Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Pagi itu di pagi yang cerah sabrina berangkat dari toko kediaman rita untuk mengantar bunga segar yang selalu ia antar setiap 3 hari sekali.
"Pagi pak, ibu ritanya ada ?." Sapa sabrina.
"Nyoya ada didalam mba silahkan masuk."
Sabrina pun masuk dan berselang lama rita keluar karena ia sudah hafal sekali sabrina datang jam berapa karena sudah terlalu sering kerumah itu.
"Sabrinaa sayangg." Sapa rita
"Asalamullaikum tante." Salam sabrina lalu mencium tangan rita.
"Wallaikumsalam sayang." Jawab rita dan memeluk sabrina.
"Bunga sabrina taruh sini ya tante."
"Iyaa sayang, apa kamu hari ini sibuk sayang? Sudah sarapan? Tante hari membuat Spons cake mau mencobanya? tante harap kamu mau sayang hehe."
"Tidak terlalu tante, iya tante sabrina mau mencobanya."
"Kalo gitu ayok kita duduk ditaman sana, sekalian ada yang mau tante bicarakan kepadamu sayang."
Mendengar ada yang mau dibicarakan oleh sahabat mamahnya itu sabrina mengerutkan alisnya.
Apa yang mau dibicarakan oleh tante rita kepadanya ? itu yang ada dipikirannya.
Setelah duduk dimeja taman rumah itu pelayanpun datang membawakan kue dan secangkir teh untuk mereka makan dan minum.
"Silahkan dicicipin sayang kuenya." Ucap rita kepada sabrina sambil tersenyum.
Sabrinapun mengambil garpu dan memotong kue tersebut dan memakannya, seketika dia mengacung jempolnya menandakan bahwa kue itu enak.
"Tante rit ini enak sekali." Ucap sabrina berbinar-binar.
"Benarkah ? Kalo kamu menyukainya tante akan buatkan setiap hari untukmu sayang."
"Iya tante ini enak sekali, oiya tante apa yang ingin tante bicarakan tadi ?."
Mendengar pertanyaan sabrina rita pun memegang erat kedua tangannya dibawah meja sedikit ragu, namun ia meyakinkan lagi hatinya dan berdoa semoga sabrina mau menerima dijodohkan dengan rizky.
Yaa allah semoga sabrina mau menerima perjodohan ini begitu pula dengan rizky. Batin rita.
Sabrina masih melihat ekspersi wajah rita dan masih menunggu suara rita keluar dan rita pun mulai berbicara.
"Sabrina apa kamu mau mempunyai pacar sayang?." Tanya rita
"Haa? tidak tante sabrina tidak punya pacar, sabrina takut tante nanti sabrina dosa sabrina gak mau mamah sama papah disana ditanya akibat kelakuan sabrina." Ucap sabrina jujur.
Mendengar jawaban sabrina bagai angin segar yang rita dengar.
"Berarti kamu tidak ingin pacaran kan ?."
Kali ini sabrina menjawab pertanyaan rita dengan menganggukkan kepalanya.
"Sabrina, tante dan om roy berniat ingin melamar kamu untuk putra tante dan om apa kamu mau sayang?."
"Haaaa !!!! Apa tante!!." Mendengar ucapan rita sabrina kaget bukan main.
"Iya sayang kami berniat ingin melamar kamu dan menikah kalian, tante dan om yakin kamu adalah wanita yang pas untuk rizky. Mau ya sayang menikah dengan rizky emmm?."
"Tante dan om sangat ingin kamu menjadi anak kami dan menjadikan kamu menjadi menantu kami sayang."
Sabrina yang mendengar itu semua bingung harus menjawab apa, lagi pula umurnya masih 20 tahun terlalu muda baginya untuk menikah.
"Tantee jujur sabrina dengarnya kaget dan sebenarnya sabrina belum ada kepikiran untuk menikah tan."
Rita mendengar ucapan sabrina wajahnya terlihat sedih, membuat sabrina tidak enak.
"Baiklah tante sabrina akan memikirkannya."
Rita yang mendengar langsung tersenyum dengan ucapan sabrina ada kesempatan dirinya dan suaminya untuk menikahkan rizky dan sabrina walaupun harus membujuknya sekali lagi.
"Baiklah sayang pikirkanlah dulu, tapi tante harap dan sangat berharap kamu menerimanya sayang."
