Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arti Sebuah Kebebasan
Kau memiliki kehidupan yang sempurna, Imah.. Kehidupan yang diinginkan oleh setiap orang. Setiap anak menginginkan kehidupan seperti apa yang kamu dapatkan. Tapi mereka tidak pernah tahu, bagaimana rasanya saat mereka benar-benar menjadi seperti dirimu.
Mungkin mereka akan merasa tertindas. "
Kehidupan Imah bagaikan sebuah lukisan indah yang menggambarkan keindahan yang sempurna, keindahan yang tak ada cacat dan cela nya.
Lingkungan tempat tinggal Imah merupakan lingkungan yang aman, lingkungan yang terjaga dari hal-hal yang bersifat negatif.
Kedua orang tuanya benar-benar menempatkan dilingkungan yang terjaga, lingkungan yang diciptakan nyaman yang diciptakan oleh orang-orang yang mencintai dan menyayanginya.
Dan Imah sangat menyadari semua itu.
Saat Imah mulai melakukan kegiatan kuliah, Imah merasa senang karena Imah merasa bebas dari semua aturan yang ia rasa mengikat hidupnya.
Ia merasa siap dan mampu melakukan perubahan dalam hidupnya.
" Apa yang akan kau lakukan jika kau berumah tangga dan memiliki anak-anak?
Apakah kau akan memperlakukan mereka berbeda dengan orang tuamu memperlakukan mu? " tanya Zack mencoba mencari perubahan apa yang akan Imah lakukan dalam hidupnya kedepan.
Satu pertanyaan yang menarik bagi Imah, itu membuat ia sejenak berfikir apa yang akan ia lakukan nanti.
" Aku rasa, aku akan sangat menyayangi anak-anak ku dengan cara ku sendiri, aku tidak akan membiarkan anak-anak ku kekurangan rasa kasih sayang.
Aku akan berusaha memahami setiap kebutuhan mereka, dan akan mendukung apa yang mereka inginkan agar mereka bisa menjadi diri mereka sendiri, tanpa merasa terkekang oleh peraturan yang telah ditetapkan oleh orang tua.
Aku akan menjadi teman ataupun sahabat bagi mereka.
Aku juga akan mendukung apapun aktivitas mereka selama itu baik dan bermanfaat bagi mereka.
Apa yang aku rasakan dan aku alami saat aku kecil tak akan aku terapkan pada anak-anak ku. "
Imah menjelaskan konsep mendidik anak-anak yang ia ingin terapkan pada anak-anak nya kelak.
Pengalaman masa kecil membuatnya berfikir bahwa menjadi orang tua tidak perlu memaksakan kehendak pada anak-anak, tidak perlu mengekang keinginan anak selama itu baik.
Setiap anak punya keinginan sendiri, mereka juga punya bakat yang ingin mereka kembangkan.
Tak perlu dikekang dan dilarang tapi perlu diarahkan.
Pengalamannya dimasa kecil membuat Imah jadi lebih berfikir positif tentang kehidupan anak-anak nya dimasa depan.
Bagaimana ia ingin mendidik dan membimbing anak-anak nya menuju kesuksesan.
" Aku akan mendukung setiap keinginan dan cita-cita anak-anak ku.
Jika mereka bercita-cita ingin menjadi penerbang seperti mu, aku akan mengizinkan.
Aku tak perlu mencemaskan tentang bahayanya, kegilaannya, atau aku tak akan mengatakan bahwa itu tidak layak buat mereka, dan mereka harus mengikuti apa yang menjadi keinginanku.
Menurut ku, orang tua tidak berhak memaksakan kehendak pada anak-anak nya, mereka tak perlu melakukan semua itu. "
Imah menjelaskan semuanya, betapa Imah mendambakan kebebasan.
Hal itu pun sangat diharapkan oleh Zack sepanjang hidupnya.
Tak ada ikatan ataupun belenggu yang mengikatnya.
Zack pasti akan meruntuhkan setiap ikatan, belenggu, atau segala hal yang menghalangi dan menghambatnya.
Ia tidak hanya menginginkan kebebasan tapi juga sangat membutuhkan kebebasan untuk bertahan hidup.
Sesuatu yang tidak akan pernah ia serahkan demi siapapun dan demi apapun.
" Mungkin bagi ku lebih mudah, karena aku tidak memiliki orang tua. "
Zack menceritakan pada Imah tentang orang tuanya yang meninggal saat ia berusia enam bulan, lalu ia tinggal bersama sepupu-sepupunya.
