Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 Pamer Romantis
Ketika Letisha bersama dengan suaminya sudah berada di hadapan keluarganya membuat Rakash menundukkan kepala dengan tersenyum tipis.
Mata Vanila melihat ke arah tangan Letisha sejak tadi menggandeng suaminya itu, wajahnya terlihat tidak menyukai pemandangan itu, aura tidak suka terlihat begitu jelas di wajah Vanila.
"Kamu hadir juga di acara seperti ini Letisha. Papa pikir kamu akan mempermalukan suami kamu karena tidak hadir dalam acara besar seperti ini," ucap Richard.
"Bagaimana mungkin aku tidak menghadiri acara suamiku sendiri dan lagi pula bukankah orang-orang di sini harus tahu jika aku adalah istri dari tuan Rakash Adi Pratama Wijaya," ucap Letisha tersenyum benar-benar pamer dengan suaminya itu.
"Saya permisi dulu! Saya ingin menyapa rekan bisnis yang lain," ucap Rakash.
"Silahkan Rakash," sahut Richard mempersilahkan menggunakan tangannya.
Rakash sudah pasti tidak lupa membawa istrinya itu. Vanila terus memperhatikan saudaranya itu bagaimana suaminya benar-benar memperlakukannya dengan baik dan memperkenalkan dengan orang-orang yang ada di sana dengan Letisha tampak berjabat tangan.
"Papa ke sana sebentar!" Richard juga berpamitan dengan istri dan Vanila.
"Kamu seharusnya tidak menolak dijodohkan dengan Rakash, kamu lihat sekarang bagaimana orang-orang mengenal Letisha dibandingkan kamu," ucap Liana juga sejak tadi memperhatikan pasangan suami istri itu.
"Kenapa Mama tidak mengatakan jika tuan Rakash tidak terlalu tua, usianya memang lumayan tua, tetapi wajahnya tampak berkarismatik, bukankah dia lebih cocok denganku," ucap Vanila.
Dari apa yang dia katakan memang terlihat bahwa Vanila menyesal karena menolak perjodohan itu.
"Makanya sebelum kamu bertindak harus berpikir dulu, lihatlah sekarang bagaimana, Letisha menyombongkan diri atas dirinya dengan derajatnya benar-benar terangkat, sementara kamu belum ketahuan siapa yang akan menikah dengan kamu," ucap Liana.
"Kenapa Mama jadi menyalahkanku, sudah dapat dipastikan bahwa suamiku akan jauh lebih baik daripada dia. Suamiku akan lebih tampan dan usia tidak terlalu tua dan bisnisnya akan lebih banyak dibandingkan suami dari Letisha," ucap Vanila dengan percaya diri.
"Mama berharap semua yang kamu katakan bukan hanya sekedar wacana tetapi kenyataan," ucap Liana.
"Setelah aku cari tahu ternyata keluarga tuan Rakash adalah keluarga yang agamis dan seharusnya kriteria menantu di rumah mereka harus seperti aku, tetapi siapa sangka justru wanita itu, mungkin ada sesuatu dan aku juga yakin Letisha tidak sepenuhnya diterima di kediaman tuan Rakash,"
"Mereka sudah pasti menyesal menikah kan putra mereka dengan Letisha, belum saja bertemu denganku dan ketika bertemu denganku, aku yakin bahwa akulah menantu yang sesungguhnya yang diinginkan mereka, karena level dan derajat ku jauh lebih tinggi dibanding Letisha," batin Vanila benar-benar sangat percaya diri dengan semua pemikirannya.
Letisha melihat-lihat lukisan bersama dengan suaminya sembari dikenalkan dengan beberapa rekan bisnis Rakash.
"Kapan kita akan pulang?" tanya Letisha benar-benar sudah merasa bosan dan apalagi kakinya juga terasa sakit karena memakai heels yang cukup tinggi.
"Acaranya belum berakhir dan saya juga belum bertemu dengan beberapa orang yang harus saya temui di tempat ini," jawab Rakash .
"Tetapi aku sudah lelah berada di acara seperti ini dan apalagi otot-otot wajahku sudah tidak berfungsi dengan baik karena harus tersenyum terpaksa, aku capek senyum pura-pura di depan rekan-rekan bisnis kamu," keluh Letisha.
"Saya tidak menyuruh kamu untuk tersenyum dan kamu bisa bersikap apa adanya di hadapan mereka," ucap Rakash.
"Sama saja, pokoknya sekarang kita pulang. Aku capek, jika tidak, maka aku akan pulang sendiri," Letisha tidak segan-segan memberi ancaman kepada suaminya itu membuat Rakash langsung melihat istrinya itu dengan serius.
"Aku tidak bercanda dan akan pulang sendiri!" tegas Letisha menantang Rakash.
