[TAHAP REVISI]
Perjodohan tidak pernah terlintas di dalam rencana masa depan Amanda, entah mengapa orang tuanya memiliki pikiran untuk menikahkan dirinya dengan anak dari sahabat lama ayahnya.
"Cinta tidak bisa memilih dimana dia akan menetap. "
Bagaimana cinta akan berpihak? berjalan mulus atau rintangan yang kian menghantam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Feby Merisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
🦋LIKE, VOTE, KOMEN, AND JADIKAN FAVORIT**🦋**
Sudah pukul 10 malam Manda masih tidak bisa tidur, karna ia baru saja bangun 1 jam yang lalu. Manda memainkan ponselnya, saat ia lihat instabram. Ia merasa iri melihat anak anak yang seumuran dengannya, sedang tertawa sambil membawa buku (Kuliah).
Ah... pengen rasanya ada diposisi mereka. Apa aku bilang aja yah ke kak Raihan kalau aku pengen kuliah? Batin Manda.
Raihan sedang menatap Ipadnya, ia terlihat sangat fokus pada benda itu. Manda sedikit ragu untuk bicara dengan Raihan, tapi kali ini ia akan memberanikan diri.
" Kak" Panggil Manda.
Raihan yang sedang fokus kaget dengan panggilan Manda yang memanggilnya 'Kak'
Tumben tumbenan ini anak manggil gue kakak. Batin Raihan.
" Hm..." Jawab Raihan.
" Aku... aku.... apa aku boleh kuliah?" Tanya Manda ragu ragu.
Raihan yang tadinya fokus langsung menatap wajah Manda yang sedang duduk disofa.
" Dimana?" Tanya Raihan, Ia langsung fokus pada Ipadnya kembali.
" E... dikampus yang sama, sama Naila" Jawab Manda.
" Dimana"
" Di TB" Ucap Manda.
" Kenapa gak ke DS?" Tanya datar Raihan.
" Takut gak masuk" Manda menundukkan kepalanya.
" Coba saja dulu...Kamu harus masuk DS, selain DS kamu gak usah kuliah" Ucap Raihan.
" Tapi--" Ucapan Manda terpotong.
" Coba dulu" Raihan lasung menerima telepon.
Manda termenung karna Raihan memaksakan ia untuk masuk DS. Karna menurutnya itu akan sulit, apalagi ia telat 4 bulan.
Napa si!! kan sama aja yang penting kuliah!! Nyebelin!! Batin Manda kesal.
'Telepon📲'
Raihan: "Ada apa?"
Alex: "Sini bro... Reva udah nungguin lu tuh"
Raihan: "Gue lagi males"
Alex: "Kenapa lu? Mening lo kesini aja dari pada gakk dapet jatahkan lu disana... Hahaha"
Raihan: "..."
Alex: "Bentar deh gue fotoin buat lu... kalau gak mau buat Leon aja"
Alex memutuskan telepon.
Ting...
'Pesan📩'
Alex: (Alex mengirim foto Reva yang sedang memakai baju sangat se** dan berpose dengan sangat menggoda)
Raihan yang melihat itu langsung tergoda, gairahnya mulai muncul.
Raihan: "Gue kesana" Balas.
Raihan langsung mengganti bajunya dengan baju santai, ia mengambil sesuatu dilaci paling bawah dekat kasur.
" Mau kemana?" Tanya Manda.
" Kamu nggak usah tau," Raihan langsung pergi meninggalkan Manda dikamar sendirian.
Manda sih bodo amat Raihan mau pergi kemana, tapi yang ia penasaran Raihan mau kemana malam malam seperti ini.
Tadi dia ngambil apa yah dilaci paling bahwa, kaya buru buru gitu. Batin Manda penasaran.
Manda mendekati laci tersebut lalu membukanya, perlahan... Saat terbuka Manda sangat kaget. Dilaci itu sangat banyak ****** pria, walaupun Manda masih umur 18 tahhun tapi dia juga tahu benda apa itu. Dada Manda terasa sesak, ia merasa dadanya ditusuk dengan jarum begitu dalam.
Apa ini?! kenapa dadaku terasa sesak, aku butuh obat. Batin Manda.
Asma Manda mulai kambuh, Ia mencari cari Ventolin Inhaler miliknya. Tapi ia tidak dapat menemukannya, apa ia lupa membawanya? Manda mengambil ponselnya. Ia menelepon kakaknya Egy.
Drrrt... Drrrt... Drrrt...
Egy tidak mengangkatnya, Manda mencoba mencoba meneleponnya kembali. Kali ini Egy mengangkatnya tapi seperti orang baru bangun tidur.
'Telepon📲'
Manda: "Ka hah hah hah... Bisa tolong hah hah hiks... ambilkan obat Asma Manda hiks hiks hah hah... Dikamar..." Manda dengan suara terputus putus.
Egy: "Manda!! kamu kenapa?!! Asma kamu kambuh?!! Ia kak langsung kerumah kamu, kamu kirim alamat rumah kamu!! Minum air hangat untuk meredakan sementara!! Jangan matikan teleponnya"
Manda: "Iya kak hah hah hiks hiks... sakit kak..." Manda menangis sejadi jadinya.
Egy: "Iya kakak tahu, kamu minum air hangat dulu untuk meredakannya yah kakak sudah dimobil"
Manda langsung menuruti apa kata kakaknya, ia berjalan keluar kamar mencari keberadaan bi Ratna. Manda berjalan sambil memegangi tembok, ia benar benar sesak nafas.
" Bi... hah hah hah... bi tolong Manda.... hah hah hah hah" Panggil Manda sambil sedikit menangis. Saat sudah didekat dapur Manda melihat bi Ratna yang sedang membereskan sisa sisa makanan.
" Bi..." Manda terjatuh ia terus menekan dadanya.
" Ya ampun non... non kenapa non?" Bi Ratna panik melihat Manda yang terjatuh dengan nafas yang tersengal sengal.
" Bi tolong... hah. buatkan Manda air hangat bi..."
" Iya non, sebentar" Bi Ratna membantu Manda untuk duduk disofa. Lalu ia membuat air hangat untuk Manda.
" Ini non" Bi Ratna membantu Manda untuk meminumnya.
" Makasih bi" Ucap Manda dengan nafasnya yang sudah sedikit mereda. Selang beberapa lama, terdengar suara mobil dan ketukan pintu. Bi Ratna langsung membuka, tanpa disuruh masuk orang itu langsung masuk tanpa berucap apa apa.
" Kak egy..." Ucap Manda tersenyum lalu sedikit memejamkan mata.
" Manda!! Manda!! kamu gak boleh nutup mata!!" Egy langsung memasang selang oksigen praktis miliknya kepada Manda. Adiknya sungguh malang.
" Dimana Raihan!!" Teriak Egy.
" Ti--tidak ada tuan" Ucap gagap bi Ratna.
" Sialan!!" Teriak Egy dengan penuh amarah.
Fby...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kisah cinta Faris dan Aleta,cinta Ara dan rian,cerita Cris dan Biyangka jg gx jelas,tlog dong ......