Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibu yang Nakal
Dokter keluar dari ruangan operasi. Selma berlari menghampirinya...
"bagaimana keadaan anakku Dok?" tanyanya terburu-buru... Sambil lepas maskernya, Dokter pun menjawab pertanyaan Selma dengan tersenyum..
"tidak ada yang perlu dicemaskan,operasi berjalan lancar. Nyonya bisa menyelesaikan masalah Administrasinya,agar pasien bisa dipindahkan keruangan pemulihan"
Ketika itu,Andreas mendekat dan berkata..
"semua biaya sudah diselesaikan. Lakukan semua tindakan yang di perlukan. Dan pindahkan segera pasien keruang pemulihan. Agar ibunya bisa menjaganya.."
"baiklah Tuan,anak Tuan akan segera kami pindahkan"
Andreas mengangguk. Dan Dokter pun berlalu meninggalkan kami..
"terimakasih Presdir karena sudah membantuku disaat yang tepat"
"tidak perlu khawatir. Kau hanya perlu menjaga anakmu,dan juga beristirahat. Karena anak-anakmu yang lain masih membutuhkanmu,biarlah Alex perawat dan Dokter yang menjaganya.."
"baiklah Presdir"
Selma menurut dan segera mendekati anak-anaknya yang lain..
"kau pulanglah dulu. Ambil semua keperluan yang dibutuhkan. Bersihkan badanmu dan anak-anakmu.." Sambung Andreas kepasa Selma..
"Tapi...."
"Alex biar aku yang jaga selama kau pulang"
Hati Selma terharu mendengar perkataan Andreas. Iya berkali-kali mengucapkan terimakasih sebelum akhirnya ia mengajak anak-anaknya pulang untuk membersihkan diri..
Selama perjalanan pulang Selma terdiam. Apakah kata-katanya yang lalu kepada Andreas sedikit berlebihan. Melihat yang Andreas lakukan semua menunjukkan Andreas adalah Pria baik. Selma sedikit lega,karena ia bisa melanjutkan kesepakatan dengan Andreas. Selma berlikir, tidak mengapa jika menikah tanpa cinta, setidaknya ia menikahi Pria baik. Dan itu tidak akan menyakitinya ataupun anak-anaknya..
Selma mengambil semua yang dibutuhkan. Ia berencana menginap dirumah sakit. Ia membawa baju ganti anak bungsunya,juga keperluan lainnya. Dan segera kembali kerumah sakit..
Sesampainya di Rumah Sakit,Selma mendapati Andreas sedang tertidur disofa. Ia tidak ingin membangunkannya. Jadi ia mengisyaratkan kepada kedua anaknya agar jangan berisik,dan anak-anaknya mengerti..
Saat hendak memasukkan tasnya kedalam lemari,Tidak sengaja Selma membuat suara yang membuat Andreas terbangun..
"kau sudah kembali?" tanya Andreass...
"iya"
"sudah lama? Mengapa tidak membangunkanku?"
"tidak Presdir,kami baru sampai" Kata Selma dengan suara yang sangat lembut...
Tiba-tiba anak sulungnya mendekat..
"ibu.. kami lapar"
Selma dan Andreas terdiam sesaat,lalu Andreas memulai pembicaraan..
"Hai gadis manis,bisakah kau kemari sebentar?"
Anak kecil itu menurut setelah mendapat izin dari sang ibu...
"iya ada apa Paman"
"Siapa namamu?
"Azirah"
"adikmu yang lucu itu"
"Azimah"
"baiklah,apakah kalian pulang tidak diberi makan oleh ibumu?"
"Ehmm.. ibu terburu-buru jadi lupa memberi kami makan"
"anak yang pintar,masih saja melindungi ibumu yang nakal itu"
Andreas dan Selma saling memandang. Dalam hati Selma berkata..
"atas dasar apa dia mengatakan ku nakal"
Kata-kata kesalnya berhenti setelah Andreas mulai berbicara lagi...
"ayo.. ikut Paman.. Paman akan membelikanmu makanan yang enak. Ajak adikmu kita akan membeli banyak makanan dan juga camilan.." Katanya sembari menarik tangan anak sulung Selma.. Lalu melenparkan pandangan kearah Selma...
"aku akan tetap disini menjaga Alex" Kata Selma menjawab pandangan Andreas...
"bagus,akupun tidak berniat mengajakmu. Ini adalah hukumanmu karena tidak memberi gadis-gadis ini makanan" Andreas berkata seperti sedang marah,tetapi itu adalah gurauan untuk menghibur hati Selma.. Mendengar kata-katanya,Selma semakin kesal dan seperti sibuk sendiri tanpa menghiraukan Andreas lagi...
"kalian mau makan apa" tanya Andreas keanak-anak kecil itu
"ayam goreng" Azimah menjawab..
"baiklah,kita akan makan ayam goreng yang banyak" Andreas memegangi tangan kedua gadis kecil itu dan pergi meninggalkan Selma..