Shu Xiang Li seorang gadis yang kehilangan kekasihnya, Lian Cheng. membuatnya patah hati dan merasakan kesedihan yang mendalam, tiga tahun kemudian Xiang Li melihat seorang pria yang tidak lain adalah pengusaha sukses pemilik Li Yuan Group yang bernama Li Zheng Yuan, yang sangat mirip dengan Lian Cheng.
Apa reaksi Xiang Li saat melihat Li Zheng Yuan yang mirip dengan kekasihnya yang telah meninggal itu?
Dan apa reaksi Zheng Yuan di saat bertemu dengan wanita asing yang tiba-tiba memeluk dan menangis di pelukannya?
Di saat Li Zheng Yuan menyelidiki tentang Fan Lian Cheng dia mengetahui satu kebenaran yang membuatnya marah besar terhadap Ayahnya, Li Suen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehamilan Shen Ni
2 minggu kemudian
Villa keluarga Li
"Apa? istri ku hamil? apakah benar apa yang kau katakan ini?" tanya Li Suen yang merasa kaget
"Benar, Nyonya memang hamil, dan usia kehamilannya baru dua minggu" jawab Su Chiang sebagai dokter pribadi keluarga Li
"Suen Ge, ini bagus sekali, akhirnya kita memiliki anak" ucap Shen Ni yang sedang duduk di kasurnya
"Usia Shen Ni sudah 45 tahun, apakah ini bisa membahayakan kesehatannya dan janin dalam kandungan?" tanya Li Suen yang sedang berdiri di samping kasur
"Rutin melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan, dan jangan terlalu banyak bergerak dan seringlah minum vitamin untuk menjaga stamina tubuh" jelas Shu Chiang
"Terima kasih" ucap Li Suen
"Sama-sama" balas ucapan Shu Chiang
Sesaat kemudian dokter pribadi itu meninggalkan kamar mereka
"Suen ge, akhirnya kita bisa memiliki anak, dan aku bisa melahirkan untuk mu, ingin adalah berita baik" kata Shen Ni dengan senyum bahagia
"Shen Ni, jangan terlalu banyak bergerak, jika ingin sesuatu maka katakan saja, biarkan pelayan yang menyiapkan untuk mu" ujar Li Suen yang duduk di samping istrinya
"Baiklah, Suen ge" jawab Shen Ni dengan memeluk suaminya itu
"Akhirnya aku berhasil, aku akan mengunakan anak ini untuk menguras harta keluarga Li. Li Zheng Yuan, lihat saja nanti apa kau masih bisa menentang ku di depan Papa mu ini" batin Shen Ni
Li Yuan Group
"Tuan Li, ada panggilan dari rumah" kata Fa Wei yang berdiri di depan meja kerja atasan nya itu
"Hm" jawab Zheng Yuan dengan cuek sambil membaca dokumen
"Tuan besar mengatakan jika Shen Ni sudah hamil dua minggu" kata Fa Wei
Mendengar perkataan Fa Wei, Zheng Yuan meletakkan dokumen ke mejanya dan menatap ke arah sekretarisnya itu
"Lalu?" tanya Zheng Yuan dengan raut wajah tidak senang
"Tuan besar berharap Anda pulang ke rumah, untuk sama-sama merayakannya dengan makan malam bersama" jawab Fa Wei
"Merayakan? sangat lucu, janin milik pria lain tapi merayakan di keluarga Li, Tuan Li Suen benar-benar telah masuk perangkapnya" kata Zheng Yuan dengan ketawa kecil
"Tuan Li, kapan kita akan membuka kebohongannya? dia sangat berani sekali berhubungan dengan pria lain dan kemudian membohongi tuan besar"
"Pesta pernikahan ku tidak lama lagi, bagaimana dengan pihak Keluarga Li Na Zhao?"
"Li Na Zhao seperti biasa suka berfoya-foya dengan temannya, mereka sering mendatangi club malam, berkaraoke dan minuman keras, wanita itu sering pulang lewat tengah malam, karena dia adalah putri tunggal maka orang tuanya tidak menegurnya dan hanya biarkan dia bebas di luar sana" jelas Fa Wei
"Seorang anak gadis bisa bermain hingga lewat tengah malam, keluarga Zhao sangat luar biasa dalam mendidik anak mereka"
"Tuan Li, acara pesta sisa 2 minggu lagi, apa rencana kita selanjutnya?"
