Ica gadis beruasia 21 tahun ,tak pernah menyangka akan menikah dengan Sakha lelaki 26 tahun .
lelaki idaman wanita dari segi paras dan harta, kini menjadi suami yang terpaksa di nikahinya setelah kejadian malam itu .
Pernikahan yang harus nya bahagia malah menjadi petaka bagi Ica .
Demi nama baik keluarga Ica harus tetap bertahan disisi suami nya, yang super dingin bak balok es di kutub utara itu , bertahan dari perlakuan kasar bahkan perselingkuhan suami nya.
Hingga suatu saat Sakha menyadari daya tarik istri nya, dan diam - diam mulai jatuh cinta , tapi sayang nya pada saat itu hati istrinya mulai goyah .
sakha makin kelabakan , mengetahui ternyata daya tarik istri nya tak hanya membuat dia jatuh cinta .
Ada pria lain yang berharap Sakha melepas kan Ica , pria yg menjadi sandaran ketika Ica membutuhkan nya .
Sakha benar -benar harus berjuang mempertahan kan rumah tangga yang sudah dia runtuhkan sendiri .
berjuang menumbuh kan cinta istri nya yg sedikit -demi sedikit hampir memudar karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# bantuan diana
Pagi - pagi Ica sudah berdandan , tapi dandan ala Ica , dengan bedak tabur dan sedikit lipstik
Sakha beranjak kedapur ingin sarapan , tercium aroma parfum yang begitu lembut di ruangan itu
Diruang makan tampak Ica menyiapkan sarapan buat Sakha
Sakha menatap wajah Ica, terutama bibir merahnya, tak biasa nya Ica memakai lipstik dan parfum sewangi ini.
biasanya pagi- pagi hanya tercium wangi sampo dari rambut Ica
Ica yang sadar Sakha sedang menatap nya , balik menatap Sakha
"Mas , mau sarapan..? atau hanya mau menatap ku ...?"
Sakha seketika memalingkan wajahnya , lalu duduk dan mengambil semangkuk mi yang sudah terhidang di meja
Sakha mulai menyantap sarapan nya , hhhmm enak batin Sakha, Ica memang koki handal batin nya lagi
"Mas.."
"Ya"
" Aku mau pergi hari ini.."
Sakha terdiam , di letakan nya sendok di mangkuk sarapan nya ,lalu menatap wajah Ica
"Pergi dengan siapa..?" tanya sakha dengan raut wajah yang sedikit berubah muram
"Diana mas.."
"Diana..?"
"iya mas.."
Tampak Sakha sedikit lega , dia kembali menyantap mie rebus yang terasa semakin lezat di lidah Sakha.
Setelah selesai sarapan Ica dan Sakha menunggu kedatangan Diana di ruang tamu.
tak berapa lama Diana pun datang menjemput Ica.
"Jaga baik - baik kakak ipar mu Di .." canda Sakha pada diana
"Siip " ujar Diana mengacung kan jempolnya ke arah Sakha
" Aku pergi dulu mas.."
" Iya "
Diana melajukan mobil nya meninggalkan rumah Sakha menuju Pek** Bar* , Ica dan Diana sebelum nya sudah janjian ingin bertemu.
sebenar nya Ica bermaksud bertemu di sekitar rumahnya saja , ada hal yang ingin dia bicarakan dengan adik ipar nya itu
Tapi Diana mengajak nya pergi kepek** Bar* ada sesuatu yang ingin dia lakukan terhadap kakak ipar nya itu
"Ada masalah apa kakak , ingin menemuiku" tanya Diana di tengah perjalanan
"Aku... ingin minta bantuan kamu"
" Masalah apa ..?"
" Hubunganku dan Sakha Di.."
"Ooo , gitu.. entar pulang aja kita bahas " bisik Diana pada kakak iparnya sembari tersenyum, Ica mengangguk setuju.
