NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahrul Mulia

Demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang, Arunika Maheswari terpaksa menggantikan kakaknya menikah dengan Arsen Valentino, seorang CEO sekaligus Raja Mafia paling berkuasa. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan itu membawa Arunika masuk ke dunia penuh rahasia, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya setiap saat.

Di tengah bahaya yang terus mengintai, hubungan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang tak terduga. Namun, mampukah Arunika bertahan sebagai istri sang Raja Mafia, atau justru menjadi kelemahan terbesar yang akan menghancurkan Arsen?

Disclaimer : Novel ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Seluruh isi cerita merupakan imajinasi penulis dan tidak untuk ditiru atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penyalahgunaan isi novel di luar tujuan sebagai bacaan hiburan.

Terima kasih dan selamat menikmati cerita. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrul Mulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Sipir Besi dari Masa Lalu

_____________________________

Dinding beton ruang bawah tanah Altar Pemurnian Murmansk bergetar konstan, meneruskan sisa gelombang kejut dari ledakan helikopter siluman aliansi barat di permukaan luar. Di dalam labirin steril yang terisolasi di bawah lapisan es Rusia Utara ini, atmosfer mendadak berubah menjadi kuburan kedap udara yang dingin dan mencekam. Bau mesiu, ozon akibat korsleting sirkuit elektromagnetik, dan uap beku berbaur menciptakan tekanan udara yang menyesakkan paru-paru.

Bip. Bip. Bip.

Lampu indikator biosensor merah di sepanjang langit-langit koridor berkedip cepat, menyemburkan pendar cahaya darah yang menyiram wajah orang-orang di dalamnya. Di bawah pendar merah itu, Arsen Valentino berdiri dengan tubuh tegap yang sedikit limbung. Kemeja putihnya yang robek di bagian dada menampilkan tato faksi Valentino yang kini bersimbah darah segar. Sepasang mata elangnya tetap menyipit tajam, menatap lurus ke kegelapan koridor dengan hasrat membantai yang murni dari seorang predator tertinggi dunia bawah tanah. Koper perak di dadanya kini telah kosong dua tabung, hanya menyisakan satu silinder Eclipse Omega yang memancarkan pendar cahaya amber yang samar.

Di sampingnya, Arunika palsu berdiri tegak dengan keanggunan yang luar biasa mematikan. Efek dari cairan amber murni yang dihujamkannya langsung ke pembuluh darah karotis beberapa menit lalu telah memicu transformasi biologis yang brutal namun sempurna. Di bawah kulit leher kirinya, garis-garis urat saraf yang semula biru keunguan kini berpendar memancarkan cahaya amber terang yang konstan. Rasa dingin yang melumpuhkan saraf motoriknya telah hilang total, digantikan oleh gelombang kekuatan baru yang membuat sepasang mata porselennya berkilat memancarkan pendar amber murni. Dia telah terlahir kembali dari neraka klonasi sebagai Altar terakhir.

Di sudut lorong yang remang-remang, Marco tampak terduduk sambil memegangi dadanya yang terluka, napasnya pendek dan berat, sementara Arunika asli merangkak kaku dengan sisa kekuatan dari wajah kanannya yang hancur terbakar.

Namun, perhatian semua orang di dalam ruangan itu mendadak terkunci mati pada suara langkah kaki yang sangat berat dari arah ujung lorong yang gelap.

Dug... Dug... Dug...

Ketukan sepatu bot besi kuno itu bergaung berat, berirama dengan detak jantung yang beradu. Dari balik bayang-bayang pilar beton, sesosok pria raksasa melangkah keluar. Tubuhnya dibalut oleh zirahn taktis berat berlapis baja hitam, dan wajahnya sepenuhnya ditutupi oleh sebuah topeng besi pelindung penuh guratan logo faksi Eclipse yang asli. Kehadiran pria raksasa bertopeng besi ini memancarkan aura maut dan otoritas masa lalu yang begitu pekat, membuat suhu di dalam koridor steril itu terasa turun melampaui titik beku.

