NovelToon NovelToon
Cinta Maraton

Cinta Maraton

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:164
Nilai: 5
Nama Author: Eli Elita Septiyani

menceritakan tentang perjalanan seorang wanita yang mencari cinta sejatinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Elita Septiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

transmigrasi gurl princess

Aku tidak akan melepaskanmu, peng hia nat. Penghianat itu adalah...

____

"Tidak," walaupun takut Titin tidak akan memberikan ua ng jumlah yang begitu besar begitu saja. Alia yang mendengar penolakan buk Titin, terpaksa harus melakukan cara lain.

Setelah menga ncam buk Titin Alia bisa mendapatkan uang 10 juta, lalu langsung pergi ke toko ponsel terdekat. Ua ng Rp 10.500,00 ludes hanya untuk membeli HP. Setelah mengotak Atik ponselnya Alia mengirim pesan singkat dan sebuah kode rahasia.

Kling...

Kling...

Terdengar notifikasi dari di telinganya yang terkoneksi dengan ponsel, saat di buka terlihat pesan rahasia. Arla seorang sni per juga pengawal bayangan, kaget dengan pesan tersebut.

“Ada apa?” Tanya rekanya Rilly. Arla mencoba bersikap biasa, dia tidak bisa memberitahu kepada Rilly.

“Tidak ada, aku harus pergi ada sesuatu yang belum ku selesaikan tugas Queen sebelum mening gal.” Jawab Arla memberi alasan agar dirinya bisa pergi. Rilly hanya mengangguk mengerti, tidak cur iga. Arla salah satu kepercayaan Alia di tim bayangan.

Dua jam berlalu, dimana Alia sedang menunggu seseorang di belakang kontrakan, dia sudah menidurkan Siska lebih dulu juga Jamy dan Bella tidur siang.

Gelep,

Suara hentakan yang begitu ringan seorang mengunakan baju hitam bak nija hanya terlihat matanya. Berdiri di depan Alia, Alia tidak getar membalas tatapan tajam Arla.

“Siapa kamu?” Tanya Arla tetap waspada, “kenapa bisa menghubungiku?”

Alia menghembuskan nafas berat, harus menyakinkan Arla jika dirinya adalah Queen. “Arla Putri Carli, kamu tidak mengenaliku?” Tanya Alia dengan nada dingin. Arla tidak terkecoh walaupun dia goyah karena yang tau nama lengkapnya hanya Queen. Selama ini Alia memalsukan identitas Arla karena permohonan Arla kepadanya.

“Dasar be go, ada yang berkhi anat mencoba membun uhku.” Kata Alia penuh amarah, lalu menatap Arla taj am.

“Temui siapa penghi anat itu aku akan mengeksekusinya langsung,” ucapan Alia hanya agin lalu bagi Arla. Dia penasaran apa maksud perkataan wanita di depannya apalagi mengejeknya be go, tetapi Arla tidak langsung marah menurut dia wanita berbaju gamis di depannya dengan jelbab acak-acakan mukin punya penyakit gi la.

“Jangan berpikir aku gi la Arla ... Yang ma ti adalah tubuhku aku sekarang berada di tubuh ini milik seorang wanita yang sudah menikah juga memiliki 3 orang anak,” ucap Alia kesal melihat Arla yang di ajak bicara hanya diam.

“Jika kamu benar nona ku kenapa begitu cerewet,” ucap Arla mengejek. “Aku tidak boleh percaya kepada orang asing begitu saja,” batin Arla

Alia menyentil kening Arla dengan begitu cepat, “ Apa kamu masih meragukan ku?” Tanya Alia tersenyum sinis.

Lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan melalui kode yang di buatnya, klik.! Arla mendengar notif dari ponselnya.

“Baiklah akan ku coba percaya, tetapi tidak sepenuhnya.” Ucap Arla mengikuti kemauan wanita di depannya.

“Cari tau tentang wanita pemilik tubuh ini, namanya Arsya Nadana .... Berikan aku ua ng 100 juta, nanti jam 5 sore kembali ke sini dan berikan uangnya.” Perintah Alia.

“Siapa kamu perintah, dan minta uang padaku.” Ma ki Arla dalam hati, walaupun begitu ada terselip rasa takut dengan sikap tegas wanita di depannya.

“Jangan mema kiku aku bisa membaca pikiranmu, aku akan rencanakan untuk kembali ke mansion secepatnya.” Ucap Alia tegas.

“ARSYA!” Pangil Hadi terdengar suara bantingan benda dari dalam rumah.

Alia menaruh telunjuknya di bibir agar Arla tidak bersuara, “pergi lah, aku bisa menghadapi pria sia lan itu sendiri.” Perintah Alia, Arla pun melesat dengan begitu cepat dan menghilang.

“Dari mana saja kamu? Kenapa tidak ada makanan?” Bentak Hadi melem par tudung saji yang ada di tangannya.

“Mana duitnya biar aku masak?” Ucap Alia membentak Hadi, dan melirik ke pintu kamar dia tau Jamy sedang mengintipnya dari celah pintu, instingnya cukup ta jam.

“Kamu kerja sendiri,” ucap Hadi memalingkan wajahnya takut dengan tatapan Arsya. Baru kali ini Arsya berani memb entak dan menatapnya taj am, sebelumnya hanya diam dan meminta maaf.

“Kamu yang harus kerja, kamu seorang SUAMI,” ucap Alia menekan kata terakhirnya.

TUM ...

Hadi menendang kursi dapur lalu pergi, karena dia heran dengan Arsya yang menurutnya telah berubah.

Setelah pergi dari rumah Hadi menuju rumah Riri. “Sayang, buka pintunya ini aku,” pangil Hadi.

“Masuk, Mas.” Ucap Riri menarik Hadi masuk kerumahnya.

“Aku sangat merindukanmu, mas namun ada yang lebih penting.” Kata Riri.

“Apa? Apa ua ng yang ku berikan sudah habis?” Tebak Hadi menarik pinggang Riri dengan agr esif.

“Bukan mas,” ucap Riri ma nja.

“Terus apa?”

“Tapi, kamu jangan marahnya.” Kata Riri merebahkan diri di atas bahu Hadi.

“Tentu, sayang.” Jawab Hadi, mulai tidak tahan melihat Riri yang menguntungkan pak aian terb uka.

“Aku ingin kamu menj ual kedua anakmu, Mas.” Ucap Riri bagun dari saudaranya, “ada orang yang ingin membeli dengan harga cukup mah al, mereka akan pergi Minggu depan.” Ucap Riri mengoda Hadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!