Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
tiba-tiba saja Bu Tiara masuk. semua murid kaget karena Bu Tiara tiba-tiba masuk.
"ayo cepat duduk,Bu Tiara sudah datang"ucap salah satu siswa.
lalu seperti biasa ketua kelas memimpin siswa yang lain untuk memberi salam kepada guru.
"berdiri"ucap Alex selaku ketua kelas.
serentak semua siswa berdiri.
"beri salam"ucapnya lagi.
lalu semua siswa memberi salam kepada bu Tiara.
"selamat pagi Bu"ucap semua siswa.
"oke silakan duduk semuanya"ucap Bu Tiara.
"jadi kali ini kita tidak belajar, hari ini ibu akan membahas sesuatu kepada kalian. pada saat akhir pekan nanti akan diadakan pesta di sekolah. pesta ini di adakan dengan tujuan memperdekat hubungan antara siswa dan guru. jadi di pesta ini kalian bebas menggunakan pakaian apa saja. tetapi di pesta ini masing-masing harus membawa pasangan" ucap Bu Tiara.
"terus bagaimana dengan yang tidak ada pasangannya Bu"ucap Sisil.
"usahakan kalian membawa pasangan karena jika tidak ,kalian tidak akan bisa masuk ke pesta nanti"ucap Bu tiara.
"tapi Bu Saya tidak punya pasangan di kelas ini"ucap salah satu siswa.
"kalian bebas membawa siapa saja sebagai pasangan kalian. baik itu dari kelas sebelah atau teman sekelas kalian. semuanya terserah kalian saja. selama tidak membawa orang luar semuanya diperbolehkan"ucap Bu Tiara.
"jadi kita akan mempersiapkan pesta ini, dan ibu juga meminta bantuan dari OSIS untuk melakukan hal ini"ucap Bu Tiara.
"jadi pastikan kalian mempersiapkan diri dengan baik"ucap Bu Tiara lagi.
"baik itu saja yang ibu sampaikan, jika ada yang ingin bertanya bisa langsung ke ruang guru saja"ucap Bu Tiara.
"baik bu"ucap semua siswa.
"baiklah kalian semua boleh istirahat, nanti tinggal tunggu biar pulang saja"ucap Bu Tiara.
semua siswa langsung keluar. baru saja Nara dan Sisil ingin keluar. Bu Tiara langsung memanggil Nara.
"Nara tunggu sebentar"ucap Bu Tiara.
Nara yang mendengar Bu Tiara memanggilnya langsung berhenti dan menoleh ke belakang.
"ada apa Bu"ucap Nara.
"ibu minta tolong kamu susun acara untuk pesta nanti"ucap Bu Tiara.
"baik bu akan saya susun acara untuk pesta nanti"ucap Nara.
"ya sudah kalau begitu ibu pergi ke ruang guru dulu"ucap Bu Tiara.
"baik bu"ucap Nara.
setelah Bu Tiara pergi sisi langsung bertanya kepada Nara.
"jadi kamu bakal datang kan ke pesta akhir pekan nanti"tanya Sisil.
"kan kamu tahu sendiri aku nggak pernah menghadiri pesta sekolah"ucap Nara.
"kalau gitu pesta kali ini kamu ikut aja"ucap Sisil.
"aku nggak akan dateng"ucap Nara.
"tapi kenapa"tanya Sisil.
"nggak ada alasan, cuman aku nggak mau pergi aja"ucap Nara
"bilang aja kalau kamu nggak mau datang karena kamu merasa bahwa kamu itu nggak cantik iya kan"ucap Sisil.
"sampai kapan kamu mau terus sembunyi Nara, sampai kapan kamu mau terus kayak gini"ucap Sisil.
"sampai aku bisa menerima wajah aku "jawab Nara.
"kalau kamu kayak gini terus mereka akan semakin menjelek-jelekkan kamu dan ngebully kamu Nara"ucap Sisil.
"kamu nggak tahu gimana rasanya punya wajah yang nggak cantik. kamu juga nggak gimana rasanya selalu diejek dan dibully setiap hari. kamu hanya nemenin aku kamu nggak ngerasain hal itu. karena bukan kamu yang mereka ejek"ucap Nara.
