NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Lily menghela nafas kasar, tangannya mengepal dengan kuat. "Tahan Lily, lapangkan hatimu. Axton hanya masa lalu kamu. Bersikap seperti tidak mengenalnya, karena pasti dia akan bersikap seperti itu juga," batin Lily berusaha menyembuhkan hatinya yang terasa nyeri.

Tubuh Lily sedikit bergetar saat mengingat kembali bayangan masa lalu di mana Axton meninggalkannya.

"Tahan Lily, tahan. Sekarang kamu butuh uang ini. Jadi, tolong kendalikan perasaan kamu," batin Lily.

"Lily!" Panggilan disertai tepukan ringan di pundak membuat Lily membuka matanya.

"Iya," ucap Lily bangkit dari duduknya dan perlahan membalikkan tubuhnya hingga kembali menatap Axton yang berdiri santai diapit dua wanita berdada besar yang menempel di lengannya.

Lily menghela nafas kasar, dengan tangan mengepal dan mata yang memandang tajam pada Axton. Mulutnya perlahan terbuka, dan sebisa mungkin mengeluarkan suara pelan.

"Halo, Pak. Perkenalkan saya Lily, office girl baru di sini," sahutnya dengan suara nafas yang berat.

Axton mengulum senyum tipis. Sorot matanya tenang membalas tatapan tajam Lily. Ia lalu berucap, "Sudah tau persyaratan bekerja di sini kan?"

Lily meremas rok hitamnya, suara nafasnya semakin berat, dan matanya semakin tajam menatap Axton. Tatapan tajam yang membuat Lily kembali mendapatkan teguran.

"Lily, kenapa kamu menatap Pak Axton seperti itu? Ingat dia bos kamu, apa sopan seperti itu!"

Lily segera memalingkan wajah. Pandangannya langsung tertuju pada dokumen yang baru ia tandatangani sebelumnya.

"Tidak bisa. Aku tidak akan mampu bertahan. Aku tidak ingin memiliki hubungan sedikitpun lagi dengannya," batin Lily mengulurkan tangan ingin meraih map biru itu dengan niat merobek isinya.

Namun, bak mengerti isi pikirannya. Axton bergerak cepat mengambil map tersebut membuat Lily tersentak kaget menatapnya.

"Aline bawa ini ke ruang kerja ku," perintah Axton menyerahkan map tersebut pada asistennya yang juga sempat mewawancarai Lily.

"Baik Pak," ucap Aline menerima map tersebut sembari memberikan sentuhan lembut yang menggoda dan nada suara yang terdengar seksi, membuat Axton menatapnya dan mengedipkan mata genit.

Lily yang melihat itu memalingkan wajah, dengan singgungan senyum sinis di bibirnya. "Dasar pria menyebalkan. Dari dulu sampai sekarang dia memang gila!" umpat Lily, sembari mengepalkan tangan berusaha menahan diri untuk tidak memaki.

"Kalian berdua pergi ke ruanganku, tunggu aku di sana," ucap Axton menatap dua wanita yang menggandengnya itu secara bergantian disertai dengan senyuman lembut di wajahnya.

"Ah, baik Pak. Kami tunggu ya," ucap Ciara dengan senang hati.

Sebelum pergi ia menatap Lily lebih dulu dan mengeluarkan peringatannya dengan suara keras. "Lily jaga sikap kamu dengan bos. Sudah tugas kamu melayaninya, dan berhenti menatapnya dengan sinis begitu!"

Lily tidak merespon, sedangkan Axton dengan cepat menyahut dengan suaranya yang dingin. "Ciara pergi!"

Ciara sontak menatap Axton, wajahnya yang datar dan terkesan sedang marah membuatnya mengerutkan keningnya heran. Karena tak biasanya Axton bersikap seperti itu. Bahkan saat dia melakukan kesalahan dalam pekerjaan, Axton tak menampakkan wajah seperti itu.

Ciara lalu menatap Lily dengan pikirannya yang mulai menerka. "Ekspresi keduanya ini terlalu aneh. Apa mereka saling kenal dan dekat sebelumnya?" batinnya.

Sebelum ia mendapatkan jawaban tepat atas pikirannya sendiri. Axton kembali menyahut. "Kenapa kamu masih di sini Ciara? Apa kamu sudah bosan dengan pekerjaanmu?" sahut Axton dengan dingin, membuat Ciara semakin tersentak.

"Em, maaf Pak saya pergi sekarang," ucap Ciara dengan tatapan yang semakin curiga.

