NovelToon NovelToon
Lentera Di Balik Luka

Lentera Di Balik Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Bagi Jati, kesetiaan adalah harga mati. Namun, sebuah kecelakaan tragis merenggut kejantanannya, membuat pernikahan yang ia bangun bersama Mila berubah menjadi neraka dingin tanpa suara tangis bayi. Di tengah kehampaan itu, Mila memilih jalan pintas yang menyakitkan: berselingkuh dengan Andre demi mendapatkan keturunan yang tak bisa diberikan Jati.
Puncak kehancuran Jati terjadi saat Mila dengan terang-terangan memamerkan pengkhianatannya di depan mata, bahkan menghina kekurangan fisik Jati demi uang belanja. Di titik terendah hidupnya, saat ia merasa bukan lagi seorang lelaki, Jati bertemu dengan Lintang.
Lintang hanyalah seorang janda yang bekerja sebagai tukang pijat keliling untuk menyambung hidup. Pertemuan yang diawali dengan ketidaksengajaan di taman itu perlahan membuka mata Jati. Di balik sentuhan tangan Lintang yang sederhana, Jati menemukan penawar luka yang tak terduga—sebuah harapan bahwa harga diri seorang pria tidak hanya ditentukan oleh fisik, melainkan oleh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Suasana di halaman Kantor Urusan Agama (KUA) yang semula tenang mendadak terasa tegang. Di sana, sudah berdiri kedua orang tua Jati dengan wajah yang kaku.

Begitu Jati turun dari mobil sambil membimbing Lintang, sang mama langsung melangkah maju dengan tatapan yang menghakimi.

"Jati! Apa-apaan ini? Kamu mau menikah mendadak tanpa persetujuan Mama dan Papa?" seru sang mama, matanya melirik sinis ke arah Lintang yang tertunduk lesu.

"Apalagi dengan wanita sederhana seperti ini. Kamu itu CEO, Jati! Pikirkan nama baik keluarga kita!"

Jati menghentikan langkahnya. Ia menarik napas panjang, menatap kedua orang tuanya dengan tatapan yang sangat lelah namun penuh kejujuran. Ia tahu, rahasia ini tidak bisa ia simpan sendiri lagi.

"Ma, Pa. Dengarkan Jati sekali ini saja," suara Jati terdengar berat.

"Kalian selalu memuji Mila karena dia cantik dan dari keluarga terpandang. Tapi taukah kalian apa yang dia lakukan saat Jati terpuruk setelah kecelakaan itu?"

Kedua orang tuanya terdiam, menyadari nada bicara Jati yang sangat serius.

"Saat dokter bilang saraf Jati rusak dan 'senjata' Jati tidak lagi berfungsi, Mila tidak mendampingi Jati. Dia justru berselingkuh dengan Andre, temannya itu. Dia membawa laki-laki lain masuk ke rumah saat suaminya sedang berjuang untuk bisa berdiri lagi!"

"Astaghfirullah!" sang mama menutup mulutnya dengan tangan, tubuhnya sedikit limbung karena terkejut.

"Kenapa kamu tidak menceritakannya kepada Mama, Jati?"

Jati menunduk, suaranya sedikit bergetar karena emosi yang tertahan.

"Maafkan aku, Ma. Tapi aku malu. Harga diriku sebagai laki-laki sudah hilang saat itu. Aku merasa tidak berguna. Dan di saat aku hampir menyerah, Lintang yang datang. Dia yang dengan sabar melakukan terapi setiap hari, tanpa rasa jijik, tanpa menuntut apa pun. Dia yang membantu saraf Jati berfungsi kembali."

Jati menatap Lintang dengan penuh cinta. "Dia tidak mencintai hartaku, Ma. Dia mencintai kekuranganku."

Mendengar pengakuan yang begitu menyayat hati itu, air mata sang mama tumpah seketika.

Ia menatap Lintang yang masih berdiri gemetar di samping putranya.

Rasa bersalah karena telah berprasangka buruk langsung menghujam jantungnya.

Mama Jati melangkah mendekat, lalu dengan lembut ia menarik Lintang ke dalam pelukannya.

Ia menghapus air mata di pipi Lintang yang masih sedikit bengkak akibat kejadian tadi.