"Kumpulkan semua bukti wanita itu yang sering keluar masuk club malam, semakin banyak buktinya semakin bagus. aku berharap sebelum di hari pernikahan aku ingin membongkar semua kebohongan Shen Ni dan Li Na Zhao, dalam sehari aku ingin menendang mereka berdua jauh-jauh" ucap Zheng Yuan dengan nada tegas
"Baik Tuan" jawab Fa Wei dengan menurut
Villa Keluarga Li
Makan malam bersama..
"Yuan er, makan yang banyak, hari ini adalah hari bahagia kita sekeluarga, kamu akan segera memiliki seorang adik lelaki" ujar Shen Ni dengan senyum palsu
"Janin dalam kandungan mu baru berusia 2 minggu bagaimana bisa tahu jika kelaminnya adalah laki-laki?" tanya Zheng Yuan dengan ngejek
"Bibi yakin pasti laki-laki, setidaknya keluarga Li memiliki 2 putra ini sangat mengembirakan" jawab Shen Nin dengan yakin
"Suen Ge, beri nama untuk anak kita"
"Ini masih terlalu cepat, makan dulu" jawab Li Suen sambil menyantap makanannya
"Suen ge, cari nama yang sesuai karena anak ini adalah keberuntungan keluarga kita jadi namanya harus bagus"
"Sebelum kau masuk ke rumah ini keluarga Li sudah beruntung dari dulu jadi tidak ada hubungan dengan kandungan mu itu" jawab Zheng Yuan dengan menyindir
"Kau?"
"Sudah, ini adalah makan malam bersama jangan berdebat lagi. Yuan er, jangan selalu berdebat dengan bibi mu" ujar Li Suen
"Aku tidak berdebat tapi aku hanya mengatakan sesuai dengan kenyataan"jawab Zheng Yuan
"Tuan besar, ada panggilan untuk mu" suara panggilan ketua pelayan yang menghampiri Li Suen
"Iya aku tahu" jawab Li Suen yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah ke ruangan tamu
"Yuan er, kau harus ingat anak ku ini akan di lahirkan tidak lama lagi, di saat itu keluarga ini akan bertambah anak satu laki-laki lagi" ujar Shen Ni yang membanggakan diri
"Benarkah? apa kau yakin jika janin dalam kandungan mu itu adalah darah daging dari suami mu itu?" tanya Zheng Yuan dengan menyindir
"Apa maksud mu? kau menuduh ku?" tanya Shen Ni dengan kesal
"Jika dia adik ku maka aku akan mendidiknya, tapi jika di saat dia di lahirkan dan bukan darah daging keluarga Li maka aku akan mengusir mu dan anak mu itu jauh-jauh dari sini" kata Zheng Yuan dengan mengancam
"Kau menghinaku? bagaimana pun aku adalah istri papamu, kau tidak boleh merendahkan ku, jangan lupa jika aku marah maka janin ku akan dalam bahaya dan di saat itu Papa mu pasti akan marah pada mu"
"Lalu kenapa jika dia marah pada ku? aku tetap anak kandungnya, jika kau keguguran itu adalah kegagalan mu karena tidak bisa menjaganya dengan baik" jawab Zheng Yuan dengan sengaja
"Li Zheng Yuan, kau menyumpah ku, ini adalah adik mu, kenapa kau begitu kejam?"
"Kejam? memang siapa yang mengaku jika dalam kandungan mu itu adalah adik ku? adik ku atau bukan di saat dia di lahirkan kita akan melakukan tes DNA, dan di saat itu masih belum terlambat untuk ku mengakuinya sebagai adik" jawab Zheng Yuan dengan sengaja
"Kau menuduh ku , kau tega sekali" ucap Shen Ni dengan berpura-pura menangis karena melihat suaminya berjalan ke ruang makan
"Shen Ni, kenapa kau menangis?" tanya Li Suen yang menghampiri istrinya itu
"Suen ge, aku tidak mau hidup lagi, dia menuduhku hamil anak luar nikah ini sangat menyakitkan hatiku, aku mengambil resiko untuk hamil anak ini hanya demi keluarga Li, tapi ternyata Yuan er malah menuduh ku berhubungan dengan pria lain" kata Shen Ni dengan menepuk-nepuk dadanya dengan sengaja menangis
"Yuan er, kenapa kau selalu saja mencari keributan setiap kau pulang ke rumah?" bentak Li Suen dengan kesal
"Aku tidak ingin pulang, tapi kamu yang menyuruhku pulang hanya karena acara bodoh ini" jawab Zheng Yuan dengan kesal
"Cepat minta maaf sama bibi mu" kata Li Suen dengan tegas
"Aku tidak bersalah kenapa harus minta maaf?" jawab Zheng Yuan dengan cuek