NovelToon NovelToon
Amazing Doctor In The City

Amazing Doctor In The City

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:723
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13.duel puncak atas

Melihat separuh dari pasukan elite miliknya hancur lebur hanya dalam satu hentakan kaki, Ketua Agung tidak bisa lagi mempertahankan ketenangannya. Wajahnya yang semula tampak awet muda kini berkerut kencang, memancarkan urat-urat kehitaman yang menjalar hingga ke leher.

"Bocah sialan! Jangan harap kau bisa keluar dari gunung ini hidup-hidup!" teriak Ketua Agung dengan suara yang menggelegar, beresonansi dengan sisa energi mistis yang berputar di dalam aula.

Dia melompat turun dari altar tertingginya. Saat tubuhnya melayang di udara, Ketua Agung membuat serangkaian segel tangan yang rumit dengan kecepatan kilat. Mulutnya merapalkan mantra kuno berdarah yang dilarang oleh dunia kultivasi ortodoks.

"Dengan darah ratusan murid sebagai tumbal, aktifkan **Teknik Terlarang: Tubuh Iblis Sembilan Asura**!"

*WUSH!!!*

Tiba-tiba, darah dari ratusan murid yang tewas berhamburan di lantai aula bergerak secara tidak alami. Cairan merah pekat itu mengalir deras seperti sungai kecil, tersedot sepenuhnya masuk ke dalam tubuh Ketua Agung.

*KRETEK! KRETEK!*

Bunyi patahan dan pertumbuhan tulang yang mengerikan menggema di dalam aula. Tubuh Ketua Agung membengkak hingga mencapai tinggi tiga meter. Kulitnya berubah menjadi sekeras baja dengan warna merah kehitaman, dan dari punggungnya tumbuh empat lengan bayangan energi yang masing-masing memegang senjata mistis tak kasat mata. Auranya melonjak drastis, menembus batas *Grandmaster puncak* dan menyentuh ranah *Setengah Dewa*.

"Hahaha! Lin Xiu! Merasa terhormatlah karena kau bisa mati di hadapan wujud dewa iblisku!" Ketua Agung yang telah berubah wujud berteriak histeris. Suaranya tidak lagi seperti manusia, melainkan perpaduan dari ribuan jeritan jiwa yang tersiksa.

Dengan kecepatan yang melampaui batas pandangan mata, Ketua Agung melesat maju. Enam lengannya bergerak serempak, menghujamkan tebasan energi pemotong jiwa ke arah Lin Xiu, menciptakan badai destruktif yang meruntuhkan atap Menara Aula Anggrek Hitam.

*BOOOM!!!*

Seluruh aula utama runtuh total menjadi puing-puing debu yang beterbangan. Reruntuhan batu besar dan tiang giok seberat puluhan ton mengubur tempat di mana Lin Xiu berdiri.

"Hahaha! Mati kau!" Ketua Agung tertawa puas, napasnya memburu berat memancarkan uap hitam pekat dari hidung dan mulutnya.

Namun, di tengah kepulan debu raksasa itu, sebuah pendaran cahaya emas murni yang sangat tenang tiba-tiba membelah kegelapan malam gerhana.

*BUM!*

Puing-puing batu seberat puluhan ton yang menimbun Lin Xiu mendadak terlempar hancur menjadi abu halus. Dari balik abu tersebut, Lin Xiu melangkah keluar dengan tenang. Tidak ada satu pun goresan di kulitnya, dan kaus oblong putihnya tetap bersih berkilau seolah dilindungi oleh pelindung tak kasat mata.

"Wujud dewa iblis? Menggunakan darah muridmu sendiri hanya untuk meningkatkan kekuatan sementara... Teknik murahan seperti ini bahkan tidak layak disebut sebagai kultivasi," kata Lin Xiu dengan nada yang teramat datar dan dingin.

Lin Xiu menarik tangan kanannya dari dalam tas kain usang. Di antara dua jarinya, kini telah bertengger tiga bilah jarum yang sangat berbeda dari sebelumnya. Jarum-jarum itu memancarkan pendaran cahaya emas yang sangat menyilaukan, membawa suhu panas ekstrem yang langsung menguap seluruh hawa dingin malam gerhana di puncak gunung. Itulah **Jarum Emas Pembasmi Dewa** tingkat maksimal.

"Tiga belas tahun yang lalu, kau menggunakan tangan kananmu untuk memerintahkan pembakaran panti asuhan kami," Lin Xiu mengangkat satu jarum emas. "Jarum pertama ini, untuk tangan kananmu."

*SWISS!!!*

Lin Xiu menyentil jarum pertama dengan teknik *Jari Penembus Langit*. Jarum emas itu melesat seperti kilat yang membelah ruang dan waktu.

Ketua Agung yang berada dalam wujud iblisnya mencoba menangkis dengan empat lengan bayangannya, namun energi pertahanan Setengah Dewa miliknya hancur berantakan seperti kertas basah begitu bersentuhan dengan cahaya jarum Lin Xiu.

