NovelToon NovelToon
Mellisa Untuk Davin

Mellisa Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Romansa
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rasya Fay

Kisah pernikahan.

Davin dan Mellisa menikah karena dijodohkan.
Davin telah mencintai istrinya dengan sepenuh hati.
Sedangkan Mellisa sama sekali tak mencintai suaminya.

Mereka tinggal bersama namun tak sekamar, walaupun Davin menggertak istrinya bahwa dia akan mundur, itu tak berpengaruh apapun bagi Mellisa.

"Mama mengatakan tidak akan memaksaku, aku boleh mundur jika aku mau."

"Jangan."

Mellisa menoleh ke arah suaminya dan mendekatinya.

"Jangan. Aku mohon, Mas," pinta Mellisa sambil berlutut di bawah kaki sang suami.

"Tetaplah di kamar ini," pinta Davin lalu menyuruh Mellisa berdiri.

"Aku minta maaf, Mas. Aku akan ke kamar tamu."

Mellisa berlalu menuju kamar tamu.

Davin menutup pintu kamarnya dengan kasar membuat Mellisa yang sudah di dalam kamar tamu menjadi kaget.

Bagaimana kisah rumah tangga mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasya Fay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Siap (Terlena)

Malam hari.

"Yang mana ya, ini saja lah, mas Davin pasti suka."

Setelah selesai berpakaian, giliran sekarang Mellisa merias diri di depan cermin.

"Tipis sajalah, kalau terlalu tebal takut mas Davin tak suka," ucap Mellisa pada bayangan wajahnya di cermin.

Mellisa tersenyum.

'Aku agak gugup,' batinnya.

Mellisa telah siap. Dia keluar kamar dengan baju minim dan seksi.

Davin membulatkan matanya sambil meminum air putih di tangannya.

Uhuk!

Uhuk!

"Pelan-pelan sayang." Mellisa menghampiri suaminya.

Uhuk!

"Minum lagi." Mellisa memberikan segelas air lagi.

Batuk Davin sedikit mereda.

"Kenapa?" tanya Mellisa memberikan segelas air lagi agar batuk suaminya benar-benar mereda.

"Kenapa masih tanya, aku kaget melihatmu." Davin melirik sang istri sambil minum air pemberiannya.

"Aku jelek ya, Mas. Make up yang aku pakai terlalu berlebihan atau bagaimana," ucap Mellisa menunduk.

Davin tak menjawab karena masih minum.

"Katanya malam ini aku harus bersiap," ucap Mellisa lagi masih menunduk.

Davin malah tersedak dan menjatuhkan gelas hingga pecah.

Mellisa kaget.

"Biar aku beresin, Mas."

Davin membantu istrinya membereskan gelas dan pecahan-pecahan kecil.

"Maaf," ucap Mellisa.

Davin tersenyum nakal.

"Malam ini ya," ucap Davin melirik sang istri.

"Kamu sangat cantik, bahkan tanpa riasan sekalipun kamu sudah sangat cantik sayang," puji Davin.

Mellisa menunduk malu.

"Apa kamu sudah siap?" tanya Davin lembut.

Mellisa masih menunduk dan mengangguk pelan.

Davin langsung mencium bibir istrinya, Mellisa yang memang sudah siap membalas ciuman suaminya dan melayani sang suami dengan sepenuh hati.

Mereka berciuman dengan lembut dan hangat, keduanya saling menikmati pemanasan mereka sampai akhirnya keduanya sama-sama bergairah.

Davin menggendong istrinya tanpa banyak bicara, dia membawa istrinya memasuki kamar.

"Mas," panggil Mellisa manja.

"Iya." Davin menatap lekat sang istri.

"Baca do'a dulu."

"Kita baca sama-sama ya."

Mellisa mengangguk.

"Bismillah, Allahumma Jannibnis Syaithana Wa Jannibis Syaithana Ma Razaqtani."

"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari(gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa(anak) yang akan Engkau rezekikan kepada kami."

Setelah membaca do'a, mereka melakukan ibadah malam dengan khidmat.

Awalnya Mellisa merasa sakit, namun karena kelembutan Davin membuat rasa sakit itu tak terlalu kentara.

