Seorang gadis berparas wajah cantik namun, wajah cantik pipi sebelah kiri cacat karena kejadian masa kecilnya dulu yaitu bernama Anna. Kehilangan Ibu kandungnya membuat Anna tinggal bersama keluarga yang mengaku ayahnya.
Hingga Ia mendapatkan siksaan dari Ibu tiri dan Kakak perempuannya.
Apakah Anna mampu bertahan dengan siksaan mereka? Apakah ada seorang pemuda jatuh cinta padanya yang menerima kekurangannya dan membawanya keluar dari siksaan yang sering dia dapatkan? Penasaran dengan kelanjutannya yuk mampir ke kisah gadis cacat ini untuk mendapatkan cinta dan kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CALMEN
" Mana angin lewat?" tanya seseorang yang baru saja datang menghampiri mereka.Aiden dan Ana menoleh ke arah Bram yang sudah berdiri di dekat Ana.
" Kakak! mana papa,mama dan kak Risa?" tanya Ana yang mencoba mengalihkan tanpa menjawab pertanyaan Bram.
" Mereka nanti menyusul ke parkiran, ayo kita menunggu mereka di mobil saja" jawab Bram meraih pergelangan tangan Ana.
" Terimakasih sudah menemani adik saya" ucap Bram dingin. Kemudian Bram menarik lengan Ana untuk melangkah bersamanya meninggalkan Aiden yang hanya bisa menatap kepergian mereka tanpa menjawab ucapan Bram.
" Kakak sakit" ngadu Ana yang kesakitan.
Bram yang menyadari atas rengekan Ana langsung melepaskan dan melihat pergelangan tangannya. " Maafkan kakak" ucapnya yang menyesal.
" Kakak kenapa sih? sakit tau!" ucap Ana yang memperhatikan pergelangan tangannya yang memerah.
" Kakak hanya ingin kamu jauh-jauh dari pria itu" ucap Bram.
" Ha? Lo emang dia ngapain aku kakak? Dia hanya temenin aku sebentar saja." ucap Ana yang tak mengerti dengan jawaban Bram.
" Sudahlah ayo masuk" ucap Bram yang membuka pintu mobil.
🌻🌻🌻
" Pa! gimana kita jodohin Aiden saja ya?" ucap Vina yang sedang berbaring memikirkan kejadian tadi.
" Sama siapa?" tanya suaminya melirik ke arah istrinya.
" Sama salah satu anaknya Dian" jawab istrinya.
" Apa Aiden setuju dengan perjodohan ini?" tanya Prabu memikirkan Aiden yang begitu keras belum memikirkan soal pendamping hidupnya.
" Pa, apa salahnya kita coba" jawab istrinya.
" Ya sudah kita tunggu besok untuk bertanya kepada Aiden" jawab Prabu sambil memperbaiki selimutnya.
" Papa mau tidur? " tanya Vina yang melihat suaminya yang sudah menutup mata. Prabu yang mendengar ucapan istrinya langsung membuka mata dan menoleh ke Vina.
" Kenapa sayang? Apa ada olahraga malam ini?" tanya Prabu yang mulai menggoda istrinya.
" Kalau papa tak capek" ucap Vina yang malu atas jawabannya. Dengan cepat Prabu menindih istrinya dan mulai melancarkan aksinya.
" Kalau soal ini papa tak pernah capek" ucapnya yang mulai mencium kening istrinya. Malam yang panjang bagi sepasang suami istri untuk memadu cinta walaupun usia yang tak muda lagi. Tapi sang pusaka tak pernah membandingkan usia karena kekuatannya membuat sang betina menjerit setiap melakukan aksinya. ( Maaf ya soal ranjang pikirkan saja sesuai imajinasi kalian readers).
🌻🌻🌻
Di pagi hari di kediaman Hardian terlihat seorang wanita sedang membersihkan halaman yaitu Ana. Tugas yang sudah di lakukannya sedari kecil tak kan mengubah ia menjadi pemalas.
" Akhirnya pekerjaanku selesai juga" ucap Ana yang tersenyum melihat sekeliling halaman yang sudah nampak bersih.
" Indah dan sangat bersih" ucap seseorang yang mengagetkan Ana.
" Eh kakak " ucap Ana yang kaget dengan kedatangan Bram yang sudah berdiri di belakangnya.
" Tumben kakak pagi-pagi sudah bangun" ucap Ana yang menatap Bram yang sudah nampak segar dengan pakaian jogingnya.
" Kakak ingin joging merasakan embun di pagi hari, mau ikut nggak?" tanya Bram.
Ana ingin sekali keluar mengelilingi kompleks tempat tinggal mereka. Namun, hatinya seketika sedih di saat ia menyentuh wajahnya yang memakai topeng. Bram yang melihat raut wajah Ana yang berubah seakan tahu apa yang Ana rasakan.
" Ana lebih baik kamu mandi deh, kakak nggak bisa ajak kamu" ucap Bram.
" Kenapa kak?" tanya Ana yang menatap wajah Bram menunggu jawabannya.