Setelah menenpuh perjalanan hampir satu jam , mereka sampai juga di pusat kota Pek** Bqa**
Diana memarkirkan mobilnya di depan salah satu salon ternama di kota itu
" Kamu mau kesalon Di..?"
" Tepatnya kita..."jawab Diana sambil tersenyum.
" Aku ngapain kesalon Di .."
"Udah ayo ..." ujar Diana seraya menarik tangan Ica ke dalam gedung.
Fiana mendaftarkan Ica paket perawatan tubuh di salon itu , paket nya berupa perawatan,creambath hair mask , minicure , pedicure , trakhir spa.
Seumur- umur Ica memang tak pernah masuk salon untuk perawatan , biasa kesalon cuma potong rambut aja
Setelah beberapa jam , akhirnya Diana dan Ica pun selesai , wajah dan tubuh mereka terasa begitu fres , setelah melakukan serangkaian perawatan tubuh
"Salon udah , makan udah , sekarang waktu nya belanja " ujar Diana seraya melirik wajah Ica , Ica tampak pasrah saja mengikuti kemauan Diana.
Diana melajukan mobil nya menuju ke sebuah mall terbesar dikota itu
sesampai nya di mall , Diana menggandeng Ica mengelilingi butik di dalam mall tersebut , memaksa kakak ipar nya untuk mencoba beberapa baju untuk di beli.
"Di, baju sebanyak ini mau di pakai kemana ??" bisik Ica
Diana meletakkan jari telunjuk di bibirnya mengisaratkan Ica untuk diam.
" Sayang duit mu di.." bujuk Ica lagi
kali ini Diana membulatkan matanya kearah Ica
" Tenang aja duit mami , bukan duit ku " ujar Diana sambil tersenyum
" Duit mami...??"
Diana menganguk seraya tersenyum jahil.
"Kamu kok gak bilang kalau pakai duit mami" ujar Ica panik
"Udah tenang aja , kan udah ijin mami, lagian kapan lagi ngabisi uang mertua..." ujar Fiana seraya tersenyum menggoda.
"Hhhhmm" Ica menghela napas menanggapi candaan Diana
"Udah yok cari tempat makan , aku dah lapar lgi nih.." ujar Diana seraya menarik lengan Ica mencari tempat makan.
" Aahh dasar hantu makan " gerutu Ica yang disambut oleh tawa Diana.
Diana membawa Uca ke sebuah retoran yang berada di dalam mall tersebut , Diana memilih tempat yang agak nyaman untuk ngobrol sembari menikmati menu yang mereka pesan.
Waiters datang membawa pesanan mereka berdua , Ica dan Diana sama -sama memesan seafood , Ica udang galah saus padang , sementara Diana kepiting saus tiram.
"Gimna kabar hubungan kalian ada kemajuan ..?" tanya Diana di sela-sela makan nya
Ica mengeleng pelan.
" Itu yang ingin aku bahas dengan mu Di.."
Diana menghentikan makannya , ditatap nya Ica yang juga menatap dirinya.
"Jangan menyerah , berjuanglah, untuk mempertahan rumah tangga kalian , jangan hiraukan orang luar , kakak sekarang ada lah nyonya Sakha , orang lain bukanlah siapa -siapa" ujar Diana
"Tapi kakak mu tidak menginginkan ku" Ica berkata lirih
"Itulah sebabnya aku menyuruh kakak untuk berjuang, berjuanglah sekuat tenaga , dan kita lihat hasilnya, kalau hasilnya mengecewakan kakak boleh mundur" ujar nya.
" Buatlah kak Sakha jatuh cinta sama kakak , aku tidak rela kak Sakha jatuh ketangan wanita lain"
" Aku tidak yakin mampu Di , sebab standar kakak mu terlalu tinggi , sementara aku.." ujar Ica tak bersemangat.
" Sebab itu kita penuhi setandar nya oke"
" Hhhmmm"
"Ayolah ... jangat pesimis begitu, berusahalah sekuat tenaga , apa pun hasilnya , kita lihat nanti " Diana menyemangati Ica
"Baiklah , akan kucoba.."
