Hana Permata Sari, adalah gadis yang pintar, ceria dan lembut,
Hana biasa gadis itu di panggil memiliki kehidupan yang bisa di bilang sempurna, tumbuh dalam keluarga kaya, orang tuanya yang sangat menyayanginya, dan kakak angkat yang selalu menjaganya mempunyai
sahabat sahabat yang begitu care padanya.
Namun di balik kesempurnaan hidupnya tak selaras dengan kehidupan percintaannya.
Kegagalan cinta berkali kali membuat Hana takut untuk membuka hatinya kembali, walaupun Robin sudah membujuknya untuk membuka hati kembali namun tak di hiraukan oleh Hana.
Hingga tiba suatu hari kebekuan hati Hana bisa tercairkan oleh seorang cowok.
Siapakah yang berhasil mencairkan kebekuan hati Hana?
Baca ceritanya ya!
Dan jangan lupa
Like
Comment
Saran dan kritiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA SURYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jonathan Koma
Aku duduk di samping Jonathan, ku pandangi wajahnya dan ku elus rambut Jonathan, lalu ku cium keningnya, dan aku berlari ke luar kamar. Aku duduk di kursi depan kamar dan ku tumpahkan tangisku di sana.
Tiba tiba kak Robin sudah ada di sampingku dan memelukku. ku tumpahkan semua tangisku dalam pelukan kak Robin.
"Kuatkan dirimu Han... jangan seperti ini, Jonathan gak akan suka kamu seperti ini.!"
"Jooo...naaa..than... kak" ucapku terbata bata.
Kak Robin mengusap kepalaku lembut. "kakak tahu... tenangkan dulu dirimu! kakak akan bersamamu." kak Robin menghapus air mataku.
"Jangan menangis lagi agar Jonathan juga kuat jalani semua ini!"
"Kenapa selama ini dia diam saja kak? setahun dia tahu penyakit ini, tapi kenapa dia tak mau berbagi dengan siapapun dan memendam rasa sakitnya sendirian."
Kak Robin tersenyum. "karena dia gak mau orang orang yang dia sayangi menangis karena penyakitnya dan dia ingin meninggalkan kenangan manis untuk orang orang yang dia sayangi termasuk kamu."
Aku memeluk erat kak Robin dan kak Robin membalas pelukanku.
"Makasih kak... kakak selalu ada untukku saat aku sedih, saat jiwaku lelah, saat masalah datang dan hatiku terbebani, kakak selalu menguatkan aku."
"Bagiku kebahagiaanmu adalah.yang terpenting Han..." batin kak Robin.
"Kita cari makan dulu biar kamu ada tenaga.." Kak Robin menggandeng tanganku menuju kantin Rumah sakit.
Kami makan di Rumah sakit, walau tak berselera ku paksakan untuk makan. Lalu kami kembali ke kamar Jonathan, saat ku buka pintu ku lihat mama dan papa Jonathan ada di sana.
Mama Jonathan langsung memelukku begitu tahu akunyang datang.
"Kamu yang kuat ya Han...!!"
"Iya ma.." membalas pelukan mama wina.
Papa Jonathan mendekati kami dan menepuk pucuk kepalaku lembut, lalu duduk di sofa, menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, memejamkan matanya dan memegang pelipisnya.
Aku dan mama duduk di kursi samping kasur Jonathan, dan kak Robin duduk di sofa bersama pap Jonathan.
"Mama wina sudah tahu semua ini?"
Mama wina mengangguk dan mengelus rambutku, "Mama tahu sejak terakhir Jonathan masuk Rumah Sakit yang terakhir kemarin." ucap mama sendu.
"Jonathan, sengaja menyembunyikan semua ini dari kamu, karena tak ingin membuatmu bersedih." ucap mama wina
Mama wina menggenggenggam ke dua tanganku, "Makasih selama ini sudah menemani Jonathan dan memberi kebahagiaan untuk Jonathan." ucap mama wina menitikkan air matanya.
Ku peluk mama wina dan akupun menangis dalam dekapan mama wina.
"Pulanglah Han... malam ini biar mama sama papa yang jaga Jonathan, kita juga belum tahu kapan Jonathan bangun, dan besok kamu harus sekolah."
"Baiklah ma..." aku mencium punggung tangan mama lalu memeluknya dan mama wina memegang wajahku, mencium pipi kanan dan kiriku.
Aku mendekati papa Jonathan mencium punggung tangannya dan di ikuti oleh kak Robin, dan kami berpamitan untuk pulang.
Di perjalanan aku hanya diam menatap ke luar jendela. Dan kak Robin membiarkanku dalam lamunan hingga sampai di rumahku.
"Han..." panggil kak Jonathan lembut menepuk bahuku, aku menoleh ke arah kak Robin.
"Kita dah sampai! masuklah dan cobalah untuk istirahat, walau kakak tahu ini sulit, tapi cobalah.!!" aku hanya menganggukkan kepalaku dan tersenyum tipis,
Akupun keluar dari mobil kak Robin tanpa sepatah katapun ku ucapkan, melangkah masuk ke dalam rumah.
