NovelToon NovelToon
Jiwa Ditubuh Maya

Jiwa Ditubuh Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Teen Angst
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Suatu hari sikap Maya mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Dia yang tadinya gadis pendiam dan lemah, kini memiliki tatapan tajam mematikan. Semua itu terjadi setelah pingsan yang dia alami. Semua orang terkejut dengan perubahan Maya. Julukan psiko mulai tersemat pada dirinya.

Abang tirinya yang mesum dan geng yang sering membully Maya di sekolah sekarang hanya bisa tercengang. Jika dahulu Maya hanya pasrah hingga bahkan tak berani menatap, maka kini dia malah berkata, "Aku akan sobek mulutmu jika berani menyentuhku!"

Apa yang terjadi pada Maya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5 - Numpang

Malam mulai turun ketika Maya keluar dari rumah sakit. Langit kota tampak kelabu, sementara gerimis tipis mulai jatuh membasahi jalanan aspal dan trotoar yang retak di beberapa bagian. Lampu-lampu kendaraan memantul di genangan air kecil, menciptakan kilatan samar di tengah suasana dingin malam itu.

Gadis itu berjalan santai tanpa payung, kedua tangannya masuk ke saku hoodie lusuh berwarna gelap yang kebesaran di tubuhnya. Rambutnya sedikit basah terkena gerimis, tetapi wajahnya tetap tenang.

Tak ada tujuan pasti yang benar-benar ingin dia datangi. Sampai akhirnya ingatan Maya asli kembali muncul di kepalanya, memberinya satu nama yang mungkin masih bisa dipercaya. Dialah Bobby.

Sudut bibir Maya sedikit terangkat. Kalau tidak salah, Bobby adalah satu-satunya orang yang pernah memperlakukan Maya dengan baik tanpa meminta apa pun sebagai balasan. Pemuda itu tinggal di rusun tua di pinggiran kota dan bekerja serabutan untuk bertahan hidup.

“Lumayan,” ujar Maya. “Bisa numpang dulu.”

Langkahnya terus berlanjut menyusuri jalanan kota. Namun berbeda dengan Maya asli yang selalu terlihat gugup dan menunduk saat berjalan, gadis itu kini melangkah mantap dengan tatapan tajam penuh kewaspadaan.

Matanya bergerak mengamati sekitar secara refleks..Kebiasaan lama.

Lingkungan kota mulai berubah ketika dia memasuki kawasan pinggiran. Bangunan tinggi perlahan berganti menjadi rumah-rumah sempit dan toko-toko tua dengan cat mengelupas. Gang-gang kecil dipenuhi coretan liar di dinding. Bau asap rokok, alkohol, dan sampah basah bercampur menjadi satu di udara malam.

Di salah satu sudut jalan, musik dangdut keras terdengar dari warung remang-remang yang dipenuhi pria mabuk. Namun semua itu sama sekali tidak membuat Maya takut.

Di kehidupan sebelumnya, dia pernah berjalan sendirian di distrik kriminal sambil membawa koper penuh senjata api. Dia juga pernah dikejar polisi dan kelompok mafia bersenjata di tengah malam tanpa sekalipun kehilangan ketenangan. Dibanding semua itu, gang sempit seperti ini bukan apa-apa.

Maya terus berjalan memasuki lorong menuju area rusun. Lampu jalan yang redup membuat suasana terlihat suram dan lembap.

Saat itulah terdengar suara siulan panjang.

“Wih… ada cewek lewat.”

Tiga pria bertubuh besar keluar dari sudut gang sambil sempoyongan. Wajah mereka merah karena mabuk, dan bau alkohol langsung menyeruak tajam begitu mereka mendekat.

Tatapan mereka menyapu tubuh Maya tanpa malu-malu.

“Sendirian aja, Neng?” salah satu dari mereka bertanya sambil menyeringai.

Maya berhenti melangkah. Tatapannya datar.

Preman paling tinggi maju beberapa langkah sambil terkekeh. “Malam-malam begini bahaya loh buat cewek cantik.”

“Apalagi di tempat sepi kayak gini,” sambung temannya sambil tertawa kasar.

Bukannya takut, Maya malah mendecakkan lidah dengan ekspresi jengah. “Kalian bau banget,” katanya dingin.

Ketiga pria itu langsung terdiam beberapa detik.

“Hah?” salah satu dari mereka melongo.

