NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13.

"Kenapa kau tidak pernah bilang kalau model baru tersebut bernama Pricilia Marda?." Tatapan Tomi nampak tidak bersahabat.

"Maafkan saya, tuan." Meskipun hal itu bukanlah kesalahannya, namun asisten Azam tetap meminta maaf agar tak menambah kemarahan Tomi. Sebelumnya ia telah menyarankan pada Tomi untuk bertemu langsung dengan calon model mereka sebelum menandatangani kontrak kerja sama, namun Tomi menolak dengan alasan mempercayakan semuanya kepada dirinya. Asisten Azam yang tidak tahu menahu tentang hubungan yang pernah terjalin antara tuannya itu dan wanita bernama Pricilia Marda tersebut lantas melaksanakan perintah dari Tomi tanpa menaruh curiga sedikitpun.

"Bawa wanita itu ke sini?." Titah Tomi Setelah cukup lama terdiam.

"Baik, tuan."

Asisten Azam meninggalkan ruangan Tomi dan tak Lama kemudian pria itu kembali lagi bersama wanita yang pernah menorehkan luka dihati tuannya.

"Lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu?." Cili, begitu dahulu Tomi biasa menyapa wanita itu, mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Wanita itu perlahan menarik uluran tangannya saat menyadari Tomi enggan menyambut uluran tangannya.

"Saya tidak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini dari anda, tuan Tomi Andrean." Sadar sikap Tomi dingin terhadapnya, Cili memutuskan menggunakan bahasa formal. "Mungkin anda kurang berkenan dengan kehadiran saya, tetapi kontak kerja sama kita sudah ditandatangani sehingga anda tidak bisa memutuskannya secara sepihak. Suka tidak suka, senang ataupun tidak, anda harus tetap konsisten dengan perjanjian kontrak kerjasama yang telah ditetapkan hingga satu tahun ke depan, tuan Tomi Andrean!."

Imbuh Cili, seolah mengingatkan bahwa Tomi tidak bisa seenaknya saja memutuskan kontrak kerjasama diantara mereka.

Kalimat Cili justru semakin menambah rasa geram dihati Tomi. Namun begitu, Tomi berusaha tetap terlihat tenang. Mustahil wanita itu tidak memiliki maksud dan tujuan tertentu, sampai bersedia menerima kontrak kerjasama diantara mereka, sementara Cili sendiri tahu bahwasanya Andrean Group merupakan perusahaan milik keluarga mantan kekasihnya, Tomi, kecuali jika Cili memang sudah tidak memiliki rasa malu. Ya, setelah meninggalkan Tomi di hari pernikahan mereka lima tahun lalu, dan kini kembali dengan gurat wajah tanpa dosa, bukankah itu dapat dikategorikan tidak tahu malu.

Asisten Azam yang juga berada di ruangan tersebut, akhirnya paham, ternyata diantara Tomi dan wanita cantik yang kini tengah berdiri di depan meja kerja Tomi pernah memiliki histori di masa lalu. Pantas saja reaksi yang ditunjukkan Tomi demikian.

Awalnya Tomi ingin marah karena semua yang pernah terjadi di masa lalu, namun setelah dipikir-pikir, jika ia sampai bersikap demikian tentunya wanita itu akan berpikir Tomi masih mengharapkannya.

"Anda tidak perlu khawatir Nona Pricilia, karena saya tidak memiliki sifat se picik itu. Lagipula diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, lalu untuk apa saya harus keberatan jika anda bergabung di perusahaan kami. Dan untuk sikap saya tadi, saya hanya terkejut dan tidak menyangka anda masih punya muka menunjukan wajah anda dihadapan saya." Balas Tomi sambil menyematkan senyum tipis di sudut bibirnya, seolah keberadaan Cili di perusahaannya adalah hal biasa dan tidak memiliki pengaruh apapun baginya.

Cili terdiam, perkataan Tomi mampu menusuk hingga ke jantung hati wanita itu.

"Azam, antarkan Nona Pricilia ke ruang marketing!." Titah Tomi setelah merasa obrolannya bersama Cili cukup.

"Baik, tuan."

"Mari Nona!." Ajak asisten Azam dan Cili hanya bisa mengangguk tanpa bisa menolak, padahal kenyataannya ia masih ingin berada diruangan itu bersama Tomi.

Sebelum mengantarkan Cili menuju ruang Divisi marketing untuk membicarakan tentang konsep iklan dan sebagainya, Asisten Azam menyempatkan diri untuk mengirim pesan singkat pada salah seorang pegawai yang tengah berada di ruang meeting, menyampaikan bahwa meeting pagi ini di batalkan.

"Kelihatannya tuan Tomi hanya ingin mengobrol berdua dengan Nona Pricilia, makanya rencana meeting pagi ini di batalkan."

"Wajarlah, Nona Cili kan mantan terindahnya tuan Tomi, maka tak heran jika tuan Tomi ingin bicara berdua saja di ruangannya. Lagipula, bukankah selama ini faktanya tuan Tomi masih belum bisa move on dari Nona Cili. Sekalipun Nona Cili pernah melakukan kesalahan besar, aku yakin tuan Tomi pasti masih bisa memaafkannya."

