Setiap wanita punya impian akan cinta sempurnanya, namun untuk menggapainya terkadang butuh airmata dan pengorbanan.
Kimberley Ryan seorang wanita muda yang mandiri, tegas tapi sebenarnya sangat rapuh.
Sejak perceraian kedua orang tuanya ia bertekad untuk mencari kebahagiaannya sendiri.
Yasir Mir lelaki yang diharapkan mampu membuat hidup Kimberley kembali berwarna, ternyata justru membuatnya semakin rapuh dan hancur.
Kebahagiaan, kehangatan dan kebersamaan yang ia lalui bersama Yasir Mir selama ini, hanya membawa kekecewaan dan air mata
Walaupun Yasir menyakitinya berulang kali, ia juga tetap tidak mau melepas Kimberley.
Hingga kejadian yang sangat tidak diharapkan oleh Yasir terjadi, dalam waktu semalam impian yang dibangun Yasir dan Kimberly hancur seketika.
Mampukah Kimberley mendapatkan kembali cinta sempurnanya?
Atau ia akan menemukan cinta sempurnanya itu pada pria yang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eveliniq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada apa dengan hatiku
"J sayang mama, " sambil memeluk mamanya erat .
"Tak terasa ya, anak mama sudah gede sebentar lagi menikah dan mama punya cucu" lamunan mama .
"Ih mama apaan sih pacar aja J belum ada" sela Jevaro risih , lalu membayangkan dia mempunyai anak dan bergandengan bersama ...Kimmy?? waduhh apa nih yang ada di kepala aku," pikir Jevaro sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Kenapa sayang sudah kebayang kan bahagianya hidup bersama
pasangan dan mempunyai keluarga sendiri, makanya lekas atuh cari, J jujur nih sama mama beneran kamu belum punya pacar, jangan jangan sudah ya tapi belum berani kamu kenalin ke mama?" desak mama.
"Belum ma, nanti kalau J sudah ada pasti kok mama yang pertama J beritahu " jawab Jevaro sambil tersenyum dan membelai kepala Choki.
"Oh ya J cewek idaman kamu itu yang bagaimana sih " mama mulai kepo dengan pilihan anaknya.
"Hmm seperti apa ya, wajahnya lembut tapi tegas smart energik, mata nya selalu bersinar antusias untuk selalu belajar hal baru, berambut panjang ikal berkulit putih dan tersenyum lebar serta apa adanya." sambil tersenyum dengan lamunannya.
Mama mengangguk angguk sambil ikut membayangkan "Hmm nice girl" gumam mamanya yang mulai paham seperti apa kriteria pasangan yang anaknya dambakan.
"Oh wait bukankah itu semua ada di diri ... Kimberley ehmm ada apa ini aduh otak aku konslet nih, tidak tidak dia sudah ada yang punya, aku tidak mungkin memilikinya,' perang batin Jevaro.
"Hei J ada apa denganmu?" melihat anaknya tiba tiba memukul mukul kepalanya.
"Oh tidak ma hanya sedikit pusing J pamit tidur dulu yaa" sambil mencium kening dan kedua pipi mamanya.
"Iya istirahat sana kamu pasti kecapean , nanti mama suruh bi Ina bikinkan wedang jahe " sahut mama.
"Baik ma terima kasih ya, J istirahat dulu ya ma. love you." pamit Jevaro pada mamanya, diiringi anggukan kepala mamanya yang tersenyum penuh kasih sayang.
Jevaro adalah anak tunggal sekaligus anak kebanggaan Bapak Adrian Pranoto pembisnis handal di daerah Surabaya, hampir semua di kalangan pembisnis kenal siapa Bapak Adrian Pranoto .
Berkat keuletan dan kepiawaian Jevaro di bidang bisnis beberapa perusahaan yang dipercayakan ayahnya kepadanya makin berkembang pesat dan selalu menempati ranking satu di bidangnya.
......~~~~.......
Di lokasi syuting terlihat Kiki mondar mandir sambil menoleh ke arah parkiran mobil tiap ada mobil datang .
Hmm sudah jam segini kenapa Yasir belum kembali , batinnya.
Banyak hal yang ingin dia tanyakan pada Yasir tentang hubungannya dengan Yasir.
Kiki merindukan Yasir yang selalu hangat kepadanya. senyumnya, celetukannya, pelukan hangatnya, ciumannya, semua kehangatan yang biasa ia dapatkan dari Yasir tapi itu dulu sebelum wanita sialan itu muncul di hadapan mereka , sekarang Yasir begitu dingin cuek, bahkan sangat menyakitkan .
