NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mimisan

malam itu Olivia tidak bisa tidur, memikirkan tentang bros milik neneknya.

pagi buta Olivia menghubungi tejo

"mas tejo"

"hmmm apa vi"

"aku kepikiran sama brosnya nenek mas"

"bisa ndak nanti siang vi. aku masih ngantuk"

"sekarang aja mas. aku sampek ndak bisa tidur"

"kamu takut bros itu ndak kembali?"

"iya. kalau hilang bagaimana?"

"tenang aja, dia tau jalan pulangnya. tunggu aja beberapa hari"

"kalau ndak kembali bagaimana?"

"kalau ndak kembali berarti ya hilang vi" ucap tejo sambil menutup teleponnya

"mas... mas tejo... " panggil Olivia

Pagi itu Olivia berniat pergi ke mall dimana bros itu dia berikan kepada salah satu pramusaji. Olivia berusaha memejamkan matanya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, notifikasi pesan dari dimas

dimas : sudah tidur via?

Olivia : belum mas

dimas : langsung di antar pulang sama ujang?

Olivia : iya

dimas : tidur yuk vi... nanti kerja lagi

Olivia : oke

Dimas menatap ponselnya, jawaban Olivia tidak sama seperti waktu ketemu.

Olivia sudah hilang dalam mimpinya.

hari ini Olivia ke cafe malam, dia menyempatkan untuk ke mall.

pukul 5 sore Olivia pergi ke tunjungan plaza. dia tidak sedang ingin membeli apa-apa. Olivia hanya ingin makan di tenan makanan yang kemarin dia kunjungi

Memesan makanan dan minuman

menunggu beberapa lama lalu pesanannya datang

seorang pramusaji mengantarkan pesanannya, meletakkan di atas meja dan hendak pergi

"mbak" panggil Olivia

"iya mbk, ada yang bisa saya bantu"

"biasanya yang ngantar ini mbak satunya"

"oh... tari? namanya tari mbk"

"namanya tari? kemana mbk tari?"

"tari kemarin pulang mbk, Tiba-tiba mimisan"

"mimisan?"

"iya"

"apa dia sakit?"

"setau saya ndak mbk. tapi kemarin tiba-tiba mimisan, banyak banget. trus di bawa pulang"

Olivia terdiam

"kalau sudah tidak ada yang di perlukan, saya tinggal mbk"

"iya mbk. terimakasih"

Olivia kepikiran tari, apa mimisan dia ada hubungannya dengan bros pemberiannya?

Olivia segera menghabiskan makanannya dan pergi dari mall itu.

ponsel Olivia berdering panggilan masuk dari dimas

"halo vi"

"iya mas"

"kamu sudah berangkat?"

"aku masih di TP mas"

"belanja?"

"makan"

"aku jemput ya"

"ndak usah mas, aku sudah pesan ojek online" Olivia berbohong

"oke, sampai ketemu di cafe ya vi"

"oke mas"

Olivia beranjak dari tempat duduknya, berjalan pelan menyusuri mal itu. pandangan tertuju pada pengharum raungan. Olivia mampir untuk membeli pengharum ruangan diffuser. Olivia berniat beli untuk ruang kerja dimas.

Olivia sampai di depan cafe senja lebih awal dari jadwalnya. di depan cafe Olivia melihat keributan, dengan cepat Olivia mendekat

"lho mas dimas?"

dimas sedang bersitegang dengan seorang pemuda

"kenapa kamu ganggu pacar ku. dasar brengsek" umpat pemuda itu

"aku ndak ganggu siapapun. kamu salah orang mas" kilah dimas

"Mely, kemarin kamu antar Mely pulang. apa itu namanya kalau ndak ganggu hahh" bentak pemuda itu yang ternyata pacar Mely

"setop setoppp... " Olivia berteriak

"minggir vi" dimas memerintahkan Olivia untuk pergi

Mely melihat keributan di depan cafe

"berhenti aldo... berhenti" teriak Mely

"jadi kamu memilih dia? minta putus karena dia?" bentak aldo

"dasar Bajingan" ceprakkkk... aldo memukul dimas, dimas menghindari pukulan aldo tapi pukulan itu mengenai tepat di hidung Olivia

"ahhhhh.... " Olivia menjerit kesakitan. melihat Olivia, dimas menghajar aldo. Mely berteriak teriak

Beberapa orang melerai mereka berdua. aldo di pegang oleh beberapa orang di usir dari sana

"vi... " dimas panik melihat darah segar mengucur dari hidung Olivia

Seketika itu Olivia pingsan dan membuat dimas semakin panik

Olivia dilarikan ke rumah sakit terdekat

Olivia kembali sadar setelah seorang perawatan membersihkan hidungnya

"bagaimana keadaan Olivia Sus"

"ndak pa-pa mas, aman kok"

"hidungnya?"

