Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13
Hari ini Arlend sudah diijinkan pulang ke rumah. Kesehatan bayi tampan itu semakin hari semakin membaik apalagi setelah Azelva resmi menjadi ibu susunya.
Setelah berpikir cukup lama, Azelva akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran Kellano. Arlend yang enggan lepas darinya menjadi alasan wanita cantik itu mengiyakan permintaan Kellano. Azelva tidak tega meninggalkan bayi tampan itu. Apalagi setelah beberapa hari dekat dengan Arlend, membuat kerinduannya pada putranya sedikit terobati.
Selain itu alasan lainnya Azelva menerima tawaran dari Kellano adalah karena pria itu berjanji akan membantunya mengambil semua miliknya kembali dari tangan Zidan.
Dengan kekuasaan yang Kellano miliki, Azel yakin pria itu bisa membantunya membalas dendam pada Zidan dan Venya.
Saat ini Kellano, Azelva dan juga Arlend sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah utama keluarga Gavintara. Kellano sengaja mengemudikan mobilnya sendiri karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Azelva. Selain itu, Kellano juga ingin lebih dekat dengan wanita cantik itu.
Namun sepertinya rencana Kellano tidak berhasil, Azelva terlihat enggan mengobrol dengannya. Wanita cantik itu juga lebih memilih duduk di kursi belakang daripada duduk di sampingnya.
Kellano hanya bisa menghembuskan napasnya kasar. Bagaimana caranya berbaikan dengan Azelva? Gumam Kellano dalam hati.
Azelva tidak melepaskan Arlend dari dekapannya. Sepanjang perjalanan wanita cantik itu terus mengajak bayi tampan itu berceloteh. Walaupun sebenarnya Azel juga tahu Arlend belum mengerti dengan ucapannya. Namun, Azel tidak peduli. Lebih baik ia mengajak Arlend berbicara daripada mengobrol dengan Kellano.
"Pantas saja tidak ada suaranya, ternyata tidur."
Kellano tersenyum tipis saat melihat Azelva yang tertidur di kursi belakang sambil memeluk Arlend. Sepertinya wanita cantik itu kelelahan karena hampir setengah jam tidak berhenti berceloteh.
Tidak lama kemudian mereka sampai di kediaman Gavintara, namun Azelva masih terlelap. Kellano berniat untuk membangunkan Azelva, namun melihat wajah lelah wanita cantik itu membuat Kellano tidak tega. Azelva pasti sangat lelah, apalagi beberapa hari ini wanita cantik itu terus menjaga Arlend.
Kellano akhirnya memilih untuk menunggu sampai wanita cantik itu bangun dengan sendirinya.
Hati Kellano menghangat, pria itu tidak mengalihkan tatapannya sedikitpun dari pemandangan di depan matanya. Azelva dan Arlend terlihat seperti ibu dan anak sungguhan membuat Kellano lagi-lagi berharap, andai Azelva istriku, aku akan sangat bahagia, gumamnya dalam hati.
Setelah hampir 10 menit, Arlend terlihat menggeliat dalam dekapan Azelva. Bayi tampan itu merengek mencari sesuatu.
"Sayang, Mama masih tidur. Jangan nangis dulu ya," ucap Kellano dengan suara setengah berbisik. Ia tidak ingin tidur Azelva terganggu.
Namun tentu saja Arlend tidak mengerti, bayi tampan itu semakin merengek dengan kaki mungilnya yang ikut menendang-nendang.
Tidak ingin sampai Azelva terbangun, Kellano memutuskan untuk keluar dari mobilnya. Pria itu ingin mengambil Arlend dari dekapan Azelva.
Perlahan Kellano membuka pintu mobil sisi penumpang, ia bersyukur suara decitan pintu terbuka sama sekali tidak membuat Azelva terbangun. Namun, saat Kellano ingin mengambil Arlend, tangannya tidak sengaja menyentuh sesuatu.
Besar dan empuk, batin Kellano.
Gleg
Bersamaan dengan itu, mata Azelva tiba-tiba terbuka. Wanita cantik itu terkejut saat melihat Kellano berada tepat di depan wajahnya. Azelva melotot saat merasakan tangan Kellano berada tepat di salah satu dadanya.
"KELLANO MESUM!"
...----------------...
Beberapa hari ini, Zidan terlihat uring-uringan. Tak jarang pria itu melampiaskan kekesalannya pada siapapun yang bersinggungan dengannya. Bahkan, Venya pun tak terelakkan dari amukan pria itu.
"Jangan pernah menampakkan wajahmu sebelum---"
"Mas, Kamu bentak aku?"
Venya baru saja masuk ke ruangan Zidan, namun kekasihnya itu tiba-tiba membentaknya.
"Sayang, Kamu di sini?" Zidan tak kalah terkejut. Ia tidak berniat untuk membentak Venya, ia pikir orang yang masuk ke dalam ruangannya itu adalah asistennya. "Maaf, aku kira Fatur tadi," ucapnya penuh sesal.
