Ini kisahku. Tentang penderitaan dan kesakitan yang mewarnai hidupku. Kutuangkan dalam kisah ini, menjadi saksi bisu atas luka yang sengaja mereka perbuat padaku sepanjang hidupku.
Karina, lahir dari seorang ibu yang pemabuk sejak ia masih kecil. Menikahi pria yang sangat ia cintai tak kalah buruk memperlakukan Karina. Di tambah sang mertua yang tak pernah berpihak padanya. Hingga satu tragedi telah mengambil penglihatannya. Karina yang mengalami kebutaan justru mengalami perlakuan buruk dari suami dan mertuanya.
Namun seorang pria tak di kenal telah membawanya keluar dari kegelapan. Yang tak lain pria yang sama yang merenggut penglihatannya.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BB 13
Berkat uang milik Karina yang di akui oleh Zahra karena kesalahpahaman Pramudya. Sekarang perusahaannya kembali naik dan semakin berkembang pesat. Pramudya semakin sombong terhadap Karina yang menganggapnya istri tak berguna, rasa sayang dan cinta Pram di berikan seutuhnya pada Zahra dan calon bayi mereka yang sebentar lagi melahirkan.
Semua keinginan Zahra dan orangtuanya di penuhi dengan baik oleh Pramudya. Bahkan Zahra lupa dengan janjinya untuk mengingatkan Pram supaya mengobati mata Karina yang semakin hari semakin gelap.
Di sisi lain Raihan mencoba cari celah untuk memberitahu Karina apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Sementara Bu Widia mencari uang dengan menghalalkan segala cara supaya bisa mengobati Karina dengan cara bermain judi di waktu malam hari, ia habiskan sepanjang malam di sebuah club. Jika siang tiba, sang Ibu bekerja keras menjadi buruh serabutan hanya untuk mengumpulkan uang demi putrinya yang entah kapan uang itu terkumpul.
Jauh di kota Jakarta, di belahan negara lain. Ava tengah di hadapkan pada pilihan yang di buat oleh ayahnya sendiri. Yong Ma Kavindra sudah mengetahui apa yang terjadi dengan putra tunggalnya selama di Indonesia. Yong Ma sangat marah karena Ava terlibat bisnis ilegal dengan seorang mafia dari Meksiko. Yang lebih membuat Yong Ma marah besar, Ava telah mengakibatkan seorang wanita menjadi buta. Sebagai pemilik perusahaan Ocean Group yang di segani, dan seorang Ayah yang selalu menjadi panutan keluarga. Yong Ma yang selalu menjunjung tinggi jiwa sosial dan kesetaraan derajat manusia. Tidak menginginkan putranya menjadi sombong dan arogan karena kekayaan yang di miliki Ayahnya.
"Dad! seru Ava tidak setuju untuk kembali ke Indonesia. Karena ia merasa sudah memberikan uang dengan jumlah yang banyak untuk pengobatan mata Karina.
"Ava, kau tinggal memilih." Yong Ma duduk dengan santai menatap ke arah putranya yang terlihat kesal, di jarinya terselip cerutu.
"Aku tidak mau." Ava mendengus kesal.
"Kau kembali ke Indonesia, pastikan wanita itu sudah mendapatkan haknya kembali. Jika tidak-?"
"Apa?" potong Ava menatap ke arah Yong Ma.
"Kau di keluarkan dari daftar keluarga." Ancam Yong Ma.
"What?!! Ava melotot ke arah Yong Ma. Ia tidak percaya kalau Ayahnya akan mengambil keputusan yang patal hanya karena wanita itu.
"Terserah bagaimana caramu untuk bertanggung jawab pada wanita itu. Aku ingin tahu, seberapa besar kau memiliki tanggungjawab dan kedisiplinan dalam menjalani norma norma terhadap sesama." Yong Ma berdiri, sembari menghisap cerutunya dalam dalam. "Buktikan padaku, kalau kau pantas mewarisi semua kekayaanku."
"Dad?" ucap Ava lemas, menatap punggung Yong Ma meninggalkan ruangan.
"Aku memang menyesal, tapi aku sudah membrrikannya uang." Ava menarik napas dalam dalam. Ia tahu betul bagaimana sifat Ayahnya. Jika sudah mengambil keputusan tidak bisa di bantah lagi. Jika berani membantahnya maka akibatnya bisa fatal.
Mau tidak mau, akhirnya Ava mulai mempersiapkan diri untuk kembali ke Indonesia tanpa ada pengawalan. Bahkan Yong Ma lepas tangan mengenai biaya hidup Ava nanti di Indonesia sebagai hukuman buat Ava karena telah terlibat bisnis ilegal yang tidak di sukai oleh Yong Ma. Satu minggu menunggu, hari berikutnya Ava kembali ke Indonesia tanpa ada yang mengawalnya.
Sesampainya di Indonesia. Ava memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang tak jauh dari tempat Karina tinggal, supaya bisa memastikan kalau Karina sudah sembuh total seperti yang Ayahnya minta. Bagi Ava itu masalah kecil, karena ia merasa sudah memberikan sejumlah uang pada Karina. Ava hanya butuh satu minggu untuk tinggal di Indonesia. Setelah mengetahui Karina sudah kembali bisa melihat, Ava berencana untuk kembali pulang.
moga tidak ya klu iya gk semangat lagi baca nya