinkan aku menyelesaikannya,,, aku tidak akan pernah mengecewakanmu" ujarnya dengan deru nafas yang berat,
Kini wajahnya itu tampak penuh dengan birahi jantannya yang mungkin selama ini tertahan, aku tidak tau pasti tetapi melihat wajahnya begitu sexy dan membuatku menatapnya kagum,
Dia kembali memelukku dan melepaskan tali braku sebelum akhirnya terhenti karna ketukan di pintu,
Tokkk...tokkk...
"tuan muda, kakek Do sudah dari tadi menunggu di bawah dan meminta tuan dan nyonya untuk segera turun" ujar yui chan di balik pintu,
"shiiiitttt shiballll,,,," kesal yanqi membuatku kaget dengan umpatannya,
"baiklah kita akan segera turun" jawabku sedikit berteriak karna ruangannya kedap suara agar terdengar oleh yui chan,
Aku mengancingkan kembali braku dan dengan cepat mengambil handuk dari gantungan untuk segere menutupi tubuhku yang hampir telanjang,
"apa kau mau kabur,,," yanqi malah memelukku seolah tidak ingin melepaskannya dan aku segera menjauh dengan cepat,
"ayolahhh ini bisa kita lakukan lain kali,,, kakek sudah menunggu lama di bawah" ujarku sambil mencuci wajah dan menggosok gigi,
Setelah itu memgambil dress berbahan sutra yang cukup sopan dan memakainya,
Yanqi hanya duduk di lemari tempat menyimpan bajuku sambil memanyunkan bibir nya, tampak sedikit prustasi sepertinya ketika nafsu tertahan,
"ayo kita turun,,," ujarku sembari melenggang turun lebih dulu,
aku melihat kakek sedang berbicara dengan ibu mertuaku nyonya Do,
"bagaimana kabar mu sayang,,," sapanya sambil memelukku,
"aku baik mah,, bagaimana kabar mama dan kakek?" tanya ku balik sambil menyalami kakek,
"baik juga,,, kemana yanqi apa dia belum bangun?" tanya mama mertua sembari melihat ke arah kamar kita,
"dia mandi dulu mungkin" ujar ku yang lantas duduk di samping kakek untuk berbincang,
"ada yang kakek khawatirkan sebenarnya nak, apa ini benar?" ujar kakek sambil menyodorkan sebuah tangkapan layar berita di internet,
Di sana menampakan aku sedang duduk bersama wu yan dan juga becca semalam di rumah sakit,
Tetapi dalam suntingan itu tak ada becca hanya ada wu yan dan aku begitu pula lusi denga judul berita 'PRODUSER TERKENAL S2 MENGKHAWATIRKAN PACARNYA SI RAJA PEMBALAP LI ZHAN YANG TERJADI KECELAKAAN KEMARIN DI SIRKUIT' gila memang siapa yang membuat berita itu,
"aku juga semalam berada di sana, dan sarang datang kesana kuantar, selian yang ada di poto dan kita ada juga felix dan istrinya" jelas yanqi masih dengan jubah tidurnya yang dia pakai tadi,
Aku pikir dia mandi karna tidak turun² tampak nya dia berdiam hanya untuk menenangkan kepala keduanya,
"kalian harus speakup, jangan membiarkan rumornya semakin membesar" ujar Nyonya DO,
"aku akan meminta tim IT meredam beritanya" ujar yanqi santai lalu duduk di bahu kursi yang ku dudukki,
"syukurlah kalau itu tidak benar, kakek benar2 khawatir perjodohan ini tidak berhasil bagaimana kakek menjelaskannya kelak pada kakek mu" ujar kakek do sembari memgang tanganku,
"ayolah kakek,,, ini cukup berhasil apalagi kalau kalian tadi tidak datang mungkin taun depan kalian benar² akan menggendong cicit" ujar yanqi ngasal membuatku membulatkan mata,
Ya dia cukup tak tau malu bersama orang yang di percaya nya,
"apa yang kau pikirkan di siang bolong begini,,," kesal ibu nya sembari memukul kepala yanqi.