NovelToon NovelToon
PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie_Gv

Hallo pembaca hebat, saya membawakan cerita baru dengan judul "PANGGIL AKU MAS!"

Kisah pemuda yang tampan, pekerja keras dan hidup mandiri. Dia sudah satu tahun hidup di ibukota, dan jauh dari keluarga.

Prasetya Wardana, pemuda 24 tahun kelahiran Boyolali dan lulusan Sarjana Informatika dari Universitas Negeri di kota Semarang.

Pasetya yang sering dipanggil dengan nama Pras itu, dia bekerja di sebuah perusahaan swasta ternama di kota Jakarta.

Pras yang sering menggunakan logat Bahasa Jawa.
Pras yang tampan banyak di gemari gadis, tapi dia juga pernah di tolak saat melamar gadis.


Mau tahu tahu kisah Prasetya Wardana?
Gadis cantik mana yang akan mendampingi Prasetya?
Apakah Pras akan terus tinggal di ibukota?

Keluarga, cinta, pekerjaan dan kasih sayang akan ada dalam cerita ini.


Cerita ini hanya karangan belaka, bila ada kesamaan nama karakter dan nama tempat, mohon dimaklumi.

Penulis berharap kepada para pembaca untuk memberikan like, koment, rate dan vote.
Terima kasih 🙏

"Panggil aku mas!" 😎 Jangan lupa "Panggil aku mas!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie_Gv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasakan Kesedihannya

Kumenangis... Membayangkan.... *Author gabut*

Britney yang masih dikamar, terduduk diatas kasur yang berspreikan kain santung batik berwarna biru. Wajahnya tertegun, dia merasakan kesedihan sang adik yang sedang patah hati.

Tok... Tok.. Tok..

Langkah kaki mendekat ke pintu.

Cekleek!

"Mas Pras...." Ucap Britney.

Pras melangkah masuk ke kamar, istrinya yang tadi berganti baju tapi masih belum berdandan dan bersiap, padahal nanti mereka akan pergi.

Setelah membuka pintu Britney kembali duduk dan hanya menatap ponselnya. Pras menarik kursi yang ada disamping meja kamarnya dan duduk dihadapan Britney.

Pras merasa sepertinya Britney sangat gelisah dan raut wajah terlihat pucat. "Kamu kenapa? Kamu sakit?" Tangan kanan Pras sambil mengusap rambut Britney yang masih basah.

Britney menatapnya "Iya mas, sangat sakit."

"Apa yang membuat kamu sakit? Keluargaku sudah menerima kamu."

"Mas mengenal Vallezia Varrez?"

"Emss... Vallezia Varrez?"

"Iya, Vava.. Mas mengenalnya?"

Pras bingung, bagaimana Britney mengenal Vava. Apakah Vava sudah mencari tahu tentangnya dan membuat Britney gelisah. "Iya, aku kenal Vava." Ucap Pras yang tidak ingin berbohong kepada istrinya.

"Vava sangat terluka karena pernikahan kita. Aku merasa telah menyakiti adikku sendiri." Ucap Britney.

Pras mendengar kata adikku sendiri, dia terkaget dan tidak bisa percaya, mereka sangat berbeda, wajah Vava sangat oriental.

"Maksud kamu adik?" Tanya Pras.

"Vava adikku, dia anak tante Vanesa dan cucu terkecil kakek Restu Mahendra. Aku lupa tidak memberitahu kamu mas." Ucap Britney dengan rasa kecewa mendalam.

Pras tertegun dia tidak bisa berkata lagi, matanya berkaca dan rasanya sangat tidak enak "Aku juga bersalah. Aku tidak menceritakan tentang kehidupanku."

"Jadi kamu barista di Kafe Senja. Vava sangat menyukai seorang Oppa di kafe itu. Vava sering curhat sama aku. Vava bilang Oppa itu sangat berbeda dengan cowok yang lain. Aku bingung mas, tadi Vava sangat marah. Aku harus bagaimana?" Britney dengan rasa sesak.

"Iya, nanti kita jelaskan sama Vava. Aku mengerti, tapi kamu jangan seperti ini. Aku sedih melihat kamu begini." Pras yang telah merasakan kalau dirinya juga telah menyakiti istrinya.

"Mas, kamu punya janji sama Vava? Tadi Vava menunggu kamu di Kafe Senja. Bahkan satu jam dia nungguin kamu. Mas kenapa kamu tega melukai Vava." Ucap Britney.

