NovelToon NovelToon
Flower On The River

Flower On The River

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayzani01

Ruziana Whiel adalah seorang gadis yang berasal dari desa gimmelwald di swiss, dia datang ke kota Pittsburgh di Pennsylvania yang mana bibinya bekerja di sana, ruzyana membantu bibinya yang baru saja sembuh dari penyakitnya, bibinya bekerja pada
keluarga besar Collagher, karena penyakit bibinya, ruzyana yang akan membantu sebagian pekerjaan bibinya di kediaman Collagher.

Terdengar sungai mengalir, mata yang bening itu layaknya air sungai, indah mata hazel itu sedang panik memandang kain yang di bawa oleh arus sungai.
Seseorang memandangnya dari kejauhan dengan tatapan Penasaran, panas dan ingin tahu.

Flower On the River 2

Alyna Adams adalah seorang gadis cantik berusia 17 tahun yang tinggal di desa Gimmelwald di Swiss, dia merupakan putri dari Ruzy Chandelier dan Nick Adams. Gadis itu ingin segera keluar dari suasana sepi di pegunungan Gimmelwald, dia ingin mencari kedua saudaranya yang berada di Pithssburg pennsylavenia, akankah Alyna bertemu dengan Kakaknya bernama William Collagher dan Audrey Collagher?

Bijak dalam membaca, bukan untuk di bawah umur yaaaaa ! Jgn lupa ya tmn2 readers 😆 like vote and comentnya supaya authornya lebih semangat nulisnya💕🙏

Warning !!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Partner pesta

Suara langkah kaki itu menghentikan Alex dari gempuran ciumannya kepada Ruzy, mereka berdua mengintip. Seorang pria memakai mantel panjang berwarna hitam berjalan terseok-seok dengan membawa bungkusan di tangannya.

Alex ingin berdiri tapi aku menarik kemeja putihnya dan menimpa tubuhku, dia melotot tak percaya, sontak pria bermantel hitam berbalik dengan sikap yang aneh dia mengendus-endus sekitarnya, seperti orang tidak normal. Aku menutup mulutku dengan tanganku. Alex menatapnya dengan pandangan tidak percaya.

Kenapa gelandangan itu bisa masuk di rumahku? pikir Alex ingin segera bertemu dengan rob penjaga gerbang. Dengan berjalan miring dan kakinya yang dipaksanakan untuk berjalan kemudian dia masuk kedalam hutan di dekat taman milik Alex.

"Sial ! siapa pria mengerikan itu"? Aku harus bicara pada rob".

Ruzy berdiri dengan memperbaiki bajunya Dari rumput yang menempel di tubuhnya. Alex menatap Ruzy, "Aku akan datang sebentar malam", Aku melotot menatapnya, dia pikir aku ini apanya?

"Kenapa kau ingin datang ke kamarku lagi"? protesku padanya.

"Atau kau yang ke kamarku? katakan saja yang manapun aku menyukainya". Ruzy mendelik menatapnya.

"Kau pria brengsek". Kata Ruzy padanya.

Pria ini terkekeh, "Kau belum tahu seberapa brengseknya aku Ruzy, dengarkan saja aku sayang, jika kau menolakku, aku betul-betul akan membuatmu bangun keesokan harinya di tempat tidurku, kau mengerti sayang"!

Ruzy menggertakkan giginya, Ruzy mengangkat tangannya ingin menamparnya, tapi dengan cepat di tangkis oleh Alex dengan senyum mengejek, dia kemudian menarik ruzy ke pelukannya, dan menciumnya dengan kasar, dia membuka paksa bagian depan baju Ruzy yang akhirnya robek memperlihatkan separuh bra-nya, Ruzy kemudian menutupnya, "Lepaskan aku brengsek", tapi tangan Alex lebih cepat darinya, lalu satu kecupan mendarat di dada Ruzy, suara erangan keluar dari mulut Ruzy, dia memeluk Ruzy setelah menandainya.

"Aku sudah bilang kau milikku Ruzy, aku akan membuatmu tergila-gila akan sentuhanku". bisiknya di bibir Ruzy.

~

Langkahnya tertatih-tatih ketika masuk ke dalam hutan, sambil meneguk bungkusan botol yang berbau tengik di tangannya, dia kemudian bergumam aneh dan memandang kediaman keluarga Collagher, 'Mendepakku setelah aku mengabdi bertahun-tahun, kalian akan menyesalinya,' pria berwajah lusuh dengan pakaian yang sudah robek di sana sini kemudian menyandarkan tubuhnya di pohon sembari bergumam dan bersenandung.

'Aku tahu siapa kamu.... mengambil nyawa gadis itu...kau pembunuh keji..." suara cegukannya membuat seseorang bermantel hitam berbalik mendatanginya dengan pelan, dia kemudian berdiri dan tersenyum. Pria tua itu mengangkat kepalanya lalu memandangnya. "Kau..rupanya hehe pembunuh aku melihatmu menghabisinya, berlalu lalang di kediaman ini, mereka harus di peringati bukan"?