Fatur adalah asisten Zidan, dia ditugaskan oleh Zidan untuk mencari keberadaan Azelva. Namun hingga detik ini Fatur belum menemukan keberadaan istri atasannya itu.
Zidan pikir, Azelva akan kembali ke rumah dengan sendirinya. Azelva tidak akan mungkin sanggup tinggal di luaran sana tanpa kemewahan. Namun ternyata sudah hampir seminggu ini Zidan tidak mengetahui keberadaan wanita cantik itu.
"Memangnya Kamu suruh Fatur ngapain, Mas?" Venya sedikit penasaran, karena pria itu tidak biasanya marah-marah seperti saat ini.
Venya duduk di pangkuan Zidan. Sejak Azelva mengetahui hubungan mereka, wanita itu sudah tidak malu lagi bermesraan dengan Zidan, sekalipun saat ini keduanya sedang berada di kantor.
"Aku suruh dia nyari Azel," ucap Zidan.
Mendengar nama Azelva membuat raut wajah Venya langsung berubah. Sampai kapan Azelva akan menjadi penghalang? Gerutu Venya dalam hati.
"Kamu mau apalagi nyari dia, Mas?" Kesal Venya. "Oh... aku tahu, Kamu sebenarnya cinta kan sama dia?"
Venya ingin beranjak dari pangkuan Zidan, namun pria itu berhasil menahan pinggangnya. Sadar sudah membuat wanitanya kesal, Zidan pun mencoba membujuknya.
"Kamu ngomong apa sih? Gak mungkin aku cinta sama dia. Aku kan sudah bilang, Kamu adalah wanita satu-satunya yang aku cintai."
Walaupun sedikit ragu akan perasaannya pada Azelva, namun cintanya pada Venya tidak pernah berubah. Apalagi setelah tahu Venya adalah wanita yang selama ini Zidan cari.
"Kalau Kamu gak cinta sama dia, terus kenapa Kamu nyari dia?"
Venya sebenarnya tahu, Zidan mulai memiliki perasaan pada Azelva. Entah Zidan belum menyadarinya, atau pria itu menutupi perasaannya. Namun, Venya tidak akan pernah membiarkan Zidan kembali pada Azelva. Selamanya Zidan akan menjadi miliknya.
"Aku terpaksa nyari dia. Karena klien tiba-tiba membatalkan kerja samanya," ucap Zidan sambil mengusap wajah wanitanya. "Klien itu sangat penting buat perusahaan," ucapnya lagi.
Apa yang Zidan ucapkan itu bukanlah sekedar alasan. Nyatanya, klien besar yang sangat berpengaruh pada perusahaan itu, tiba-tiba menarik investasinya dari perusahaan. Mereka beralasan tidak ingin melanjutkan kerja samanya karena bukan Azelva yang menjadi penanggung jawabnya.
Venya semakin kesal, menyingkirkan Azelva ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Venya terlalu menganggap remeh Azelva, ia pikir Azelva hanya wanita manja yang hanya bergantung pada kekayaan orang tua. Venya baru tahu, jika perusahaan pun bergantung pada wanita itu.
Walaupun begitu, Venya tidak mau menyerah, ia harus bisa menyingkirkan bayang-bayang Azelva sepenuhnya dari hati Zidan, ataupun dari perusahaan.
"Mas, menurut aku, Kamu jangan terpaku sama klien-klien yang sudah lama. Kenapa Kamu gak nyari klien lain?"
"Kamu pikir gampang nyari klien?"
Zidan sedikit kesal, menurutnya Venya terlalu menggampangkan. Tidak mudah mendapatkan klien yang mau bekerja sama selama bertahun-tahun. Apalagi di tengah-tengah persaingan bisnis yang semakin meningkat.
"Aku gak bermaksud menggampangkan, Mas. Aku cuma ngasih Kamu saran," sanggah Venya. Wanita itu sedikit takut karena respon Zidan yang terlihat kesal. "Kamu tahu gak Mas, ada perusahaan besar yang sedang membuka tender besar-beaaran?"
Zidan menganggukkan kepalanya, baru-baru ini ia juga mendengar ada salah satu perusahaan besar yang sedang membuka tender. Jika perusahaannya berhasil mendapatkan tender itu, Zidan yakin, perusahaannya akan semakin berada di puncak kejayaan.
"Iya, Mas tahu."
"Kalau gitu, kita harus ikut tender itu, Mas. Kamu harus buktikan, Kamu bisa tanpa Azelva."
Zidan mengiyakan ucapan Venya, dia juga tidak ingin selamanya dianggap sebagai benalu. Zidan akan membuktikan ia mampu berdiri tanpa Azelva. Ia akan membuat perusahaan besutan Shawn itu lebih sukses di tangannya.
"Aku yakin bisa mendapatkan tender itu. Bagaimanapun caranya, aku harus bisa bekerja sama dengan perusahaan Gavintara Corporation."
To be continued
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