NovelToon NovelToon
Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

Celine Wang pernah percaya bahwa cinta mampu mengubah hati seorang pria yang dingin.

Selama tiga tahun pernikahannya dengan Alexander Wu, pewaris keluarga konglomerat Wu Group, Celine berusaha menjadi istri yang sempurna. Ia merawat rumah mereka, mendampingi Alexander ketika menghadapi kesulitan, dan diam-diam membantu menyelamatkan perusahaan suaminya dari krisis keuangan.

Namun, semua pengorbanannya tidak pernah dianggap berarti.

Bagi Alexander, Celine hanyalah wanita biasa yang beruntung mendapatkan tempat di keluarga Wu. Terlebih lagi, kehadiran Evelyn Zhao, cinta pertama Alexander yang kembali ke Shanghai, perlahan menghancurkan rumah tangga mereka.

Atas hasutan Evelyn dan tekanan keluarganya, Alexander menuduh Celine sebagai wanita yang tidak tahu diri, menandatangani surat perceraian, lalu mengusirnya dari rumah tanpa memberinya kesempatan menjelaskan kebenaran.

Pada malam yang sama, Celine mengetahui bahwa sebagian besar penderitaan yang dialaminya bukanlah kebetulan. Ada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 - UNDANGAN KE PUNCAK KEKUASAAN

Pagi itu, Celine Wang menerima sebuah undangan yang tidak pernah ia bayangkan akan datang kepadanya.

Undangan tersebut tiba dalam sebuah kotak hitam berlapis beludru. Tidak ada nama pengirim di bagian luar, hanya lambang emas berbentuk burung phoenix dengan tulisan kecil di bawahnya: Yayasan Huaxia — Malam Penghargaan Investor Asia.

Di dalam kotak terdapat kartu undangan berwarna gading, selembar surat resmi, dan sebuah brosur yang menampilkan daftar tamu kehormatan. Nama-nama di dalamnya membuat Celine mengerutkan kening.

Para pemimpin perusahaan terbesar di Shanghai, pejabat keuangan, investor internasional, dan keluarga-keluarga yang telah menguasai dunia bisnis selama beberapa generasi akan menghadiri acara tersebut.

Di halaman terakhir, ia menemukan nama yang membuat tangannya berhenti bergerak.

Alexander Wu — Ketua Eksekutif Wu Group.

Di bawah nama itu tercantum satu nama lain yang tak kalah mengejutkan.

Shen Yuxin — Direktur Strategi Shen Capital.

Celine menutup brosur tersebut perlahan.

Selama enam bulan terakhir, ia sengaja menjauh dari kehidupan sosial keluarga kaya Shanghai. Ia membangun kariernya tanpa mengandalkan nama Wang, Wu, atau Shen. Ia juga membatasi kemunculannya di hadapan publik agar penyelidikannya tidak menarik perhatian yang tidak perlu.

Namun, undangan ini seolah sengaja membuka pintu yang telah ditutupnya.

Ponselnya berdering. Nama Adrian Shen muncul di layar.

“Kau sudah menerima undangannya?” tanya Adrian tanpa basa-basi.

“Baru saja. Apa ini ada hubungannya denganmu?”

“Shen Capital adalah salah satu sponsor utama acara tersebut. Namamu diajukan sebagai konsultan yang berhasil menyelesaikan evaluasi investasi bernilai besar.”

Celine mengangkat alis.

“Kau mendaftarkan namaku tanpa bertanya?”

“Aku mengajukan namamu. Panitia yang menentukan daftar undangan akhir.”

“Dan kau baru memberitahuku sekarang?”

“Aku tahu kau tidak suka kejutan.”

“Kalau begitu, kau seharusnya tahu aku juga tidak suka dijadikan bagian dari permainan politik.”

Adrian terdiam sejenak.

“Aku tidak bermaksud menjebakmu, Celine. Acara itu akan mempertemukan orang-orang yang mungkin memiliki informasi tentang transaksi 0917. Jika kau ingin menemukan dokumen aslinya, kau tidak bisa selamanya menghindari mereka.”