"tapi kalau kamu terus sembunyi mereka akan semakin semena-mena sama kamu Nara"ucap Sisil.
"mungkin itu lebih baik Sisil, lebih baik kamu persiapkan diri kamu aja untuk pergi ke pesta . nggak usah khawatirin aku, aku udah biasa kok"ucap Nara.
baru Sisil ingin membantah perkataan Nara tiba-tiba aja bel pulang telah berbunyi.
kring ! kring ! kring !
"akhirnya bel pulang bunyi juga"ucap Nara.
"ayo kita pulang nanti ketinggalan bus loh"ucap Nara sambil menarik tangan Sisil.
lalu Nara dan Sisil berjalan menuju gerbang sekolah. saat mereka sampai di gerbang sekolah mereka sudah melihat bis sekolah telah tiba. lalu Nara dan Sisil pun mempercepat langkah mereka dan naik ke dalam bis. di dalam bis Sisil bertanya kepada Nara.
"Nara sampai di apa yang akan kamu lakukan"tanya Sisil.
"aku mau nyusun pelaksanaan pesta akhir pekan dan nyatet apa aja yang dibutuhkan buat pestanya"jawab Nara
"emangnya kenapa tumben kamu nanya"ucap Nara lagi.
"enggak kok, cuman mau nanya aja"ucap Sisil
"oh iya, dari tadi kamu lihat Keandra nggak"tanya Sisil lagi.
"oh iya ya, tadi Keandra enggak ada pas Bu Tiara ngebahas tentang pesta akhir pekan"ucap Nara.
"nggak kayak biasanya Keandra bolos, kenapa tumben hari ini dia bolos"ucap Sisil penasaran.
"mungkin aja Keandra pulang duluan kali"ucap Nara.
"mungkin aja sih, lagian nggak akan ada guru yang berani marah apalagi nghukum dia. kan dia anak donatur terbesar di sekolah kita. bahkan kepala sekolah aja nggak berani nghukum dia"ucap Sisil.
karena keasikan berbicara Nara sampai tidak sadar bahwa dia telah berada di depan rumahnya. sampai ketika pak sopir memberitahukannya.
"nak Nara kita sudah sampai"Ucap pak sopir.
"astaga maaf pak, saya nggak sadar kalau sudah sampai di depan rumah saya"ucapnya kepada pak sopir.
"iya nggak papa"Ucap pak sopir.
Nara langsung turun dari bis. dan masuk ke rumah. sesampainya ia di rumah, Nara langsung masuk ke kamar dan mengganti bajunya. setelah itu Nara langsung duduk di depan meja belajarnya sambil memegang pulpen dan buku, iya sedang mencatat apa saja yang diperlukan untuk pesta akhir pekan nanti dan menyusun tata urutan pelaksanaan pestanya. iya duduk di depan meja belajar berjam-jam. ibunya yang melihat Nara begitu sibuk langsung membawakannya cemilan.
"Nara, ini ibu tadi habis beli cemilan kesukaan kamu, ucap ibunya.
"makasih mah"ucap Nara.
"kamu lagi nulis apa sih, Mama perhatiin kamu udah duduk di meja belajar ini berjam-jam deh"tanya ibunya.
"aku lagi nulis susunan acara buat pesta akhir pekan dan juga nulis semua yang dibutuhin buat pesta nanti mah"ucap Nara.
"wah, berarti akan diadakan pesta di sekolah dong" ucap ibunya.
"iya mah, terus kenapa kamu masih murung. oh iya nanti kita pergi ke mall ya mama beliin kamu baju yang cocok buat kamu ke pesta nanti"ucap ibunya.
"nggak usah mah, aku nggak akan pergi ke pesta itu"ucap Nara.
"tapi kenapa Nara"tanya ibunya.
"aku hanya ngerasa nggak pede mah sama muka aku"jawab Nara dengan wajah murung.
"maafkan Mama yang nggak bisa memberikan kamu wajah yang cantik. ini semua salah Mama"ucap ibunya sambil menangis.
"ini bukan salah Mama kok, ini memang udah takdir aku aja. mungkin aja ini jalan yang terbaik buat aku"ucap Nara.