"Pak Axton jelas lebih menyukaiku dari siapapun, dan ini pertama kalinya dia bersikap seperti itu. Sebenarnya siapa Lily? Mereka jelas saling mengenal, itu sebabnya Tuan meminta Lily diterima. Namun, siapa Lily? Apa posisiku akan tergeser?" batin Ciara sembari berjalan keluar ruangan penuh penuh tanya, namun tak merasa cemas dengan posisi yang dimaksud.

Sekarang tinggallah Lily dan Axton berdua di ruangan itu.

Lily yang tak mau menatap, sedangkan Axton tak mengalihkan pandangan sedikitpun.

Axton melangkah mendekati, sementara Lily hanya diam dengan wajah datarnya.

"Lama tidak bertemu," ucap Axton membungkuk dan berbisik lembut di telinga Lily.

"Ya, dan itu tidak menyenangkan," balas Lily sembari menggeser tubuhnya menjauh.

Axton menyinggung senyumnya. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana, dengan pandangan yang tak lepas dari wajah Lily, memperhatikan lekuk indah wajahnya.

Dengan tenang, tanpa basa-basi, Axton menyahut. "Lepaskan pakaianmu!"

Bola mata Lily melebar. Ia sontak menatap Axton dengan tajam, deru nafasnya berhembus kasar, dengan ketus menjawab. "Tidak akan!"

Axton tersenyum santai. Menarik kursi di sebelahnya, lalu duduk dengan satu kaki terangkat ke kaki lain. "Kamu tidak lupa, isi perjanjiannya kan? Atau perlu ku jelaskan lagi."

Lily memutar bola matanya, dengan sinis berucap. "CK, pantas saja perjanjian itu gila! Ternyata bosnya orang sepertimu, Axton!"

"Ada masalah?" tanggap Axton santai.

Lily bersedekap dada. Menatap Axton dengan sinis. "Jika tau kau adalah bosnya, aku akan senang hati. Tapi, setelah tau, aku tidak sudi!" sahutnya dengan penuh penekanan.

Mendengar satu kalimat itu, wajah tenang dan santai Axton berubah memerah. Sorot matanya menjadi tajam, dan tubuhnya menegang, seolah ingin melahap habis wanita di depannya itu.

"Jadi, kamu akan tidur dengan orang lain, tapi tidak denganku, begitu?" tanya Axton ingin memperjelas.

Dengan santai, Lily. "Ya, sekalipun itu adalah sampah sepertimu, asalkan bukan dirimu!"

Deru nafas Axton semakin berat. Ia semakin kesal. Kini ia lampiaskan. Tangannya bergerak cepat, menarik Lily naik dalam pangkuannya, dan memeluknya erat.

"Akh! Lepaskan aku!" teriak Lily memberontak.

Namun, semakin Lily melawan, semakin erat Axton memeluknya. Bukan hanya memeluk, Axton juga menyentuh beberapa bagian sensitif Lily.

"Bajingan!" teriak Lily mendorong tangan Axton.

Axton menyinggung senyumnya. "Kenapa? Bukannya dulu, kau sangat suka, bagian ini ku sentuh?" ucapnya dengan suara berat dan seksi, sembari meremas lembut bagian dada Lily.

"Lepas!" teriak Lily beralih menarik rambut Axton, sebagai perlawanannya.

Tarikan yang kuat, membuat Axton meringis. Tangannya pun sontak lepas, dan beralih menahan tangan Lily agar melepaskan tarikannya. Sedangkan tangan satunya tetap melingkar menahan tubuh Lily.

"Lily lepaskan!" perintah Axton.

"Lepaskan aku dulu!" balas Lily dengan suara menyentak.

"Kamu bisa jatuh Lily!" sahut Axton sembari meringis pelan.

Lily diam, karena memang saat ini, jelas tangan Axton sedang menjaganya agar tidak jatuh. Ia tak lagi memberontak, namun tangannya terus menarik rambut Axton.

Setelah Lily tenang di atas pangkuannya. Barulah, Axton melepaskan rangkulannya dan Lily pun langsung berdiri dan menjauh.

"Ssstt, auu ...." Ringis Axton memijat pelan kepalanya.

"Aku ingin membatalkan kerja di sini," ucap Lily cepat.

Axton berdecih, dengan ketus menjawab. "Tidak bisa!"

"Kenapa tidak bisa?" tanya Lily cepat.

Axton berbalik menatapnya. "Aku tidak akan melepaskan kamu Lily. Dan kamu tidak bisa melanggar kontrak yang sudah ditandatangani!" sahutnya tegas.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!