" Atas penciuman kakak yang dari tadi tak enak, ternyata bau tajam itu berasal dari kamu Na" ucapnya sambil berlalu kabur sebelum Ana akan mengeluarkan teriakannya.
" Kaakaaakk" teriak Ana.
Bram mendengar teriakan Ana dari jauh sedang tertawa membayangkan wajah Ana yang kesal.
" kasian ya, tampan begitu agak miring " ucap salah satu wanita yang lewat melihat Bram yang tertawa sendiri. Bram yang mendengar pun berhenti dan melirik ke arah mereka dengan tatapan yang tak suka dengan ucapan mereka.
"Dia mendengar ucapanmu ayo pergi nanti orang itu ngamuk" ucap temannya setelah melihat tatapan Bram ke arah mereka.
"Uuhh aku tampan begini di kira miring, dunia akan tertawa bila aku menjadi seperti itu." ucap Bram kembali melanjutkan langkahnya.
🌻🌻🌻
"Pagi pa,mom" ucap Aiden yang mulai duduk mengambil sarapannya.
" Pagi sayang"ucap ibunya.
"Pagi son"ucap ayahnya
" Pagi semua" ucap Abi yang menghampiri mereka dengan senyum bahagia.Mereka yang melihat pun sambil melirik ke arah ibunya seakan bertanya.
" Sayang pagi ini kamu terlihat bahagia, ada apa?" tanya ibunya yang penasaran dari tadi.
" Dia dapat lotre mom, jadi terlihat bahagia" jawab Aiden. Abi yang mendengar jawaban kakaknya langsung memukul bahu kakaknya.
" Jawaban kakak salah besar, mom pingin tahu jawabannya?" tanya Abi menatap ibunya sambil memainkan alisnya.
" Mama nggak pingin tahu tapi pingin tempe penyet" jawab Vina.
" Hahaha mom, aku bahagia karena masa depanku sudah terlihat, tinggal bagaimana caranya bisa mendapatkan hatinya?" ucap Abi.
" uhuk uhuk" batuk Aiden mendengar jawaban Abi.
" Den cepat minum air, kalau makan jangan terburu-buru, lihat kan bisa keselek gitu" ucap ibunya sambil memberikan segelas air minum.
" Kakak kenapa keselek? Takut aku yang nikah duluan? "tanya Abi yan menggoda kakaknya.
Aiden melempar buah ke arah Abi, Abi yang melihat pun langsung bergerak cepat menangkap buah yang hampir mengenai kepalanya. Namun tanpa di ketahuinya ada buah yang satunya menyusul sehingga Abi tak bisa menghindar hingga mengenainya.
" Brrukk"
" Aaakhh" Adu kesakitan Abi yang terkena buah anggur di hidungnya.
" Kakak ingin berperang denganku?" tanya Abi yang sudah kesal mulai mengarahkan buah yang sempat ia dapat.
" Sudah jangan bertengkar di meja makan" ucap Prabu yang mulai merasa kesal dengan sifat kedua anaknya yang sudah besar tapi seprti anak-anak ketika bertengkar. Abi yang mendengar teguran Ayahnya mulai mendudukan kembali pantatnya namun mata tajamnya masih mengarah ke arah kakaknya.
" *Awas ya kak! aku akan balas nanti" batin Abi.
" Kamu mau balas? Aku tunggu dengan senang hati" batin Aiden*.
" Aku merasa ada aura panas di sini" ucap Vina yang melihat kedua anaknya yang masih bertatapan.
" Aiden, Papa dan mama ingin menjodohkan kamu segera mungkin" ucap Prabu sambil meraih sepotong roti.
" Apa? Papa dan mama ingin menjodohkan aku?" tanya Aiden yang terkejut atas ucapan ayahnya.
" Iya sayang, papa dan mama sudah mendapatkan wanita yang bisa mendampingimu seumur hidup, karena semalam kamu tak membawa calmen buat kami" ucap mamanya.
" Calmen?" tanya Aiden yang tak tahu apa kepanjangannya.
" Calmen?" tanya Abi yang menghentikan kunyahannya karena penasaran dengan ucapan ibunya.
" Kakak tahu apa itu calmen?" tanya Abi ke arah kakaknya.
" Mana mungkin kakak bertanya kembali kalau kakak tahu apa itu calmen" ucap Aiden ke arah adiknya.
" Astaga kalian ini sudah dewasa tapi tak tahu bahasa gaul mom" ucap Vina.
" Emang nggak tahu mom, kita kebanyakan makan tahu kali ya! jadi nggak ngerti" ucap Abi yang bingung.
" Kalian mau tahu atau mau tempe?" tanya Vina.
" Mau tahu" ucap mereka berdua serempak.
" Calmen itu adalah...." ucap Vina yang melirik ke arah kedua anaknya yang tengah penasaran dengan jawabannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siapa yang tahu Calmen apa?
Jangan lupa like dan votenya ya..
Terimakasih yang sudah mampir dan masih setia menunggu
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪
jangan lama-lama y up nya kak
ko lama banget sih update nya...aku tunggu-tunggu ceritanya....
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