Pancaran mata seseorang yang mengenakan mantel itu nampak jijik, dia mengeluarkan sesuatu dari balik mantelnya dengan sekali tebasan di leher pria tua itu. Wajah mabuknya menatapnya yang memegang sabetan panjang lalu menunjuknya, "Kau...kau.." Suaranya menghilang, matanya yang terbuka sambil melotot menatapnya.

Orang yang mengenakan mantel panjang itu berbalik, sambil bersenandung di dalam hutan, 'Aku melihat hal yang menarik di taman' lucu sekali, pelayan dan tuan muda... bagaimana jika aku membuatnya lebih menarik lagi'?

~

Para pelayan sedang sibuk di dapur mempersiapkan makan malam untuk keluarga Collagher, Ruzy yang memotong-motong tomat, sebentar-sebentar melirik ke bibi Emy, dia ingin menginap di kamarnya, apa yang akan bibi Emy katakan kalau aku ingin tidur bersamanya malam ini?

"Ruzy, ada apa"? tanya Jessy padanya yang terlihat sekali jika dia gelisah, "Tidak, tidak ada apa-apa Jess", dia tersenyum sambil kembali memotong tomat itu.

Tiba-tiba dari arah pintu dapur, Ollie kepala pelayan dirumah itu memanggil semua pelayan yang ada di dapur, Jessie, Joan dan Ruzy berbalik begitupun yang lainnya.

Dengan nada yang nyaring dia memberitahukan kepada mereka. "Jessie Joan dan Ruzy ikut aku ! ini perintah dari nyonya Collagher". Aku menatap bibi Emy, dia hanya mengangguk menenangkanku.

Kami bertiga mengikuti tuan Ollie di belakang menuju ruangan yang agak besar di lantai 2 di sana sudah menunggu 4 pelayan wanita lainnya. Nyonya Collagher sedang sibuk mengeluarkan semua gaun-gaun pesta dari lemari pakaian putrinya yang tinggal di perancis.

Nyonya Collagher memandang satu persatu pelayan yang seusia dengan putrinya ini, dia lalu menyandarkan tangannya di kursi.

"Biarkan dulu mereka mencoba gaun-gaun itu Annie". perintahnya.

"Baik nyonya", pelayan yang seumuran dengan bibi Emy ini memilih-milih gaun lalu memandang satu persatu gadis di hadapannya.

"Pakai ini, ia menjulurkan pada keempat pelayan, Jessi Joan dan terakhir dia menatapku, lalu membongkar-bongkar kembali puluhan gaun di lemari, "Pakai ini! sepertinya cocok sekali untuk mu".

Gaun yang diberikan padaku, berwarna pastel dengan gaun yang menjuntai panjang dengan belahan dada pendek, "Warnanya sangat cocok untuk kulitmu". Dia menatapku sambil tersenyum.

"Nah", sambil berdehem. "Kalian masing -masing cobalah gaun ini di kamar yang sudah di sediakan dan setelah selesai kalian semua keluar, karena nyonya Collagher ingin melihat kalian".

Mereka semua sibuk sambil berjalan mencari kamar ganti, dengan segera aku masuk di ruang ganti, aku menatap gaun cantik itu, "cantik sekali", senyumku.

Seseorang menyenggol bahuku dan berjalan, Dia tersenyum sinis melihatku dan menatapku dengan pandangan rendah. "Hei kau ! pakai matamu kalau berjalan bodoh"! kata joan. Jessie yang melihatnya langsung menyambar pelayan yang aku sendiri tidak tahu namanya.

"Bukannya dia yang harus memakai matanya? mengapa dia berdiri di tengah jalan?dasar bodoh". kata pelayan itu. Dia menggeleng lalu berjalan membelakangi Jessie.

"Sudahlah Jess, nanti nyonya Collagher mendengar kita". kataku pada Jessie menenangkannya.

"Awas saja kalau dia berani mengganggumu, wanita jalang itu merasa spesial karena dia bekerja mengurus setiap kamar-kamar tuan dan nyonya Collagher, aku tahu dia selalu mencuri-curi kesempatan melirik tuan alex jika berada di kamarnya ketika sedang membersihkan".

"Dia iri padamu Ruzy karena dia kan baru melihat seorang pelayan yang sangat cantik, lihat saja wajah gepengnya yang cemberut menatapmu". Jessie lalu tertawa dengan kata-katanya sendiri.

"Sudahlah Jess, sebenarnya ada apa ya sehingga kita harus mengenakan gaun indah ini"?

"Sepertinya keluarga Collagher mengundang beberapa tamu penting, dan nyonya Collagher ingin kita mengenakan gaun cantik ini untuk melayani tamu-tamu"! kata Joan yang sok tahu yang ikut pembicaraan mereka.