"hidungnya lebam mas, pendarahan di dalam. tapi aman, tulangnya ndak patah"

Dimas lega mendengarnya

dimas menemani Olivia di ruang UGD rumah sakit itu

"sakit vi?"

"sakit lah mas"

"lagian, ngapain kamu di belakangku vi?"

"kamu ngapain sampai bertengkar seperti itu mas?"

"aku juga ndak tau, dia tiba-tiba datang marah-marah"

"tas ku mana mas?" Olivia mencari tasnya

"itu ada di meja"

Tak lama kemudian seorang dokter datang

"luka mbk Olivia ndak serius mas, mungkin akan memar selama satu minggu kedepan"

"boleh pulang dok?" tanya Olivia

"boleh, bangun. kalau ndak pusing boleh pulang"

Olivia mencoba bangkit dari tidurnya, perlahan berdiri.

"pusing vi?" tanya dimas

"ndak mas"

"kamu tunggu disini, aku ke bagian administrasi" tukas dimas meninggalkan Olivia

Setelah menunggu beberapa lama dimas datang membawa kursi roda

"yuk vi"

Olivia duduk di kursi itu

"kamu bikin aku khawatir vi"

"mas dimas sih pake acara gelut segala"

"siapa yang mau.. aku itu cinta damai vi"

canda dimas

dimas dan Olivia memesan taksi online untuk kembali ke cafe

Setibanya di cafe senja

"duduk disini dulu vi" dimas mengajak Olivia untuk duduk

"Mel.. ikut aku" dimas memanggil Mely untuk ikut dengan dia

"yuk vi" Olivia di tuntun dimas masuk kedalam ruang kerjanya

Hidung Olivia kini terbalut perban

mely duduk bersebelahan dengan Olivia

"dia tadi siapa mel?"

"tadi itu mantanku mas"

"kapan hari yang jemput bukan dia Mel. ganti lagi?"

"namanya aldo mas. dulu aku sudah pernah pacaran sama dia, trus putus. satu Minggu kemarin dia minta balikan lagi"

"trus?"

"aku ndak kuat dengan dia mas, kemarin siang aku mutusin dia lagi. dia cemburuan mas. overprotective"

"trus apa hubungannya dengan aku?"

"kemarin malam dia lihat mas dimas ngantar aku pulang, jadi dia pikir aku pacaran sama bosku mas"

"sudah kamu kasih pengertian kalau kita ndak ada hubungan apa-apa?"

"sudah mas. tapi dia ndak percaya"

"kalau sudah seperti ini bagaimana mel? aku ndak mau tau masalah kalian. kamu di sini kerja. aku ndak mau ini terulang lagi"

"iya mas. maaf" ucap Mely menunduk

"selama satu Minggu ini Olivia ndak bisa perfome. kamu dan Widi yang gantikan Olivia"

"iya mas. maaf vi" Mely mengulurkan tangannya meminta maaf

"iya Mel. maaf ya, kamu harus bekerja lembur"

"ndak pa-pa vi. aku pamit mas. maaf"

"iya mel"

mely keluar dari ruang kerja dimas

"masih sakit vi?"

"sudah mendingan mas"

"sementara ini kamu libur dulu ya. nanti aku kabari mbk widuri"

"besok lusa kan ada job mas"

"kamu mau perfome dengan hidung tambalan seperti ini?"

dimas meraih ponselnya

"halo mbk widuri"

"iya mas.. ada apa?"

dimas menceritakan kejadian yang menimpa Olivia

"bisa video call mas?" pinta widuri

"ya ampun vi... sakit?"

"sudah mendingan mbk. bagaimana ini mbk?"

"kamu jangan mikir event dulu. kamu sekarang istirahat biar cepat pulih itu hidung kamu"

"tapi mbk?"

"aku cari penganti. jangan khawatir. kamu istirahat dulu"

"baik mbk. terimakasih"

"Sama-sama Olivia"

widuri menutup percakapannya

"sudah lega kan?" ucap dimas

"iya mas"

"sekarang kamu pulang... istirahat"

"iya mas" Olivia merogoh bungkusan dari dalam tasnya "tadi aku beli ini. untuk di ruang kerja mas dimas"

"kamu tau aja kalau diffuser ku habis"

"aku pamit ya mas"

Olivia bangkit dari duduknya, hendak pergi dari ruangan itu

"maaf ya vi" Tiba-tiba dimas memeluk Olivia

"iya mas" Olivia mencium bau harum tubuh tegap dimas. baru kali ini Olivia mendapatkan pelukan dari laki-laki selain orang tuanya

bau harum rambut Olivia dimas semakin ingin memeluk erat tubuh mungil itu

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!