"Aku sudah berusaha tidak memberikan harapan apapun, memang minggu lalu aku tidak ke Kafe, dia telfon aku. Lalu aku bilang akan mentraktir dia nanti kalau aku ke Kafe. Iya, aku lupa tidak bilang sama dia kalau aku sudah menikah." Ucap Pras dengan bingung menjelaskan kepada istrinya.

Pras mengusap rambut Britney dengan handuk, dia membawakan hair dryer dari Putri, Britney merasakan kelembutan tangan Pras yang mengeringkan rambutnya.

Tatapan Pras sangat serius, dia juga merasa bersalah. Britney merasakan ketulusan seorang suami.

"Aku bisa sendiri." Britney meraih hair dyer tapi memegang tangan Pras.

Pras meninggalkan Britney dan mengambil ponselnya.

Di jauh sana, Vava masih tidak bisa menerima keadaan saat ini. Evan sangat kesulitan, karena hanya Britney yang bisa menenangkan Vava setiap Vava bersedih. Bahkan ibu kandungnya saja tidak bisa memahami anaknya.

"Sudahlah... Masih banyak cowok yang lain di luar sana. Kamu putri Mama, pasti banyak yang suka sama kamu." Ucap Vanesa.

Evan hanya menatap kedua wanita itu, Sarah yang sudah tahu dari Maeva mendekati Vava. "Sayangnya Mamah sudah besar." Ucap Sarah sembari mendekapnya.

Vanesa dan Evan meninggalkan kamar itu. Evan juga ingin mengetahui kabar adiknya yang satunya. Di sebuah ruangan Evan menghubungi Britney dengan perasaan gelisah.

Sarah dengan lembut menceritakan tentang Britney yang tidak bersalah. Vava mendengarkan suara lembut Sarah.

"Kamu mengerti sayang?" Sarah melihat Vava yang sudah tidak menangis lagi. Sepertinya Vava mulai mengerti tentang Britney yang telah menikah dengan Pras.

"Anak Mamah sangat cantik, kamu anak yang baik. Kakak kamu sangat mencintai kamu sayang." Ucap Sarah yang masih memeluk dan mengelus rambutnya.

Vava merasa nyaman dalam dekapan Sarah, bahkan dia mulai merasa mengantuk. Sudah berjam-jam dia menangis dan tenaganya terkuras karena amarahnya.

"Mamah sayang kamu." Sarah menciumnya dan membaringkannya.

Evan yang sudah menghubungi Britney masuk ke kamar Vava, dan melihat Vava sudah tidur dan Sarah meneteskan air matanya. "Mamah, tidak perlu cemas. Vava dan Britney pasti akan baik-baik saja."

"Bagaimana keadaan Britney?" Tanya Sarah.

"Britney juga syok, dia merasakan hatinya Vava yang terluka. Tapi Pras sudah menjaganya. Pras juga terkejut, dia tidak tahu kalau Vava dan Britney bersaudara." Jawab Evan.

Sarah mengerti apa yang Britney rasakan.

Mereka berjalan meninggalkan kamar Vava.

Sarah dan Maeva pulang bersama Ferdi. Tapi Evan masih ingin menjaga adiknya. Evan yang duduk disamping tempat tidur Vava, memandangi sang adik. Sang adik yang pertama kali jatuh cinta, tapi harus merasakan patah hati.

Malam Minggu

Pras mengajak Britney pergi berdua ke Simpang Lima, Pras tahu apa yang Britney rasakan. Pras ingin memlihat istrinya bahagia. Apalagi tadi Evan sudah mengingatkan Pras agar membuat Britney bahagia.

"Mas... Kenapa kita kesini?" Tanya Britney yang sebenarnya sangat malas, karena suasana hatinya yang masih terluka.

"Ini Simpang Lima dan ini sangat terkenal. Kamu tahu arti simpang lima?" Pras menatap ke Britney dengan syahdu.

Britney menatap dalam sosok yang ada didepannya.

"Simpang Lima merupakan pertemuan lima jalan yang menyatu. Seperti kita, kita yang awalnya tidak mengenal satu sama lain. Tapi Tuhan yang telah menyatukan kita. Kamu harus percaya, bahwa Tuhan sudah mengatur pertemuan kita. Jadi soal Vava, kamu tidak perlu merasa bersalah." Ucap Pras.

Deg!

Britney menatapnya dan perlahan mendekati suaminya, tangan yang masih dingin dan canggung ketika ingin memegang suaminya.

Nyyesss... Tangan halus itu meraih tangan Pras, rasanya sangat dingin dan perlahan merubah perasaan, aliran darah ini membuat desiran yang sangat hebat.

Langkahnya semakin mendekat dihadapan laki-laki yang berwajah tampan itu. "Mas, maafin aku." Britney merasa lupa, bahwa dia sekarang menjadi seorang istri, padahal dia sudah berjanji akan menurut kepada suaminya.

