NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 - Semenempel Mungkin

Sepersekian detik Ruhi masih membiarkan bibir tebal ini Menguasai bibirnya, namun buru-buru ia mendorong kuat dada Asraf ketika lidah itu mulai mencari celah untuk masuk.

"OM ASRAF!!" Teriak Ruhi, ia benar-benar merasa kesal dan dilecehkan. Ini adalah ciuman keduanya yang dicuri oleh orang yang sama.

Belum lagi kemarin Asraf juga menilai dada dan juga bokongnya.

Benar-benar tidak punya sopan santun.

"Tenanglah, aku akan bertanggung jawab menikahi mu," jawab Asraf dengan santainya.

Ruhi mengepalkan kedua tangannya kuat, wajahnya memerah menahan amarah.

"Ini bukan masalah tanggung jawab atau tidak, tapi masalah Om tidak menghargai aku!" kesal Ruhi.

"Hargai bagaimana? bukankah kita akan segera menikah? lalu kenapa hanya ciuman saja begitu kamu permasalahkan? apa kamu tidak pernah berciuman?" Asraf menyeringai, benar-benar tidak merasa bersalah sedikitpun sudah mencuri ciuman dari gadis kecil ini.

Ia malah merasa bangga karena menjadi orang yang pertama.

Ruhi menutup matanya sejenak, berulang kali menarik dan menghembuskan napas pelan. Memang percuma saja berbicara dengan manusia purba satu ini.

Orang tua memang selalu susah untuk diajak bicara.

Daripada menanggapi Asraf, Ruhi lebih memilih memalingkan wajahnya. Melipat kedua tangannya didepan dada.

Melihat tingkah Ruhi itu, entah kenapa, Asraf malah gemas sendiri. Tangan kirinya terulur untuk mengacak-acak rambut Ruhi.

"Iya iya, maafkan aku," ucap Asraf dengan terkekeh pelan. Lebih terdengar meledek daripada meminta maaf.

Hih! Kesal Ruhi dalam hati.

Ia menepis tangan Asraf dan merapikan rambutnya sendiri.

"Sudah berapa hari kamu tidak keramas?" tanya Asraf, ia merasa tangannya lebih berminyak.

Ditatapnya telapak tangannya sendiri dengan penuh curiga.

"4 hari."

"Astagfirulahalazim! dasar gadis buduk! jorok! menjijikkan!" kesal Asraf, buru-buru ia membuka pintu, menyiram tangannya dengan air mineral, dan dielap bersih-bersih menggunakan tissue.

"Jangan dekat-dekat denganku!" ketus Asraf dan Ruhi tidak peduli, ia memang belum keramas selama 4 hari, malas dan sayang, karena 4 hari yang lalu ia baru creambath di salon.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jam 7 malam, Randu mulai masuk ke ruang operasi. Rina dan Ruhi, dengan setia menunggu diluar ruangan itu. Asraf terpaksa pulang karena sang kakek memintanya untuk datang.

Dengan sedikit kesal, Asraf masuk ke dalam rumah. Di garasi tadi, ia juga melihat mobil Aksa. Moodnya benar-benar langsung buruk ketika melihat mobil itu.

"Ada apa kakek memintaku pulang?" tanya Asraf, serentak dengan ia yang mendudukkan diri di kursi meja makan.

Bizar mendengus kesal, dasar tidak sopan.

"Untuk apa kamu kesini?" tanya Asraf pada Aksa yang duduk dihadapannya.

"Rumah ini bukan hanya punya mu, kenapa kamu sok berkuasa sekali," sindir Bizar.

"Kamu ini cucu tua, bukannya mengayomi Aksa malah bersikap kekanak-kanakan." Bizar mulai ceramah.

Asraf dan Aksa saling pandang, kemudian memilih makan dengan dongeng cerita sang kakek, mulai dari tahun 1980 kakek memulai usaha properti ini, bla bla bla, bla bla bla, bla bla bla ... Selalu itu saja yang diceritakan Bizar, ketika ia mulai ceramah seperti ini.

Cucu-cucunya sampai hapal.

"Alhamdulilah," ucap Asraf dan Aksa ketika keduanya menyelesaikan makan malam, serentak dengan Bizar yang selesai bercerita.

"Kamu paham tidak?" tanya Bizar pada Asraf.

"Iya Kek, paham-paham," jawab Asraf mangguk-mangguk, padahal ia tidak tahu apa maksud pertanyaan sang kakek.

"Kalian harus hidup rukun dan saling menyayangi. Sekarang kakek masih hidup saja kalian selalu berdebat, bagaimana jika kakek mati nanti," jelas Bizar, wajahnya mulai sendu, memikirkan nasib kedua cucunya.