Maya menatap mereka satu per satu dengan wajah jijik. “Kalau mau mabuk, minimal mandi dulu. Bau keringat sama alkohol kalian nyampur kayak got bocor.”

Salah satu preman langsung tersinggung. “Eh, mulut lo dijaga ya!”

Maya memutar bola mata malas. “Memangnya kenapa? Kalian mau nangis?”

Wajah pria itu memerah menahan emosi. “Berani juga lo ngomong begitu.”

“Ya iyalah,” balas Maya santai. “Masa takut sama badut mabuk?”

Dua preman lainnya tertawa kasar mendengar ucapan itu.

“Wah, galak juga ternyata.”

“Tapi gue suka yang begini.”

Salah satu dari mereka tiba-tiba maju dan mencengkeram pergelangan tangan Maya dengan kasar.

“Lepasin nggak?” tanya Maya tenang.

Namun pria itu malah menyeringai menjijikkan.

“Kalau nggak mau lepasin gimana?”

Preman lain ikut memegangi tangan satunya. “Kita main bentar aja, manis.”

Maya menghela napas panjang. Bodoh, kalau saja mereka tahu siapa jiwa yang sedang mereka pegang sekarang, mungkin ketiganya sudah kabur dari tadi.

Preman paling tinggi mendekat sambil menjilat bibirnya.

“Kita nikmatin gantian ya—”

BUGH!

Kalimatnya terputus ketika sebuah tendangan keras menghantam wajahnya telak. Tubuh besar pria itu langsung terlempar dan membentur tembok gang dengan suara keras. Dua preman lain membelalak shock.

Belum sempat mereka bereaksi, Maya memutar tubuh dengan cepat.

BRAK!

Sikutnya menghantam rahang pria di sebelah kanan hingga terdengar bunyi retakan kecil.

“AARGH!”

Pria itu jatuh sambil memegangi mulutnya yang berdarah. Preman terakhir panik dan langsung mengayunkan pukulan liar. Namun Maya menangkap lengannya dengan sigap. Gerakannya terlalu cepat.

Krek!

“AAAAAAKKH!”

Teriakan keras menggema saat lengan pria itu terpelintir paksa. Maya lalu menendang lututnya tanpa ragu.

Buk!

Pria itu langsung roboh ke tanah sambil meraung kesakitan. Semua terjadi hanya dalam hitungan detik.

Gang sempit yang tadinya dipenuhi tawa mabuk kini berubah ricuh. Ketiga preman tadi terkapar di tanah dengan wajah penuh ketakutan.

Sementara Maya berdiri santai sambil merapikan hoodie-nya seolah baru selesai olahraga ringan. “Payah,” komentarnya dingin.

Preman pertama yang wajahnya berdarah mencoba bangkit sambil gemetar.

“K-kamu siapa sebenarnya…?”

Maya menatapnya tajam. “Orang yang harusnya nggak kalian ganggu.”

Pria itu langsung ciut melihat sorot mata Maya. Tatapan itu bukan milik gadis lemah..Tatapan itu terasa seperti milik seseorang yang terbiasa melihat kekerasan dan darah.

Di saat yang sama, seseorang yang baru keluar dari minimarket dekat rusun menghentikan langkahnya..Seorang pemuda berjaket hitam menatap ke arah gang dengan ekspresi kaget. Itu Bobby.

Awalnya dia hanya mendengar suara keributan dari kejauhan. Namun begitu melihat seorang gadis menghajar tiga pria dewasa sekaligus sendirian, dia langsung terpaku. Terutama gaya bertarung gadis itu.

Mata Bobby perlahan menyipit. “Aneh…” gumamnya pelan. Entah kenapa gerakan gadis itu terasa sangat familiar. Seolah dia pernah melihat gaya bertarung seperti itu sebelumnya.

Ingatan lama langsung muncul di kepalanya. Priska, anggota mafia wanita yang pernah menyelamatkan nyawanya beberapa tahun lalu.

Bobby masih ingat jelas malam itu. Priska melumpuhkan lima orang bersenjata hanya dalam waktu kurang dari semenit tanpa terluka sedikit pun. Cara bergeraknya dingin dan presisi. Persis seperti gadis di depannya sekarang.

Saat Bobby masih terpaku, Maya tiba-tiba menoleh ke arahnya. Tatapan mereka bertemu. Suasana mendadak hening beberapa detik.

Lalu wajah dingin Maya langsung berubah santai. “Oi, Bobby!”

Pemuda itu langsung bengong. “A-apa?”