### Bayangan yang Seharusnya Membusuk

Letupan emosi pembaca dipastikan akan naik turun ke titik tertinggi di bagian ini. Kebencian, kemarahan defensif, dan keputusasaan yang mendalam kembali bergejolak hebat di dalam dada Arunika palsu. Dia menatap topeng besi di depannya dengan pandangan mata yang telah kehilangan seluruh unsur kemanusiaan. Labirin kepalsuan dinasti Valentino ternyata memiliki satu sipir rahasia yang sengaja disimpan Haryo untuk mengeksekusi mereka jika skenario ilmiahnya meleset dari rencana semula.

"Sepuluh tahun..." suara dari balik topeng besi itu terdengar sangat parau, berat, dan bergema kaku menembus katup udara logam. Pria raksasa itu mengangkat sebilah pedang komando taktis berukuran besar yang permukaannya hitam legam oleh baja karbon. "Haryo Valentino menyelamatkanku dari eksekusi mati faksi barat hanya untuk menjadikanku penjaga gerbang neraka ini. Arsen... anak haram yang mengambil alih kerajaanku... malam ini kau akan membusuk di tempat yang sama dengan ibumu!"

Arsen Valentino tertegun untuk sekian milidetik, sepasang mata elangnya melebar dengan kilatan amarah purba yang luar biasa hebat saat mendengar frekuensi suara di balik topeng besi tersebut. Suara itu... meskipun terdengar rusak oleh distorsi katup logam, memiliki intonasi dan wibawa dari sesosok pria yang selama sepuluh tahun ini fotonya dipajang di aula utama mansion pusat sebagai pahlawan faksi yang gugur.

"Gideon..." desis Arsen, suaranya merendah menjadi ancaman mutlak yang sangat mengerikan. "Kau... kakak kandungku yang kukira telah tewas dipenggal oleh faksi Rusia sepuluh tahun lalu?"

Kebenaran besar dari masa lalu kembali meledak menghancurkan seluruh logika cerita. Pria raksasa bertopeng besi itu adalah Gideon Valentino—anak pertama Haryo yang sah dari istri pertamanya, pria yang kematian palsunya sengaja dirancang oleh sang mentor agung untuk menciptakan legitimasi perang dan memicu ambisi balas dendam Arsen agar bergerak membersihkan seluruh musuh di Eropa Barat!

Haryo Valentino yang asli berdiri di balik barisan pasukan khusus Rusia di ujung panggung teratas lorong, menyunggingkan sebuah seringai kejam penuh kemenangan politik ilmiah. Pria tua dengan wajah baru hasil rekonstruksi radikal itu menatap anak-anak kandungnya dengan pandangan mata yang sarat akan obsesi murni yang mengerikan.

> "Gideon adalah mahkota pertamaku yang gagal karena tubuhnya menolak integrasi kultur sel Eclipse sepuluh tahun lalu, Arsen," suara Haryo yang asli menggema melalui pengeras suara internal koridor. "Namun dia adalah anjing penjaga terbaik yang kuperlihara dengan topeng besi ini. Dan sekarang... setelah salinan jalanan itu berhasil menyerap sel Eclipse Omega murni, tugas Gideon adalah memotong kepala kalian semua dan mengambil kembali rahim biologis yang telah disempurnakan itu untuk dibawa ke inkubator pusat!"

>

### Fragmentasi Saraf dan Baja

Kekacauan masif seketika pecah di dalam koridor bawah tanah Altar Pemurnian. Gideon Valentino menerjang maju dengan kecepatan yang sangat tidak wajar untuk ukuran tubuh raksasa berzirah baja berat. Pedang komando hitamnya diayunkan ke bawah dengan kekuatan masif yang sanggup membelah udara, menyasar langsung ke arah leher Arsen.

Sret!

Arsen Valentino bergerak dengan refleks predator tertinggi, melemparkan tubuh tegapnya ke samping demi menghindari tebasan maut yang menghancurkan permukaan lantai beton hingga memercikkan serpihan batu dan debu putih. Di saat yang bersamaan, Arsen melepaskan rentetan tembakan beruntun dari senapan serbu otomatis pendeknya ke arah zirah dada Gideon, namun peluru-peluru baja itu hanya memantul kaku, menimbulkan percikan api tanpa memberikan luka berarti pada zirah titanium tebalnya.

Bang! Bang! Bang!