" Apakah sepupu-sepupu mu baik pada mu? " tanya Imah.
Ia terlihat sedih membayangkan Zack yang masih sangat kecil dan kehilangan orang tuanya.
Kisah hidup Zack terdengar begitu menyedihkan.
" Sebenarnya mereka tidak begitu baik, mereka menyuruhku membersihkan rumah dan pekerjaan rumah lainnya. Mereka juga memintaku untuk menjaga anak-anak.
Aku hanya sendiri untuk mereka beri makan.
Ketika krisis melanda mereka terlihat senang dan bahagia saat aku pergi meninggalkan rumah.
Membuat mereka merasa tak perlu lagi memberi ku makan.
Mereka selalu berkata bahwa mereka tak punya uang.
Imah hanya mengenal kemewahan, keamanan dan kenyamanan.
Ia tak pernah tahu krisis ekonomi yang melanda.
Krisis ekonomi tidak menyentuh keluarga Imah. Imah hanya tahu kenyamanan dan keamanan.
Imah selalu aman dan terlindungi.
Imah bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Zack semasa kecil.
Bagi Zack, terbang berarti kebebasan, Imah tak pernah memiliki kebebasan dan sangat mendambakan kebebasan.
Imah menginginkan sedikit lebih banyak peluang dari yang diberikan oleh orang tuanya.
Imah merasa tidak memiliki kebutuhkan kebebasan yang sama seperti yang Zack miliki untuk sebuah kebebasan.
" Apakah suatu hari nanti kau ingin memiliki anak, Zack? " tanya Imah yang bertanya-tanya bagaimana bisa Zack memikirkan sebuah keluarga dan memiliki anak. Atau apakah hal itu tidak penting bagi Zack.
Zack sudah cukup berumur untuk memikirkan hal itu.
" Aku tidak tahu.! Aku belum pernah memikirkan untuk memiliki seorang anak.
Aku berfikir, mungkin tidak bisa menjadi seorang ayah yang baik nantinya.
Aku jarang berada di suatu tempat dalam waktu yang lama.
Aku terlalu sibuk dengan penerbangan ku.
Anak-anak pasti membutuhkan sosok ayah yang selalu ada bersama mereka, mendampingi mereka dalam setiap tumbuh kembangnya.
Mungkin aku akan bahagia jika tak memiliki anak.
Jika aku memiliki anak, aku akan selalu memikirkan apa yang tidak aku lakukan untuk mereka, dan aku merasa sangat bersalah pada mereka. "
Zack menguraikan ketakutannya jika ia memiliki anak.
Ia takut jika tidak bisa membimbing anak-anaknya, tidak bisa mendampingi mereka, serta tidak bisa memberi kasih sayang yang mereka butuhkan.
Pengalaman masa kecil Zack yang tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan orang-orang disekitarnya, membuat Zack berfikir jika ia tidak bisa memberikan kasih sayang pada anak-anaknya.
Zack tidak mau jika anak-anaknya nanti merasakan hal yang sama yang seperti ia rasakan.
Tidak mendapatkan kasih sayang merupakan hal yang menyakitkan dan menyedihkan bagi seorang anak.
Dimana mereka membutuhkan orang yang memberi perhatian, memberi bimbingan, menegur bila melakukan kesalahan dan memanjakan dengan belaian yang menenangkan.
Zack tidak pernah merasakan hal itu.
Hanya makian dan perlakuan kasar yang ia dapat dimasa kecilnya.
Zack takut teramat takut jika ia akan melakukan suatu kesalahan pada anaknya.
Ia takut jika anaknya kelak akan membenci dan tak menginginkan kehadirannya.
Ia mencintai terbang, cukuplah baginya mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang ia lakukan.
Mengarungi angkasa, berpindah dari satu tempat ketempat lainnya dengan cara yang cepat.
Zack sangat menikmati itu.
Menikmati kehidupan yang ia jalani sekarang.
" Apakah suatu hari nanti kau ingin menikah, Imah? " tanya Zack.
Imah terdiam.
Imah telah terpesona pada Zack.
Ia belum pernah mengenal orang yang seperti Zack.
Orang yang sangat menarik baik Imah, orang yang bisa membuatnya nyaman saat bersamanya, dan bisa membuatnya bercerita tentang segala hal, mengutarakan tentang isi hatinya, tentang kebimbangan dan tentang semua keinginannya.
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