Tidak aku tidak terima diperlakukan seperti ini Yasir harus memberiku penjelasan kenapa tiba tiba dia berubah.
Bagaimanapun caranya Yasir harus jadi milik aku, aku akan melakukan apapun agar Yasir
jadi milikku, gejolak batin Kiki.
Masih ingat di memori Kiki malam yang indah bersama Yasir. Pelukan , ciuman ,tatapan matanya hmm cukup membuat bulu kuduk Kiki berdiri dan lemas dibuatnya.
"Yasir ... aku tidak akan melepaskanmu pada wanita manapun ia akan berhadapan denganku bila menantangku," batin Kiki.
"Ki yuk giliran kamu syuting tuh " ajak Isabella yang membuyarkan semua lamunan nya.
.......~~........
Sesampainya di rumah, Kimberley melihat mobilnya sudah berada di depan pagar.
"Sayang itu kan mobil aku " celetuk Kimberley.
"Hmm iya" sahut Yasir sambil keluar dari mobil dan menghampiri mobil Kimberley.
Yasir mendekati mobil Kimberley dan mengetuk kaca jendela mobil .
"Hmm hai Rose " sapa Yasir setelah tahu ternyata Rose yang membawa mobil Kimberley.
"Hai Kimberley mana " sahut Rose.
"Di mobil, Kim ... ada Rose " teriak Yasir memberitahu.
Kimberley langsung turun ketika tahu yang membawa mobilnya adalah Rose sahabatnya
"Hai Rose thanks ya kamu dah bawa mobil aku ke rumah" Kimberley langsung memeluk sahabatnya itu .
"Kunci, Rose " pinta Yasir pada Rose yang kemudian memasukan mobil Kimberley ke dalam garasi.
Kimberley dan Rose langsung bercanda bersama sudah lama mereka tidak berbagi cerita sejak banyak hal yang terjadi akhir akhir ini.
"Kim, " panggil Yasir.
"Sebentar ya Rose" kemudian Kimberley menghampiri Yasir, yang sudah menunggunya di ruang tengah.
Tanpa berlama lama Yasir langsung memeluk Kimberley, dan Melu**t bibir Kimberley.
"Yasir stop ada Rose" bisik Kimberley setelah dapat bernafas kembali.
"Aku syuting dulu ya, besok selesai syuting kita jalan yuk aku libur syuting besok, okay cantik " pesan Yasir.
"Okay, janji ya jangan nakal jangan genit di lokasi syuting." merajuk Kimberley bila ingat di lokasi syuting ada maklampir yang sepertinya siap melahap kekasihnya.
"Iya sayang janji, kamu juga jangan dekat dekat patner kerja kamu itu, aku cemburu tahu " pinta Yasir sambil memeluk Kimberley, dan mencium kening , kedua pipi Kimberley dan bibir .
Tiba tiba bayangan Jevaro bersama Choki terlintas di pikiran Kimberley.Betapa tampannya Jevaro dan cute saat bermain bersama Choki , santai tapi tetap berkharisma.
"Hai Kim , apa yang kau pikirkan" saat melihat kekasihnya seperti memikirkan sesuatu.
"Oh bukan apa apa, cuman lagi berpikir, asyik ya kalau besok kita ke pantai, " sahut Kimberley sekenanya dan membuyarkan semua yang tadi terlintas di kepalanya.
"Okay sayang aku tinggal dulu ya" pamit Yasir
"Iya take care ok " sambil merangkul dan mencium Yasir .
Mereka saling pandang sejenak dan tersenyum, kemudian bergandengan tangan sampai ke depan .
"Yuk Rose aku duluan ya, titip Kimberley." pesan Yasir sambil berjalan menuju ke mobil dan berlalu lah Yasir menuju ke lokasi syuting, diiringi anggukan kepala Rose.
"Yes akhirnya pergi juga tuh bocah," batin Rose.
Entah kenapa sejak Yasir sering membuat sahabatnya menangis dia sudah tidak lagi bersimpati pada Yasir.Bingung juga kenapa ya sahabatnya ini kok masih betah bersama bocah tengil itu, geram Rose.
"Hei Rose yuk ke kamar, kita lanjut cerita cerita lagi yuk " ajak Kimberley sambil menutup pintu rumahnya dan berjalan menuju ke kulkas untuk mengambil es krim dan minuman bersoda kemudian masuk ke kamar
Rose mengikuti Kimberley sambil membawa camilan camilan yang tadi ia bawa dari rumah.
