NovelToon NovelToon
SESAL

SESAL

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Marishana

Hati siapa yang tak hancur ketika orang yang sangat dicintai ternyata berkhianat.
"Apa salahku, Mas?"
"Maaf, aku mohon."
"Apa perbuatan kamu layak dimaafkan?"
Akankah Fani memaafkan pengkhianatan suaminya? Atau Fani akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marishana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rapuh

Kulangkahkan kakiku dengan cepat menuju perawatan anakku Rafa. Tangis yang aku tahan seolah-olah berlomba untuk keluar di pelupuk mata. Sakitnya hati yang kurasakan setelah perselingkuhan Mas Rasya seolah meremukkan jantungku. Dan ketika aku berusaha menerimanya kembali, ada lagi luka yang baru setelah aku mengetahui bahwa Lestari hamil. Luka itu semakin menganga.

"Kenapa aku Ya Tuhan yang Engkau pilih untuk menerima ujian ini??" Yeriakku dalam hati seakan protes dengan penderitaan ku.

Kutenangkan diri sebelum masuk kamar perawatan Rafa. Aku tidak mau terlihat menyedihkan di depan anakku dan Bu Rahmi. Kubuka pintu dan mendapatkan masih tertidur.

Aku masuk kamar mandi untuk membasuh muka agar pada saat Rafa bangun aku terlihat fresh .

Aku kembali duduk di sofa, pintu kamar terbuka. Kulihat Mas Rasya yang datang. aku menoleh dan tatapan kami bertemu. Entah apa yang ada di pikirannya. Kemudian dia menuju ke Rafa yang masih tertidur. Dia meraba kening Rafa dan mencium pipinya.

Karena merasa ada yang menyentuhnya Rafa terbangun dan langsung menangis memanggilku. Aku setengah berlari menuju kearahnya. Takutnya Rafa menarik selang infus yang ada di tangannya.

Aku menenangkannya, sambil mengatakan cepat sembuh dengan menjanjikan robot besar kalau dia sembuh.

Setelah memberikan minum dan biskuit pada Rafa aku meminumkannya obat. Mas Rasya hanya diam tanpa kata di sofa. Sesekali dia menoleh ke kami.

Supaya Rafa tenang dan tidak banyak gerak aku memberikan gawaiku untuk dia pakai menonton kartun.

Kemudian aku bergegas keluar kamar dan sebelumnya aku sudah memberitahukan kepada Bi Rahmi kalau aku akan keluar untuk makan siang , karena bekal makan siang yang aku bawa ke kantor aku berikan kepada Bi Rahmi. Walaupun jam makan siang sudah lewat. Tapi setidaknya perut butuh diisi walaupun agak telat.

Sebelum membuka pintu kamar, Mas Rasya menghampiriku.

"Aku temani," ucapnya.

" Nggak usah, temani saja Rafa," jawabku tanpa menoleh.

Merasakan penolakanku Mas Rasya kembali duduk di sofa.

Setelah keluar dari kamar Rasya, Kulajukan mobilku pulang ke rumah. Supaya aku tidak meninggalkan anakku terlalu lama, aku memutuskan makan siang di rumah saja. Sekalian ambil pakaian ganti buat Rafa, Bi Rahmi dan aku.

Ku buka pintu rumahku. sesak di dada yang setengah mati kurasakan sejak tadi, akhirnya tangisku pecah kala menutup pintu kembali, ku bersandar di pintu sambil terduduk di lantai. Aku melepaskan semua sakit hati, kekecewaan yang aku tahan sejak tadi di Rumah Sakit. Aku berteriak, meraung, mengacak rambutku melepaskan beban yang ada di hati ini. Sesekali aku berteriak menyebut kalimat " Brengsek kamu Mas" ." Aku membencimu....'

Aku juga mengutuk kebodohanku, memberinya kesempatan untuk memaafkannya.

Aku terus menangis , karena terkadang air mata dibutuhkan saat hati tak mampu menampung semua sakit yang dirasakan.

Setelah menumpahkan segala sakit hati lewat air mata. Aku langkahkan kaki ke kamar, aku menuju ke arah meja rias. Kulihat pantulan wajahku di cermin yang kusut, mata sembab, berantakan, terlihat sangat menyedihkan, batinku mengasihani diriku sendiri.

" Kamu akan menyesal, Mas, " kataku berbicara sendiri di depan cermin.

Mungkin selama ini aku terlalu bodoh karena terlalu mencintaimu. Aku sekuat hati bertahan mendampingimu karena ada Rafa yang aku pikirkan. Tapi mulai sekarang aku tidak boleh lemah, aku tak boleh rapuh di matamu. Kamu tidak pantas aku pertahankan. Batinku penuh emosi.

Setelah membersihkan diri, dan menyiapkan pakaian yang akan aku bawa, tak lupa aku makan siang yang tertunda. Aku berdandan sebentar menutupi wajah yang memerah akibat menangis. Aku kembali ke Rumah Sakit dimana Rafa di rawat.

Sesampainya di Kamar perawatan, aku melihat Mas Rasya sedang menyuapi Rafa. Mereka sesekali tertawa

" Hebat, Kamu masih bisa tertawa Mas," kataku dalam hati.