"Nah gitu dong , ingat mulai sekarang kakak harus sedikit merubah cara berpakayan" ujar Diana
"Baiklah"
Diana tersenyum senang mendengar jawaban dari Ica , dia berharap usaha kakak ipar nya nanti berbuah manis, Diana sungguh berharap pernikahan mereka langgeng selamanya, Diana terlanjur menyukai Ica sebagai ipar nya
Sesampai nya di rumah Ica memboyong belanjaan kedalam kamarnya , Ica bersukur saat Diana mengantar Ica, Sakha sedang tak dirumah , Ica merasa tak enak kalau harus bertemu Sakha.
Ica memeriksa barang belanjaan yang dia bawa , ada beberapa yang Ica merasa tak membeli nya , Ica membuka paper bag berwarna pink mengeluarkan isi dalamnya, tampak beberapa pasang dalaman wanita yang sangat seksi
Ada sebuah kertas berwarna pink terselip di dalam nya, yang bertuliskan
"Jangan lupa di pakai di waktu yang tepat , selamat mencoba ..."
"Aaahh dasar anak ini..." gerutu Ica kesal , bisa - bisa nya adik ipar nya membelikan benda seperti ini.
Ica membuka lagi isi paper bag yang lain, ada beberapa baju tidur yang seperti nya Ica juga suka , tidak terlalu seksi bisa di pakai keluar kamar
Ica mencoba baju tidur berwarna biru muda , baju tidur dengan panjang selutut berlengan sebatas siku berhias renda berwana hitam, Ica kelihatan begitu seksi
" Tapi belahan dada ini terlalu seksi " gumam Ica berusa menaikkan baju nya agar tak terlalu rendah belahan baju nya
Ica pun membuka kembali beberapa paper bag memeriksa isi nya , tanpa menggati baju tidur yang dia coba
"tok, tok "
terdengar pintu kamar Ica di ketuk
"Ca.. kamu di dalam ..?" terdengar suara Sakha dari balik pintu kamar
" Iya mas .."
Ica beranjak dari tempat tidur , membuka pintu kamar nya.
"Ada apa mas...? " tanya Ica begitu Ica membuka pintu kamar nya.
Sakha tampak hanya terdiam , mata nya terbelalak menatap tubuh ica yg begitu seksi dengan gaun tidur yg dia kenakan.
"Mas .." tegur Ica lagi.
" Aaa.. buat kan aku makan malam aku lapar " ujar Sakha
" Mas belum makan ..?"
" Mau makan apa ..! kamu pergi tanpa memasak apa pun.." ujar Sakha kesal , seraya berlalu menuju dapur, Ica mengikuti suami nya dari belakang.
" Mau di masain apa mas ..?"
"Yang gampang aja Ca .."
"Mie rebus ..??"
" Boleh .."
Ica pun segera memasak mie rebus untuk Sakha , Ica memasak mie rebus dengan campuran udang galah ,setelah beberapa saat mie buatan ica pun sudah masak.
Ica meletak kan mangkuk berisi mie di hadapan Sakha , tercium aroma lezat dari masakan Ica yang menggugah selera Sakha
Ica meletak piring berisi mie yang dia masak tadi , tapi dengan porsi sedikit , Sakha melirik isi piring Ica
"Kenapa sedikit sekali makan mu Ca.."
"Aku hanya ingin cicipin sedikit aja mas.."
"Kamu diet...?"
"Diet apa... badan kurus gini ... " gumam Ica pelan
"Tapi seksi .." ujar Sakha , tanpa menoleh , matanya menatap mangkuk mie yang sedang di santapnya
wajah Ica merona mendengar perkataan Sakha , yang menyebut nya seksi.
Mereka makan tanpa bersuara , hanya denting sendok beradu dengan mangkuk dan piring yang terdengar di ruang makan tersebut.