Celine menatap kartu undangan di tangannya.

Ia tahu Adrian benar dalam satu hal. Selama ini, ia mengumpulkan potongan informasi dari dokumen lama dan percakapan tertutup. Namun, untuk mengungkap siapa yang mengatur pemindahan aset keluarga Wang, ia harus memasuki lingkaran yang selama ini menyembunyikan rahasia tersebut.

“Baik,” jawabnya akhirnya. “Aku akan datang. Tapi aku datang sebagai konsultan Shen Capital, bukan sebagai alat untuk menyerang keluarga Wu.”

“Itu hakmu.”

“Dan aku ingin daftar tamu lengkap sebelum acara dimulai.”

“Akan kukirimkan.”

Sebelum menutup telepon, Adrian menambahkan, “Celine, malam itu banyak orang akan tersenyum kepadamu sambil menghitung seberapa besar ancaman yang kau berikan kepada mereka. Jangan percaya pada keramahan seseorang hanya karena mereka mengenal namamu.”

Celine tersenyum tipis.

“Tenang saja. Aku sudah belajar dari orang yang paling pandai membuat janji.”

Adrian tidak bertanya siapa yang dimaksudnya.

Mereka berdua tahu jawabannya.

Dua hari kemudian, Celine berdiri di depan cermin sebuah butik eksklusif di pusat Shanghai.

Di hadapannya tergantung gaun malam berwarna biru gelap dengan potongan sederhana dan elegan. Tidak ada sulaman berlebihan, tidak ada berlian besar, dan tidak ada merek mencolok yang sengaja dipamerkan.

Celine memilih gaun itu karena ia ingin terlihat berkelas tanpa harus membuktikan apa pun kepada siapa pun.

Seorang penata busana mendekat dan membantu merapikan bagian bahunya.

“Gaun ini sangat cocok untuk Anda, Nona Wang.”

Celine menatap pantulan dirinya.

Dahulu, setiap kali menghadiri acara keluarga Wu, ia selalu bertanya kepada Alexander apakah penampilannya sudah sesuai. Ia takut membuat kesalahan, takut mempermalukan suaminya, dan takut tidak cukup pantas berdiri di samping pria yang dicintainya.

Sekarang, ia tidak lagi membutuhkan penilaian Alexander.

Ketika keluar dari butik, sebuah mobil hitam sudah menunggunya. Adrian turun dari kursi belakang dan membukakan pintu.

“Kau terlihat berbeda,” katanya.

“Berbeda dari apa?”

“Dari perempuan yang pertama kali kutemui di Hotel Imperial.”

Celine memasuki mobil.

“Perempuan itu terlalu sibuk mencari jawaban dari orang lain. Sekarang aku lebih suka mencari bukti sendiri.”

Adrian tersenyum kecil.

“Kalau begitu, malam ini akan menarik.”

Hotel tempat acara berlangsung dipenuhi cahaya kristal dan musik orkestra. Para tamu mengenakan pakaian terbaik mereka, sementara para fotografer mengabadikan setiap kedatangan tokoh penting.

Ketika mobil Adrian berhenti di depan pintu utama, beberapa kamera langsung mengarah kepada mereka.

Celine turun dengan tenang.

Bisikan mulai terdengar di antara para tamu.

“Bukankah itu mantan istri Alexander Wu?”

“Katanya dia sekarang bekerja untuk Shen Capital.”

“Apakah Adrian Shen sengaja membawanya untuk mempermalukan keluarga Wu?”

Celine mendengar sebagian bisikan itu, tetapi tidak menoleh.

Ia melangkah memasuki aula dengan punggung tegak. Adrian berjalan di sampingnya, tidak berusaha menyentuhnya atau menunjukkan kedekatan yang berlebihan.

Sikap itu membuat Celine merasa nyaman. Ia tidak ingin kehadirannya kembali disalahartikan sebagai hubungan pribadi.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Di dekat tangga marmer, Alexander Wu berdiri mengenakan setelan hitam. Wajahnya tampak dingin seperti biasa, tetapi pandangannya langsung tertuju kepada Celine.

