Reza.
Tak banyak yang bisa diceritakan dari dirinya. Hanya lelaki biasa dengan kepintaran yang diluar nalar manusia.
Hanya sosok yang mengetahui wawasan dan pengetahuan yang begitu luasnya, agar bisa bersaing dengan kepintaran Reza.
Namun, kenapa. Dirinya dipilih menjadi lelaki pilihan sesosok Dewi Aphrodite?, sosok dewi cinta, nafsu, dan keindahan.
Reza terbingung.
Akhirnya, ketika dirinya dipindahkan kedunia lain. Mulai saat itu, dia akan mencari alasannya.
++++++÷÷÷÷++++++
Ini cerita campur aduk ngak karuan. Entah nanti di dunia kultivator maupun di isekai bertema fantasi barat. Bahkan kemungkinan akan kembali lagi ke bumi. Nantinya juga, setelah plot utama selesai. Author bakalan nyambung ke dunia anime atau apalah itu. Dan itu kalian para pembaca sendiri yang menentukan.
Terapkan kegiatan tanya jawab dengan author. Agar nantinya pembaca sekalian puas terhadap karya saya.
ikuti ig author: @fjr_894
Author ngak maksa kalian untuk ngak Like atau komen. Namun, tolong!. Setidaknya jangan beri rating jelek pada novel ini. Entah KALIAN mau Toxic atau apa pada novel ini. Author ndak peduli!. Namun, seperti yang saya bilang tadi. Tolong Jangan Beri Rating Rendah Terhadap Novel Ini!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.
Beristirahat di kamar seperti ikan kering, pastilah sangat nikmat bagi orang mager (malas gerak). Namun, apa yang terjadi ketika kau mager di tontonin oleh dua orang cantik super cantik.
''Jadi, untuk apa kalian datang kemari?.'' Tanya Reza dengan nada lemas dan tak bertenaga.
Tatapan Qin Shui dan Filia menjadi datar dan kosong.
''Kenapa kau berlagak seperti boss di sini, Reza?. Bukankah ini rumahku dan guru?.'' Tanya balik, Qin Shui terhadap sikap Reza.
Reza yang mendengar kalimat itu. Segera bangkit berdiri dan berjalan keluar.
''Baiklah, lagian ini bukan rumahku atau tempat tinggalku. Jadi, tak ada alasan lagi bagiku untuk tinggal disini.'' Ujar Reza dengan datar namun di hatinya menyeringai merencanakan sesuatu.
''''Tunggu, kau boleh menganggap ini rumah sendiri kok, kami tak melarangnya.'''' Bersamaan, Qin Shui maupun Filia melarang Reza pergi dan membuat seringai dihatinya semakin lebar.
''Tadi kau bilang ini bukan rumahku...'' Reza berbalik sembari menunjukkan senyuman penuh kemenangan.
Entah Qin Shui atau Filia. Masing masing menghela napas.
''Lupakan hal ini terlebih dahulu...'' Ujar Filia semari menatap Reza dengan serius walau Reza tak tau seperti apa mata serius dari Filia yang mengenakan penutup mata itu.
''Apa kau mau menjadi murid di sini, atau tidak?.''
Reza terdiam. Dia melihat, sososk dua didepannya ini sudahlah sangat berarti baginya karena bersedia memberikan sebuah kehangatan.
Meninggalkan mereka, sama saja meninggalkan rasa hangat yang dia paling inginkan. Reza tak mau itu. Namun, bila menjawab dia mau menjadi murid ini.
Dirinya akan semakin malu karena sama saja menjilat ludah sendiri yang sudah terbuang.
''H-hump!. Terserah kalian saja lah.'' Hanya ini bisa Reza lakukan.
Dengan wajah malu malu merona dan memalingkannya. Reza benar benar lelaki tsundere malu malu saat ini.
''''Pffftt,... Hahahahahahaha...'''' Tawa ejek keras Qin Shui maupun Filia terhadap sikap Reza yang malu malu kucing seperti ini.
Reza malu benar. Namun, ketika sadar akan sesuatu. Reza melotot. Dimana, dan entah kenapa. Bagaimana bisa dirinya tak sadar bila dia dari tadi melihat sebuah aura dari Qin Shui maupun Filia.
'Apa apaan aura dari Filia ini. Apa dia benar benar monster?!. Bagaimana bisa kekejaman yang benar benar pekat dan memberatkan rasanya bahkan aku yakin, entah neraka maupun surga pastinya tidak mampu menampung dosa yang dilakukan oleh Filia.' Reza tak lagi mampu bernapas dengan lancar ketika melihat dan merasakan dengan jelas.
Bayang bayang dari jiwa jiwa yang memiliki dendam dan kebencian terhadap Filia. Benar benar begitu besar hingga menyangkup dan meliputi seluruh pulau universitas Aqulina.
Filia yang melihat Reza menatap dirinya dengan tatapan tak biasa, yaitu sedikit ketakutan. Kemudian, dia tersenyum tipis.
