NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:731
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Rain menyambangi kamar Yasmin dilantai dua karena belum juga keluar padahal sebentar lagi harus berangkat sekolah, disana dua pelayan berdiri dan terus memanggil.

"Nona...sekarang sudah pukul 6, apa anda sudah bersiap Nona?"

"Nona...Nona Yasmin...!" Lalu ketika mendengar derap kaki mendekat, Keduanya mengalihkan perhatian.

"Pak Taka, Nona Yasmin belum keluar juga. Sepertinya absen lagi, padahal kalau Nona ngga sekolah kita juga bisa kena imbas nya. Dihukum juga oleh Tuan Vick berlutut berjam-jam didepan kolam!" Ujar salah satu pelayan, memberitahukan ketakutan terbesar mereka dari olah majikan yang malas-malasan.

"Benar itu Pak Taka, kami udah sering kena sampai ngga kehitung lagi. Tapi Nona Yasmin ngga peduli, gimana ini Pak Taka?" Balas pelayan lain yang juga memberitahu bahwa hukuman mereka bervariasi.

"Ada kunci duplikat?" Tanya Rain menatap kedua orang itu bergantian, serempak mereka menggeleng.

"Pernah dikasih sama Tuan Vick tapi diambil Nona lagi"

"Ruangan disamping ada balkon nya kan? Lewat sana saja" ia melangkah menuju ruangan kosong yang tidak terkunci di ikuti pelayan, lalu melangkah menuju pintu balkon yang terbuat dari kaca geser.

Dari sana ada sekat yang memisahkan balkon kamar Yasmin, ia lantas memanjat pagar dan melewati sekat membuat pelayan menahan napas melihat aksi itu. Tiba di balkon kamar Yasmin, ia mengetuk pintu kaca sembari memanggil orang didalam kamar yang tengkurap diranjang.

"Nona...!" Panggilan nya terdengar mendesak dengan suara bas yang keras bersamaan dengan ketukan tanpa jeda, hingga mau tak mau Yasmin mengangkat kepalanya dengan mata yang berat.

"Nona bangun...!"

"Menyebalkan...! mengacau tidur ku saja, awas saja Petaka itu...biar aku buat ular nya bangun" ujarnya sembari menggerutu, lalu merobek gaun tidurnya memperlihatkan sebelah paha nyaris mencapai pinggul.

"Bisa-bisa nya dia naik balkon untuk membangunkan ku...!" Ujarnya sambil melangkah menuju sumber suara, lalu membuka pintu.

Dan Yasmin dapati Rain bergeming menatapnya dengan jakun naik turun untuk beberapa detik, lalu pria dihadapan nya itu berdehem sembari berpaling melihat ke dalam kamarnya. Melihat reaksi Rain membuat nya menahan senyum kemenangan, mengejek penuh tingkah sok suci itu.

"Kenapa kemari, Pak Taka? Apa ada yang kamu perlukan pagi-pagi begini?"Ujarnya.

Dengan tatapan yang perlahan turun ke perut pria itu dan berhenti pada benda pusaka yang sepertinya tidak bisa diatasi, tapi pria itu menutupi nya dengan menarik kemeja nya keluar. Tiba-tiba isi kepala Yasmin membayangkan kira-kira seperti apa bentuknya.

"Membangun kan Nona. Hari ini anda sekolah, jadi bersiap lah! saya akan menunggu di garasi" ujar Rain, berpaling melihat ke samping, dimana para pelayan masih berdiri menonton.

Yasmin pun mengikuti tatapan itu, lalu melotot pada kedua orang itu sehingga mereka menunduk dan perlahan bergerak mundur. Tidak berani hanya karena tatapan majikan.

"Saya undur diri, Nona"

Yasmin menarik ujung kemeja yang dipakai, dan dengan tidak sopan menempel kan dada nya yang tanpa bra ke punggung pria yang sudah berbalik melihat kepergian para pelayan. Yasmin juga melingkarkan tangannya dipinggang Rain, sembari mengulas senyum merasakan ketegangan dari pria yang dipeluk.

"Buru-buru banget... padahal effort nya ngga main-main, naik pagar segala. Memangnya ngga mau mampir sebentar, nanti aku kasih hadiah" ujar Yasmin yang bergidik jijik dengan kelakuan nya sekarang, karena sumpah demi apapun belum pernah perbuatan nya sejauh ini.