"Wow kita seperti berkemah nih" melihat banyak sekali perbekalan persiapan mereka untuk ngerumpi. "Hahaha" mereka tertawa riang bersama.
"Hei Kim kamu berhutang banyak cerita lho" tagih Rose pada Kimberley.Dan dijawab dengan tertawa oleh Kimberley.
"Hmm kepo nih" sambil melirik Rose dan tertawa .
"Ayo Kim cerita donk, sejak kapan kamu memanggil Pak Jevaro dengan panggilan Aro" selidik Rose.
Ufff air minum Kimberley tersembur keluar karena tidak menyangka pertanyaan Rose seputar Jevaro , padahal ia sudah bersiap siap dicerca makian akibat ulah Yasir tadi di kantor.
Entah kenapa setiap hal yang mengenai Jevaro selalu membuat pipinya merona merah.
"Hei Kim ada apa? kenapa pipi kamu jadi merah begini" selidik Rose.
"Hmm jangan jangan ...." tatap Rose penuh arti.
"Ih apaan sih kamu , biasa aja ,dia sendiri yang minta kalau diluar pekerjaan jangan memanggil secara formal." kilah Kimberley memberi alasan.
Akhirnya saat yang dinantikan Rose tiba. Rose mencerca berbagai pertanyaan yang selama ini ada di kepalanya, sejak peristiwa di pantai kenapa tiba tiba mobil Kimberley kembali ke kantor tanpa dirinya.
"Wow sepertinya saat ini kamu sedang diperjuangkan oleh dua lelaki nih " gumam Rose.
"Ih apaan sih, kamu pikir Aro suka padaku begitu, ahh mimpi kamu Rose" timpal Kimberley sambil mengunyah camilan
"Iya ... pasti Kim, kamu tahu tidak, waktu ia kembalikan mobil kamu ke kantor, wajah Jevaro berubah kusut muram dan diam seribu bahasa seolah olah ada yang memberati pikirannya." jelas Rose.
"Terus sewaktu kemarin di kantor, waktu dia buka pintu dan melihat kalian berciuman, wajah Jevaro langsung berubah pucat, kalian juga nakal, sudah tahu lagi di kantor mau rapat, kok pakai adegan panas" gerutu Rose.
"Apaan sih kamu, aku juga tidak tahu kalau Yasir tiba tiba menciumku" protes Kimberley sambil mengingat kejadian memalukan itu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Hahaha sepertinya Yasir sengaja tuh, sengaja bikin Jevaro cemburu" celetuk Rose.
"Hmm apa benar ya," pikir Kimberley, ia ingat kejadian di area parkir yang dengan sengaja Yasir menghentikan mobilnya tepat didepan Jevaro dan menyapanya, jelas jelas Yasir tidak menyukai Jevaro untuk apa Yasir menyapa Jevaro? hmm sepertinya untuk memberitahu Jevaro kalau dia bersamaku.
"Gila gila gila, jadi ini semua memang sengaja Yasir lakukan, dari awal Yasir memang sudah tahu kalau aku akan meeting bersama Jevaro hari ini."
"Hallooo Kim are you Ok " tanya Rose ketika melihat sahabatnya itu terdiam seperti sedang memikirkan suatu hal yang berat .
"Tidak apa apa Rose, yuk kita karaoke dah lama nih aku tidak bernyanyi " kemudian Kimberley memulai berkaraoke sambil tertawa gembira bersama Rose.
"Rose terima kasih ya sudah jadi sahabat aku dan sabar menghadapi aku" ujar Kimberley.
"Ah kamu Kim, santai saja kita tetap bersahabat selamanya walau pria idamanku ternyata mencintaimu, kalau benar ia mencintaimu titip ya jangan sakiti hatinya" pesan Rose sambil menyenggol bahu Kimberley.
"Ah kamu Rose ngomong apaan sih, aku kan sudah ada Yasir dan tahu sendiri rasa cemburu Yasir ke Jevaro itu segunung" sahut Kimberley sambil kembali bernyanyi dan mengambil camilan untuk dimasukan ke mulutnya dan memakannya. kemudian kembali tertawa bersama.
Kemudian Kimberley berjalan ke arah balkon kamarnya
"Hmm segarnya" seru Kimberley saat membuka pintu balkon dan menikmati udara segar sambil diikuti Rose.
"Wahh sudah lama tidak merasa sesantai ini" sahut Rose disebelah Kimberley.
"Kita tetap bersahabat selamanya ya" seru Rose yang disambut anggukan yakin oleh Kimberley sambil tersenyum.
.