Jodoh siapa yang tau? Yang dari kecil bersama dan akhirnya berpisah. Jodoh tidak jauh dari kita yang awalnya bersama dan dipertemukan kembali. Ternyata jodoh sedekat itu.
Yaa,
Nico adalah seorang Ceo diperusahaan GG (Grahanesa Grup) dan pemilik RS X dan lain sebagainya.
Neta adalah seorang perawat cantik, gadis sederhana. Ia bisa lulus kuliah di Ilmu Kesehatan padahal cuma gadis sederhana pula kok bisa? makan aja kadang alakadarnya. Detailnya baca ya di episode-episodenya di jelasin come on.
"Nah kemana kau pergi kalau kau garis jodohku ya jodohku."
Akhirnya Neta ke kota tidak disengaja bertemu dengan seorang laki-laki yang tampan, berdarah dingin, berhati hangat, dan pada akhirnya mereka menikah hidup bahagia? benarkah itu? Tak di sangka ia teman kecilnya yang di tunggu-tunggu. Lika-liku kehidupan selalu menghampirinya, akankah mereka bertahan atau berpisah?
Penasaran dengan kisah mereka, yuk langsung simak ceritanya.
PERINGATAN !!!!!
🚫 DILARANG KERAS PLAGIAT NOVEL INI !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imah_nm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JTT 13 Drop
Gubrakkk....
Tubuh Neta tergeletak kelantai,nampak lemah dah pucat badannya sangat panas tapi tangannya begitu dingin
1jam kemudian
Neta mulai sadarkan diri,dan memulai membuka kedua matanya melihat sekelilingnya langit langit ruangan itu serba putih khas RS X bersih kinclong.
"ahhw kepalaku pusing banget" sambil membangunkan badannya dan bersandar pelan pelan badannya kebelakang kasurnya itu.
"kamu sudah bangun?" dokter Tian menuju bet Neta yang ditempatinya
"aku ,aku kenapa? aku kok bisa disini? oh iya dimana mereka? dokter Tian dimana mereka?? "
di hujani banyak pertanyaan dari Neta kepada dokter Tian
"mereka di ruang jenazah,Neta. maafkan aku aku gak bisa menyelamatkan mereka maafkan kami" jawab dokter Tian
Neta berusaha bangkit dari setengah duduknya yang bersandar itu,lalu berusaha melepaskan infusnya. setidaknya cairan infus sudah masuk 2botol bisa memberi cairan ditubuhnya yang lemah. sontak darah bekas suntikan infus aliran selang infus Neta keluar menetes tapi tidak diperdulikan.
Dokter Neta mencegahnya tapi tidak bisa karena keinginan Neta ketemu keluarganya itu.
lalu Neta berjalan sempoyongan di bantu oleh dokter Tian pelan pelan. untungnya jam kerja dokter Tian sudah selesai,jas dokter bisa dilepas.
Ruang jenazah
"om tante hiks hiks Rakaa" melihat jasad keluarganya itu hati Neta sangat terpukul dengan ditutupi kain putih menutupi seluruh tubuh mereka.
tubuh mereka ternyata banyak yang hancur karena tabrakan begitu hebat mobilnya saja sampai remuk dan hangus terbakar. makanya kemungkinan tertolong mustahil.
*skip*
Di Pemakaman
akhirnya mereka dimakamkan keesokan harinya ditaburi mawar di kuburan mereka bertiga,Neta berusaha menerima kenyataan kalau mereka sudah tiada.
"sabar ya Ta kamu pasti kuat inilah kehidupan Neta yang tabah .Tuhan sayang kalian"
dan banyak lagi dari teman-teman Neta memberikan dukungan buat Neta yang rapuh,memberi semangat memberikan kekuatan untuk semua ini.
"Net ayuk balik hari semakin siang dan panas" kata Sinta
"duluan aja kalian semua,makasih ya sudah mau melayat untukku aku senang punya teman kalian semua" jawab Neta
"Tapi Ta balik lah kasiani dirimu nanti kamu sakit,kamu saja tampak lesu belum tidur gitu
"iyaa makasih sudah memperdulikanku sebentar lagi"
"Ta..." terpotong melihat dokter Tian memperhentikan perkataan Sinta
"sudah kalian pulang saja ,biar aku membujuknya" kata dokter Tian sambil mendekati Neta
"baiklah kami pamit ya Neta,kamu harus kuat" mereka saling memeluk Neta dan akhirnya pergi meninggalkan Neta dan Dokter Tian.
15menit kemudian
"Neta jangan menghukum mereka seperti itu,mereka pasti sedih kalau kamu seperti ini"
"sebaiknya kita balik dan memulai kehidupam yang baru. ikhlaskan mereka agar mereka tenang disana Neta" lanjut perkataan dokter Tian.
"iyaa,bener juga dok. aku harus kuat aku harus ikhlas supaya mereka tenang di sana" timpal Neta,lalu beranjak pergi meninggalkan kuburan itu berjalan pergi bersama dokter Tian.
"masuklah Neta kenapa bengong?" sambil dokter Tian membukakan pintu mobil untuk Neta
"iy..iyaa maaf,oh iya terimakasih"
dokter langsung melajukan mobilnya berjalan senyaman mungkin.
"ini arah kemana ini?"
"iya lurus aja" jawab Neta datar.
dan sampailah dirumah dimana rumah itu tempat om Juna dan tante Reni dan Raka.
dari kejauhan terlihat ada mobil hitam mewah,didepan ada supir dan di belakang dalam mobil tampak jelas ada seorang berpakaian rapi serba hitam bak melayat mengenakan kacamata hitam keren selalu memantau Neta dari kejauhan rasa ingin ada untuk Neta tapi tidak bisa.