Awalnya keduanya malu-malu, hingga di tengah permainan rasa malu mereka hilang begitu saja.

Di malam itu, dua insan sedang terlena dalam syurga dunia, memadukan cinta dan tubuh mereka.

Saling berbagi rasa, mengungkapkan cinta bukan hanya sekedar melepaskan hasrat penuh nafsu saja, tapi juga karena mengejar pahala dengan niat ibadah kepada-Nya.

Di akhir pergumulan panas mereka, Davin mengakhiri dengan memberi kecupan di kening sang istri.

"Aku mencintaimu."

"Terimakasih, Mas." Mellisa tersenyum.

***

Mellisa yang sedang memasak kaget ketika tiba-tiba Davin memeluknya dari belakang.

Davin menciumi leher dan rambut sang istri yang masih basah.

"Ayo duduk. Makanannya sebentar lagi siap."

"Kenapa pagi sekali sudah masak?"

"Loh. Bukannya hari ini kerja."

"Aku ingin bolos."

Mellisa membalikkan badannya dan memeluk sang suami.

"Kenapa masih pake lingerie, apa mau menambah lagi?" goda Davin.

Mellisa menggeleng dan menunduk malu.

"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Davin melihat wajah istrinya yang nampak kemerah-merahan.

"Sejak kapan kamu punya baju ini?"

Mellisa langsung tersenyum.

"Sejak... aku jatuh hati sama kamu, Mas."

"Dari awal menikah kamu pasti tidak punya baju ini."

Mellisa menunduk lesu.

"Aku minta maaf ya, Mas." Mellisa merasa bersalah.

Davin mengusap kepala istrinya dan mencium keningnya.

"Lingerie ini beda dari yang semalam, kamu punya banyak stok?" tanya Davin membuat Mellisa tersenyum kembali.

"Banyak, Mas," jawab Mellisa menahan tawa.

Davin tersenyum.

"Wah kalau begitu aku juga harus punya banyak stok obat kuat," ucap Davin menggoda.

Mellisa kaget dan mencubit lengan sang suami.

"Aw, sakit sayang."

Mellisa kembali mencubit lengan suaminya, lengan kanan dan kiri bergantian.

Davin membalas dengan menggelitiki perut dan punggung sang istri bergantian.

"Sudah, Mas. Ampun."

Davin hanya tertawa. Dia menghentikan aksinya dan memeluk sang istri.

***

Setelah selesai sarapan, Davin bersiap berangkat ke kantor.

Davin mencium kening istrinya, dengan sebelah tangannya yang sudah membuka pintu rumah mereka.

"Hati-hati di jalan, Mas," ucap Mellisa dengan senyuman hangatnya.

Bukannya berangkat, Davin malah kembali memeluk istrinya dengan erat. Dia sangat gemas menatap sang istri.

"Aku mau bolos kerja," ucap Davin sambil menciumi pipi istrinya.

Mellisa hanya tersenyum.

"Sudah sana berangkat, nanti terlambat, Mas."

"Iya, aku berangkat ya, hati-hati di rumah." Davin melepas pelukannya dengan berat hati.

Mellisa mengangguk.

***

Larut malam Davin baru pulang, dia nampak sangat lelah dan berjalan dengan lunglai memasuki rumah.

Dia kaget mendapati istrinya ketiduran menunggunya di atas sofa, dengan perlahan dia lalu menghampirinya.

Davin mencium kening sang istri.

Mellisa terbangun dari tidurnya.

"Mas, sudah pulang," ucap Mellisa sambil mengucek matanya.

"Sayang, kenapa tidur di sini?"

"Aku ketiduran, Mas."

Davin mengajak istrinya untuk masuk ke dalam kamar. Dia menyuruh sang istri untuk kembali tidur, sementara dia akan mandi dan berganti baju.

Setelah selesai Davin segera ke tempat tidur dimana istrinya masih belum tidur karena menunggunya.

Mereka bercengkerama sebentar, Davin menceritakan jika hari ini dia bertemu seorang anak perempuan yang sangat lucu dan bikin gemas.