Selama enam bulan, ia hanya melihat Celine melalui laporan singkat dan foto-foto yang dikumpulkan sekretarisnya. Kini, perempuan itu berdiri beberapa meter darinya, tampak percaya diri dan sama sekali tidak berusaha mencari perhatiannya.

Alexander tidak menyangka akan merasa begitu asing melihat mantan istrinya sendiri.

Di sampingnya, Evelyn Zhao memperhatikan arah pandang Alexander.

“Celine benar-benar pandai memilih tempat untuk muncul,” katanya sambil tersenyum tipis.

Alexander tidak menanggapi.

Evelyn menggenggam lengannya.

“Jangan lupa, malam ini kita datang untuk memperkuat kerja sama Wu Group dengan para investor. Jangan biarkan masa lalu mengganggumu.”

Alexander menarik lengannya dengan halus.

“Aku tahu tujuanku datang.”

Namun, matanya masih mengikuti Celine yang sedang menyapa beberapa investor.

Untuk pertama kalinya, Alexander menyaksikan sendiri bahwa Celine tidak lagi membutuhkan perlindungannya untuk berdiri di antara orang-orang berkuasa.

Dan kenyataan itu terasa lebih menyakitkan daripada yang ingin ia akui.

Tidak lama kemudian, seorang pria berusia sekitar enam puluh tahun mendekati Celine.

Rambutnya telah memutih, tetapi langkahnya tetap tegap. Ia mengenakan pin emas kecil berbentuk phoenix di kerah jasnya.

“Jadi, Anda Celine Wang,” katanya.

Celine mengulurkan tangan dengan sopan.

“Benar. Senang bertemu dengan Anda.”

“Nama saya Liang Zhen. Saya pernah bekerja bersama ayah Anda.”

Kalimat itu membuat Celine menahan napas sesaat.

“Ayah saya?”

Liang mengangguk.

“William Wang adalah orang yang sangat berhati-hati dalam urusan bisnis. Saya masih ingat bagaimana dia menolak menandatangani sebuah perjanjian meskipun tekanan yang diterimanya sangat besar.”

Celine berusaha menjaga ekspresinya tetap tenang.

“Perjanjian apa?”

Liang melirik ke arah Alexander dan Victor Wu yang sedang berbicara dengan beberapa tamu.

“Bukan tempat yang tepat untuk membahasnya. Tetapi jika Anda ingin mengetahui apa yang terjadi pada ayah Anda, jangan hanya mencari dokumen transaksi 0917. Carilah perjanjian pengalihan kepemilikan yang ditandatangani sebelum Shengyuan runtuh.”

“Apakah Anda memiliki salinannya?”

“Tidak lagi.”

Jawaban itu terdengar terlalu cepat.

Celine menatapnya lebih saksama.

“Kalau begitu, mengapa Anda memberitahukan hal ini kepada saya?”

Liang tersenyum samar.

“Karena ada kesalahan yang sudah terlalu lama saya biarkan.”

Sebelum Celine sempat bertanya lebih jauh, seorang pelayan mendekat dan membisikkan sesuatu kepada Liang.

Wajah pria itu berubah.

“Maaf, saya harus pergi. Jika kita bertemu lagi, saya akan menjelaskan lebih banyak.”

Ia berbalik, meninggalkan Celine dengan pertanyaan yang semakin banyak.

Namun, saat Celine hendak mengejarnya, seseorang menyentuh lengannya.

Shen Yuxin berdiri di sampingnya.

“Jangan terlalu cepat mempercayai Liang Zhen,” bisiknya.

“Kenapa?”

“Karena dia adalah salah satu orang terakhir yang berbicara dengan Shen Guowei sebelum pendiri Shengyuan meninggal.”

Celine membeku.

“Apakah kau mengatakan dia terlibat dalam kematian Shen Guowei?”

“Aku mengatakan bahwa dia mengetahui sesuatu yang tidak pernah diceritakannya kepada siapa pun.”

Yuxin menatap ke arah pintu aula tempat Liang baru saja menghilang.

