NovelToon NovelToon
Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: dina Auliya

🌺 Season 1 & 2 🌺

🙏Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote, hadiah. Sebagai dukungan untuk karya ini ya. Selalu di tunggu.🙏

Datang ke kota dengan niat ingin merubah nasib keluarga, Karina malah di jebak dan di jual pada seorang pria asing.

Namun siapa sangka, Ia terjerat dalam hubungan rumit dan menjadikan dirinya seorang pelakor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S1-12

Rafael mengambil sesuatu dari dalam tas yang ia bawa."Tadi mama membuatkan ini untuk mu, kata mami kasian kalau kamu gak makan soalnya makanan di rumah sakit kan kaya gitu." ucap Rafael sambil membuka rantang yang baru diambilnya.

"Makasih kak, sudah repot-repot, bawakan karin makanan, tapi Karin lagi gak pengen makan."

"Harus dimakan, nanti mama kecewa Lo kalau tahu makanan yang mami buat gak dimakan, bagaimana kalau aku yanh suapin sambil aku ceritakan sesuatu biar cepat habis."

Awalnya Karin tetap menolak, karena liurnya masih terasa pahit untuk menikmati makanan. Namun Rafael tetap membujuk Karin sehingga Karin tak dapat lagi menolaknya.

"Karin, sebenarnya kamu dengan bang Ken ada hubungan apa sih, keliatannya kalian dekat sekali?" tanya Rafael yang penasaran sambil menyuapi Karin sedikit demi sedikit.

"Gak ada hubungan apa-apa kak. Jangan berpikiran yang aneh-aneh tentang aku dan tuan Ken."

"Aku kira kamu ada hubungan dekat dengannya, soalnya gara-gara kemaren Abang Ken marah dengan ku, sampai wajah ku dapat tinjuan darinya."

"Oya....aku harus berterimakasih dengan tuan Ken, karena sudah memberikan pelajaran buat kak Rafael, jika malam itu aku ketemu kakak aku sendiri yang akan meninju kak Rafael."

"Emang kamu berani meninjuku."

"Siapa yang takut, apa mau Karin tambahin tinjuan nya di pipi sebelahnya."

"No...no....no....., yang sebelah saja masih ngilu mau ditambah sebelah lagi. tapi kalau dicium gak papa deh." karin pun langsung menutup mulutnya saat Rafael mau dicium.

"Tidak akan, aku tidak akan mencium kakak sampai kapanpun."

"Oya...baru kali ini ada cewek yang menolak menciumku, biasanya mereka mengejar-ngejar diriku. Kurang apa aku ini, kurang tampan, kurang macho, kurang wangi."

Karin hanya tertawa, dengan percaya diri nya Rafael mengatakan tentang dirinya sendiri.

"Walaupun kakak, gantengnya mengalahkan oppa Korea, Karin tak akan pernah menyukai kak Rafael, soalnya dihati Karin sudah tersimpan satu nama."

"Siapa?" Karin Langsung terdiam saat keceplosan mengatakan sesuatu.

"Sudahlah kak, Karin mau istirahat dulu, biar cepat sembuh, ingin rasanya Karin cepat kembali ke kampung."

"Ya udah, cepat tidur, aku akan disini jagain kamu." Karin pun memberikan senyuman pada Rafael sebelum tidur.

____

Di rumah, Kenzo tidak bisa tidur membolak-balik kan tubuhnya mencoba memejamkan matanya namun tak dapat terpejam. Padahal Sasa ada di sampingnya dan sedang tertidur, namun pikiran Ken melayang mengingat Karin yang sedang bersama Rafael.

Ken pun keluar kamar, pergi kekamar Karin. Ken merebahkan diri di kasur yang selalu menopang tubuh Karin saat tidur.

"Karin, kenapa kamu selalu ada dalam pikiran ku, bagaimana nanti Jika kamu sudah pergi meninggalkan aku? apa aku bisa hidup tanpamu?, sebenarnya apa yang ku cari dalam dirimu, aku sudah punya Sasa dan bahkan aku sudah punya Joy, tapi kenapa aku memiliki perasaan yang aneh denganmu? apa aku mulai mencintaimu atau aku hanya mencintai tubuhmu. kenapa sekarang aku menjadi lelaki yang lemah. amarahku, egoku selalu mereda saat ada di sampingmu." Ken mendekap guling yang biasa Karin peluk dan mencoba memejamkan mata.

Keesokan hari, di meja makan Ken tak mendapati Sasa bersamanya.

"Mam, Sasa mana kok gak ikut sarapan."

"Sasa sudah berangkat pagi-pagi tadi, dia mau syuting keluar kota satu Minggu. Memangnya gak pamit sama kamu?"

"Gak mam, entah kenapa Sasa akhir-akhir ini kembali berubah,sangat berbeda sikapnya. Sepertinya maaf dariku hanya untuk permainan saja. Tapi sudahlah, aku juga mau pergi jenguk Karin, soalnya setelah Karin sembuh dia mau pulang kampung, kembali pada orang tuanya."

"Kenapa buru-buru mau pulang kampung, kalian ada masalah juga?"

"Gak mam, itu keinginan Karin sendiri, lagian kasihan kalau disini lama-lama, seperti gak betah."

Kenzo segera ke rumah sakit, sebelum kesana Ken sempatkan membelikan sarapan dan juga buket bunga.

Sesaat setelah sampai Ken langsung menuju kamar rawat Karin.

"Mana Karin?" Ken tidak mendapati Karin hanya Rafael saja yang sedang duduk di sofa.