Sabrina yang mendengar hanya tersenyum kecut, ia bingung harus menerima atau tidak dia merasa tidak enak karena tante rita dan om roy adalah sahabat kedua orang tuanya dan begitu sangat baik kepada dirinya.
----------------
Sore hari roy pulang kerumahnya dan disambut oleh istrinya. Dan langsung menyakan misi mereka tadi pagi.
"Bagaimana sayang apa sabrina mau ?."
Sebelum menjawab rita menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan.
"Sabrina masih memikirkannya pah, mamah rasa papah harus ikut membujuknya juga ketika nanti dia datang kesini."
"Baiklah papah akan membujuknya, tidak usah sebelum ia kesini kita yang akan menemui dia dan membujuknya."
Mendengar itu semua keluar dari mulut suami nya, rita hanya diam tidak berani membantah.
Roy pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon putranya.
"Hallo pah?." Jawab rizky.
"Dimana kamu sekarng rizky?."
"Rizky masih dikantor pah, masih ada pekerjaan yang harus rizky selesaikan."
"Pulang sekarng jugaa! ada yang papah bicaraka**n."
"Tapi pahh masih adaaa..." Belum sempay rizky menyelesaikan pembicaraanya sudah dipotong oleh roy.
"Pulang sekarang rizky! papah tidak mau tau, tidak ada kata tapi tapian. Jangan buat papah menunggumu! Tututut." Roypun memtuskan telponnya sepihak.
Rizky yang mendengar itu kesal ulah papah, tapi ia tidak mau membantahnya. Dia bersegara memberes mejanya dan berjalan cepat menunju mobilnya dan melajukan mobilnya memecah jalan raya agar cepat samapai rumah dan bertumu sang ayah.
Setibanya dirumah ia langsung masuk ternyata ayah dan ibunya sudah menunggu dirinya.
"Duduk!" Perintah roy kepada rizky, rizky pun langsung duduk dihadapan kedua orang tuanya. Setelah duduk roypun mulai berbicara.
"Papah dan mamah, mau kamu menikah rizky."
Mendengar itu sontak rizky kaget, tiba-tiba sekali ayahnya memintanya untuk menikah.
"Haa!? kenapa tiba-tiba sekali pah."
"Apalagi rizky yang kamu tunggu ? kamu mau nikah kapan lagi? usiamu sekarang sudah 28, apalagi, kamu sudah mempunyai kemampuan untuk menikah!."
"Tapi pahh, bagaimana rizky mau menikah sedangkan papah dan mamah tidak merestui rizky dan chintya."
"Papah dan mamah tidak ingin kamu menikah dengam wanita itu! papah sudah mempunyai wanita yang harus kamu nikahi rizky."
"Yang benar aja pah, rizky tidak tau wanita itu rizky tidak ingin menikahi wanita yang tidak rizky cintai pah mah."
"Cinta akan hadir setelah kalian menikah rizky, apa kamu kira mamah dan papah menikah dulu didasari cinta ? tidak rizky!."
"Tapi pahhh!."
"Tidak ada kata tapi rizky!. Sekali lagi kamu menolaknya jangan harap kamu menjadi pewaris Argadinata grub dan jangan harap kamu memunculkan wajahmu didepan mamah dan papah lagi!".
Rizky yang mendengar itu bingung harus berbuat apa lagi ?. Disisi lain ia tidak bisa menolak permintaan orang tuanya karena tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.
Kalo seandainya saja ia tidak berpacaran degan chintya mungkin ia akan menerima perjodohan ini, tapi masalahnya saat ini ia sedang bersama chintya.
Bingung harus bagaimana sedangkan ia harus menikah bulan depan. Dan lebih parahnya lagi ia tidak tau wanita macam apa yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Memikirkan itu membuat dia kesal dan marah.
"Aaaahhhhhhhh siala!!"
"Yang benar aja dong mah pahh, aku harus bagaimana lagi kepada kalian!."
"Mana aku ennga tau lagi cewenya, gimana mau tau ? ketemu dan melihatnya saja tidak pernah!."
Rizky yang dikamarnya meluapkan semua kekesalannya, untung saja kamarnya kedap suara, jadi apa yang ia teriakkan tidak akan kedengaran oleh siapa-siapa.
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