NovelToon NovelToon
Secret Marriage

Secret Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ifra Sulistya

Bagi dunia luar, Reihan Arta Wiguna adalah sosok "Ice King" di lantai bursa—dingin, tak tersentuh, dan selalu kalkulatif. Namun, di balik kemewahan hidupnya, ia terikat oleh janji konyol kakeknya puluhan tahun silam. Ia dipaksa menikahi Laluna Wijaya, seorang gadis yang ia anggap hanya sebagai "beban" tambahan dalam hidupnya yang sudah sibuk.
Laluna sendiri tidak punya pilihan. Menikah dengan Reihan adalah satu-satunya cara untuk melindungi apa yang tersisa dari nama baik keluarganya. Mereka sepakat pada satu aturan main: Pernikahan ini harus menjadi rahasia. Tidak ada cinta, tidak ada kemesraan di depan publik, dan tidak ada campur tangan dalam urusan pribadi masing-masing.
Namun, tinggal di bawah satu atap perlahan meruntuhkan tembok yang dibangun Reihan. Laluna bukan sekadar gadis penurut yang ia bayangkan; ia adalah api yang hangat di tengah musim dingin Reihan. Saat satu per satu rahasia keluarga dan pengkhianatan bisnis mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifra Sulistya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: REMPAH RAHASIA DAN KEKACAUAN DI DAPUR

Kehadiran Bumi di Toko terbukti menjadi ujian kesabaran baru bagi Reihan, sekaligus badai tawa bagi Laluna.

Pagi itu, dapur yang biasanya tertata rapi sesuai standar ISO pribadi Dimas, kini tampak seperti laboratorium botani yang meledak.

Karung-karung kecil berisi kayu manis hutan, kapulaga liar, dan akar-akaran yang aromanya sangat tajam memenuhi meja marmer.

"Mas Reihan! Coba hirup ini! Ini namanya 'Akar Langit' dari hutan belakang rumah. Kalau dicampur ke adonan, rasanya bisa bikin orang merasa terbang tanpa perlu naik helikopter Arta Wiguna!" seru Bumi sambil menyodorkan sepotong akar kecokelatan tepat ke bawah hidung Reihan.

Reihan tersedak, mundur tiga langkah sambil menutup hidungnya.

"Bumi, itu baunya seperti tanah basah dicampur kaus kaki gym. Kau yakin itu bisa dimakan?"

"Ini rahasia stamina leluhur, Mas! Biar Mas Reihan nggak gampang loyo kalau lembur kerja... atau lembur nemenin Mbak Luna," kedip Bumi dengan wajah tanpa dosa.

Laluna yang sedang menggoreng donat hampir saja menjatuhkan capitannya.

Wajahnya memerah seketika.

"Bumi! Jaga bicaramu!"

Kekacauan mencapai puncaknya saat Reihan, yang mencoba bersikap ramah, menawarkan diri untuk membantu Bumi menggiling rempah-rempah tersebut menggunakan mesin penggiling kopi otomatis miliknya.

"Jangan pakai itu, Mas. Itu terlalu pelan. Pakai tenaga dalam!" ucap Bumi sambil mulai menumbuk rempah di dalam cobek batu besar yang entah dari mana ia dapatkan.

Dug! Dug! Dug!

Suara tumbukan itu bergema ke seluruh ruko, membuat lampu gantung bergoyang. Dimas muncul di pintu dapur dengan wajah yang lebih pucat dari biasanya.

"Tuan Reihan, tetangga sebelah baru saja menelepon. Mereka mengira kita sedang melakukan konstruksi ilegal atau sedang ada pengusiran setan di dapur," lapor Dimas datar.

Reihan memijat pangkal hidungnya. "Bumi, berhenti.

Pakai mesin atau aku akan menyuruh Dimas mengantarmu kembali ke terminal."

Bumi akhirnya menyerah dan memasukkan rempahnya ke dalam mesin. Namun, ia lupa menutup penutupnya dengan rapat.

Wussssh!

Bubuk rempah berwarna jingga terang menyembur keluar seperti kembang api, menyelimuti seluruh ruangan.

Reihan, Laluna, Dimas, dan Bumi seketika berubah warna menjadi oranye.

"Wah... efek estetikanya dapet banget ya, Mbak?" gumam Bumi di tengah kabut rempah.

Laluna terdiam sejenak, melihat Reihan yang kini tampak seperti patung tanah liat hidup, lalu ia mulai tertawa terpingkal-pingkal.

Reihan yang awalnya ingin marah, melihat tawa Laluna yang begitu lepas, akhirnya ikut terkekeh sambil menyeka bubuk jingga dari kacamata Dimas.

Satu jam kemudian, setelah operasi pembersihan besar-besaran (yang melibatkan Dimas memakai masker gas), dapur kembali tenang.

Laluna berhasil menyelamatkan sebagian rempah Bumi dan mencampurkannya ke dalam glaze gula kelapa buatannya.

Hasilnya? Luar biasa.

"Ini... ini rasa yang kucari selama ini," gumam Laluna setelah mencicipi donat eksperimennya.

Rasanya hangat, sedikit pedas di ujung lidah, namun sangat menenangkan. "Kita akan menamainya 'Donat Warisan Bumi'."

Reihan mencicipinya, lalu menatap Bumi dengan pandangan baru. "Oke, Bumi. Kau boleh tinggal lebih lama. Tapi dengan satu syarat, tidak ada lagi tumbukan batu di dapur ini."

Malam harinya, saat ruko sudah sepi dan Bumi sudah mendengkur keras di paviliun, Reihan dan Laluna duduk di lantai studio atas, saling bersandar satu sama lain.

Reihan sedang membersihkan sisa bubuk jingga yang masih tertinggal di garis rambut Laluna dengan handuk basah.

"Terima kasih sudah menerimanya, Reihan," ucap Laluna lembut.

"Aku tahu dia sangat... berisik."

"Dia keluarga, Luna. Dan ternyata, rempah 'kaus kaki' miliknya memang jenius,"

Reihan mengecup dahi Laluna.

"Aku mulai berpikir, mungkin resepsi kita di Bogor nanti memang harus punya sentuhan desa seperti ini. Sesuatu yang jujur, sedikit berantakan, tapi hangat."

Laluna melingkarkan lengannya di leher Reihan, menariknya ke dalam pelukan yang intim.

"Kau tahu, Reihan? Kau jauh lebih tampan saat wajahmu penuh bubuk jingga tadi."

"Oh ya?" Reihan menyeringai nakal. Ia meraih sejumput bubuk rempah yang masih tertinggal di atas meja kecil dan mengoleskannya ke pipi Laluna.

"Kalau begitu, mari kita jadi jingga bersama-sama."

Reihan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang sambil menarik Laluna ke dalam dekapannya.

Di bawah cahaya lampu kota yang masuk melalui jendela, mereka tertawa pelan, berbagi ciuman yang kini beraroma rempah hangat dan cinta yang tak lagi terbatas kontrak.

Namun, di sela-sela kemesraan itu, ponsel Reihan bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal:

"Nikmati masa tenangmu, Reihan. Karena warisan Wijaya bukan hanya soal tanah dan rempah.. ada hutang darah yang belum dibayar oleh kakekmu."

Senyum Reihan seketika menghilang. Ia segera menyembunyikan ponselnya agar Laluna tidak melihatnya, namun hatinya tahu bahwa ketenangan ini hanyalah mata badai sebelum badai yang sesungguhnya datang menerjang

1
Rini Hasmira
keren thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!