Maya berjalan mendekat sambil memasukkan tangan ke saku hoodie lagi. “Gue numpang tidur di rusun lo malam ini.”

Bobby makin melongo tidak percaya.

“Eh, tunggu dulu…” katanya bingung. “Lu sape? Nyelonong mau nginap di rumah orang aja!”

Maya refleks menepuk jidatnya sendiri. Dia baru sadar kalau sekarang dirinya berada di tubuh orang lain. Tentu saja Bobby tidak mungkin mengenalinya.

“Maaf!” katanya cepat. “Gue Maya. Maksud gue, tubuh ini namanya Maya.”

Bobby malah makin bingung.

“Tapi jiwa yang ada di dalam tubuh ini, Priska! Ini gue, Priska! Anggota mafia Black Queen!”

Bobby memandangi wajah Maya lama sekali dengan ekspresi aneh. Jelas sekali dia tidak mengenali wajah itu sama sekali. “Apa?” tukasnya.

Maya menunjuk dirinya sendiri dengan serius. “Ini gue! Priska!”

Bobby mengernyit makin dalam.b“Gimana tadi?” tanyanya bingung. “Gue kagak ngarti.”

Maya langsung menghela napas frustrasi sambil memijat pelipisnya sendiri. Sementara Bobby masih berdiri mematung dengan wajah tidak percaya, mencoba memahami apakah gadis di depannya itu gila atau benar-benar seseorang yang pernah dia kenal di masa lalu.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq benci dan trauma dengan nama norma. blh dng aq maki2 si norma ini.
Ass Yfa
woo yg dikasih obat pak Darto kiraib kasih ke Jamie
Rommy Wasini Khumaidi
pasti obatnya dikasih pak Darto,kirain mau dikasih ke Jamie tuh obat
Ass Yfa
Weh ..Rangga muncul gaesss....Polisi ganteng
W I 2 K
cicak masuk perangkap.. 🤣🤣🤣, g usah kasih ampun pedofil Darto
Auraliv
lanjutttt
Rommy Wasini Khumaidi
bukanya barang² Maya sudah dibakar habis thor,waktu Maya mau laporin Jamie ke polisi?
Desau: itu barang yg tersisa kak
total 1 replies
istianah istianah
selesaikan dulu masalah maya kak, author,. baru masalah friska di atur sebaik mungkin, 😍😍 semngattt kak
Rommy Wasini Khumaidi
waduh siapa lagi ini,main kroyokan
mery harwati
Priska bikin ramuan obat bwt siapa itu? Jomie kah? Angel kah? Atw Darto? 🤔
Atw ramuan bwt orang lain?
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq salfoo. disini pria muda, dibawah pria tua
Desau: maaf kak, harusnya pria muda. awalnya aku terlanjur nulis pria tua, tapi ngeditnya tergesa gesa jd gk ke edit semua. karna tiba2 dapat ide terkait tokoh sambudi ini 😅
total 1 replies
mery harwati
Rangga aq kasih kopi ya sebelum kau bantu selidiki kasus Maya 💪
mery harwati
Rangga The Hot Police Man muncul euy 🤣💪 Dita mana Rangga? Udah punya anak belum kau sama Dita?
Tiara Bella
wah Rangga polisi yg itu bukan ya...🤭
mery harwati
Lemah Priska !! Sudah disiram air pel, sudah ditampar, sudah dikunci di toilet sekolah & Priska sudah tau bahwa Maya asli tersiksa & diperkosa, tapi lembek aja penyelesaian akhirnya 😃
Mau nunggu diperkosa sama Jomie lagikah baru bertindak Priska?
Atw nunggu dibully rame² baru dibales Priska?
Enak banget tuh yang nge bully & merkosa dikasih waktu pengampunan terus sama Priska
🤨
Nadira ST
kebanyakan bacot,langsung hajar lah bikin darting saja
Tiara Bella
pd jahat bngt ya geng violet ini....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok Maya segera beraksi...semangat May💪💪
Tiara Bella
oh no....ada guru yg begono ...
mery harwati
Sekolah favorit atw sekolah anak² pengusaha atw sekolah internasional atw sekolah biasa² yang untuk kalangan pada umumnya ya ini sekolah Maya?
Karena gak disinggung sama sekali keamanan sekolah baik penjaga sekolah, CCTV atw harus divideokan oleh orang lain baru viral semua kelakuan minus anggota sekolah disitu? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!