"Ma --- ma," teriak Rafa.

" Mama kenapa lama?" Tanya Rafa berbahasa ala anak-anak seumurannya.

"Mama dari beli ini, jadi lama," jawabku sambil menyodorkan mainan robot kesukaannya.

Terlihat senyum merekah di wajah anakku mengambil mainan yang aku beli di toko mainan yang tak jauh dari Rumah Sakit.

Aku coba tersenyum kearah anakku. Biarlah hatiku sakit, setidaknya aku bisa memberikan senyum untuk anakku.

Ketika Bi Rahmi keluar dan Rafa asyik dengan mainan barunya. Mas Rasya menghampiriku yang duduk di sofa.

" Fan, ku mohon jangan cepat percaya yang dikatakan Lestari, " ucapnya.

"Bisa saja kan dia berbohong, siapa tau juga anak yang di kandungnya bukan anakku,"tambahnya lagi.

Ini orang bisa-bisanya dia ngomong begini,jelas-jelas sudah melakukan hubungan terlarang masih aja sangsi kalau itu bukan anaknya, kataku dalam hati.

" Tapi aku lebih percaya apa yang aku lihat, Mas," jawabku.

" Aku mohon Fan," katanya lagi.

" Apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai,Mas" jawabku tenang.

"Jadi aku harus gimana ?" ucapnya putus asa.

" Itu bukan urusanku Mas, terserah Mas mau ngapain aku nggak akan peduli lagi," jawabku tenang.

Mas Rasya langsung menatapku tak percaya dengan apa yang aku katakan, biasanya aku akan menangis dan ngamuk-ngamuk tapi kali aku menjawab semua pertanyaannya dengan tenang.

" Sebaiknya kita bicarakan ini setelah Rafa keluar Rumah Sakit," tambah ku sambil berdiri dan melangkah ke arah Rafa.

Kulihat Mas Rasya sangat amburadul, rambutnya sudah tidak rapi lagi, kemejanya sebagian keluar dari celananya. Lengan bajunya digulung sampai siku.

Ketika Bi Rahmi datang aku menyuruhnya pulang ke rumah. Kasihan juga kalau dia tinggal di rumah sakit, dia juga butuh istirahat. Aku mau pesankan taksi online tapi Mas Rasya mengatakan kalau dia akan pulang untuk mandi. Jadi sekalian dia pulang bersama Bi Rahmi.

Setelah kepergian Mas Rasya dan Bi Rahmi, aku bermain bersama Rafa, karena pengaruh obat , Rafa tertidur sambil memegang mainannya. Kuelus pipi anakku dengan lembut

"Kaulah semangatku, Nak, "batinku.

Teringat waktu pertama kali Mas Rasya mengetahui kehamilanku, dia sangat bahagia karena kehamilanku berselang dua bulan setelah pernikahan kami. Semua yang aku inginkan dia turuti. Bahkan ketika aku ngidam mangga muda dan harus Mas Rasya yang mengambilnya langsung dari pohonnya, dia rela melakukannya.

Waktu itu ketika kami berbaring di tempat tidur dia mengatakan kalau anaknya laki-laki akan memberinya nama Rafa Putra Rasya, sedangkan kalau perempuan dia akan memberinya nama Rani Putri Rasya. Nama-nama itu gabungan dari nama kami berdua.

Tapi itu semua tinggal kenangan, dia sudah menghancurkan rumah tangga kami dengan perselingkuhannya, penghianatannya, ketidak setiaannya. Sungguh sangat sulit aku terima semua kenyataan ini. Tapi aku harus ikhlas, sesudah gelap pasti ada terang. Mungkin inilah takdir yang harus aku jalani. Mungkin ada kebahagiaan yang lebih sempurna yang Tuhan siapkan untukku. Karena yang aku anggap baik belum tentu terbaik untukku.

1
Ratnasihite
Luar biasa
Ratnasihite
cocok deh pengantinnya😃
Haerul Anwar
emang bodoh lu anjing
Surati
bagus
Lia Rosita
Semoga bahagia selalu
Lia Rosita
Harusnya udah tahu salah, berhenti. Nunggu ketahuan dulu, baru menyesal. Ya udah terima aja takdirmu.
Lia Rosita
Mungkin teman masa kecil yg udah dilupakan
Lia Rosita
Gobl*k jangan dipiara
Lia Rosita
Jangan lemah! Ayo tegas
Lia Rosita
Masa sih ada pelakor nyerah begitu aja. Biasanya lebih galak dari stri sah
Lia Rosita
Firman apa Ridho
Elok Pratiwi
lumayan bagus
angel
jijik
angel
dah tau laki selingkuh msh aj mau di remas2 ...hanya karena alasan agamalah dosa gk layanin laki ..lah laki celup2an bukan Ama bini emang boleh? emang di agama boleh ya selingkuh🤔
Dewi Nurani
kocak abis
Nur
seru
DINA apriani
rata² perempuan yg mandiri tu tegas..gk lemah dan plin plan..
Diana Susanti
kapok
Diana Susanti
pastinya
Diana Susanti
GIMANA kalau Rasya bilang masih bujang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!