"Bagaimana kalau anak pertama kita perempuan?"

"Perempuan atau laki-laki sama saja Mas, itu sama-sama adalah titipan dari Allah."

"Tapi anak laki-laki itu nakal, sayang?"

"Contohnya kamu kan, Mas."

Davin nampak nyengir. Mellisa tersenyum menahan tawa.

"Boleh minta tolong sesuatu," pinta Davin.

"Apa itu, Mas?" tanya Mellisa.

"Badanku pegal, tolong pijitin ya."

Mellisa mengangguk.

Mellisa memijit pundak suaminya yang merasa pegal-pegal.

"Kamu belum pernah memijit laki-laki ya?" tanya Davin.

"Apa maksudmu, Mas?" tanya Mellisa merasa tersinggung.

Sedari kecil Mellisa sudah ditinggal sang ayah selamanya.

Selama ini sebelum menikah Mellisa hanya di rumah, kenal laki-laki pun itu hanya tetangganya.

"Kenapa?" tanya Davin tak mengerti.

"Aku memang tidak pengalaman, Mas. Maaf." Mellisa menjauh.

"Pijitanku pasti tidak enak," ucap Mellisa lagi dengan sedih.

Davin mencerna kata-kata istrinya, ah iya istrinya itu tersinggung.

"Pijatanmu memang tidak enak, tapi bikin nagih," ucap Davin ingin mencairkan suasana.

Davin mendekati istrinya.

"Maaf," ucap Davin mengecup sang istri.

"Aku memang tidak pengalaman,Mas. Jangankan memijit, aku dekat dengan lelaki saja tidak pernah."

"Iya maaf sayang aku salah, ayo pijit lagi biar makin pintar mijitnya."

"Tak mau." Mellisa mengambek.

"Ya sudah, ayo tidur, ingin dipeluk tidak?" goda Davin.

Mellisa mengangguk malu.

***

1
🍂༄𝑓𝑠𝑝⍟Medina🍂
mampir thor,
momoy
cerita yg menarik dan seru buat di ikuti oleh pembaca
🍾⃝ͩ𝚂ᷞᴀᷴɴᷡ𝚂ᷲᴀɴ🥑⃟K🍷
Mangaatzz update thor, uda ku kasih kembang² + vote 🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️
Rasya Fay: makasih bnyak ya kak atas dukungannya 😊🙏
total 1 replies
🍾⃝ͩ𝚂ᷞᴀᷴɴᷡ𝚂ᷲᴀɴ🥑⃟K🍷
Wuih, visualny Chiko 😗
Rasya Fay: iya itu aktor favku ka... bareng pasangannya Putri marino 🤭
total 3 replies
🤎ℛᵉˣ𝐀⃝🥀MD💜⃞⃟𝓛
baru like thor
𒁍⃝Ғνᷤcͣκᷜɪͭиͥʙ⨻ꚃтʌʀÐ︎᚛➢
🥀🌺Aku kasih rating bintang lima yah🥀🌺
Rasya Fay: wauh makasih bnyak kk 🥰🙏
total 1 replies
Dewi Payang
ketahuan😁😁😁😁
Rasya Fay: hihi 🤭
total 1 replies
Dewi Payang
udah, ga usah gengsi Talita, Dika baik kok😁
Dewi Payang
Andika yaa....😁😁😁
Dewi Payang
sabar Jeny
Dewi Payang
sabar Talita
Dewi Payang
haduh, bagaimana dengan Talita?
Dewi Payang
Tuh kan bener
Dewi Payang
jangan Jeny org nya
Dewi Payang
syukurlah Jeny sadar👍
Kokoro No Tomo
hadir
Kokoro No Tomo
👍👍👍👍👍
Kokoro No Tomo: sama sama😊
total 2 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Hehe saking sibuknya dia itu, makanya gak sadar kalau lagi di liatin oleh suaminya.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Iya, orang tua mana yang tidak ingin melihat anak - anak mereka bahagia dengan pasangan pilihannya.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Sepertinya sang mama sangat mengerti apa yang saat ini putranya rasakan, ada rasa cemas yang menyelimuti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!