*CRASH!!!*

"AAARRGGHH!!!"

Ketua Agung menjerit histeris saat jarum emas itu menembus tepat di persendian bahu kanannya. Energi Sembilan Matahari murni yang dibawa oleh jarum tersebut langsung membakar seluruh sel, daging, dan tulang di lengan kanannya dari dalam hingga meledak menjadi abu hitam seketika.

"Jarum kedua, untuk tangan kirimu yang telah merenggut nyawa Ibu panti kami," lanjut Lin Xiu tanpa emosi, kembali menyentil jarum kedua.

*SWISS!!!*

*CRASH!!!*

"TIDAK mungkin!!! Kekuatan macam apa ini?!" Ketua Agung melangkah mundur dengan panik, seluruh tubuh raksasanya bergetar hebat saat lengan kirinya ikut meledak hancur menjadi debu akibat hantaman jarum kedua Lin Xiu. Wujud Iblis Sembilan Asura yang dia banggakan sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menahan atau bahkan melihat jalur serangan jarum tersebut.

Di hadapan kekuatan medis mistis tertinggi warisan Pulau Surgawi, seorang Setengah Dewa palsu dari dunia sekuler tidak lebih dari sekadar tumpukan jerami yang siap dibakar.

Lin Xiu mengangkat jarum emas ketiga, jarum terakhir yang memancarkan pendaran cahaya yang paling masif hingga membuat langit malam di atas Gunung Anggrek Hitam ikut bergetar hebat.

"Dan jarum terakhir ini... untuk mengakhiri seluruh dosa masa lalumu dan membersihkan nama panti asuhan kami dari tanah Jiangnan ini," bisik Lin Xiu sedingin es neraka.

"Ampun!!! Tolong ampuni aku, Tuan Lin Xiu!!!" Ketua Agung yang tadinya begitu arogan kini langsung menjatuhkan tubuh raksasanya, berlutut di atas tanah berbatu dengan sisa lengannya yang gemetar. Seluruh harga diri dan kekuasaan ratusan tahunnya runtuh total malam ini di bawah kaki seorang pemuda berusia dua puluh tahun. "Aku akan memberikan seluruh rahasia faksi ini! Seluruh pusaka kuno! Tolong jangan bunuh aku!"

"Sudah terlambat," jawab Lin Xiu tegap.

*WUSH!!!*

Lin Xiu mengibaskan jarum emas ketiga tepat ke arah dahi Ketua Agung. Jarum itu melesat membelah udara, berubah menjadi sesosok naga emas surgawi berukuran raksasa yang mengaum keras, menembus tepat di tengah dahi sang Ketua Agung dan menghancurkan seluruh sistem meridian, dantian, serta jiwanya hingga tersucikan sepenuhnya dari muka bumi.

*BOOOM!!!*

Wujud iblis raksasa Ketua Agung meledak hancur menjadi partikel cahaya putih yang lenyap ditiup angin malam, menyisakan keheningan mutlak di puncak Gunung Anggrek Hitam yang kini telah rata dengan tanah.

Asosiasi Daoist Pusat yang telah mencengkeram dunia bawah tanah Jiangnan selama puluhan tahun, resmi musnah malam ini di tangan sang Dokter Surgawi.

Lin Xiu menurunkan tangannya, menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan kembali aliran *Zhenqi* di dalam tubuhnya. Dia menatap ke arah langit malam di mana rembulan gerhana merah darah perlahan mulai bergeser, memancarkan kembali cahaya rembulan murni yang terang benderang menyinari wajah tampannya.

Dendam masa lalu panti asuhan mereka akhirnya terbayar lunas.

Sambil membalikkan tubuhnya untuk berjalan turun gunung kembali ke arah *Dragon’s Crest Villa* tempat adik-adiknya menunggu, ponsel di saku celana Lin Xiu tiba-tiba bergetar. Sebuah pesan singkat dari nomor tidak dikenal masuk ke layarnya:

*"Lin Xiu... Menghancurkan faksi Jiangnan hanyalah permulaan. Jika kau ingin tahu asal-usul aslimu dan siapa orang tua kandungmu yang sebenarnya, datanglah ke Ibukota Imperial dalam waktu tiga hari. Kami menunggumu."*

Mata Lin Xiu berkilat tajam membaca pesan tersebut. Kisah perjalanannya di Kota Jiangnan mungkin telah berakhir dengan kemenangan mutlak, namun panggung yang jauh lebih besar dan berbahaya di Ibukota Imperial baru saja resmi terbuka untuk sang Dokter Surgawi.

1
Abady Ehm
kurang mantap, kenapa gak diambil hartanya ya? apa karena karena lupa? atau bodoh othornya?...
EAGLE EZ: hallo bree bisa katakan pada saya bagian mana yang kurang mantap untuk di baca agar sebagai media evaluasi diri saya dalam membuat novel bree🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!