Setelah mendapat informasi jika meeting pagi ini dibatalkan, para pegawai yang masih berada diruang meeting terdengar membahas tentang bos mereka tersebut dan sang mantan.

"Apa setelah wanita dari masa lalunya kembali, mas Tomi akan membuang ku begitu saja dari kehidupannya? Apa setelah ini mas Tomi akan setuju menceraikan aku dalam waktu dekat?." Dalam hati Sonia. Setelah sang suami mengambil haknya, sekarang wanita di masa lalu sang suami justru kembali. Sungguh, Sonia merasa nasibnya begitu menyedihkan. Awalnya ia sempat berpikir kedepannya hubungannya dengan Tomi akan membaik, tetapi sepertinya itu hanyalah sebuah mimpi yang tak akan pernah terwujud. "Ya Tuhan.... Kenapa hatiku rasanya sakit sekali?." batin Sonia. Tanpa sadar Sonia memegangi dadanya, seolah ingin meredakan rasa sakit yang tengah mendera di dalam sana.

"Sonia....Are you okey?." Seruan serta pertanyaan Desi menyadarkan Sonia dari lamunannya.

"Aku baik-baik saja, Bu Desi." Jawab Sonia seraya mengulas senyum tipisnya.

Desi mengangguk paham.

Tak lama kemudian, semua pegawai yang berada di dalam ruang meeting satu persatu berlalu meninggalkan ruangan hendak kembali ke ruang kerja masing-masing, termasuk Sonia tentunya.

Sekembalinya di meja kerjanya, Sonia menyibukkan diri dengan pekerjaannya, mengabaikan perasaannya yang tengah terluka atas kembalinya wanita dari masa lalu suaminya.

Tepat pukul lima sore, Sonia bersiap untuk pulang. Tidak ingin mengganggu, Sonia memilih untuk tidak berpamitan pada Tomi.

Sonia tak langsung pulang ke rumah, wanita itu justru mampir ke sebuah taman yang berada ditengah kota. Di sebuah bangku besi bercat putih yang berada dibawah pepohonan rindang di taman, di sinilah Sonia mengistirahatkan hati dan pikirannya. Memikirkan nasibnya ke depannya nanti, jika Tomi benar-benar akan menceraikan dirinya dan memilih kembali bersama dengan mantan tunangannya.

Satu jam, dua jam, hingga tiga jam berlalu, Sonia belum berniat beranjak dari duduknya. Hingga hari mulai gelap pun Sonia masih betah duduk di bangku taman, mengabaikan ponselnya yang sudah beberapa kali berdering, pertanda ada panggilan masuk.

"Andaikan Mommy dan Daddy masih ada, hidupku pasti tidak akan se-menyedihkan ini."Gumam Sonia di tengah kesendiriannya.

"Bukankah itu mobilnya Nona Sonia, tuan?." Ujar Asisten Azam yang berhasil menangkap keberadaan mobil Sonia terparkir di tepi jalan tak jauh dari taman kota.

Tomi lantas mengikuti arah pandang Asisten Azam. Dan benar saja, setelah memastikan plat nomornya, mobil tersebut memanglah mobil milik istrinya.

Asisten Azam menepikan mobil, mengedarkan pandangan ke sekitar guna mencari keberadaan Sonia. Beberapa saat kemudian pandangan Asisten Azam menangkap keberadaan seorang wanita yang tengah duduk menyendiri di sebuah bangku taman.

"Sepertinya wanita yang sedang duduk di sana adalah istri anda, tuan." Asisten Azam menuding ke arah Sonia.

Tanpa menjawab, Tomi turun dari mobilnya hendak menghampiri Sonia dengan perasaan lega. Akhirnya ia bisa menemukan keberadaan istrinya.

Jangan lupa dukungannya ya sayang-sayangku, biar aku makin semangat up-nya!. 🙏🙏😘😘🥰🥰

1
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
Syarifah
Penajam Paser Utara Kaltim Thor 🙏
Lia siti marlia
iya tom kamu harus hati hati sama c cili jaga sonia dengan baik kalau sampai terjadi lagi bisa bisa kamu gak ketemu sama sonia untuk waktu yang tidak bisa di tentukan ....halo kak aku dari garut jabar 🥰
Dwi ratna
Cilapop kak alias Cilacap, tau gk daerah itu? hehehe 🫣🫣🫣
Delvyana Mirza
Iya Tom,si ulat bulu,da punya rencana yang menjijikkan,yang membuat kesal,
Uba Muhammad Al-varo
begitu cintanya Tomi ke Sonia, membuat dia melakukan segala supaya Abil mau beri ijin Tomi membawa Sonia pulang ke rumahnya 💪💪💪
Lentera Aksara
lucu ih Tomi demi istri apapun dilakukan🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hahaha semangat terus tom demi luluhin hati abil dan merjuangin istri dan calon anak mu
Lusi Hariyani
wuih g main2 efort y tomi buat jemput sonia...ksh pelajaran dl si tomi abil biar g ulangi lg
secret
lihatlah abil perjuangan kawanmu itu, jgn smpe dia stress beneran karena terus dihalangi ketemu istrinyaaa🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!