''Nak, sepertinya... Kau sudah melihat sesuatu dari dalam tubuhku, bukan?.'' Terdengar sedikit terkejut namun senang, Filia mengucapkan hal itu.
Dengan pelan, Reza mengangguk. Dia sekarang sadar, sosok pertama kali yang memberikan kehangatan setelah sosok cahaya itu. Ternyata adalah monster paling mengerikan yang pernah dia lihat.
Filia berdiri dan berjalan mendekat ke Reza. Dengan senyuman sedikit menyeringai, dia seakan menatap Reza adalah mangsanya.
Spontan, sebuah rasa yang tak pernah Reza rasakan. Saat ini dia rasakan. Sebuah ketakutan mendalam ketika sebuah jiwa jiwa yang di belakang Filia benar benar seperti berteriak menyanyikan melodi keputusasaan.
Reza berjalan mundur tanpa disadari.
Senyuman Filia semakin lebar. ''Ternyata benar. Apa kau melatih kekuatan jiwa mu?.''
Seketika, semua tekanan yang benar benar membawa Reza dalam keputusasaan menghilang begitu saja tanpa Reza rasakan lagi.
''Y-ya. Aku memang melatih kekuatan jiwa.'' Rasanya canggung bagi Reza setelah melihat aura Filia yang sebenarnya. Ketakuatan di rasanya benar benar membuatnya kaku dan terbayang bayang sosok sosok jiwa yang mengintari Filia dengan penuh dendam dan kebencian.
Filia tersenyum manis dan lembut. Dia menepuk kepala Reza dengan lembut sambil berkata. ''Pasti kau ketakutan, bukan.''
Setelah berkata seperti itu, Reza tiba tiba di peluk penuh kasih sayang dan hatinya yang ketakutan seketika menghilang digantikan dengan sebuah kehangatan.
Qin Shui yang sedari tadi melihat keduanya. Tidaklah bisa mengikuti apa pembicaraan mereka. ''Guru, apa maksudmu melatih kekuatan jiwa?.'' Heran Qin Shui.
''Lebih baik kau tidaklah tau, Shui'er. Ada hal tidaklah bisa kau ketahui lebih dalam atau kau akan mendapat balasan yang buruk.'' Balas Filia dengan masih mengelus elus punggung Reza agar menenangkannya.
Qin Shui tidak lagi membahasnya. Dia hanya tersenyum lembut ketika melihat Reza yang memejamkan mata menikmati pelukan dan halusnya elusan dari Filia.
Kemudian, Filia mendorong Reza dan melihat. Raut wajah Reza menjadi sedih dan seperti mengharapkan lagi untuk di perlakukan seperti tadi.
''Bila kita melanjutkannya lagi. Mungkin aku akan terlanjur sayang dan cinta kepadamu, bodoh!.''
Ctaak.
Filia menjitak kepala Reza agar menyadarkan perbuatan Reza yang membuat sebuah perasaan tersendiri nantinya bagi keduanya.
Reza mendongakkan kepala dan menatap langit kamar. ''Aku tak masalah, selama kehangatan itu menyelimuti hatiku. Mau kau aku anggap apa, maka akan ku terima saja.''
Hening tiada suara sama sekali.
Apa yang Reza katakan sangatlah membuat suasana hening. Bahkan, bila jarum terjatuh saja, pastinya akan terdengar walau suaranya kecil.
''Haaahhh, padahal kita baru beberapa hari saja bertemu. Kenapa aku bisa terpesona dan jatuh cinta denganmu yang bertampang biasa biasa saja ini.'' Lemas dan merona pipi Filia sembari berjalan pergi meninggalkan kamar Reza.
Sebuah perasaan sakit seketika terasa oleh Reza ketika mendengar Filia menyebutnya tampang biasa biasa saja.
''Rasanya sakit sekali yakin bila di bilang biasa biasa saja oleh orang yang berharga...'' Ujar Reza sembari memegang dadanya yang terasa sakit.
Kemudian, dia berjalan mendekat menuju balkon kamar dan bersandar di tembok balkon.
''Namun, cinta kah... Tak kusangka dari dulu sejak lahir hingga sekarang aku baru saja mencintai sosok nenek nenek tua berumur jutaan tahun bahkan puluhan juta tahun. Entah kenapa, aku merasa merinding.'' Sambung Reza dengan nada lemas dan tubuhnya merinding karena membayangkan dia mencintai sosok wanita berumur puluhan juta tahun.
Reza melihat dengan mata jiwanya. Bahwa usia tulang yang di miliki Filia sudah puluhan juta tahun berlalu. Dengan arti, bahkan sebelum bumi tercipta, mungkin Filia sudah ada.
''Ohh~, begitu kah menurutmu. Sepertinya aku harus menarik kembali kata kataku karena menyukaimu.''
Tiba tiba, terdengar suara begitu mengerikan dari Filia di belakang Reza.
''Ma-maafkan aku...''
Bekas kaki bapak