"Kau yakin dengan misi ini?" tanya Bela pada Anna.
"Kalau aku jawab tidak yakin, apa kau akan menyerahkan misi ini pada orang lain Bela?" Anna bertanya balik pada Bela sambil menyilangkan kaki nya di ujung sofa.
Bela mengerlingkan mata nya, ini bukan pertama kali nya dia mendengar Anna berkata seperti ini. Anna dalam mode ini memang sangat lah menyebalkan, bicara asal, belagu dan sangat suka merendahkan orang lain.
Namun sebagai teman baik Anna sekaligus bos dari bisnis rahasia ini, Bela sama sekali tidak masalah. Anggap lah dia sudah sangat maklum menghadapi setiap karakter yang ada di dalam diri Anna Dartmen.
"Ck.. kau ini sedang mengejek ku?!" Ujar Bela pada Anna.
"Tidak! aku tidak sedang mengejek mu! Aku hanya bertanya saja." Ucapnya yang sambil tiduran di atas sofa di dalam markas mereka.
"Ann, kau memang adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan misi ini tapi aku tetap saja merasa was-was! Sebab yang tahu kapan kau akan berubah Bisa saja kau berubah menjadi Annna, B
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#13
“Anne Arberto!” Steve memperhatikan foto Anne yang dia ambil diam-diam saat di kamar tadi.
Dalam pikiran Steve kini terbayang wajah Anne saat Anne melepaskan topi yang Anne kenakan sehingga wajah cantik Anne benar-benar terlihat. “Mata, hidung, dan bibir nya sangat indah. Kulit nya yang seputih susus sungguh membuat ku ingin menyentuh nya lagi dan lagi. Harus aku menggagalkan dia menjadi bibi ku?”Steve tersenyum smirk, seolah ada ide jahat yang sedang terketik di dalam kepala nya saat ini.
“Atau kah cukup aku rasa kan saja?” ujar nya lagi sambil kembali tersenyum karena teringat perbuatan nekat nya tadi pada Anne. Jujur Stevet sendiri tidak tahu dari mana dia mendapatkan keberanian seperti tadi, tiba-tiba berani mencium bibir Anne dan berkata sedemikian ero tis nya pada calon bibi nya. Tapi semua nya benar-benar terjadi begitu saja.
Steve pun memejamkan untuk merehatkan isi kepala nya hampir meledak karena memikirkan wanita yang seharusnya tidak boleh di sentuh.
Lain Steve, lain pula Leo. Saat ini Leo sedang berbagi peluh dengan Dalia di dalam sebuah kamar hotel, tempat dimana Leo dan Dalia bisasa main kuda-kudaan.
“Ah! Leo! Fastre baby faster!” teriak Dalia seperti orang yang kesetanan saat Leo bergerak maju mundur di belakang tubuh Dalia yang sedang menungging. “Come babe! Faster!” teriak nya lagi dan lagi, membuat Leo semakin terpacu untuk memberikan service terbaik nya pada wanita yang sudah puluhan kali di tiduri nya itu. Bahkan kalau di hitung mana lebih banyak Leo atau Steve meniduri Dalia, maka the winner nya akan jatuh ke Leo.
Bila di hitung-hitung, Steve baru satu kali meniduri Dalia. Dan setelah nya Steve langsung mengajak Dalia menikah. Sedangkan Leo, sejak mengenal Dalia sampai hari ini, pantang kedua kaki Dalia terkang kang, Leo akan maju tak gentar untuk menerobos lembah tak berhutan itu.
“Ahk!” Teriak Leo saat para cebong nya masuk seluruh nya ke dalam jaring kecebong yang telah dia pakai demi keamanan hubungan nya dan Dalia.
“Thanks Dalia.” Ujar Leo, dan mencabut milik nya dari li yang Dalia.
“Hmm.. apa setelah celap celup dengan ku, nanti malam kau akan celap celup dengan tunangan baru mu Leo!” Dalia yang sebenarnya belum merasa terpuaskan, langsung menggunakan ganjalan hati nya sebagai media untuk meluapkan amarahnya sebab ia tidak sampai pada klimak yang di ingin kan.
“Kau ini kenapa Dalia? Kenapa kau berkata begitu?” Leo mencubit pucuk gunung kembar milik Dalia.
“Aku ini tidak buta Leo! Aku tahu, kau suka kan dengan tunangan mu itu! Pasti junior mu itu sudah tidak sabar untuk masuk ke sarang milik di Anne itu! Sudah kau ngaku saja...!!!” Amuk Dalia pada Leo.
“hei!! Kau ini kenapa Dalia? Bukan kah aku sudah mengatakan kalau hubungan kita ingin jangan melibatkan perasaan! Kau suka dan aku suka, maka kita lakukan! Itu saja! Lagi pula selama ini aku tidak pernah melarang mu atau cemburu jika kau main di ranjang dengan Steve!”
Leo yang biasanya tidak pernah menaikan suara nya bila berbicara dengan Dalia, hari ini seperti nya sedang lepas kendali. Suara terdengar sangat tinggi. Entah mengapa saat Dalia membawa nama Anne, Leo jadi marah. Dia terdengar tidak suka jika Anne di sama kan seperti Dalia.
“Dasar ja lang! Berani sekali dia menyamakan diri nya dengan Anne ku!!” Ucap Leo dalam hati.
☘️☘️☘️☘️
Edisi curhatan hati kak Upe di setiap bab😎
Gimana kak UPe mau semangat nulis ya! Yang baca kadang ada yang tidak like, sudah like tapi gak komen..apa lagi tabur bunga! Lemas hati ku mbak yu............. piye iki!
Tapi kak Upe ucapkan buat kakak – kakak yang masih semangat booming like dan komen.
Memang tidak semua komen kak UPe balas karena kak UPe sempat nya Cuma nulis bab saja. Tapi komen kakak-kakak, kak UPe baca dan jadi menyemangat kak UPE loh!
So gimana aku mau semangat nulis! Sebagian pembaca gak semangat komen........ yang terlihat like nya hampir 200, tapi yang like gak sampai 50.... Meng sedih akuh! # edisi curhat kak UPe malam ini.