"Tuan Rakash!" tiba-tiba saja ada sepasang suami istri menyapa mereka.
"Tuan Alex!" Rakash dan pria tersebut berjabat tangan.
"Bukankah ini Nona Letisha!" wanita dengan memakai gaun merah tersebut seperti mengenali Letisha, membuat Letisha menganggukkan kepala dan lagi-lagi harus tersenyum tipis.
"Saya Narin, saya datang di acara pernikahan kalian, tetapi sayang sekali saya tidak sempat mengucapkan selamat waktu itu," ucap Narin.
"Begitu! tidak apa-apa," sahut Letisha.
"Saya ucapkan sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian," ucap Narin.
"Terima kasih," sahut Letisha dengan tersenyum.
Tiba-tiba terdengar suara alunan musik romantis dansa membuat mereka melihat ke area tersebut dan sudah ada beberapa pasangan yang berdansa mengikuti alunan musik tersebut.
"Mari tuan kita ikut dansa!" ajak Alex yang sudah menggandeng lengan istrinya.
"Hmmmm....."
"Ayolah tuan Rakash!" pria tersebut mendesak tanpa menunggu penolakan dari Rakash.
Rakash sepertinya tidak bisa menolak dan tetap menggandeng Letisha dengan mengajak istrinya itu berdansa.
Mereka berdua sudah bergabung dengan pasangan-pasangan yang mengikuti alunan musik dansa. Kedua tangan Rakash berada di pinggang Letisha dan sementara tangan Letisha berada di dada Raisha.
"Aku bener-bener menyesal mengikuti acara seperti ini dan lain kali aku tidak akan pernah ikut jika kamu mengajakku ke tempat acaranya seperti ini!" tegas Letisha.
"Kita baru beberapa jam dan kamu sudah mengatakan bosan, bukankah jika keluar rumah kamu bisa dari pagi sampai sore hari dan bahkan sampai malam," ucap Rakash memberi sindiran.
"Jelas itu berbeda! Aku keluar rumah bertemu dengan sahabatku, kami mengobrol dan melakukan hal-hal yang positif, sementara di tempat ini aku tidak mengenal siapa-siapa," jelas Letisha.
"Maka dari itu saya mengenalkan kamu dengan teman-teman saya," ucap Rakash.
"Tetapi aku malas berpura-pura, harus tersenyum di depan mereka dan harus bersifat ramah. Itu bukan aku dan itu sangat menyebalkan!" ucap Letisha.
"Bukankah sebelum kita menikah kamu juga banyak berpura-pura dan memperlihatkan diri kamu yang bukan sebenarnya diri kamu," sahut Rakash.
"Tidak! di saat pendekatan memang seperti itulah aku, aku hanya memperlihatkan sifat asliku karena seperti yang aku katakan bahwa aku tidak suka berpura-pura!" tegas Letisha.
"Benarkah," sahut Rakash membuat Letisha menganggukkan kepala.
"Kenapa kamu sengaja mengajakku ke acara seperti ini dan jangan-jangan kamu memang ingin memperkenalkanku dengan teman-temanmu. Kamu ingin pamer pada teman-temanmu bahwa kamu memiliki istri cantik sepertiku?" tanya Letisha benar-benar sangat percaya diri.
Letisha tersenyum dan tiba-tiba saja mengalungkan tangannya di leher Rakash, dengan mendekatkan wajahnya, matanya menatap suaminya itu begitu dalam seolah ingin menggoda laki-laki dingin di dekatnya ini.
"Jujur saja, jika kamu sangat bangga menikah dengan wanita sepertiku dan kamu ingin pamer kepada semua orang. Agar mereka bisa menyimpulkan kamu sudah lama menjadi bujang karena impian kamu adalah wanita sepertiku," ucapnya benar-benar percaya diri.
Tiba-tiba jari Letisha membelai pipi Rakash.
"Kamu tidak perlu bohong kepadaku dan jujur saja jika aku memang cantik, aku yakin selama ini kamu menahan diri untuk tidak menyentuhku, atau jangan-jangan kamu secara diam-diam membayangkanku," Letisha semakin kurang ajar yang sengaja memancing suaminya itu.
"Jangan terlalu berpikiran jauh, karena kamu datang bersamaku dan tidak mungkin saya tidak mengenalkan kamu, satu lagi. Papa kamumenginginkan kamu berada di acara ini bersama dengan saya," jawab Rakash.
Letisha menatapnya penuh selidik dan benar-benar menggoda suaminya, pasangan suami istri itu mungkin terlihat begitu romantis dan apalagi Letisha tampak berbisik di daun telinga Rakash
Jangan harap reaksi Rakash seperti apa, dia tetap saja datar dan hanya saja Vanila dari kejauhan kesal melihat keromantisan pasangan suami istri itu.
Bersambung.....