Arunika palsu tidak tinggal diam menyaksikan pertumpahan darah di depannya. Mutasi sel Eclipse Omega yang bergerak di bawah kulit leher kirinya memberikan dorongan kekuatan biologis baru yang melampaui batas manusia normal. Dengan sepasang mata porselen yang berkilat amber murni, dia melesat maju menembus kepulan asap merah indikator biosensor, tangan kanannya merogoh belati kecil beracun yang terjatuh di dekat reruntuhan panel.

Dengan kelincahan yang luar biasa dingin, Arunika palsu melompat ke atas punggung zirah raksasa Gideon, menghujamkan bilah belati beracunnya tepat ke arah celah katup udara terbuka di bagian belakang helm topeng besi pria itu.

Sret!

Gideon meraung parau, tangan raksasanya bergerak secepat kilat merenggut jubah mantel bulu serigala Arunika palsu, lalu menyentak dan melemparkan tubuh ramping gadis itu ke depan dengan kasar hingga menghantam pilar beton koridor.

Brak!

Arunika palsu terhempas ke lantai marmer yang dingin, terbatuk memuntahkan cairan amber encer dari sela bibirnya yang pucat. Emosi pembaca dipastikan akan naik turun dengan ekstrem di bagian ini. Di satu sisi, tubuh replikanya memancarkan kekuatan regenerasi yang luar biasa, namun di sisi lain, benturan masif itu memicu resonansi sel yang aneh di dalam kepalanya.

Suara-suara halusinasi digital dari sisa ingatan laboratorium Haryo mulai berdengung keras di dalam rungu Arunika palsu, menampilkan bayangan jutaan salinan dirinya yang mati membusuk di dalam inkubator bawah air internasional. Rasa sakit psikologis itu bercampur dengan mati rasa yang kejam, membuatnya berdiri kembali dengan seringai yang kian beracun.

"Kau hanyalah barang rongsokan tua yang dipelihara dengan rantai besi, Gideon!" jerit Arunika palsu, suaranya terdengar begitu datar namun sarat akan racun kematian murni yang mematikan. Dia bangkit berdiri dengan keanggunan seorang ratu mafia yang telah melepaskan sisa kemanusiaannya. "Mari kita lihat bagaimana zirah titaniummu bertahan dari racun murni yang mengalir di pembuluh darahku!"

Arsen Valentino memanfaatkan momen pengalihan krusial tersebut. Pria itu bangkit dengan senapan serbu yang telah habis peluru, lalu mencabut sebilah pisau taktis bermata ganda dari balik sepatu bot kulitnya. Arsen menerjang maju, memotong jalur gerakan kaki Gideon, menghujamkan pisaunya tepat ke arah sendi lutut zirah besi yang tidak terlindungi pelat baja tebal.

Duar! Letusan!

Pasukan khusus Rusia di ujung lorong mulai memuntahkan tembakan massal untuk membantu Gideon, membuat koridor bawah tanah itu dipenuhi oleh hujan peluru yang memantul liar di antara dinding beton dan pilar marmer. Marco mencoba menembak jatuh dua prajurit Rusia dari posisinya, namun jumlah musuh yang terlalu masif membuat sisa pasukan aliansi barat kian terdesak ke sudut ruang yang sempit.

### Gerbang Inkubator Pusat

Di tengah kekacauan baku tembak dan pergulatan maut tiga darah Valentino, Haryo Valentino yang asli perlahan berjalan mundur menuju ke arah pintu baja hidrolik raksasa kedua di belakang panggungnya—pintu yang menuju langsung ke arah kompleks laboratorium inkubator pusat tempat klonasi Eclipse Omega disimpan secara massal. Pria tua itu memegang sebuah gawai pengontrol digital baru, bersiap mengunci gerbang Altar Pemurnian secara permanen untuk membiarkan anak-anaknya saling bantai hingga menyisakan satu wadah tunggal yang sah.

"Selesaikan tugasmu, Gideon," perintah Haryo dingin melalui frekuensi radio taktis. "Bawa wadah amber itu kepadaku dalam kondisi hidup atau mati."