“Dan sekarang, setelah bertahun-tahun diam, dia tiba-tiba mendekatimu. Kau seharusnya bertanya-tanya mengapa.”

Beberapa menit kemudian, pembawa acara mengumumkan dimulainya acara utama.

Para tamu berkumpul di depan panggung. Nama-nama perusahaan besar disebutkan satu per satu, disertai tepuk tangan dan kilatan kamera.

Ketika giliran Shen Capital tiba, Adrian naik ke panggung untuk menerima penghargaan atas keberhasilan investasi tahun itu.

Namun, sebelum ia berbicara, pembawa acara mengumumkan sebuah kejutan.

“Untuk pertama kalinya, Shen Capital memberikan penghargaan khusus kepada konsultan independen yang berkontribusi besar dalam mengungkap risiko investasi dan memperkuat transparansi keuangan.”

Nama Celine disebutkan.

Seluruh aula bertepuk tangan, meskipun beberapa tamu tampak terkejut.

Celine berjalan ke panggung dengan tenang. Ia menerima penghargaan itu tanpa senyum berlebihan, lalu berdiri di samping Adrian untuk sesi foto.

Di antara kerumunan, Alexander menatapnya tanpa berkedip.

Ia teringat malam ketika memberikan surat cerai kepada Celine. Saat itu, ia yakin perempuan itu tidak akan pernah mampu berdiri sendiri di dunia bisnis yang keras.

Kini, perempuan yang pernah ia anggap remeh justru menerima penghargaan di hadapan para pemimpin industri.

Sementara itu, Evelyn memperhatikan Victor Wu yang berdiri kaku di sisi ruangan.

Tatapan Victor bukan tertuju kepada Celine, melainkan kepada Liang Zhen yang baru saja kembali memasuki aula.

Dan ketika mata Liang bertemu dengan mata Victor, keduanya segera memalingkan wajah.

Celine melihat pertukaran tatapan itu.

Ia tidak mengetahui apa yang sedang mereka sembunyikan, tetapi ia yakin keduanya saling mengenal lebih dalam daripada yang mereka akui.

Menjelang akhir acara, seorang pelayan menyerahkan amplop kecil kepada Celine.

Tidak ada nama pengirim.

Di dalamnya terdapat secarik kertas dengan tulisan tangan yang tampak tergesa-gesa.

“Jika kau ingin mengetahui siapa yang memalsukan tanda tangan ayahmu, berhentilah mencari Liang Zhen. Orang yang kau cari selama ini berdiri di samping Alexander Wu.”

Celine perlahan mengangkat wajah.

Di seberang aula, Alexander sedang berbicara dengan Victor.

Sementara Evelyn berdiri tidak jauh dari mereka, tersenyum seolah tidak ada sesuatu pun yang perlu disembunyikan.

Celine menggenggam kertas itu.

Undangan ke puncak kekuasaan yang semula dianggapnya sebagai kesempatan untuk memperluas jaringan ternyata telah membawanya lebih dekat kepada rahasia terbesar keluarganya.

Namun, sebelum ia bisa menentukan langkah berikutnya, lampu aula berkedip sekali.

Ketika kembali menyala, Victor Wu telah menghilang dari tempatnya berdiri.

Ponsel Celine bergetar.

Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

“Kau sudah melihat cukup banyak malam ini. Jika ingin tetap hidup, jangan pernah bertanya kepada Alexander tentang malam kematian ayahmu.”

Celine menatap layar, lalu memandang Alexander dari kejauhan.

Untuk pertama kalinya setelah enam bulan menghilang, ia menyadari bahwa rahasia yang dicarinya mungkin tidak tersembunyi di balik pintu tertutup atau dokumen yang hilang.

Rahasia itu mungkin berada tepat di hadapannya.

Di dalam keluarga pria yang pernah dicintainya.

Dan malam itu, seseorang baru saja memperingatkannya agar tidak membuka pintu tersebut.

1
niaww
semngat kak jangan lupa mampir🥰❤
Isabell: siap kakak terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!