Bagaimana jika sihir itu benar-benar ada?
Apa yang akan kalian lakukan jika terdampar di sebuah tempat, yang memiliki segala jenis keanehan, bahaya, dan juga monster-monster yang memenuhi seluruh tempat tersebut.
Pasti kalian akan menggigil ketakutan, Kan? Namun hal itu tidak berlaku untuk pria yang yang satu ini.
Dia terlahir kembali dan menjadi salah satu penduduk dunia aneh tersebut, dengan segenap ingatan dari kehidupan sebelumnya.
Sebuah kehidupan kelam yang selalu dia miliki, kini akan berubah menjadi sebuah petualangan yang sangat berarti setelah dirinya terlahir kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hendra dwi maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEJUTAN
"BARRIER!" Teriak pemimpin musuh dengan begitu lantangnya. Dia meminta semua anak buahnya untuk menciptakan barrier pelindung, agar bisa menghalau serangan kejutan yang Kazan lakukan.
Mendengar permintaan pemimpinnya, ratusan mulut musuh seketika mengucapkan matra yang sama. Mereka merapal barisan kalimat dengan tergesa, kemudian beberapa detik setelahnya sebuah kubah 'mana' tercipta.
Kubah energi berbentuk setengah lingkaran secara sempurna menyelimuti ratusan jiwa, mereka berhasil melakukan satu tindakan sebelum Kazan melancarkan serangannya.
Namun meski begitu, mereka semua tidak tahu tentang apa yang akan Kazan lakukan, mereka hanya menerka, sembari terus mempertahankan bentuk dari energi pelindung yang mereka ciptakan.
Semuanya terus menyalurkan 'mana dari dalam tubuh mereka, hingga setiap detik yang berlalu, semakin tebal juga kubah yang tengah mereka andalkan.
Kazan tidak bergerak sama sekali, untuk beberapa detik dia hanya mengambang di udara, dengan pose yang sama.
Tangannya masih merentang, dengan rambut yang terus berkelebat ke atas bagai terkena hembusan dari arah bawah. Dia terus menyerap mana secara gila-gilaan, sebelum akhirnya dia menurunkan lengannya.
Kazan menatap rendah ratusan musuh yang tengah berada di bawahnya, dia hanya melirik untuk memastikan keadaan, kemudian menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah ratusan musuhnya.
Hanya dengan satu gerakan, Kazan mampu membuat semua musuhnya kembali terserang rasa panik.
Saat itu Kazan hanya mengangkat--menekuk jari telunjuknya, namun efek dari gerakannya benar-benar tidak bisa diterima oleh akal sehat semua musuh ya.
Dalam radius lebih dari satu kilo meter jauhnya, semua air yang berada di atas tanah mulai mengambang ke udara.
Entah itu hanya tetesan, kubangan, bahkan sungai yang semula di gunakan ayahnya juga melakukan gerakan yang sama. Semua air bergerak ke arah yang sama, yaitu menanjak mengikuti gerakan jari telunjuk milik Kazan.
Semua musuh kembali menelan rasa panik dengan begitu telaknya, ketika barrier yang sudah mereka ciptakan sama sekali tidak menghalau air yang berada tepat di bawah kaki mereka.
Serangan yang Garhan lakukan benar-benar berperan besar, karena setiap tetes air yang berada di segala penjuru hutan kini menjadi senjata yang bisa memastikan sebuah kemenangan.
"Semuanya! Lindungi diri kalian! Barrier kalian tidak berguna!" Teriak pemimpin musuh kembali. Dia merasa sudah dibodohi ketika melihat banyak sekali tetesan air yang tengah melayang di depan wajahnya.
Semua musuh yang Kazan hadapi merubah pertahanan mereka secara serentak. Kubah energi yang semula mereka ciptakan, lenyap hanya dalam hitungan detik saja.
Mereka semua masih merapalkan mantra yang sama, namun pertahanan yang tercipta benar-benar berbeda.
Semua musuh menyelimuti tubuh mereka dengan 'mana', dan hal tersebut berhasil membuat mereka memiliki perlindungan mutlak bagai kura-kura yang bersembunyi di dalam cangkangnya.
Melihat hal tersebut, Kazan justru mengangkat sudut bibirnya. Dia terkekeh kecil dengan wajah culasnya, kemudian membuka suara untuk pemimpin musuh yang berada tepat di bawahnya, "Aku sama sekali tidak mengenalmu, tapi karena kamu sudah memulai semua ini, tolong maafkan aku karena harus melawan untuk bertahan."
Setelah mengucap kata tersebut, pemimpin musuh hanya menatap Kazan dengan sorot mata yang begitu tajam, dia kembali menciptakan sebuah busur dan anak panah, kemudian mengarahkan senjatanya tepat ke arah Kazan sembari berkata, "Lakukan saja, dan lihat apa yang akan terjadi setelahnya."