Kak Robin hanya memperhatikan diriku hingga aku masuk ke dalam rumah dan kak Robin baru menyalakan mobilnya dan meninggalkan rumahku.
Semalaman aku gak bisa tidur merindukan Jonathan dan jam tiga pagi baru bisa tertidur. Hingga pagi tiba aku belum bangun, sampai sampai bi inah harus membangunkanku.
Aku bergegas mandi untuk berangkat sekolah, saat menuruni tangga ku lihat kak Robin sudah ada di ruang keluarga menonton tv.
"Kak..." ucapku
"Sarapan dulu nanti berangkat, kakak yang antar." aku mengangguk dan melangkah ke ruang makan di ikuti kak Robin.
Aku hanya sarapan sandwich dan minum susu coklat hangat, dan kak Robin hanya minum jus. setelah makan kami keluar rumah.
Mobil kak Robin melaju perlahan meninggalkan rumahku menuju ke sekolahku.
"Gimana kuliah kakak?"
"Habis antar kamu kakak langsung ke kampus." aku mengangguk dan kembali menatap ke luar jendela mobil. kak Robin melihatku sekilas dan kembali fokus mengendarai mobil. suasana dalam mobil hening hingga sampai sekolah.
"Han... kamu yakin buat masuk sekolah?"
Aku menatap kak Robin dan menganggukkan kepalaku dan tersenyum.
"Aku yakin kak... aku gak papa." aku mengambil nafas dalam dan membuangnya kasar. lalu kak Robin menepuk pucuk kepalaku pelan.
"Pulang sekolah nanti... kakak jemput, kita ke Rumah Sakit sama sama."
"Ya kak..." aku membuka pintu mobil dan keluar.
Mobil kak Robin sudah berlalu dari hadapanku dan tak terlihat, aku baru masuk ke dalam sekolah.
Hatiku begitu hampa, dadaku begitu sesak namun aku harus kuat dan mencoba menahan untuk tak menitikkan air mata.
Ku ikuti pelajaran hari ini tanpa konsentrasi sama sekali, Rangga, leo dan Lina mencoba menghiburku, namun begitu sulit rasanya ku lepas rasa sesak di dadaku.
Hingga tiba waktunya bel sekolah berbunyi, aku langsung berlari keluar tanpa menghiraukan ke tiga sahabatku.
Di luar gerbang kak Robin sudah menungguku, dan aku langsung masuk ke dalam mobilnya.
Kak Robinpun membawaku pergi ke Rumah Sakit. Sesampai di rumah sakit tanpa menunggu kak Robin aku berlari menuju kamar Jonathan.
Sesampai kamar Jonathan aku langsung masuk tanpa mengetok pintu terlebih dahulu.
Mama dan papa Jonathan menoleh ke arahku dan tersenyum.
Aku mendekati mereka dan mencium punggung tangan mereka.
"Ma... gimana Jonathan...?"
" Kamu yang sabar ya... dia masih koma,."
Aku mendekati Jonathan dan duduk di kursi samping ranjang Jonathan, ku genggam tangannya.
tok... tok... tok
pintu terbuka dan masuklah kak Robin,
"Om.... Tante"kak Robin menyalami mama papa Jonathan.
"Om sama tante pulang aja istirahat biar hari ini saya yang akan jaga Jonathan, nanti bersama sahabat saya.!" pinta kak Robin.
Papa Jonathan berdiri menepuk bahu kak Robin. "Baiklah... om sama tante pulang dulu! makasih ya... besok pagi pagi om sama tante datang gantiin kalian.
Mama papa keluar kamar di ikuti kak Robin. Aku tak memperdulikannya dan aku hanya fokus sama Jonathan.
"Jo... aku rindu tawamu..." ucapku lirih dan menitikkan air mata.
"Kapan kamu bangun... apa kamu tak rindu aku? akuuu...." ku tumpahkan tangisku.
Tiba tiba kak Robin sudah merengkuh tubuhku dan memelukku.
"Jangan seperti ini Han! kasihan Jonathan kalau kamu terus seperti ini.... tenangkanlah hatimu, kuatkan hatimu! kakak yakin kamu bisa!"
Kak Robin memegang wajahku dengan ke dua tangannya. "kamu cewek yang kuat! berikan yang terbaik buat Jonathan, sama seperti selama ini Jonathan selalu memberikan yang terbaik buatmu! giliran dirimu untuk memberikan yang terbaik buat Jonathan."
Aku memeluk kak Robin tanpa dapat ku bendung air mata ininterus mengalir.
Kak Robin menuntunku ke sofa dan mendudukkan aku di sana.
Aku merebahkan tubuhku di pangkuan kak Robin, dan kak Robin mengusap kepalaku lembut, hingga akhirnya aku tertidur di pangkuannya.
bikin iri tau nggak. jangan gitu lah🤭🤭