NovelToon NovelToon
Nicholas

Nicholas

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:31.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Area Dewasa.!!! Tidak ada nilai positif.
Tidak suka = SKIP


Nicholas Alexander, laki - laki tampan berusia 24 tahun itu baru saja patah hati setelah kekasih yang sudah dia kencani selama lebih dari 4 tahun itu telah di tiduri oleh laki - laki lain.
Hancur.? Tentu saja dia sangat hancur menerima kenyataan pahit itu.
Pada akhirnya dia harus melepaskan wanita yang hampir saja dia nikahi dalam waktu dekat ini.

Mampukah Nicho melupakan cinta pertamanya.?Dan menemukan cinta sejati yang sesungguhnya.?
Siapakah wanita beruntung itu yang akan mendapatkan cintanya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Suasana di meja itu seketika hening. Sikap cuek Nicho membuat Mila yang sempat kagum, kini berubah kesal menatapnya. Dia tidak lagi seheboh tadi, tidak juga memandangi wajah Nicho lagi dan fokus menghabiskan bakso miliknya. Begitu juga dengan Sisil, suara cerewetnya yang khas tidak lagi terdengar. Ekspresi Nicho sudah seperti singa yang siap menerkamnya jika dia kembali berbicara.

Tapi anehnya rasa kagum itu tak berkurang sedikitpun. Nicho tetap saja terlihat mengagumkan seperti idolanya.

"Sil, gue balik duluan ya. Angker banget hawanya, lama - lama bikin merinding,,," Bisik Mila. Sisil melirik mangkok bakso di depan Mila yang sudah kosong, ludes beserta kuah - kuahnya. Juga jus mangga yang ikut tak tersisa.

Cara makan Mila sudah sepeti maraton. Habis dalam hitungan detik, sedangkan bakso milik Sisil baru habis setengahnya.

"Ganteng doang tapi galak,,," Tambahnya lagi.

"Sampai ketemu besok,,,"

Mila beranjak dari duduknya, lalu melambaikan tangan pada Sisil.

"Hati - hati di jalan Mil,,," Seru Sisil. Mila hanya mengatakan oke tanpa bersuara. Rupanya dia juga takut mengganggu singa yang sedang serius itu.

Sisil melirik Nicho, dia masih saja menatap layar laptop dengan sorot mata tajam.

"Kakak masih ada kelas.?" Tanya Sisil hati - hati.

"Kenapa.?!" Tanpa di duga, Nicho langsung balik bertanya.

"Kamu mau ikut pulang.? Aku bukan supir taksi.!" Tambahnya lagi dengan suara ketus. Nicho mengingat kejadian waktu itu saat mengajak Sisil masuk ke mobilnya. Dan dengan entengnya Sisil menyebutnya sedang naik taksi.

Sisil menyengir kuda, dia menggeleng ragu.

"Aku cuma tanya saja,,," Kilahnya. Sejujurnya dia memang ingin ikut pulang bersama Nicho. Hari ini dia tidak membawa mobil karna bangun kesiangan, jadi berangkat dengan memesan ojek online agar bisa sampai tepat waktu.

Nicho hanya berdecak kesal menanggapinya, kemudian kembali fokus pada laptopnya.

"Oppa,," Gumam Sisil setelah mengingat ucapan Mila yang katanya melihat Nathan di parkiran.

Sisil langsung merogoh ponsel dari dalam tasnya, dia mencari kontak Nathan kemudian menghubunginya.

"Hallo oppa,,,"

"Anterin aku pulang, oppa masih di kampus.?"

Sisil langsung menyerocos begitu panggilannya terhubung dengan Nathan.

"Yahh,,, kenapa nggak makan di kantin saja.? Bilang saja sama kak Fely ada aku disini, pasti kak Fely mau,,"

Nicho langsung beralih menatap Sisil begitu mendengar nama Fely di sebut. Kini sorot matanya semakin tajam, ada kekesalan dan kebencian yang mendalam setelah mendengar namanya.

"Oke,,, aku tunggu. Nggak pake lama oppa,,," Sisil mematikan sambungan telfonnya. Dia tersentak saat melihat Nicho yang sedang melotot ke arahnya.

