NovelToon NovelToon
DI SUDUT HATI AMARA

DI SUDUT HATI AMARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:67
Nilai: 5
Nama Author: Pena Arafa

Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai mendekat

     Sementara di rumahnya, seorang Arsaka sedang merenung. Di sebuah Kamar yang luas Dan di dominasi dengan cat warna Putih dan abu muda, dia duduk di sofa yang terletak di sudut ruangan dengan menggenggam sebuah foto di tangannya. Pikirannya berkelana menembus ruang dan waktu Mengingat masa saat dia bersama Amara dulu. Kebersamaan yang tak pernah is inginkan. Bahkan foto di tangannya pun dipotret Amara secara diam diam. Foto dirinya dan Amara saat pergi ke pantai. Foto yang selama hampir lima tahun ini menemani kesendiriannya.

    Dulu dia mendekati Amara hanya karena tantangan dari teman temannya. Hanya karena rasa ingin menunjukan Kalau dia bisa memiliki Amara. Tapi setelah mengenal Amara, Ada getar di hati Kala mereka bersama. Awalnya dia mencoba mengabaikan rasa itu. Dia tak menghiraukan getar itu. Dia hanya ingin mencapai tujuannya. Dan membuat teman temannya Mengakui kehebatannya menaklukan cewek. Hingga rasa nyaman saat bersama Amara pun tak dia hiraukan. Senyum yang tak bisa ia lupakan. Keceriaan yang membuatnya bahagia. Dan perhatian yang begitu menghangatkan. Semua rasa itu terlambat Aku sadari. Aku menyadarinya saat dia Sudah tak ada di sisihku. Hingga selama ini Aku tak melupakannya.

    Kini dia bertekat Akan menggambil hati Amara lagi. Kalaupun ada orang lain di hatinya Aku nggak peduli. Selama belum ada ikatan resmi, Aku tak kan mundur. Selama cara harus dilakukan agar hati Amara kembali padanya.

    Dia pun memanfaatkan kakaknya yang memesan gaun untuk tunangan di butik temptation Amara bekerja.

    (Kak... apapun urusan kakak yang berkaitan dengan butik *Zahiyu* serahkan semua padaku)

 Akhirnya Arsaka mengirim pesan pada kak Sofia. Dengan begini dia akan lebih sering bertemu dengan Amara.

   ( Tumben menawarkan bantuan. Ada apa nih?) kak Sofia membalas.

   ( Kakak kan pasti sibuk ngurusin persiapan tunangan)

    ( Pasti Ada Alasan lain. kakak sangat tahu kamu.)

     (( Hanya ingin Bantu)

    ( ya udah iya. orang cuma tinggal ambil doang juga)

   ( Untuk apapun itu. Aku yang urus)

  ( Iya nanti kakak kabari)

     Bagus. Aku tidak akan melewatkan Satu kesempatan pun.

              ***********

      Keesokkan hatinya, Arsaka pergi ke sebuah mall. Dia ingin membeli beberapa barang. Ketika sedang mengantri si kasir dia si kejutkan seseorang yang memanggil.

    " Kak Arsaka"Suara seseorang membuatnya Menoleh

   " Kamu.....,? " Arsaka mencoba Mengingat siapa perempuan di hadapannya ini

     " Masa nggak ingat sih sama Aku? Aku Lala adiknya kak Amara" Gadis itu memgingatkan.

   " Oh ...iya adiknya Amara" akhirnya dia Mengingat juga.

   "Kok lupa sih...? " keluh Lala

    " Maaf.. Kamu lagi belanja? " tanya Arsaka mengalihkan pembicaraan.

    " Iya.. kakak juga? Ku sama siapa? ". Arsaka celingukan berharap ada Amara di sekitarnya.

" Kakak cari siapa? Aku sendiri tahu. ". Lala ikut celingukan mengikuti gerakan Arsaka. " Kakak nyari kak Amara? " Dia mah lagi kerja Kalau jam seeing" lanjutnya.

" Eh.... iya ya. Kirain sama dia". Jadi Malu rasanya. Tapi akhirnya akhirnya ini Arsaka semakin kepikiran sama Amara.

    Dari sana lah Arsaka mempunyai ide untuk bisa tahu lebih tentang keluarga Amara. Dia pun mengajak Lala untuk Makan di mall tersebut. Di sana mereka bercengkrama membahas banyak hal. Termasuk tentang Amara.Tentang siapa yang dekat dengan Amara.

Hari semakin sore Dan Lala berniat untuk pulang. Dengan senang hati Arsaka ingin mengantarnya. Berharap Akan bertemu dengan gadis yang selama ini bersarang di hatinya. Awalnya Lala menolak karena tidak enak Dan juga mereka baru kenal tapi setelah di bujuk Arsaka akhirnya Lala pun bersedia di Antar pulang. ' Nggak papa Kali ya... dia kan temannya kak Amara' pikirnya dalam hati.

Di perjalanan pulang, obrolan kembali berlanjut.

"Ini rumah kamu masih jauh nggak? " Tanya Arsaka memecah keheningan.

"Masih kak. Jalan aja terus ntar Aku kasih tahu arahnya". Senyum terus merekah di wajahnya. Lala mulai merasa nyaman setelah mereka berbicara panjang lebar di restoran tadi.

Sesampainya si rumah, sebelum turun Dari mobil Lala mengajak Arsaka untuk mampir ke rumahnya. Niatnya cuma basa basi tapi tak di sangka Arsaka mau aja di aja masuk rumah.

