Sekuel dari "Bukan Salah Cinta"
Siapkan tissu, lap, atau kanebo ya readers 🤧
Takdir seseorang tidak ada yang bisa menebak. Takdir mampu mempertemukan seseorang, takdir juga yang mampu memisahkan orang itu.
Pertemuan tidak sengaja oleh takdir antara Melodi dengan pemuda hangat dan humble bernama Ben Damian Ezra.
Disaat cinta mulai tumbuh, terjadilah sebuah tragedi yang mengharuskan Melodi meninggalkan Ben.
Tahun-tahun berlalu, bagaimanakah kehidupan mereka?
Akankah takdir mampu mempertemukan mereka kembali?
Mampukah Melodi memaafkan Ben hingga mereka bersatu kembali?
"Dunia mungkin akan mampu mengubah hidupku, tapi tidak dengan rasa cintaku padamu."
"Kamulah Takdirku"
Happy reading ya guys, i hope you'll enjoy it😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Happy reading,
💕💕💕💕💕
"Kita mau ke mana, Kak?" Melodi heran karena Ben membawa motornya berlawanan dengan arah rumahnya. Dia bertanya dengan nada setengah berteriak karena suaranya seakan berlomba dengan suara angin dan deru mesin motor Ben yang melesat kencang di jalan raya.
"Nanti juga kau akan tau." Ben memacu motornya lebih cepat lagi. Matahari sudah akan terbenam, dia tidak ingin terlambat sampai di tujuannya.
Meski penasaran Melodi enggan bertanya kembali. Dia memilih memejamkan mata dan mengeratkan pelukannya di pinggang Ben saat pemuda itu melajukan motornya semakin kencang.
"Kita sudah sampai," ucap Ben dengan tersenyum manis setelah entah berapa lama mereka berada di atas motor.
Semilir angin dan suara deburan ombak menyambut Melodi begitu gadis itu membuka mata. Rasa haru seketika menyeruak memenuhi rongga dadanya. Entah sudah berapa tahun dia tidak pergi ke tempat umum apalagi pantai.
"Ini di mana? Aku baru tau ada pantai secantik ini, Kak." Masih menatap pemandangan indah di depannya. Ombak yang saling berkejaran, sedang berlomba mencapai bibir pantai untuk menyapu hamparan pasir putih di depannya.
"Ayo turun!" Ben membantu Melodi turun dari motor lalu menuntunnya menuju bibir pantai yang banyak terdapat bebatuan besar. Kemudian mengajaknya duduk di atas salah satu batu besar dan menghadap ke tengah lautan.
"Mataharinya udah hampir tenggelam Kak," tunjuk Melodi kagum pada langit sore yang mulai berubah dramatis. Bibirnya tidak berhenti melengkung sejak mereka sampai di tempat itu.
"Kau menyukainya?" gumam Ben tanpa melepas pegangan tangannya pada jemari Melodi.
"Tentu. Di sini indah sekali. Terima kasih Kak Ben, sudah mengajakku ke sini. Ini pengalaman pertama yang berkesan untukku." Melodi mengerling ke arah Ben yang sedang menatapnya.
"Jadi, sungguhan kau belum pernah ke sini?" tanya Ben tak percaya.
"Iya," lirihnya. Melodi kembali menunduk sembari menyelipkan rambutnya yang diterbangkan angin ke belakang telinga.
"Bahkan ke tempat lain pun belum pernah, termasuk mall tadi." Melodi semakin menunduk. Dia tidak ingin Ben melihat matanya yang mulai memerah dan berkabut akibat air mata yang mulai menggenang, memenuhi kelopak matanya.
"Sejak ayah meninggal, ibu harus bekerja keras sendirian untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Ibu ingin aku terus bersekolah dan mendapat pendidikan tinggi. Ibu tidak ingin aku menjalani hidup seperti kedua orang tuaku." Melodi tersenyum getir.
"Ayahmu sudah meninggal?" tanya Ben iba.
"Hm, ayah meninggal saat aku berusia tujuh tahun. Ibuku bekerja sebagai TKW di sini sedangkan ayahku seorang buruh bangunan. Beliau terjatuh dari lantai tiga saat bekerja dan menghembuskan napas terakhirnya saat perjalanan menuju rumah sakit."
Melodi mengusap air mata, sebelum melanjutkan ceritanya kembali. Dadanya semakin bergemuruh diiringi rasa sesak yang kian menyeruak memenuhi rongga dadanya. Dia selalu merasa sesak dan terluka bila mengingat kejadian tragis itu. Namun, Melodi tidak mengerti kenapa dia justru ingin menceritakan kisah hidupnya dan mengorek kembali luka batinnya itu demi Ben, pemuda yang bahkan baru beberapa hari ia kenal.
"Waktu itu aku sangat terpukul. Di usiaku yang baru tujuh tahun, aku harus menyaksikan ayahku menghembuskan napas terakhirnya tanpa siapa pun di sisiku, termasuk ibu. Tidak ada tempatku bersandar, tidak ada tempatku berbagi duka dan kesedihan." Melodi bertambah sesegukan, butiran bening mengalir semakin deras hingga membasahi wajah dan tangan Ben yang berada di pangkuannya dan masih menggenggam erat tangan Melodi.
Ben menghela napas panjang. Tangannya semakin menggenggam erat tangan Melodi sedangkan tangan satunya meraih kepala Melodi untuk bersandar di bahunya. Pandangan mereka sama-sama menerawang, menatap jauh ke laut lepas.
"Lalu, bagaimana ceritanya kau dan ibumu bisa berada di negara ini?"
"Ibu meminta ijin pada majikannya agar memperbolehkanku ikut tinggal bersama mereka. Sejak saat itu aku meninggalkan Indonesia dan ikut ibu merantau di sini, tapi ...." Ucapan Melodi tercekat. Dia menggigit bibir bawahnya kelu. Kepalanya tiba-tiba berdenyut.
"Tapi, kenapa?" Ben melirik Melodi dengan menautkan kedua alisnya.
"Tapi ...." Melodi mulai gelisah, binar ketakutan terpancar di kedua bola matanya. Segera dia mengangkat kepalanya dan menangkup wajahnya sendiri.
"Ada apa, Mel?" Ben meraih dagu Melodi, menghadapkan wajah Melodi ke wajahnya. "Ada apa sebenarnya? Kenapa kau tampak ketakutan?"
Melodi hanya terdiam menatap mata Ben yang menyorotnya tajam. Lidahnya terasa kelu, tenggorokannya seakan tercekat, bahkan untuk menelan ludahnya sendiri pun rasanya dia tidak mampu.
"Katakan Mel, ada apa? Apa yang terjadi padamu setelah itu? Hm?" Ben mencoba mendesaknya. Entah kenapa dia sangat ingin mengenal Melodi. Seperti ada sesuatu yang mendorongnya untuk mencari tahu tentang gadis itu lebih jauh lagi.
Melodi hanya mengerjap pelan seiring butiran bening yang kembali menetes dari sudut matanya.
"Baiklah, jika kau tidak mau menceritakannya padaku, tapi bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" Ben tersenyum tipis sembari mengusap tetesan air mata di pipi Melodi.
"Apa?" tanyanya dengan suara parau.
"Kenapa kau sangat takut dengan wangi tubuhku?"
❤️❤️❤️❤️❤️
Dukung aku yuk dilapak sebelah, bacanya juga sama tanpa koin,
Jgn lupa mampir ya krna ada give away di akhir bulan,
Aku tunggu 😊