Sisil memandangi dirinya sendiri, memastikan jika tidak ada yang salah dengan penampilannya.

"Kenapa kak.? Apa ada yang aneh.?" Tanya Sisil heran.

Nicho menghembuskan nafas kasar tanpa bicara apapun, dadanya masih saja sesak mendengar namanya.

Rasa kecewa membuat semuanya hancur. Kekecewaan terbesarnya terhadap Fely adalah karna wanita itu seakan tidak menghargainya yang sejak dulu berusaha untuk melindunginya. Tapi justru memberikan peluang pada orang lain untuk merusaknya.

Percuma saja selama bertahun - tahun menasehati dan memperingatkannya, kalau pada akhirnya akan di langgar.

Dan setelah apa yang sudah terjadi pada dirinya, dengan mudahnya meminta maaf dan berusaha menjelaskan jika tidak terjadi sesuatu lebih dari itu.

Dia merasa seperti orang bodoh saat itu. Bagaimana mungkin bisa dipercaya sedangkan banyak tanda kepemilikan di sana.

Sakit hati terbesar adalah di kecewakan.!

Sisil kembali menyiapkan makanan kedalam mulut, namun matanya tak beralih dari wajah Nicho yang memerah. Laki - laki itu terlihat menyimpan amarah.

Sisil hanya bisa menggelengkan kepalanya, sikap Nicho memang aneh dan sangat berbeda dari kebanyakan laki - laki di luar sana.

"Oppa,,, disini,,," Sisil melambaikan tangan pada Nathan yang tampak kebingungan mencari Sisil.

Lambaian tangan Sisil membuat Nathan mengangguk pelan. Dia melirik Fely yang berdiri di sampingnya dengan raut wajah yang datar.

"Kamu mau makan apa,? biar aku yang pesan." Tanya Nathan.

"Kamu tunggu dulu sama Sisil,,,"

"Apa saja,,," Hanya jawaban singkat dan datar yang keluar dari mulut Fely, dia berlalu dari sana tanpa menatap Nathan sedikitpun.

Nathan hanya menghela nafas pelan, lalu pergi untuk memesan makanan.

Dari kejauhan Nicho menatap keduanya sejak Sisil melambaikan tangan. Kini bukan wajahnya yang memerah, matanya juga memerah dengan sorot mata tajam yang terlihat sangat menakutkan.

Dia tersenyum kecut saat melihat Fely berjalan ke arahnya, sepertinya wanita itu belum melihat keberadaannya. Fely sempat melihat ke meja yang dia tempati, tapi hanya menatap ke arah Sisil.

"Aku mau pulang.! Kamu mau ikut tau tidak.?" Seru Nicho pada Sisil. Wanita itu dibuat melongo oleh tawaran Nicho. Tadi dia menolaknya mentah - mentah sebelum meminta untuk pulang bersama, tapi sekarang justru Nicho yang menawarinya untuk pulang bersama.

"Tapi kak,,,,

"Aku hitung sampai 3,," Ujar Nicho. Dia sudah memasukkan laptop kedalam tasnya, kemudian beranjak dari duduknya.

"Satu.!! Dua..!! Tiga..!" Nicho berlalu dari hadapan Sisil, sedangkan Sisil masih diam di tempat karna kebingungan. Dia sudah terlanjur meminta Nathan untuk mengantarnya pulang, bahkan Nathan sampai mau datang ke kantin untuk makan disana sekaligus menunggunya selesai makan.

"Tunggu kak,,," Seru Sisil. Dia menyeruput jus miliknya sebelum beranjak dari sana.

Nicho menajamkan mata saat jaraknya dan Fely semakin dekat. Saat itu pula Fely menyadari keberadaan Nicho di hadapannya. Keduanya saling pandang dengan sorot mata yang berbeda.

Fely yang menatap Nicho dengan tatapan penuh penyesalan, sedangkan Nicho menatapnya dengan penuh kemarahan.

"Nicho,,," Fely meraih tangan Nicho saat jarak keduanya sangat dekat.

"Aku,,," Belum sempat meneruskan ucapannya, Nicho sudah menarik kasar tangannya dari genggaman Fely.