" Yuk kak mampir Dulu"

" Ok deh be ntar aja tapi"

" Yuk... masuk"

Setelah Arsaka duduk di ruang tahu Dan Lala masuk ke dalam rumah untuk menyimpan belanjaan, tiba tiba Ada yang mengucap Salam.

"Assalamu'alaikum... " ucapnya di ambang Pintu hendak masuk.

"Wa'alaikum Salam". Jawab Arsaka.

Keduanya Menoleh sailing berpandangan. Arsaka mengharap kan hal ini tapi Amara merasa kaget dan bingung.

" Hai Ra.. udah pulang? " Arsaka me mulai menyapa Amara yang masih terlalu di temannya.

" Kamu...? ngapain di sini? " Tanyanya segera.

" Nganterin adek kamu. " jawab Arsaka santai.

" Maksudnya? "

Lala keluar Dari ayah dapur sambil membawa segelas jus di atas nampan.

" lho kakak udah pulang? Sini duduk dulu ada kak Arsaka ini. Biar Lala butain segelas jus lagi. Die berlalu meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.

" Emang gimana ceritanya kamu bisa anterin Lala? " Amara masih sangat penasaran.

" kebetulan tadi ketemu di mall terus ngobrol ngobrol dan karena udah sore ya Aku anterin dia. Biar bisa ketemu kamu. Dan benar sama Aku bisa list wajah kamu lagi". ucap Arsaka dengan santainya. .

" Awas aja Kalo kamu gangguin dia".Wajah Amara mulai geram.

" Nggak Akan. Kamu tenang aja orang tujuan ku cuma kamu kok".

Amara kembali terkejut. Tapi sekuat Tenaga mencoba tetep terlihat santai.

"Nah udah jadi. Ini kak di minum gih kayaknya kakak Capek banget." Tiba tiba muncul Lala dari dalam dan duduk di sebelah Amara.

" Makasih dek". Amara menggambil jus Dari tangan Lala dan language meneguknya hingga hampir habis.

" Haus banget Ra? ini punyaku di minum juga kalo masih Haus". Arsaka mulai Tersenyum menggoda Amara. Dulu saat seperti ini sungguh menyenangkan Amara Akan tersipu Malu saat Arsaka menggoda. Dan jujur wajahnya menjadi sangat manis. Tapi kini hanya wajah malas yang Arsaka lihat. Dia sadar telah kehilangan Amara tapi dia bertekat Akan mengbilnya kembali.

" Nggak usah makasih. Kamu Jalan sama dia dek? ". Tanya Amara pada adiknya.

" Nggak kok cuma tadi kebetulan aja ketemu terus dia Mau anterin. "

" Kamu Mau aja di anterin orang asing".

" Dia kan Yemen kakak bilang orang asing".

Jawaban Lala membuat Amara Kesal tapi Arsaka malah Tersenyum senang.

" Ya udah... Aku pamit dulu deh. Udah sore juga. Kamu istirahat gih Ra pasti capek baru pulang kerja". Akhirnya Arsaka pamit pulang. Tapi hati Amara bergetar mengingat perhatian Arsaka padanya dulu. Namun dengan cepat dia menggelengkan kepala menampik semua rasa yang tiba tiba muncul.

" Iya kak hati hati. Dan makasih banget udah Mau anterin aku". Lala Tersenyum Ramah.

" Sama sama. Aku pulang ya... mungkin lain Kali bakal main lagi kesini". ucap Arsaka ability melirik pada Amara. Ingin tahu apa reaksinya.

" Boleh banget kak" . Jawab Lala

" Ngapain kesini lagi? " Tanya Amara

\* Ketemu kamu. " Dia langsung pergi meninggalkan kedua adik kakak yang berdiri di depan pintu. "ya udah. bye.. "

"Kakak jutek banget sama Kak Arsaka. kenapa sih? " Tanya Lala saat mereka Sudah masuk rumah beriringan.

" Nggak papa"

" Ya Kalo nggak papa ya jangan jutek gitu kak. Dia aja baik banget gitu kok".

" Ya udah kakak masuk Kamar dulu mau mandi udah gerah banget"

Amara berlalu meninggalkan Lala sendiri. Lala tak ambil pusing dan pergi ke Kamarnya sendiri.

Sementara di Kamar, Amara masih bingung dengan kejadian tadi. Memang kebetulan kan stay Ada unsur kesengajaan? Entahlah yang pasti hidupnya kini kembali terusik. Kepingan kenangan masa lalu kembali bermunculan sedikit demi sedikit.

Akhirnya dia mencoba melupakan sejenak semuanya dengan berendam air hangar yang menenangkan.

Malam Hari tiba, di kediaman keluarga Russian to terlihat hangat dengan candaan seperti biasanya. Mereka berkumpul menikmati kebersamaan yang selalu menyenangkan.

" Yah... tadi Aku ketemu temen kakak yang waktu itu ketemu di pantai lho saat lagi belanja dimall". Lala bercerita pada ayahnya. Dia ingin tahu reaksi kakaknya. Karena dia merasa Ada sesuatu di antara mereka melihat dari sikap kakaknya yang jutek sama Arsaka.

" Oh ya... terus...? "

" Terus dia nganterin Aku pulang. Baik banget kan yah? " Lala tetap menanti reaksi Amara.

" Sopan juga dia. Kelihatannya emang orang baik. Bener kan Ra? ".ayah memanggapi dan ber Tanya pada Amara yang hanya diam sama

" Iya yah." Hanya itu yang bisa dia ucapkan.

Lala tersenyum dan semakin yakin kalo memang ada sesuatu. Tapi entah apa dan dia juga tak berniat untuk ikut campus urusan kakaknya. Lebih baik dia pura pura tidak tahu saja demi menjaga prifasi sang kakak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!