NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12.Jejak Masa Lalu

"Siapa orang yang terekam di kamera tersembunyi itu?" potong Aksa dengan suara bariton yang menggelegar keras. Pria itu mengabaikan napas Bima yang tiba-tiba tersengal-sengal ketakutan.

"Teknisi mesin anestesi, Pak. Namanya Joko," jawab Dimas cepat sambil menyerahkan tablet digital. "Tim keamanan internal sudah mengamankan orang itu di ruang interogasi bawah tanah."

"Bawa aku ke sana sekarang," desis Aksa tajam. Ia melempar tablet itu ke atas meja, letaknya tepat di sebelah jas putih Naya yang bernoda darah segar. Mata gelap Aksa menatap Bima sekilas dengan tatapan membunuh. "Kunci pintunya dari luar, Dimas! Jaga mereka semua!"

Bima pucat pasi. "Pak Aksa, ini salah paham! Teknisi itu pasti bertindak sendiri! Jangan percaya padanya!"

Aksa tidak memedulikan racauan Bima. Langkah kakinya berderap cepat membelah lorong, diikuti Dimas yang berlari-lari kecil. Amarah CEO muda itu meledak mencapai ubun-ubun.

Pintu besi ruang interogasi terbuka dengan bantingan kasar. Di tengah ruangan, seorang pria berseragam teknisi duduk gemetar berpeluh keringat dingin.

Brak!

Aksa menendang kursi di depan teknisi itu hingga terpental menabrak dinding. Joko menjerit tertahan, menyusut ketakutan melihat sang bos besar.

"Berapa Bima membayarmu untuk menyabotase operasi menteri dan menghancurkan tangan Dokter Naya?" tanya Aksa dengan suara datar namun mematikan.

"Aku tidak tahu apa-apa, Pak!" bantah Joko bergetar parah. "Aku cuma mengecek mesin itu sesuai jadwal! Mesinnya memang sering macet!"

Aksa tersenyum miring. Udara di ruangan itu seakan membeku. "Dimas, siapkan berkas tuntutan percobaan pembunuhan berencana, sabotase fasilitas medis, dan terorisme. Pria ini akan membusuk di penjara seumur hidup."

Mata Joko melotot lebar panik.

"Sita rumahnya. Bekukan rekening istrinya. Pastikan anak-anaknya ditolak dari semua sekolah. Aku punya kekuasaan penuh membuat keturunanmu hidup menggelandang hari ini juga," lanjut Aksa pelan dan mengiris.

"Jangan, Pak!" Joko menangis histeris. Ia menjatuhkan diri, berlutut di depan sepatu Aksa. "Aku mengaku! Dokter Bima yang menyuruhku! Dia mentransfer seratus juta ke rekeningku!"

"Terus bicara," perintah Aksa sangat dingin.

"Dokter Bima menyuruhku merusak engsel retraktor agar otomatis patah saat dipakai," ratap Joko dengan air mata deras. "Dia juga menyuruhku memotong sedikit kabel sensor oksigen mesin anestesi. Biar terlihat normal di awal operasi, tapi pasti mati total saat tekanan gasnya dinaikkan."

Jantung Aksa seolah berhenti berdetak. Ingatannya terlempar paksa ke kejadian tujuh tahun lalu. Saat ia menjadi mahasiswa kedokteran yang memantau mesin anestesi untuk pasien petinggi negara. Mesin mati total dengan cara sama. Pasien tewas.

Saat investigasi, Naya tiba-tiba bersaksi bahwa Aksa lalai dan mengabaikan prosedur. Kesaksian itu membuat Aksa dipecat. Aksa selalu yakin Naya memfitnahnya demi merebut satu-satunya beasiswa ke luar negeri.

"Kamu pakai metode sabotase yang sama dengan tujuh tahun lalu," desis Aksa memburu. Tangan kekarnya mencengkeram kerah Joko, menariknya berdiri kasar hingga kakinya melayang. "Jawab! Apa Bima yang menyuruhmu memotong kabel mesin operasi tujuh tahun lalu?!"

Joko mengangguk patah-patah. "Iya, Pak! Bima dibayar lawan politik pejabat itu untuk membunuhnya di meja operasi!"

"Lalu kenapa Naya memfitnahku di depan komite?!" teriak Aksa lepas kendali, suaranya menggema memekakkan telinga. "Kenapa dia menuduhku lalai sampai karirku hancur?!"

Joko menggeleng kuat-kuat. "Karena kalau Dokter Naya tidak menuduh Anda lalai, Anda sudah mati di penjara militer, Pak! Kalau investigasi membuktikan ada sabotase pembunuhan, Bima sudah menyiapkan bukti palsu agar Anda dituduh sebagai pelakunya! Anda akan dieksekusi mati!"

Cengkeraman Aksa mendadak mengendur. Tubuhnya membeku kaku seperti es.

"Maksudmu apa?!" suara Aksa bergetar hebat.

"Dokter Naya tahu Bima akan menumbalkan Anda!" isak Joko bersujud di lantai. "Sebelum polisi militer turun tangan, Dokter Naya menyerahkan semua uang tabungannya pada saya untuk mengubah log mesin menjadi kerusakan akibat kelalaian manusia."

Mata Aksa membelalak sempurna. Napasnya tercekat.

"Dokter Naya sengaja memfitnah Bapak lalai agar kasus ditutup sebagai kelalaian mahasiswa, bukan pembunuhan politik!" lanjut Joko menangis ngeri melihat wajah Aksa yang sepucat mayat. "Dia membuat Bapak dipecat untuk menyelamatkan nyawa Bapak! Dia merebut beasiswa itu supaya Bapak makin benci padanya, pergi jauh dari rumah sakit ini, dan selamat dari Bima!"

Aksa terhuyung mundur, menggeleng pelan menolak kenyataan. "Kenapa dia tidak pernah jujur padaku?"

"Karena Bima mengancam akan menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi Bapak kalau Dokter Naya berani buka mulut!" seru Joko menangis ketakutan. "Tujuh tahun lalu... dr. Naya yang menghancurkan bukti agar nama Anda tidak masuk penjara! Dia menanggung semuanya sendirian!"

Kaki panjang Aksa kehilangan tenaganya. Pria yang selama ini ditakuti itu jatuh berlutut menghantam lantai beton.

Kebenaran yang terkubur rapi baru saja menamparnya tanpa ampun. Selama tujuh tahun ia menyimpan dendam, kembali sebagai penguasa tiran, menyiksa Naya dengan jadwal operasi mematikan, dan menghancurkan tangannya. Padahal, wanita yang baru saja ia hancurkan karirnya di lantai atas sana, adalah satu-satunya wanita yang tangannya berdarah demi memastikan Aksa tetap bernapas.

1
Muft Smoker
semangat Naya ,,
semoga km bisa sembuh kembali ,, rasa sakit ini akan terbayar dg kembali ny tangan mu yg berfungsi dg normal
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!