Saat akan kembali bicara, Sisil datang menghampiri mereka.

"Kak Fely, maaf aku duluan. Aku nggak jadi pulang bareng kalian. Tolong bilangin oppa yah,,," Seru Sisil ramah.

Nicho kembali melanjutkan langkahnya, dia bakan sempat menyenggol kasar bahu Fely.

"Kak,,," Tegur Sisil karna Fely mengalihkan pandangannya pada Nicho.

"Aku duluan ya,,,"

Kali ini Fely menatap Sisil, dia tersenyum tipis sembari menganggukkan kepalanya.

"Kak Nicho tungguin,,,!!" Teriak Sisil sembari berlalu dari hadapan Fely, berjalan cepat untuk menyusul langkah Nicho.

Fely seketika terdiam, dia menatap Sisil dan Nicho dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Tungguin kak,,!" Seru Sisil.

"Ngajak pulang bareng atau ngajak kejar - kejaran,,!" Protesnya kesal, tapi Nicho tak kunjung memelankan langkahnya. Sisil harus setengah berlari untuk mengejar langkah Nicho yang lebar.

Laki - laki itu sangat menyebalkan, tapi anehnya tidak membuatnya ilfil sedikitpun seperti yang dirasakan oleh Mila tadi.

Nicho baru memelankan langkahnya begitu sampai di parkiran. Namun tidak dengan Sisil yang masih harus berjalan cepat untuk menyusulnya.

"Kak Nicho ngerjain aku ya.?" Suara Sisil terengah - engah. Nafasnya tersenggal karna harus mengejar Nicho, sedangkan dia baru saja makan.

Nicho hanya menengok dengan tatapan datar. Dia langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam, Sisil langsung menyusulnya.

"Huhhh,," Sisil menghembuskan nafas panjang. Dia menyenderkan tubuhnya.

"Perutnya begah karna baru di isi udah di ajak maraton." Gumamnya sembari mengusap perut. Nicho terlihat cuek sambil menyalakan mesin mobil setelah memakai seatbelt.

"Minum.!" Ujar Nicho sembari menyodorkan air mineral pada Sisil.

"Makasih,," Sisil menerima botol air mineral yang masih utuh itu. Dia meneguknya cepat. Tenggorokannya langsung kering setelah mengejar Nicho.

"Kak,,," Baru saja memanggilnya, Nicho sudah menoleh dengan tatapan tajam.

"Diam kalau nggak mau aku turunin di jalan."

Ujar Nicho datar.

Sisil hanya mencebik kesal dan memilih untuk diam.

...****...

Masih menunggu 140 orang lagi buat vote 😜

1
nobita
aku jadi tegang 🤭
Candle_SHe
😍😍😍
arsita
ceritanya tu terlalu berbelit"
Yudi Jebaru
menarik/Rose/
Sofie Ariyani
nicho gendeng 🤣
winda.milsa
sepertinya aku lrbih senang cerita nathan dan fely. kalo nicho emosian terus kasar🤭🤭🙏🙏🙏
Wayan apriani
Kecewa
Wayan apriani
Buruk
irma hidayat
ceritanya bagus moga cerita yg lain suaminya bukan yg arogan tapi baik seperti s oppa nathan ga kaya nama dijudul,maaf thor yg baik
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nyai Ocha
bagus
Agnescerlly Cerlly
sakit tu kepala karna belum selesai
Agnescerlly Cerlly
dosa gak sih nolak suami
Kostum Unik
Cih alasan klise. Kalo istri nya yg bgtu wlu atas dasar kemanusiaan ttp aja dia gk terima. Author demen bgt bikin tokoh ceweknya bodoh dan gampangan
Kostum Unik
Gampang bgt bilg maaf. Suami egois dan tempramen
Kostum Unik
Bego bgt istri bgni. Udah usir ya keluar
Biar mikir jg laki model bgtu. Ribet bgt soal anak merid jg blm ada setaun
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
pembaca nicho sisil ada yang tau akun ig author ga
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
thor akun ignya dong
Surtia Ningsih
ni cerita muteerrr aja di situ bikin kapok Nicho nya dong
anna ganol
ngilu 🤣🤣
anna ganol
sabar kkak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!