NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batas Yang Hampir Hilang

Ruangan itu masih gelap, Hanya cahaya kota dari balik jendela besar yang menyinari suite hotel itu dengan samar. Bayangan mereka jatuh panjang di lantai, Lyra masih berada dalam pelukan Darius.

Tangannya mencengkeram lengan pria itu tanpa sadar, Tubuhnya terasa semakin panas, Napasnya juga semakin berat."Darius…" bisiknya Suara itu lembut.

Namun bagi Darius, suara itu terasa seperti godaan.

Ia masih memegang pinggang Lyra untuk menjaga wanita itu tetap berdiri. Namun jarak mereka sekarang terlalu dekat, Terlalu dekat untuk dua orang yang baru saling mengenal malam ini."Kau harus duduk," kata Darius pelan, mencoba menjaga suaranya tetap tenang.

Namun Lyra justru menggeleng pelan.

"Aku tidak bisa…"Ia memejamkan mata sebentar.

"Tubuhku terasa aneh."

Darius tahu, Ia bisa melihatnya dengan jelas. Pipi Lyra masih memerah, napasnya hangat, dan tatapannya semakin lembut, Efek dari minuman itu semakin kuat, Lyra tiba-tiba kehilangan keseimbangan sedikit.

Refleks Darius langsung menangkapnya, Namun kali ini, Lyra tidak hanya bersandar. Ia hampir jatuh tepat ke pangkuan Darius ketika pria itu duduk kembali di sofa.

Sekarang posisi mereka berubah, Lyra berada sangat dekat, Duduk di pangkuannya, Keduanya langsung membeku beberapa detik, Jantung Darius berdetak lebih berat, Ia menatap wanita yang sekarang berada sangat dekat dengannya. Lyra membuka mata perlahan, Tatapan mereka bertemu lagi"Aku… minta maaf," bisik Lyra, Namun ia tidak bergerak. Seolah tubuhnya sendiri tidak ingin menjauh, Darius menghela napas pelan, Tangannya masih berada di pinggang Lyra untuk menjaga keseimbangannya.

"Lyra," katanya rendah."Kau harus bangun."

Namun wanita itu justru menggenggam kerah kemejanya, Gerakan kecil, Namun cukup membuat napas Darius sedikit tertahan."Kenapa rasanya seperti… aku ingin tetap di sini?"Kalimat itu keluar hampir tanpa sadar, Darius menutup matanya sebentar, Ia sudah menghadapi banyak hal dalam hidupnya, Musuh, Pengkhianatan, Bahaya. Namun situasi ini terasa jauh lebih sulit, Wanita di pangkuannya ini tidak sadar apa yang sedang ia lakukan. Lyra menatap wajah pria itu Cahaya samar dari jendela membuat garis wajah Darius terlihat lebih tegas, Lebih maskulin, Lebih… menarik.

Tanpa ia sadari, tangannya menyentuh wajah pria itu.

Sentuhan lembut. Namun cukup membuat seluruh tubuh Darius menegang.

"Lyra…"

Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu lagi Lyra tiba-tiba mendekat, Dan mencium bibirnya.

Hanya sesaat, Namun cukup membuat waktu terasa berhenti. Darius membeku beberapa detik, Ia seharusnya menghentikan ini, Seharusnya. Namun ketika Lyra menarik napas pelan dan tetap berada begitu dekat pertahanannya mulai runtuh.

Darius akhirnya menarik wanita itu lebih dekat. Ciuman mereka kali ini lebih dalam, Lebih penuh emosi. Lyra merasakan tubuhnya semakin hangat.

Tangannya tanpa sadar memegang bahu pria itu untuk menjaga keseimbangan. Dunia di luar ruangan itu seolah menghilang, Yang tersisa hanya mereka berdua. Dan ketegangan yang sejak tadi tertahan akhirnya pecah.

Beberapa saat kemudian Lyra perlahan menarik diri.

Napasnya masih tidak teratur.l, Ia menatap Darius dengan mata sedikit terkejut, Seolah baru menyadari apa yang baru saja terjadi. Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, Darius menariknya kembali ke dalam pelukan, Kali ini lebih lembut.

Lebih tenang, Dan malam itu di suite hotel yang sunyi dua orang asing yang dipertemukan oleh takdir akhirnya menyerah pada perasaan yang tidak bisa mereka jelaskan, Satu malam yang akan mengubah hidup mereka berdua.

*****

Ciuman itu seharusnya hanya sesaat, Namun ketika bibir mereka bertemu lagi, sesuatu di antara mereka berubah. Lyra yang sejak tadi kehilangan kendali justru menjadi yang pertama menarik Darius lebih dekat. Tangannya mencengkeram bahu pria itu, seolah takut ia menjauh.n"Darius…" napasnya bergetar.

Pria itu menatapnya tajam. Ada pertarungan jelas di matanya antara menahan diri atau menyerah pada momen ini. Namun ketika Lyra kembali mendekat, jarak di antara mereka lenyap, Ciuman mereka menjadi lebih dalam, Lebih panas. Lyra bahkan tidak menyadari bagaimana ia mendorong Darius hingga pria itu bersandar di sofa. Tubuhnya sekarang berada sangat dekat, hampir menindih pria itu.

"Darius…" bisiknya lagi, napasnya hangat di telinga pria itu.

Ia memejamkan mata, seolah terbawa oleh perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, Darius menggenggam pinggang Lyra dengan kuat.

"Lyra…" suaranya berat.

Namun wanita itu hanya menggenggam kerah kemejanya lebih erat, Malam itu, Lyra tidak ingin berpikir, Ia hanya mengikuti apa yang dirasakan tubuhnya, Darius akhirnya bangkit, membawa Lyra bersamanya. Gerakannya tegas namun tetap hati-hati, seolah wanita itu sesuatu yang sangat rapuh sekaligus sangat berbahaya bagi kendalinya. Beberapa langkah kemudian mereka sampai di tepi ranjang besar di dalam suite itu.

Lyra hampir tidak sempat bereaksi ketika Darius menariknya lebih dekat lagi, Sentuhan pria itu terasa hangat di kulitnya, Dan setiap kali ia mendekat, jantung Lyra berdetak semakin cepat, Darius menahan napas sejenak, mencoba mengendalikan dirinya, Namun ketika Lyra memegang wajahnya dan menariknya kembali ke dalam ciuman yang dalam pertahanan terakhirnya runtuh.

Ia menurunkan wajahnya ke leher Lyra, meninggalkan ciuman lembut di sana. Lyra menggenggam bahunya erat, napasnya semakin tidak teratur. Ruangan itu dipenuhi suara napas mereka yang bercampur.

Malam terasa semakin panas "tolong jangan berhenti Darius shhhhh"

Dunia di luar seolah tidak ada lagi, Yang tersisa hanya dua orang yang dipertemukan oleh takdir di malam yang kacau ini. Dan ketika akhirnya mereka tenggelam dalam kehangatan satu sama lain, tidak ada lagi kata-kata yang diperlukan, Hanya detak jantung yang saling bertemu, Dan malam yang perlahan berlalu di balik jendela kota yang masih basah oleh hujan.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!