Itu karena pria yang ditemui tidak pernah sesulit Rain, biasanya hanya perlu dengan suara manja dengan rok pendek atau kaos oversize dipadu celana pendek maka mereka klepek-klepek. Tidak pakai acara peluk-memeluk, sentuh-menyentuh. Tapi pria ini? Benar-benar membuatnya gigit jari, karena sekarang Rain sudah melepaskan tangan Yasmin dari pinggang nya.

"Simpan saja hadiah anda karena saya tidak memerlukan nya, lebih baik anda kembali ke kamar dan bersiap" ujarnya tanpa berbalik, Yasmin menduga tentunya karena penampilannya saat ini bikin terangsang.

Semua pria sama saja bukan, tidak kuat melihat yang begini ? kecuali yang sudah belok!

"Aku ngga mau sekolah, Pak Taka! Mau menunggu sampai kapan pun aku ngga akan turun"

"Anda harus sekolah, Nona...! Dan saya diminta untuk memastikan itu"

"Terserah aja sih, aku ngga peduli. Kalau aku udah bilang ngga ya ngga, jadi ngga ada satu pun yang bisa bikin aku berubah pikiran" pria itu mendengus terdengar menantang, bukan sikap pria gentlemen apalagi pengawal pribadi pada majikan.

"Maksud napas kamu apa gitu? Meremehkan keputusanku?"

"Maaf Nona, saya memang merasa seperti itu " Rain berbalik menghadap Yasmin, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku nya dan mengulurkan sebuah lipstik dengan tanda tangan artis idola Yasmin.

"Bagaimana bisa ada, di kamu?" Yasmin terbelalak, dan naluri memintanya untuk merebut lipstik itu seakan ancaman didepan mata.

Namun gerakannya kalah cepat, karena Rain langsung membawa lipstik itu ke belakang punggungnya.

"Kembalikan ngga?" Ujar Yasmin melotot dengan tangan menengadah, "sikap kamu ini ngga tahu diri sama majikan, paham ngga?" Yasmin menunjuk pria itu.

"Sangat Paham,Nona. Tapi akan dikembalikan kalau anda menurut. Sekarang kembali ke kamar dan bersiap sekolah, dalam kurun waktu 20 menit harus sudah ada di garasi. Jika tidak, jangan harap saya kembalikan!"

Lipstik itu tertinggal di mobil dan awalnya hendak dikembalikan dengan cara baik-baik, namun keadaan sekarang membuatnya muak sehingga digunakan untuk mengancam.

Yasmin mendelik, semakin tidak senang dengan sikap budak nya yang seolah bukan pengawal melainkan yang punya kuasa.

"Berani nya kamu...! Untuk apa kamu sampai mengancam hanya agar aku sekolah, yang jelas-jelas bukan urusan kamu" ujar Yasmin.

Dengan kefokosan pada lipstik kesayangan, perempuan itu kepayahan berusaha mengambil lipstik yang disembunyikan dibelakang punggung.

"untuk menjalankan tugas dengan baik" jawab Rain sembari mengangkat lipstik itu tinggi-tinggi, sedangkan Yasmin berusaha menggapai lipstik yang di acung oleh Rain sampai harus meloncat-loncat, alhasil benda diatas dada nya bergoyang.

"Sialan benda itu" gumam Rain yang salah fokos, namun tidak tertangkap pendengaran Yasmin yang wajahnya sudah berubah merah karena amarah.

Rain mendorong bahu Yasmin hingga terhuyung sebelum memanjat pagar dan tiba dibalkon sebelah, lalu berbalik untuk melihat Yasmin yang berteriak kesal.

"Bajingan...! Bisa-bisanya mempermainkan ku, akan aku adukan perbuatan ini pada Papi. "Ujar Yasmin, napasnya naik turun dengan cepat, keduanya saling menatap satu sama lain.

"Adukan saja biar Tuan Vick tahu kelakuan anda, dan satu lagi yang ingan saya beritahu jadi dengarkan baik-baik. Jika ingin menggoda, usahakan mandi dulu jangan sampai bau iler." Ujar Rain, sebelum berbalik dan meninggalkan Yasmin yang terhenyak dengan ucapannya.

perempuan itu jadi mencium bau badan sendiri, mencari kebenaran dari ucapan pengawal kurang ajar. "Ngga bau kok, dasar Petaka." Yasmin menghentakan kaki, lalu masuk ke dalam kamar sembari bersungut-sungut.

"Siapa orang yang menamakan nya Petaka? Benar-benar bikin Petaka hidup Yasmin Celia "

1
Anala.
bocah edan😄
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!