Arunika yang asli, yang sejak tadi terkapar di lantai dekat jalur rel gerbong, melihat pergerakan ayahnya. Dengan sisa kekuatan terakhir dari tubuh kandungnya yang tercemar api ledakan, dia merangkak perlahan mendekati panel kendali darurat pintu baja di dekat kaki Haryo. Wajah hancurnya menyiratkan sebuah intrik keputusasaan terakhir yang luar biasa gila.

"Kau... kau tidak akan pernah membiarkanku hidup setelah ini, Ayah..." bisik Arunika asli, suaranya parau berbaur dengan deru pertempuran. Sambil menatap Haryo dengan sepasang mata porselen yang rusak, tangan kanannya yang gemetar mendadak menghantam tombol aktivasi darurat sekunder yang tersembunyi di bawah panel lantai beton.

Biiiippppp!

Suara alarm sistem darurat berskala militer yang jauh lebih masif mendadak menggema dari seluruh sudut pangkalan bawah tanah Murmansk, disusul oleh penutupan paksa seluruh pintu baja hidrolik di sepanjang koridor, namun arah gerakannya kali ini bukan mengunci dari luar, melainkan memicu sistem pemampatan ruang hampa udara (air-lock vacuum system) di dalam kompleks laboratorium inkubator pusat.

Tekanan udara di dalam lorong tempat Arsen, Arunika palsu, dan Gideon bertarung mendadak tersedot hebat ke arah dalam gerbang baja laboratorium yang mulai terbuka paksa sedikit akibat distorsi sistem darurat yang dipicu oleh anak kandungnya yang sah. Angin topan bertekanan tinggi seketika menyapu ruangan, menarik tubuh mereka semua terseret ke arah celah pintu baja raksasa yang menuju ke arah kegelapan inkubator pusat.

Di tengah pusaran angin ruang hampa yang luar biasa masif itu, Gideon Valentino berhasil menancapkan pedang komando hitamnya ke dalam celah lantai beton untuk menahan posisi tubuh raksasanya, sementara tangan kirinya yang berlapis baja tebal bergerak secepat kilat menyambar pergelangan tangan kiri Arunika palsu—tepat di atas urat saraf yang memancarkan pendar cahaya amber Eclipse Omega murni.

Arsen Valentino yang terdorong oleh arus udara ruang hampa mencoba menggapai tubuh Arunika palsu, namun cengkeraman raksasa Gideon terlalu kuat untuk dilepaskan di tengah badai hisap beton tersebut. Koper perak di dada Arsen tersangkut di tepian pilar beton, menciptakan jarak kritis di antara sepasang penguasa baru dinasti Valentino tersebut.

Melalui celah pintu baja raksasa inkubator pusat yang mulai tertutup kembali secara lambat akibat sistem otomatisasi darurat, sesosok wanita muda dengan pakaian laboratorium serba putih dan wajah yang **sama persis** dengan wajah Arunika palsu serta Arunika asli melongokkan kepalanya dari dalam kegelapan cairan inkubator—namun wanita ini tidak memiliki luka bakar, tidak memiliki tanda lahir buatan, dan sepasang mata porselennya memancarkan pendar cahaya amber yang jauh lebih pekat dan sempurna, menandakan eksistensi dari sesosok wadah murni ketiga yang sama sekali belum pernah terdeteksi oleh radar intelijen internasional mana pun.

Wanita ketiga itu menatap Arunika palsu yang terkunci di bawah cengkeraman Gideon dengan sebuah senyuman kejam yang amat mengerikan, lalu menekan sebuah tombol manual dari balik kaca kedap suara ruangan dalam.

**Bersambung ke Bab 33...**

* Siapakah sebenarnya sosok wanita muda ketiga yang memiliki wajah sama persis di dalam laboratorium inkubator pusat Murmansk tersebut?

* Apakah Haryo Valentino yang asli sebenarnya telah melahirkan tiga pecahan cermin dari Proyek Eclipse, dan siapakah di antara mereka yang merupakan pemilik sah dari takhta tertinggi dinasti Valentino?

* Dan bagaimanakah Arsen akan melepaskan Arunika palsu dari cengkeraman besi Gideon sebelum sistem ruang hampa udara menghancurkan sisa paru-paru mereka di dalam labirin es Rusia Utara?

Tunggu kelanjutan kisahnya yang semakin memanas dan penuh letupan konflik luar biasa di bab berikutnya!

1
lee eun ji
😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!