Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 "Kalian ... harus di nikahkan secepatnya."
🧸🦋Happy Reading 🦋 🧸
BRAK!
"Fatimah!"
"ASTAGFIRULLAH! Apa-apaan ini?"
"Kalian ngapain?!"
BUGH!
"Awwhh!"
"Kurang ajar! Kamu apain anak orang Farrel!? Papa gak pernah ajarin kamu buat jadi laki-laki gak ada akhlak seperti ini!" bentak seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan walaupun sudah di makan usia. Namanya Albino yang saat ini wajahnya memerah amarahnya meledak setelah meninju anaknya.
Fatimah yang berada di tubuh Farrel ingin menangis rasanya dia tak bisa melawan mau menjelaskan pun percuma. Baru kali ini dia di tonjok. Sakit sekali rasanya. Sedangkan Farrel saat ini mau menjelaskan kesalahan pahaman ini.
"P–Om ini gak seperti yang om pikirkan, kita gak ngapa-ngapain, sumpah!" kata Farrel dengan wajah meyakinkan.
"Lu jujur aja Fatimah! Lu di apain sama tuh orang?! Kasih tau aja gak usah takut disini ada kita!" ucap Fahira tegas. Yang di angguki sahabat Fatimah lainnya.
"Jadi ini rencananya lu biar kita semua pergi beli pembalut, supaya lu bisa macam-macam sama Fatimah, gitu?! Ternyata lu brengsek ya!" pekik Syafira mendorong Farrel dengan kasar.
"Keterlaluan bet lu jadi cowok! Kalo sampe sahabat gue kenapa-kenapa habis lu di tangan gue!" timpal Humaira mendengus, matanya melotot menatap Farrel sinis sambil menunjuk-nunjuk.
"Gue gak di apa-apain weh, Farrel ke sini buat bantuin gue pake pembalut!" bentak Farrel kesel sampe membuat ia tak sengaja keceplosan sialnya membuat situasi makin runyam dan tegang.
Hening sesaat.
"APA!" pekik semua orang di situ kecuali Fatimah dan Farrel yang saat ini panik setengah mati, menggeleng ribut, saling pandang.
PLAK!
"Farrel Mama kecewa sama kamu! Berani-beraninya berbuat kelewatan seperti itu ke cewek yang bukan istrimu! Apa urusanmu sampe repot-repot untuk melakukan hal yang memalukan?! Kan ada sahabat Fatimah di sini! Kenapa harus kamu Farrel, kenapa?" pekik Mama Farrel bernama Lisyana dengan tanggan bergetar setelah menampar Farrel keras membuat Fatimah yang ada di tubuh Farrel wajahnya tertoleh dengan sudut bibir yang berdarah.
Mata Fatimah berkaca-kaca tapi dia tahan biar bening kristal tidak jatuh, ia sadar saat ini bukan di tubuhnya, ada orang tua Farrel juga di depannya takut salah sikap membuat mereka curiga dan suasana makin memanas.
Sedangkan Farrel mau memberhentikan Mama dan Papanya yang saat ini memarahi Fatimah. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa sekarang dia lagi di tubuh Fatimah. Mau jelasin pun percuma mereka akan menganggap dirinya gila.
Albino berusaha tenang, menghela nafas panjang, menatap Farrel dan Fatimah dalam, "Kalian ... harus di nikahkan secepatnya," ucap Albino tegas dengan nada dingin.
"APA!?" pekik Farrel dan Fatimah secara bersamaan.
“Tapi tidak langsung hari ini. Papa akan bicara dengan orang tua Fatimah, kamu harus bertanggung jawab Farrel jangan jadi laki-laki kurang ajar. Untuk sementara kalian ditunangkan dulu selama seminggu. Setelah itu baru diputuskan tanggal nikahnya," putus Albino tegas dengan wajah dingin, yang di setujui oleh Lisyana dengan wajah kecewa campur marah.
Sedangkan sahabat Fatimah hanya bisa mendengar, saling pandang, tidak bisa angkat bicara. Tapi mereka perlu bicara sama Fatimah tentang ini semua nantinya.
Farrel dan Fatimah hanya bisa menunduk tak bisa menolak atau memberontak.
Ini terlalu mendadak seperti mimpi buruk membuat mereka tidak bisa berkata-kata, lidah mereka seakan kelu. Tidak bisa melawan keputusan itu sama sekali.
🧸🦋Bersambung 🦋🧸
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