NovelToon NovelToon
Yes ! Pak Suami

Yes ! Pak Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Dijodohkan Orang Tua / Suami ideal / Bapak rumah tangga
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: PenaBucin

Alaska Krisan dan Dionna Patrania terlibat dalam sebuah konspirasi bernama perjodohan.

Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan Mamanya, Alaska akhirnya menuruti keinginan mamanya untuk menikahi Dionna . Spesis wanita yang berbanding terbalik dengan kriteria wanita idaman Alaska.

Bagi Dionna, Alaska itu tidak bisa ditebak, sekarang dia malaikat sedetik kemudian berubah lagi jadi iblis.
Kalau kesetanan dia bisa mengeluarkan seribu ekspresi, kecepatan omelannyapun melebihi tiga ratus lima puluh kata permenit dengan muka datar sedatar tembok semen tiga roda.

Ini bukan cerita tentang orang ketiga.

Ini tentang kisah cinta Alaska dan Dionna yang
"manis, asem , asin = Alaska orangnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaBucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insiden Kecoa

Sambil menunggu Alaska selesai memasak, Dionna mengalihkan perhatiannya pada ponsel miliknya, mengecek akun sosial medianya serta melihat beberapa katalog perhiasan musim ini.

"Makan yang banyak." Alaska memberi sepiring salad pada Dionna.

"Salad ?" Berbagai jenis sayuran mentah , ditambah avocado, dan spicy southwestern yang diaduk-aduk sedemikian rupa terhidang didepan Dionna.

Dionna mendesah "Bisakah kau memberiku makanan lain ?"

"Salad merupakan menu sarapan yang sehat Dionna. Kau harus menjaga pola makanmu agar mulut dan keringatmu tidak bau."

Dionna ingin membantah tapi teringat kesapakatan yang baru saja mereka buat, dia tak bisa membantah karena Alaska yang berkuasa dirumah ini.

"Terima kasih kau sungguh suami yang perhatian." cibir Dionna hendak menyuap salad

"Cuci tanganmu dulu Dionna." Suara tegas dan penuh nada memerintah , mengintrupsi Dionna.

Kening Dionna mengkerut , dia akan makan pakai sendok . Mengapa harus repot-repot mencuci tangan ?

Tapi sebagai istri yang baik , Dionna mau saja menuruti perintah Alaska.

"Cuci tanganmu selama lima menit" lagi-lagi suara Alaska bergema dibelakang telinganya.

"Mulai gosok dari punggung tangan, bersihkan sela-sela jari, pastikan tidak ada kotoran apapun yang menyangkut dikuku." Alaska seperti guru taman kanak-kanak yang sedang mengajari muridnya pertama kali belajar mencuci tangan.

"Apa tidak sekalian disikat biar makin bersih sampai kuku-kuku dijariku lepas ?" cibir Dionna namun memasang wajah manis .

"Coba saja ." Dionna mencibir tanpa suara, terus menggerutu sampai ia selesai mencuci tangan.

Setelah selesai mencuci tangan Dionna kembali mendaratkan bokongnya bersiap menikmati sarapan yang Alaska berikan dan lelaki itu juga melakukan hal yang sama, mencuci tangan selama lima menit persis seperti yang ia perintahkan pada Dionna. Kini keduanya duduk saling berhadapan dan mulai menyantap salad buatan Alaska.

Tidak buruk.

"Terima kasih untuk saladnya." Kata Dionna terpaksa

"Jangan bicara saat makan ! ." Dionna memutar bola mata malas.

"Maaf yang mulia." Tatapan tajam Alaska seakan ingin mengulitinya, baiklah Dionna akan diam. Wanita itu tidak bersuara namun tangannya bergerak membentuk gerakan mengunci mulutnya mengisyaratkan dia akan diam .

Selesai membereskan ruang makan , Dionna mendapati suaminya ada diruang tamu dengan kotak besar yang ada di atas meja.

"Apa itu ?" Dionna berjalan mendekati Alaska penasaran dengan isi kotak besar itu.

"Amplop pernikahan."

Kotak yang berukuran cukup besar itu dibuka lalu isinya ditumpahkan diatas meja. Dionna berbinar, ada banyak amplop yang keluar dari kotak itu. Banyak juga orang yang memberi mereka amplop.

Tangan Dionna meraih satu amplop, tebal. "Wah, yang ini sepertinya isinya banyak."

"Stop ! Taruh kembali ketempatnya !" Kata Alaska tiba-tiba

"Aku hanya penasaran , tidak akan mengambil isinya !" Gerutu Dionna, karena saat ini Alaska melihatnya seperti seorang maling yang ketahuan mencuri.

"Aku perlu mengetik nama-nama di amplop ini beserta nominalnya."

"Kenapa harus diketik sih ? Memangnya itu hutang ?"

"Bukan begitu. Apa yang diberi itulah yang harus dikembalikan."

"Dikembalikan bagaimana ? Jelas-jelas amplopnya untuk kita , kenapa juga harus dikembalikan ?" Pada dasarnya kapasitas otak dibawah rata-rata , Alaska butuh penjelasan lebih untuk membuat istrinya itu paham dengan maksudnya.

"Oh--" wajah Dionna seperti orang bodoh setelah Alaska menjelaskan inti dari ucapannya.