Tapi sepanjang perjalan malam itu dan di tempat yang sangat ramai itu, dia hanya berdiam dan tidak ingin merasakan kebahagiaan yang ada ditempat itu.

Sekelilingnya banyak pemuda dan pemudi yang bersendau gurau, ada komunitas seni dengan suara yang asyik dipadukan dengan permainan angklung dan ketipung membuat orang ingin menari, tapi Britney saat itu hanya berdiam.

"Mas, aku lapar. Bukannya disini ada bakso yang terkenal." Ucap Britney, mencoba merayu suaminya.

Pras memegang tangannya lebih erat "Aku tahu yang kamu maksud."

Pras merangkul istrinya dan Britney menoleh ke arahnya "Kamu tahu?"

"Hemms.. Ayo kesana." Pras lalu menggengam tangan kanan Britney dan genggaman tangan itu masuk ke kantong jaketnya "Tangan kamu dingin." Suara Pras manis.

Mereka berdua berjalan ke tempat Bakso yang sangat terkenal di Kota Semarang.

Pras tersenyum dan menggoda istrinya "Kamu, mau sambal?"

"Aku nggak suka."

"Ini enak, kalau nggak pakai sambal kurang nikmat."

"Sudah cukup, satu sendok saja sudah pedas."

Britney menatap suaminya dan merasa suaminya ternyata jahil.

Pras bertanya "Setelah ini kamu ingin kemana?"

"Emmss.. Pulang saja."

Pras tidak berniat untuk segera pulang, tapi istrinya tampak lelah, hatinya juga masih risau.

Sesampainya di rumah, ada calon suaminya Putri. Pras sudah mengenal dia, bahkan mereka satu sekolah yang sama. Pras mengenalkan istrinya, dan Britney hanya menyapa sebentar. Pras masih berbincang di ruang tamu dan Putri juga ada disitu.

Britney duduk hanya menatap foto Vava dalam ponselnya, dia tetap merasa gelisah.

Birtney berganti baju tidur dan dia tidur lebih dulu, memeluk guling dan berharap esok hari adiknya sudah tidak marah lagi.

Satu jam sudah Pras mengobrol dengan Candra, Pandu dan juga Putri. Candra lalu pamit untuk pulang, kemudian Pras masuk ke dalam kamar.

Tangan Pras mengusap air mata Britney, bahkan dalam tidurnya, Britney tetap bersedih.

Pras melepas celana panjangnya lalu berganti memakai sarung dan berganti kaos.

Untuk pertama kalinya Pras tidur memeluk seorang wanita, Pras mendekapnya dengan rasa yang tulus untuk istrinya. Perasaan Pras perlahan berganti, yang tadinya dia mencintai pacar pertamanya, tapi hatinya perlahan terisi cinta untuk istrinya.

"Britney, aku akan berusaha mencintai kamu." Ucap Pras dengan tulus dan mencium kening istrinya, lalu memenjamkan matanya.

1
ika
Luar biasa
Yeni Ambas
Lanju
NAJ L
Biasa
NAJ L
Kecewa
Pisces97
walah² entok brondong kie,,,... cerita e 🤭🤣🤣
Pisces97
Fika Ojo khawatir pilihan ne rasa Bayar 🤭🤭
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
akrgh.....super duper bahagianya Brithney...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
gantheng nya Pras....pnya suami gantheng n + muda sbgai istri psti bnyk rasa cemburu nya he...he...he...beruntung aja bunda dulu kcil mungil jadi tdak terlht klo + tua usia nya , bunda cuma b'da dua Thun koq....❤️😄
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Wich Baca nya imut bingits..
.
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
ouy....riders nya penasaran yukawi nech...❤️😄
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Luar biasa ya Prasetya , gara2 tertabrak atasan nya yaitu Brithney membuat mrka jadi bersatu....indah nya meski berawal tak nyaman....❤️
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
hu...huy....riders nya deg ...deg....plas....❤️😃
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
hmm....bahagia nya...❤️
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Hmm....Brithney bertemu mantan , semoga sadar bahwa Brithney sdh menikah...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
wew...kerent nya Pras...Sholeh pulak...❤️
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
alhamdullillah Brithney cpt akrab dg ortu nya Pras....❤️
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Seruuuui...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
sweet....sweet....sweet...
bahagia nya Brithney...❤️
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
asyiiik...Brithney mulai ada rasa cemburu & Pras menangkap signal itu di wjh istri nya....❤️
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
huuuu...seneng nya Pras di sambangi bjone......❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!