"Maafkan Mama, Nak. Mama tidak tahu penderitaan yang kalian lalui," bisik sang mama sambil terisak.

"Terima kasih sudah menjaga putraku di saat dia tidak punya siapa-siapa. Terima kasih sudah menjadi obat untuknya."

Papa Jati yang sejak tadi diam hanya bisa menghela napas panjang dan menepuk bahu Jati dengan bangga.

Restu yang tadinya tertutup rapat kini terbuka lebar karena ketulusan yang terungkap.

Suasana di dalam ruangan kecil KUA itu mendadak begitu khidmat.

Jati duduk berhadapan dengan penghulu, sementara Lintang duduk di sampingnya dengan jantung yang berdegup kencang.

Meskipun hanya mengenakan pakaian sederhana yang mereka pakai sejak pagi, aura kebahagiaan terpancar kuat dari wajah keduanya.

Penghulu menjabat tangan Jati dengan mantap. Setelah pembacaan khutbah nikah singkat, saat yang paling dinantikan pun tiba.

"Saudara Jati Pratama bin bapak Surya, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Lintang Mentari binti Almarhum Hermawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat, logam mulia seberat 500 gram, dan sebuah kunci rumah atas nama Lintang, dibayar tunai!"

Jati menarik napas dalam, menatap lurus ke arah penghulu dengan tatapan penuh keyakinan.

Suaranya menggema lantang di ruangan itu, tanpa ragu sedikit pun.

"Saya terima nikah dan kawinnya Lintang Mentari binti Almarhum Hermawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

"Saksi? Sah?"

"SAH!"

Gemuruh kata sah itu diikuti oleh doa yang dipimpin oleh penghulu.

Lintang tak kuasa menahan air matanya. Ia terkejut bukan main mendengar besaran mahar yang diberikan Jati.

Setengah kilogram emas dan sebuah rumah atas namanya sendiri? Itu adalah bentuk perlindungan dan penghormatan tertinggi yang pernah ia terima dari seorang pria.

Jati meraih tangan Lintang, lalu menyematkan cincin yang sempat ia beli sebelumnya. Lintang kemudian mencium punggung tangan suaminya dengan penuh takzim.

Setelah prosesi selesai dan semua dokumen ditandatangani, Jati mengambil ponselnya.

Ia mengambil satu foto tangannya dan tangan Lintang yang sedang memegang buku nikah dengan latar belakang mahar logam mulia tersebut.

Ia mengunggahnya ke media sosial miliknya dengan keterangan yang singkat namun tegas:

"Alhamdulillah, telah sah. Terima kasih telah menjadi penyembuh dan pelengkap hidupku, Lintang Mentari. Semoga pernikahan kita samawa. Maaf, masa lalu sudah saya tutup rapat-rapat."

Unggahan itu dalam sekejap menjadi ledakan di dunia maya.

Teman-teman bisnis Jati, media, dan tentu saja Mila serta keluarganya akan melihat pengumuman ini.

Ini adalah cara Jati memproklamirkan kepada dunia bahwa Lintang kini berada di bawah perlindungannya sepenuhnya.

"Mas, ini terlalu banyak," bisik Lintang saat melihat kunci rumah di tangannya.

Jati merangkul bahu istrinya dengan posesif. "Itu bukan sekadar harta, Sayang. Itu adalah bukti bahwa mulai hari ini, tidak akan ada lagi yang bisa mengusirmu atau menyebutmu tidak punya apa-apa. Kamu ratu di rumah itu, dan di hatiku."

Layar ponsel di tangan Mila bergetar, menampilkan notifikasi yang seketika membuat dunianya seolah runtuh.

Di layar itu, terpampang foto tangan Jati yang menggenggam erat tangan seorang wanita dengan latar belakang buku nikah dan tumpukan logam mulia yang berkilau.

Mila membaca takarir (caption) unggahan itu berkali-kali dengan napas yang mulai memburu.

"Lintang Mentari, Jadi wanita itu sudah sah menjadi istrinya?" desis Mila dengan suara yang bergetar hebat.

Ia melihat sekelilingnya. Ruang tamu di rumah Andre sangat sempit, pengap, dan berbau asap rokok.