"Tapi kenapa harus mengenakan gaun cantik ini? mengapa bukan pakaian hitam yang seperti biasanya"? kataku sambil melepas bajuku.

"Nyonya Collagher tidak mau kalah dengan keluarga Odelline, mereka juga mengenakan gaun yang cantik ketika melayani tamu-tamu di kediamannya". kata Jessie yang mulai memoles make up di wajahnya.

"Biar aku yang memakaikannya Ruzy", kata Joan yang telah selesai.

"Mereka berdua berdiri takjub menatapnya, "Kau seperti lady dari keluarga terpandang Ruzy"! Kau sangat mempesona.

"Kalian berlebihan". kata Ruzy yang malu mendengar pujian mereka. Ruzy menatap dirinya, wajah putihnya sangat cantik dengan gaun berwarna pastel itu, rambutnya diikat dengan separuh terurai, tubuhnya yang tinggi semampai terlihat sangat mempesona dan elegan.

"Orang-orang tidak akan mengira kalau kau seorang pelayan ruzy, kau bisa jadi nona besar". kata Joan, mereka bertiga tertawa-tawa sampai nyonya Annie memanggil mereka semua.

Mereka berdiri rapi dengan gaun-gaun yang melekat di tubuh mereka, pelayan bernama Lona mendengus menatap Ruzy yang berdiri santai. Terdengar suara ketukan, tuan Ollie berjalan dengan seorang pria di belakangnya, Ruzy menatapnya dia adalah tuan max dokter pribadi di keluarga ini.

Dia berjalan lalu sedikit membungkuk ke arah Nyonya Collagher, matanya seketika menangkap sosok ruzy yang berdiri di sudut.

"Aku tidak tahu bagaimana menemukan partnermu malam ini dalam waktu singkat dokter max, kau sendiri yang memilih salah satu dari mereka, bukankah kau belum menemukan teman partnermu di pesta malam ini"?

Seketika mata para pelayan membelalak, jadi mereka mengenakan gaun indah ini menjadi partner dokter max? dia memang meminta tolong kepada nyonya Collagher, karena dia begitu sibuk mengurus pasien di rumah sakit jadi dia betul-betul tidak menemukan partner pestanya, dokter max mengatakan siapa saja.

"Bagaimana dokter max"? kata nyonya Collagher. Mata birunya bersinar menatap gadis bermata hazel itu.

Dia berjalan dan tanpa ragu berdiri di hadapan Ruzy lalu memberikan tangannya dengan sopan padanya. "Maukah kau menjadi partnerku malam ini"?

1
zc❖Erti
lucu temannya alyena🤣🤣
zc❖Erti
beruntung nick masih punya keturuan anak 1 dia masih bisa merasakan cintanya dan bahagia walau sebentar.
cinta sejati nick buat ruzy meskipun menunggu sampai tua.
zc❖Erti
akhirnya nick bisa merasakan hidup bersama ruzy meskipun menunggu sampai tua
zc❖Erti
kasihan nick cintanya gak kesampaian
gara² juan hidupnya menderita mau lihat dari jauhpun nick takut kalau jiwa juan muncul secara gak sadar nick bisa menyakiti ruzy
zc❖Erti
nick harus merelakan tubuhnya meninggal kalau tidak juan akan balik lagi ketubuhnya
kasihan nick
tor didalam nopelnya ini apa tidak ada dukun🤣🤣🤣 biar juan pergi dari tubuh nick gitu, kasihan nick mulai kecil kerasukan juan kapan nick bisa hidup normal kalau juan menempel terus
zc❖Erti
nanti max dibunuh juan si mr klak dan alex tinggal membunuh nick.
kasihan nick nanti dia akan berkorban nick akhirnya terbunuh karena didalam jiwanya ada juan
zc❖Erti
bunuh saja grace sama neneknya yang cerewet itu mr klak
Maria Christanti
ceritanya runut dn bagus dn endingnya bagus. slmt thor.
Dewi Yanti Ilyas
fix pembunuh itu nick
Dewi Yanti Ilyas
aku curiga Nick punya kepribadian ganda deh..aku pernah baca novel karya Sidney sheldon ada tokoh yg punya alter ego..Masi kebayang2 novel itu...dan aku baca suka bgt JD keingat tokoh alter ego di novel itu
Dewi Yanti Ilyas: soalnya dia gak cerita ke Alex soal max..JD aku curiga ke Nick
total 1 replies
Riri
😂😂😂😂😂
Riri
😂😂😂😂 bawang putih nya gak mempan
Riri
konyol 😂😂😂😂
Riri
😅😅😅😅😅
Riri
😂😂😂😂 satu lawan dua
Riri
apa kalau main itu teriak teriak ya🤔🤔🤔
😅😅😅
Era Simatupang
AQ suka ceritanya,
Ainur Zunaeli
bgs
Lenni Namora
Luar biasa
Tri Nurhalimah
suka ma karya ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!