Sakha melahap mie dalam mangkuk tanpa sisa , Sakha benar - benar lapar atau mungkin masakan Ica yang begitu lezat
Ica meletakkan piring kotor , dan membersih kan meja dari sisa makanan
Ica sedikit membungkuk ketika mengelap meja dengan serbet
Jantung Sakha berdetak kencang melihat Ica melakukan itu , bukan karena Ica mengelap meja dengan serbet , sebab Ica yang sedikit membungkuk memperlihat kan belahan d*d* nya yang mulus dan seksi.
Buru - buru Sakha memalingkan mukanya , dan beranjak dari duduknya
"Ca buat kan aku teh hangat" ujar Sakha seraya berjalan menuju ruang tv
" Iya mas "
Ica menyedu secangkir teh , lalu membawanya ke ruang tv , Ica meletakkan teh di meja di hadapan Sakha
" Kamu mau nonton juga ..??" tanya Sakha yang melihat Ica ragu -ragu ingin duduk
ica mengangukan kepalanya.
"Duduk lah..." ujar Sakha lembut
Ica pun duduk di sofa yang berbeda , Ica merasa canggung kalau duduk di sopa yang sama dengan Sakha
Sakha yang suka film action sudah pasti mencari saluran yang menayangkan film tersebut , ica pun ikut menikmati film pilihan Sakha untuk di tonton
Ica meraih bantal di sofa meletakan di kepalanya , Ica merebahkan tubuh nya di sofa yang memang khusus untuk bersantai
Sakha melirik kelakuan Ica yang seenak nya berbaring di sebelahnya, dengan gaun tidur yang begitu seksi.
"Sungguh luar biasa bakat penggoda wanita satu ini " gumam Sakha yang tentu tak terdengar oleh Ica
Film di layar tv sudah berakhir , Sakha mengurungkan niatnya beranjak dari duduknya , ketika melihat Ica tertidur dengan pulas nya di atas sofa
Sakha beranjak mendekat hendak membangun kan Ica, tspi urung dia lakukan , matanya terpaku pada tubuh seksi Ica , jantung Sakha berdetak tak karuan melihat tubuh Ica berbaring dengan gaun yang sedikit terbuka , memperlihat kan belahan d*d* dan p*h* yang begitu m*l*s
Tatapan liar sakha singgah pada bibir merah milik Ica ,bibir yang sudah pernah di nikmatinya , kini bibir itu terlihat begitu menggoda dirinya.
Perlahan Sakha menyentu b*b*r Ica dengan jari nya , dadanya semakin bergemuruh, Sakha benar benar takmampu menahan gairahnya.
Sakha ******* lembut bib** Ica yang sedang tertidur pulas, Sakha melakukannya berkali - kali , gairahnya semakin memuncak , kini tangan sakha mulaih mengerayangi tubuh mulus Ica, Sakha merab* paha dan meremas lembut d*d* sekal milik Ica
Ica yang mendapat perlakuan itu sedikit merasa terganggu tidurnya, Ica menggeliat pelan
Sakha kaget dan menghentikan aktivitas nya ,dia berusa mengatur ulang napasnya yang tersenggal tak karuan
Merasa sedikit tenang , Sakha berusaha membangunkan Ica dengan mengguncang bahu Ica
"Ca ...Ca .. bangunlah pindah ke kamar "
Ica menggeliat , dan membuka matanya , tampak Sakha tengah berjongkok di sampingnya
Ica kaget melihat posisi Sakha yang begitu dekat dengan tubuhnya, Ica bergegas bangkit dari tidur nya dan berlalu kedalam kamarnya.
Sakha mengeleng- gelengkan kepalanya seraya menatap punggung Ica yang berlalu meninggal kan dia.
" Apa yang tadi aku lakukan ..." gumam nya lagi.
**
mohon like dan kumen nya dong, untuk mendukung tulisan ini , serta ditunggu kritik dan saran yg membangun 🙂🙂😘
happy reading 🙂🙂