NovelToon NovelToon
Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Agnura

karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI BALIK HUJAN DAN KECELAKAAN

Langit malam itu benar-benar murka. Awan hitam bergulung tebal menutupi rembulan, seolah alam pun tahu akan terjadi sesuatu yang buruk. Rintik hujan perlahan berubah menjadi guyuran deras, membasahi kaca mobil Key yang meluncur pelan di jalanan menurun yang licin.

Key baru saja selesai bekerja lembur di Sweet Key Bakery. Hari itu sangat melelahkan, namun rasa lelah fisik tak sebanding dengan kekosongan yang ia rasakan di hati. Matanya terasa berat, pikirannya kacau.

“Hujan lagi… semoga nggak macet di depan,” gumamnya pelan sambil menggerakkan wiper dengan kecepatan maksimal.

Lampu jalan tampak kabur dan berkelap-kelip. Angin kencang menerpa pepohonan di sisi jalan, membuat bayangan mereka tampak seperti raksasa yang menari-nari. Tiba-tiba, mata Key menangkap kilatan cahaya yang aneh di tikungan tajam di depannya.

BRAAKKK!!!

Suara benturan keras memecah keheningan malam, disusul suara logam melengkung dan kaca pecah. Jantung Key seakan berhenti berdetak.

“Astaga! Itu mobil kenapa?!”

Tanpa berpikir panjang, Key menginjak rem sekuat tenaga. Mobilnya berhenti mendadak di pinggir jalan. Dari jarak yang tak begitu jauh, ia melihat sebuah mobil sedan hitam terguling, lalu meluncur turun ke tebing kecil dan menghantam batu besar.

Hujan semakin deras, seakan ingin menenggelamkan segalanya. Dengan tangan gemetar, Key keluar dari mobilnya. Air langsung membasahi seluruh tubuhnya, tanah berubah menjadi lumpur yang membalut sepatunya. Ia berlari menuruni tebing itu, meski angin seolah menampar wajahnya dengan keras.

“Halo?! Ada orang di dalam?!” teriaknya sekuat tenaga.

Hanya suara hujan yang menjawab. Dengan susah payah, Key membuka pintu mobil yang sudah penyok parah. Di dalamnya, terlihat sesosok tubuh pria terkulai lemas di setir. Darah mengalir deras dari keningnya, membasahi wajah tampan yang kini pucat pasi.

Wajah itu. Key mengenalinya dengan jelas.

“Ken?!” serunya terkejut dan panik. “Tolong! Bertahan ya, Ken! Aku bawa kamu ke rumah sakit!”

Dengan sisa tenaga yang ada, Key menyeret tubuh Ken keluar. Ia menutupi kepala pria itu dengan jaketnya sendiri agar tak terkena hujan. Di saat-saat kritis itu, mata Ken terbuka sedikit, pandangannya kabur. Ia tak bisa melihat wajah penyelamatnya dengan jelas, namun matanya menangkap satu hal: kilatan cahaya putih dari sebuah kalung giok yang berayun di leher wanita itu di tengah gelapnya malam.

Key segera membaringkan Ken di jok belakang mobilnya dan melaju secepat kilat menuju rumah sakit terdekat.

Suasana di UGD rumah sakit terasa mencekam. Aroma obat-obatan dan desinfektan bercampur dengan rasa cemas yang menguar di udara. Key duduk di kursi tunggu, tubuhnya masih basah kuyup, menggigil kedinginan, namun pikirannya hanya tertuju pada satu orang: Ken.

Tak lama kemudian, dokter bedah keluar dari ruang operasi dengan wajah serius.

“Keluarga pasien?” panggilnya.

Key langsung berdiri, meski kakinya terasa lemas. “Saya, Dok. Gimana keadaannya?”

“Pasien selamat, tapi kondisinya masih kritis. Dia kehilangan banyak darah. Kami butuh donor segera, golongannya AB Positif.”

Tanpa ragu sepersekian detik pun, Key mengangkat tangannya. “Saya, Dok! Golongan darah saya AB Positif. Ambil dari saya saja.”

Dokter menatapnya ragu. “Kamu yakin? Kondisi kamu juga terlihat lelah dan kedinginan.”

“Saya yakin, Dok. Tolong selamatkan dia,” pinta Key dengan mata berkaca-kaca.

Satu jam berlalu. Selang darah terpasang di lengan Key, mengalirkan kehidupan ke dalam tubuh Ken. Di ruangan yang sunyi itu, air mata Key menetes tanpa bisa ditahan. Entah kenapa, rasa khawatir itu begitu besar, melebihi sekadar rasa pada seorang klien atau teman biasa. Hatinya seakan terhubung dengan pria itu.

“Tolong selamatkan dia, Tuhan,” bisiknya lirih.

Pagi harinya, sinar matahari mulai menyelinap masuk melalui jendela rumah sakit. Key terbangun dengan kepala pening dan tubuh yang berat. Ia menatap ke arah ruang ICU di mana Ken masih terbaring dengan berbagai alat bantu yang terpasang.

Waktu terus berjalan, dan Key sadar ia tak bisa terus berada di sini. Toko kue miliknya memiliki pesanan besar yang harus dipenuhi hari itu. Jika ia absen, reputasi toko dan kepercayaan klien bisa hancur.

1
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu, Semangat Ya Berkarya.
😉🤍
Agnura Lestari 🍑
siap say otw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!