Sangat jauh berbeda dengan kemewahan apartemen Jati yang biasa ia tempati.

Rasa sesak merayap di dadanya saat menyadari bahwa posisi "Nyonya Jati" yang begitu terhormat kini resmi berpindah tangan kepada seorang wanita yang ia anggap remeh.

"Brengsek! Dia sengaja memamerkan mahar itu untuk menghinaku!" teriak Mila sambil membanting ponselnya ke atas sofa usang.

Andre, yang sejak tadi duduk di sudut ruangan sambil menghisap rokoknya, hanya melirik dingin.

Ia berjalan mendekat dan mengambil ponsel Mila, memperhatikan angka '500 gram emas' dan 'kunci rumah' yang tertulis di sana. Matanya berkilat penuh ketamakan.

"Mila, berhentilah menangis seperti orang bodoh," ucap Andre dengan suara rendah.

"Lihat itu, Jati punya uang sebanyak itu untuk wanita lain, sementara kamu di sini terlunta-lunta."

Mila menoleh dengan mata sembab. "Lalu aku harus bagaimana, Andre? Aku sudah diusir! Dia sudah menikah lagi!"

Andre duduk di samping Mila, merangkul bahunya dengan niat terselubung.

"Kamu masih istri sahnya di mata hukum sampai ketukan palu hakim jatuh, kan? Jangan mau diceraikan begitu saja tanpa membawa apa-apa. Kamu harus menuntut harta gono-gini setengah dari kekayaannya!"

"Tapi dia punya bukti perselingkuhanku, Andre..." bisik Mila ragu.

"Cari pengacara yang lebih licik! Bilang kalau selama ini kamu tertekan karena dia lumpuh, atau bilang kalau dia yang lebih dulu mengabaikanmu," hasut Andre.

"Kalau kamu bisa dapatkan setengah saja dari aset Jati, kita tidak perlu hidup di rumah sempit ini lagi. Kita bisa pindah ke Bali atau ke luar negeri. Kamu tidak mau kan melihat wanita pijat itu hidup mewah sementara kamu melarat?"

Mila terdiam saat mendengar perkataan dari sendiri.

Kata-kata Andre mulai meracuni pikirannya. Rasa cemburu dan dendam yang tadinya hanya berupa luka, kini berubah menjadi ambisi jahat.

Ia tidak rela Lintang menikmati harta yang menurutnya adalah haknya selama ini.

"Kamu benar, Andre," ucap Mila dengan tatapan mata yang mendadak dingin dan tajam.

"Aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang. Kalau aku tidak bisa memiliki hartanya, maka wanita itu juga tidak boleh menikmatinya

1
tiara
sabar papa Jati demi si buah hati 🤭🤭🤭
tiara
selamat pa Jati dan Lintang atas kehamilan Lintang sehat selalu bumil
my name is pho: 🥰🥰 terima kasih kak
total 1 replies
tiara
nikmatilah hasilnya Mila, menyesal pun sudah tiada arti semua orang meninggalkanmu termasuk pacarmu
tiara
ceriitanya menarik tidak terlalu menguras emosi
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
tiara
rasain kamu Mila gatau diri sih, masih syukur dikasih uang masih aja kurang
Dessy Lisberita
bukan emas tpi logam mas kawinya
tiara
lanjuut thor
Dessy Lisberita
kenapa masih nungu unk membuang baju kotor
Dessy Lisberita
semoga normal kembali kejantanan jati
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Sweat/ "dramanya pasti akan semakin intens"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Hey/ "cowok sejati emang harus berani untuk bertanggungjawab"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Scare/ "tanda-tandanya nih..."
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Cry/ "sebagai cowok kami faham seberapa sakit kamu sebenarnya Wak huhuhu"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Puke/ "udahlah hubungan kayak gini mendingan gak usah dipertahanin"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Shame/ "aku dibuat tak bisa berkata-kata"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Panic/ "buta matanya sampai gak sadar"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Angry/ "ini kembarannya Jule kah?"
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
tiara
bagus tinggalkan saja baju kotormu karena sudah tidak bisa dipakai lagi
tiara
mampir thor mulau membaca ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!