Mendengar hal tersebut, Kazan kembali terkekeh. Dia kemudian menepuk kedua telapak tangannya, untuk melakukan serangan yang sudah dirinya siapkan.
Setelah Kazan menepuk kedua tangannya, seluruh air yang tengah mengambang di udara bergerak dengan serentak. Mereka mengalir dengan kecepatan yang sangat gila, menuju satu tempat yang sama.
Di waktu yang sama, pemimpin musuh melepaskan anak panahnya. Dia melakukan satu-satunya gerakan yang dia bisa, sebelum menerima satu gelombang besar yang tengah mengarah padanya.
Bagai sebuah tsunami, gelombang yang sangat tinggi datang dari segala sisi. Semua musuh yang tengah mempertahankan diri, seketika bersujud ketika gelombang yang sangat tinggi sudah sepenuhnya mengepung mereka secara sempurna.
Mereka bersimpuh dengan raut putus asa, ketika dihadapkan dengan satu serangan yang dilakukan oleh anak kecil di atas kepala mereka.
Tanpa pandang bulu, gelombang raksasa yang Kazan ciptakan langsung melahap semua musuhnya. Mereka semua tergulung di dalam arus yang tidak terarah, sehingga membuat mereka semua tenggelam di dalam sebuah pusaran raksasa.
Sedangkan Kazan berhasil menghindari serangan pemimpin musuhnya, dia hanya bergeser sedikit dari tempatnya, dan membiarkan anak panah musuhnya melewati tubuhnya dengan begitu saja.
Garhan yang sudah memberikan izin untuk anaknya, masih tetap bergidik melihat kejadian di depannya. Dia tahu seberapa kuat Kazan, tapi dia tidak menyangka jika anaknya akan sekuat itu.
Garhan mulai mendekat ke arah ratusan musuhnya, dia berjalan dengan langkah pelan, sembari mengamati setiap musuh yang tengah tenggelam di atas daratan.
Dia terus memicingkan mata untuk mencari sebuah petunjuk, sebelum akhirnya Garhan kembali terkejut setelah melihat apa yang terjadi di atas kepalanya.
Tanpa Garhan dan Kazan sadari, serangan terakhir yang dilakukan oleh pemimpin musuh ternyata memiliki tujuan lain. Dia memang tidak mengincar Kazan, melainkan memberi sinyal kepada sisa kawan yang berada cukup jauh dari tempatnya berada.
Anak panah milik pemimpin musuh meledak di atas udara, kemudian kilauan mana bersinar bagai ratusan bintang.
Dari hal tersebut, kelompok lain dari pembunuh yang tengah menjalankan tugasnya, bisa memastikan keberadaan dari kawan dan sasaran mereka.
Saati itu, Kazan yang sudah menguras begitu banyak energi 'mana', mulai memasang wajah pucat sembari turun dari atas udara.
Sihir hebatnya mulai tidak berbentuk lagi, dan semua air yang tengah menenggelamkan musuhnya langsung mengalir kembali seperti sewajarnya.
Untungnya semua musuh yang dirinya lawan sudah kehabisan nafas, mereka semua tergeletak dengan wajah pucat, ketika bola air yang sudah menenggelamkan mereka, tidak bisa lagi mempertahankan wujudnya.
"Ayah... Sepertinya mereka masih punya teman," ucap Kazan dengan nada lesu setelah sampai di hadapan Garhan. Dia menyadari sinyal yang pemimpin musuh lakukan, namun dia tidak bisa lagi memberi bantuan karena sudah kelelahan.
Melihat kantung mata Kazan sudah begitu menghitam, Garhan bergegas merangkul anaknya. Dia menahan tubuh kecil yang sudah limbung di depannya sembari berkata, "Kerja bagus, Anakku. Serahkan sisanya untuk orang tua ini,"
Dengan sisa energi yang sangat jauh dari kata cukup, Kazan hanya tersenyum tipis kala itu. Dia menatap ayahnya dengan begitu lesu, kemudian jatuh tepat di dalam dekapan ayahnya.
Saat itu Garhan langsung menggendong tubuh Kazan yang sangat lemas. Dia kembali bersiul untuk memanggil binatang miliknya, namun sayangnya Aguro yang tengah membawa istri dan anaknya tidak menampakkan wujudnya.
Garhan hanya punya satu pilihan kala itu, dia harus terus berlari sejauh mungkin, untuk menghindari sergapan yang bisa terjadi kapan saja.
Dengan segenap kemampuannya, Garhan terus dan terus berlari tanpa jeda. Dia terus masuk ke dalam hutan belantara, dengan sejuta rasa khawatir yang bergumul di dalam dadanya.
Bersambung....
aku mampir mas Thor..
aku tunggu ya kak di persimpangan sini,, kalo sudah sampai beri tanda ,,, wkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkw
cerita mu menarik, selalu buat penasaran. semoga secepat nya dikontrak novelnya ya thor 👍👍
kazan up lgii
mksh udah up
semangat