"Abang ngapain kemari? kan Rafael sudah bilang Rafael yang akan menjaga Karin, lebih baik Abang pulang sana." usir Rafael

"Apa-apaan sih kamu, seharusnya kamu yang pulang, Karin pasti gak mau lama-lama dekat dengan kamu."

karin yang baru keluar dari toilet dan membawa infusnya sendiri Ken dan Rafael bergegas menghampiri dan membimbing Karin.

"Kenapa tadi pada berisik, sampai kedengaran dari toilet, memangnya apa yang debatkan?" tanya Karin dan kembali merebahkan diri di ranjang.

"Gak ada, sekarang Karin pilih, siapa yang Karin mau, buat jagain Karin di sini?" tanya Rafael.

"Apa-apaan sih kalian, gak dijaga juga Karin bisa mengurus diri sendiri, lagian Karin sudah lebih baik."

"Pokoknya Karin harus pilih, Abang atau Rafael." Karin menatap kedua pria di hadapannya dan sama-sama memberikan kode.

"Baiklah, biar kan tuan Ken yang jaga pagi ini, dan kak Rafael lebih baik pulang dan istirahat, kasian semalaman kakak gak tidur."

"Karin...."

"Sekarang dengar kan, lebih baik kamu pulang dan tidur di rumah, lihatlah matamu sudah ada lingkaran panda nya." Ken pun mengusir Rafael yang terus saja menolak meninggalkan Karin.

Rafael pun terpaksa pulang, saat itu juga pintu dikunci oleh Ken dari dalam.

"Tuan, kenapa kaya gitu dengan adik sendiri, Sudah seharusnya tuan sayang sama dia."

"Gak usah ngajarin aku, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Oya aku tadi ada beli sarapan apa kau mau sarapan?"

"Tadi Karin sudah sarapan."

"Ohhhh, kalau begitu di buang saja ini." Ken langsung membuang sarapan yang ia beli tadi ke tong sampah dan merasa kecewa.

"Tuan kenapa di buang, kan sayang tuan buang-buang makanan, gak baik."

"Siapa lagi yang mau makan, yang di bawakan juga sudah sarapan." Karin hanya menggeleng kepala dengan sikap Ken.

"Tuan maukah menemani karin jalan-jalan sebentar, Karin bosan di sini."

"Baiklah, aku ambil dulu kursi rodanya"

"Gak usah tuan, Karin mau jalan kaki saja menyusuri rumah sakit."

Ken pun membimbing Karin, jalan-jalan menyusuri rumah sakit, kebahagiaan terpancar di wajah Karin, saat Ken begitu perhatian padanya.

Langkah Karin terhenti saat sampai di ruang tunggu, Karin melihat seseorang yang sangat Karin kenal.

Kemarahan, kebencian, sakit hati begitu saja muncul saat Karin memandangnya, wanita yang telah menjual dirinya dan menjadikan dirinya seperti ini.

"Ada apa Karin?" tanya Ken saat Karin meremas tangan Ken melampiaskan kamarahnya yang tertahan yang tanpa Karin sadari.

"Aku, aku ingin kembali kekamar, aku sudah lelah berjalan, bisakah tuan membawa Karin kembali."

"Karina...." panggilnya di saat karin hendak melangkah pergi.

jangan lupa dukungan dengan tinggalkan jejak 👍⭐✍️🧿❤️ ditunggu.

1
Lastri Tri
Luar biasa
Ken L
diputar2 ceritanya sama othor. padahal si Joy yg sudah bertemu sama mama Karin tapi sengaja dibikin panjang ceritanya wkwkwk
Ken L
othor kok tulis kisah Joy kayak gini. uda ketemu mamanya susah gitu ya bawa ke dokter donk, lalu telp papa Ken. uda selesai deh ceritanya.
Ken L
seruuu
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mantap
DinaAuliya: Makasih kak sudah berkenaan mampir, jangan lupa mampir di karya aku yang lain ya.🙏😘
total 1 replies
Rini Haryati
ceritanya keren
Dewi bohay
rasain Dinda ketauankan bikin emosi aja🙄🙄🙄
Dewi bohay
mending Sasa dimasuk kan karung trus dilempar dah laut, aku mewakili Karin dah😠😠😠
Dewi bohay
ingin cekek tu si ulat emosi aku, 😬😬😬
Dewi bohay
pokok e setiap mau baca dedekan 😥😥gak tega ama Karin😞😞😞
DinaAuliya: makasih sudah mampir baca, ceritanya masih berantakan benget.🙏☺️
total 1 replies
Dewi bohay
hadoooh tegang😰😰😰
DinaAuliya: Makasih kak dah mampir, karya ini masih berantakan, typo masih bertebaran.🙏☺️
total 1 replies
Hastia Tia
lanjutkan
Hary Enyong
Alur critan nya dari awal di ikutin cukup jelas ..
cuma di bab 9 , tentang Ken tau klau joe bukan anaknya tidak ada alur crita nya ,😊
Alur critanya ok gk berbelit belit melebar kemana mana kaya senetron..😁
cukup enak di baca di ikitin Alur crita nya thur.. 😊👌👍
Dwi Lina Ningsih
ceritanya bagus kok gak lompat2 maju terus pantang mundur thor
Ade Rahmatullah
Thor anak ken dg sasa kmn. alurnya dijaga yg runut y!!!
Louisa Janis
sudah thor ketemu ceritanya
mantap dah 🙏👍👍
Louisa Janis
Thor keren deh 👍👍👍👍
Louisa Janis
kok mati?????????????
bisaan thor
Louisa Janis
Karin hamil dan yang ngidam Ken
Louisa Janis
kalah saing jadi ambil jalan pintas andalkan genderuwo snackfish
malu-maluin nggak sportif bersaing sehat BANCI LO Reval
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!