"Kamu terlalu bodoh untuk wanita yang berusia dua puluh dua tahun." Dionna spechless lalu mengelus dadanya.

•••

Alaska baru saja merebahkan punggungnya diatas ranjang yang empuk. Pria itu tersenyum samar dengan pandangan lurus kelangit-langit kamarnya. Ada perasaan senang yang terus menjalar didalam hatinya setelah sampai dirumah kesayangannya ini.

Rumah itu memang sudah bertahun-tahun tidak ditempati namun Alaska rutin membayar orang untuk membersihkan dan merawat rumah itu. Mengingat sejarahnya, rumah itu adalah hasil keringatnya setelah berhasil memenangkan proyek pertamanya .

"Akhhh ! Alaska tolong !" Teriakan Dionna terdengar jelas meski kamarnya berada diruang sebelah.

Alaska bergerak cepat menuju kekamar Dionna, suara Dionna yang panik membuatnya kaget sekaligus khawatir dengan apa yang menimpa wanita ceroboh itu kali ini.

Tadi saja setelah makan ada sedikit insiden di dapur. Dionna memecahkan piring setelah disuruh Alaska untuk cuci piring dan jari wanita itu tergores pecahan piring yang dengan bodohnya langsung dipegangnya.

Kepala Alaska pusing mendengar teriakan Dionna yang seperti kesurupan saat melihat ujung jari telunjuknya mengeluarkan darah.

"Diona ! apa yang terjadi ?!" Dengan cepat Alaska membuka pintu, betapa terkejutnya dia melihat wanita itu berdiri diatas ranjang sambil melemparkan bantal kebawah lantai.

"A-ahh , Alaska ! Tolong , tolong bawa kecoanya dari sini ! Cepat ! " Dionna berteriak sangat keras, membuat Alaska ikut panik dan segera mencari hewan berlari cepat tersebut.

Pria itu bergerak mengambil sebuah bantal dan beberapa bantal yang baru Dionna lempar , dan ia berhasil membuat hewan itu terjebak, tubuhnya terlentang hingga membuat hewan itu tak berkutik.

Alaska segera mengangkat kumis kecoa tersebut dengan tangan kosong .

"Ini " katanya sambil mendekat kearah Dionna , tak ia sangka teriakannya semakin menggema.

"Buang ! Cepat buang !" Alaska berjalan kearah jendela lalu melepaskan , membebaskan hewan kecil itu.

"Katamu rumah ini bersih, kenapa harus ada hewan itu dikamar ini ?!" Dionna meradang masih trauma dengan kecoak.

Wanita itu paling benci dengan hewan yang bernama kecoak.

Alaska kembali menutup jendela lalu membalikkan badannya "Entahlah-- setahuku rumahku selalu bersih, dan baru kali ini aku melihat kecoa."

"Kau tahukan kecoa itu selalu dikata hewan jorok" Dionna mengangguk jijik "Dan hewan itu paling senang dengan tempat kotor, insting alamiah hewan itu selalu tepat dalam menemukan tempat-tempat kotor untuk dijadikan sarang dan mungkin mereka sudah mencium hal-hal jorok diruangan ini sebelum kau membuatnya."

"Kenapa jadinya aku ? rumahmu sendiri yang kotor penuh dengan kecoa kenapa jadinya gara-gara aku ?" Alaska menggendikkan bahunya lalu melangkah keluar kembali kekamarnya melanjutkan rebahannya .

Bugh !

Seseorang menjatuhkan diri tepat disampingnya, pria itu menoleh dengan cepat mendapati Dionna telah berbaring disampingnya bahkan wanita itu menarik selimutnya dengan bagian terbanyak. Harum Alaska benar-benar tercium pekat diselimut yang ia gunakan, wangi woody yang begitu menenangkan.

"Hey , apa-apaan kau ini !" tanya Alaska setengah membalikan tubuh.

"Aku tidak mau tidur dikamar itu !" teriaknya tegas, tapi Alaska melihat wanita itu menggigil.

"Ah-- minggir sana !" Alaska mendorong Dionna hingga berguling jauh.

"Tidak ! aku tidak mau tidur disana." Dionna kembali membaringkan tubuhnya disamping .

Menyebalkannya, semakin Alaska bergeser semakin ikut pula tubuh Dionna menggeser. Wanita itu berlindung didalam selimut , bahkan ia mencengkram baju yang dikenakan Alaska , saking dekatnya , Alaska bisa merasakan helaian rambut Dionna dan embusan napasnya yang membuat tengkuk merinding.

"Jangan pergi !" kata Dionna sambil menahan Alaska ketika dia hendak bangun, cengkraman tangan Dionna semakin kuat membuat tubuh Alaska kembali terhempas keatas ranjang.

"Aku takut mereka datang lagi " kata Dionna dengan ketakutan , tangannya masih menarik pakaian Alaska hingga membuatnya tak bisa beranjak untuk menjauh .

Ah Ya Tuhan, keadaan macam apa ini ? batin Alaska.

1
Mamimi Samejima
Jangan biarkan kami terlalu lama menunggu next chapter 🥺
Sindi S Mahulauw'Riry
Bikin gelisah, tapi enak banget rasanya. Tungguin terus karyanya ya thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!