"Aksa, setelah Asraf menikah nanti, dia akan menjadi pengganti kakek dan kamu akan menggantikan Asraf menjadi wakil CEO."

Aksa mengangguk kecil, menyetujui ide sang kakek.

"Kamu tolong bantu Asraf, tegur dia jika sampai lalai," timpal Bizar lagi dan Asraf mengeryit bingung.

"Mana ada pemimpin malah diawasi sama bawahannya Kek, yang ada aku yang akan selalu mengawasi Aksa." jawab Asraf menggebu.

"Kini keadaannya berbeda, bawahannya jauh lebih kompeten daripada atasannya," jawab Bizar sarkas, membuat Asraf semakin kesal dan tak berniat membantah lagi.

Ingat peraturannya, jika berdebat dengan Bizar, dia tidak akan menang.

Aksa yang melihat perdebatan itu malah mengulum senyumnya, kakek dan kakak sepupunya ini memang terlihat seperti anjing dan kucing. Tapi keduanya saling menyayangi dengan tulus.

Dan 1 yang menjadi keinginan Aksa selama ini, kedua orang ini juga menyayanginya dengan tulus.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Kenapa kamu harus ikut kesini sih?" tanya Asraf penuh kekesalan, pasalnya kini Aksa mengikutinya hingga ke rumah sakit.

Kedua pria berbeda kepribadian itu berjalan beriringan melewati lorong lorong rumah sakit. Saat ini masih jam setengah 9, bisa dipastikan jika operasi Randu belum selesai. Jadi keduanya memutuskan langsung ke ruang operasi.

Dan benar saja, keduanya melihat seorang gadis dan ibu duduk bersebelahan sambil saling menggenggam. Seolah memberi kekuatan satu sama lain.

"Ingat, buduk buduk begitu, dia itu calon istriku, jangan kamu rebut lagi." Asraf mengingatkan, dan Aksa hanya tersenyum kecil.

Kembali ke masa lalu sedikit, dulu dulu, tiap kali Asraf memiliki seorang kekasih, pasti akan di rebut oleh Aksa. Tak lama setelahnya, Aksa mencampakkan wanita-wanita itu.

Benar-benar membuat Asraf kesal.

Karena itulah, beberapa tahun terakhir Asraf lebih memilih untuk tidak memiliki kekasih, cukup main-main saja.

"Bu." Sapa Asraf, kini ia dan Aksa sudah berdiri tepat di samping Rina dan Ruhi.

Keduanya menoleh, sedikit menatap heran pada pria tampan disebelah Asraf.

Merasa diperhatikan, Aksa pun mengenalkan dirinya. Memberi tahu jika namanya adalah Aksa dan merupakan sepupu Asraf.

Ruhi tersenyum, senyum yang sangat dibenci oleh Asraf.

Dasar gadis buduk mata jelalatan.

"Tunggu, apa kakak pernah ikut makan bersama kakek Bizar di restoran padang tempat ku bekerja dulu?" Tanya Ruhi, pasalnya ia merasa tak asing saat melihat wajah Aksa.

Ck, kakak? Asraf berdecak tidak percaya Ruhi memanggil Aksa dengan sebutan kakak.

"Iya, apa kamu masih ingat dengan ku, jus Alpukat?"

hihihi, tiba-tiba Aksa dan Ruhi terkekeh pelan. Mengisyaratkan jika keduanya pernah memiliki momen tetang jus Alpukat.

Cih! Asraf berdecih, benar-benar merasa kesal.

Merasa jijik dengan keadaan ini, akhirnya Asraf mengambil tindakan, ia bergerak dan dengan cepat duduk di samping Ruhi, membuat posisi semenempel mungkin.

Dan Rina yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala. Ini sebenarnya siapa yang kakak siapa yang adik?

Mereka semua menunggu dengan tenang, Aksa sesekali membuka obrolan, ia adalah pribadi yang supel dan gampang berbaur dengan orang. Dengan sifatnya yang seperti itu, ia mudah disenangi oleh orang lain.

Jam 9 malam, akhirnya lampu ruang operasi itu berubah menjadi hijau.

Tak lama setelahnya, pintu terbuka dan Randu keluar dengan tak sadarkan diri.

"Bagaimana Dok?" Satu pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Rina, tangannya basah penuh dengan keringat dingin. Memikirkan sang anak yang kini terkulai lemah.

"Alhamdulilah, semuanya lancar Bu. Kita hanya tinggal menunggu Randu sadar."

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!